Connect with us

Kota Palangkaraya

Polresta Palangka Raya Gelar Pra Rekonstruksi Terbakarnya Gorseni FKIP UPR

Diterbitkan

pada

Pra rekonstruksi kasus terbakarnya Gorseni FKIP UPR Foto: tri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Polresta Palangka Raya menggelar pra rekonstruksi perkara kasus terbakar Gedung Olahraga dan Seni (Gorseni) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (15/9).

Terduga dua tersangka, HT (16) dan GT (26) dihadirkan untuk mengikuti pra rekonstruksi yang dipimpin Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri.

Kapolresta menjelaskan, pra rekontruksi dilakukan untuk menghimpun keterangan, kejelasan hingga kronologis dari para terduga tersangkanya terkait terjadinya peristiwa kebakaran yang terjadi Senin lalu.

Hal itu merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap fakta kebakaran tersebut, sehingga kedudukan atau peranan terduga tersangka maupun barang bukti menjadi jelas yang akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).



 

Hasil pemeriksaan awal, Kasatreskrim, Kompol Ritman Agung Todoan Gultom mengatakan, HT dan GT berniat untuk tidur di dalam gedung. Kemudian membakar sampah plastik di sekitaran TKP untuk mengusir nyamuk dan keduanya pun tidur dengan membiarkan api tetap menyala.

Saat api mulai membesar mereka terkejut dan berusaha untuk memadamkan. Namun tak berhasil, lalu mereka pun melarikan diri menuju lapangan basket di Sanaman Mantikai dengan menggunakan dua buah sepeda.

Kedua terduga tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolresta Palangka Raya untuk dilakukan pemeriksaan intensif oleh para penyidik dari Satreskrim Polresta Palangka Raya. (kanalkalimantan.com/tri)

Reporter : Tri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kota Palangkaraya

Dua Tahun Fairid-Umi Pimpin Palangka Raya, Banyak PR Belum Dikerjakan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Palangka Raya Fairid Nafairin menerima penghargaan. Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA —Tepat hari ini 25 September 2020, dua tahun kepemimpinan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah.

“Dua tahun ini belum ada apa-apanya. Masih banyak PR yang akan kita kerjakan. Masih ada yang lebih baik dari Kota Palangka Raya. Jadi jangan cepat berpuas diri,” kata Fairid, Jum’at (25/9/2020).

Selama mengemban amanah dari masyarakat Kota Palangka Raya, keduanya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya. Semua itu tertuang dalam visi yakni terwujudnya Kota Palangka Raya menjadi maju, rukun dan sejahtera.

Sedangkan misinya mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai smart environment (lingkungan cerdas), mewujudkan semua elemen lingkungan masyarakat (smart society), mewujudkan kesejahteraan Kota Palangka Raya ekonomi cerdas (smart economy).



“Visi dan misi tidak akan terlaksana tanpa kerjasama tim yang baik. Jadi capaian kinerja merupakan hasil kerjasama yang solid dan smart dari tim work,” ujarnya.

Untuk itu hendaknya harus senantiasa dipertahankan. Walau tengah dilanda pandemi, tetapi tidak boleh patah semangat, namun harus tetap bekerja dengan cerdas dalam tatanan kehidupan normal baru dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Tetap memperhatikan reformasi birokrasi, yakni pemerintahan yang bersih, akuntabel dan bekerja baik. Disamping pelayanan publik harus optimal dan efisien.

Semua ini harus kita upayakan bersama-sama di masa pandemi ini, dengan cara yang smart, inovatif dan kreatif. Penyelenggaraan pemerintahan, harus diselenggarakan melalui proses yang akuntabel sehingga tujuan pembangunan dapat dicapai dengan efektif dan berkelanjutan. (kanalkalimantan.com/tri)

 

Reporter: Tri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Palangkaraya

Sepekan Protokol Kesehatan Diterapkan, Denda Masuk Kas Daerah Sudah Rp 10,4 Juta  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Razia yustisi Perwali protokol kesehatan di kota Palangka Raya. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Sepekan sudah Peraturan Wali Kota (Perwali) Palangka Raya nomor 26 tahun 2020 tentang penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 diberlakukan.

Dari hasil rekapitulasi data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, tercatat 591 pelanggar terjaring razia yustisi.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menjelaskan, dari 591 pelanggar, 484 diantaranya memilih sanksi sosial berupa membersihkan atau menyapu lingkungan.

Sedangkan sisanya 107 orang, memilih membayar sanksi administrasi denda sebesar Rp 100 ribu. Tetapi tiga orang belum transfer ke rekening kas daerah.



“Jadi total uang denda saat ini di kas daerah sebesar Rp 10.400.000,” kata Emi, di Palangka Raya, Selasa (22/9/2020).

Razia yustisi Perwali protokol kesehatan di kota Palangka Raya. Foto: ist

Emi mengakui, memang pelanggar yang memilih sanksi denda, bisa menyetor uang denda administrasi ke rekening kas daerah atau membayar secara tunai di tempat, lantaran tidak memiliki rekening.

Selama seminggu sejak diterapkan Perwali, sasaran razia yustisi dilaksanakan di sejumlah ruas jalan dan lokasi-lokasi yang menjadi tempat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pihaknya akan terus menegakkan Perwali protokol kesehatan, dengan razia yustisi, sehingga masyarakat disiplin menerapkannya dan menekan angka Covid-19 di Kota Palangka Raya. (kanalkalimantan.com/tri)

Reporter : tri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->