Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ponpes At Taubah Lapas Amuntai, Warga Binaan Dididik ala Santri

Diterbitkan

pada

Kunjungan Direktur Penais Kemenag RI ke Lapas Amuntai, Minggu (9/8/2020). Foto : dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Amuntai menerima kunjungan pembinaan Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim Lapas/Rutan se Kalimantan Selatan oleh Direktur Penais Kementerian Agama RI DR HA Juraidi MA.

Pembinaan yang bertema “Mewujudkan Warga Binaan Permasyarakatan yang Berjiwa Santri dan Berkarakter” diigelar di aula Lapas Klas IIB Amuntai, Minggu (9/8/2020).

Disamping Direktur Penais Kemenag RI, hadir pula Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK, Kakanwil Kemenag HSU Drs H Noorfahmi M.M, Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham Kalsel Abdul Karim, dan Kalapas Wilayah Kalsel.

Penais Kemenag RI DR. HA Juraidi mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerin Hukum dan HAM dengan Kementerian Agama, yaitu tentang pendidikan pesantren yang dilakukan di seluruh Lapas se Indonesia.



“Salah satunya kami apresisasi di Lembaga Pembinaan Keagamaan Ponpes Terpadu At-Taubah Lapas Klas IIB Amuntai,” kata Juraidi.

Kegiatan pembinaan ini, lanjut Juraidi sangat memberikan nilai positif, sehingga nantinya para warga binaan yang dibina di Ponpes ini sudah mempunyai bekal ilmu agama dan dapat diterima kembali masyarakat menjadi pribadi lebih baik pada saat keluar dari Rutan Lapas Klas IIB Amuntai.

Sementara itu, Bupati HSU H Abdul Wahid Hk berharap adanya pembinaan ini warga binaan (Napi) bisa memahami dasar-dasar pentunjuk agama dalam hal membina dirinya sendiri, sehingga pada saat keluar dari Lapas ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta keluarga.

“Alhamdulilah kegiatan pembinaan keagamaan di Ponpes At Taubah Lapas Klas IIB Amuntai saat ini terencana dan terprogram baik bagi warga binaan,” kata Bupati Wahid.

Selain itu, Bupati Wahid juga berharap warga binaan tidak lagi terjerumus ke jalan yang salah serta tidak mengulangi kesalahannya kembali sehingga dapat memanfaatkan sisa hidupnya dengan baik.

Bupati HSU didampingi Direktur Penais Kemenag RI, Kalapas Amuntai juga secara resmi mencanangkan papan nama Majelis Ta’lim Ponpes At Taubah serta penandatangan perjanjian kerjasama (MOU) tentang pembinaan Majelis Ta’lim At Taubah antara Lapas dengan Kementerian Agama Kabupaten HSU. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter: Dew
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Gadaikan Motor Teman, Pemuda di Amuntai Masuk Bui

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tersangka Mahbul Pamuji diamankan polisi usai gadaikan motor temannya. Foto: polres
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI -Mahbul Pamuji (23) harus mendekam di tahanan Mapolsek Amuntai Kota, lantaran terbukti menggadaikan motor milik temannya Zahri Hidayat, warga Desa Jumba RT.02 Kecamatan Amuntai Selatan.

Pelaku yang merupakan warga Desa Jarang Kuantan Kecamatan Amuntai Selatan ini, berhasil diamankan anggota Kanit ReskrimBu Polsek Amuntai Kota usai menerima laporan korban, pada Selasa ( 27/10/2020) sekitar pukul 14.45 Wita.

Pelaku Mahbul Pamuji yang berhasil diringkus saat berada di Desa Jarang Kuantan ini terbukti menggelapkan motor metic merk Yamaha Fino DA 6222 UL yang tak lain, tak bukan milik temannya sendiri Zahri Hidayat.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan melalui Kapolsek Amuntai Kota Ipda Syaifullah, Kepada kanalkalimantan.com, Rabu (28/10/2020) membenarkan saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku, usai menerima laporan korban.



 

Ia menerangkan, kejafian bermula ketika korban Zahri Hidayat membonceng pelaku berangkat bersama-sama menuju tempat kerja pada Jumat , 23 Oktober 2020 siang.

“Namun, sewaktu sampai di depan langgar Nurul Ihsan Desa Pasar Senin Rt.7 Kecamatan Amuntai Tengah, pelaku meminta berhenti dan berniat meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan mau mengambil tas dimuka dan menyuruh korban menunggu ditempat kerja ,” terang Kapolsek Amuntai Kota Ipda Syaifullah.

Setelah menunggu kurang lebih 3 jam, pelaku tak kunjung datang dan tak pernah mengembalikan sepeda motor, alhasil korban yang merasa keberatan dan menderita kerugian Rp.8,5 juta melapor ke Polsek Amuntai Kota.

Lantas, usai mendapat informasi keberadaan pelaku pada 27 Oktober 2020, Kanit Reskrim Polsek Amuntai Kota bersama anggota berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Kepada petugas, pelaku mengakui perbuatannya dan sepeda motor yang digelapkannya telah digadaikannya kepada Acil di Desa Rantawan Kecamatan Amuntai Tengah.

Mendapat pengakuan dari pelaku, kemudian Kanit Reskrim bersama anggota Polsek Amuntai Kota berangkat menuju Desa Rantawan untuk mencari keberadaan barang bukti dan saat ditemukan dilakukan penyitaan.

Hasilnya selain sebuah motor metic milik korban, barang bukti lainnya yang ikut diamankan yakni selembar Foto copy BPKB sepeda motor merk Yamaha Fino DA 6222 UL.

Akhirnya pelaku bersama barang bukti harus digelandang ke kantor Polsek Amuntai Kota untuk proses lebih lanjut sebagaimana Pasal 372 Jo 378 KUHP (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Peringati HKN ke-56, Dinkes HSU Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Operasi katarak yang digelar di HSU Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Puluhan penderita katarak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendapatkan pelayanan gratis operasi katarak dalam rangka Bakti Sosial (Baksos) memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke – 56 tahun 2020.

Baksos kali ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan berkerja sama dengan Dinkes HSU melaksanakannya di RSUD Pambalah Batung Amuntai, Rabu (28/10/2020).

Selain menggelar operasi katarak gratis, sehari sebelumnya Dinkes Kabupaten HSU juga mengadakan sunatan massal dengan melibatkan sebanyak 136 anak di Puskesmas Alabio.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dr H Agus Fidliansyah menuturkan, kegiatan operasi katarak gratis ini dilaksanakan dua hari dari tanggal 28 Oktober sampai 29 Oktober dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.



 

“Jumlah pasien yang mendapatkan operasi gratis katarak sebanyak 36 orang, dilaksanakan dua hari, hari ini dan besok, ” ungkap dr Agus disela kegiatan.

Meski berada di tengah pandemi Covid-19, Lanjut Agus, yang menjadi titik fokus semua orang masalah- masalah kesehatan lainnya jangan diabaikan, maka dari itu penyakit lainya harus di perhatikan seperti operasi katarak ini juga kita berikan pelayanan kesehatan.

“Ini buktinya kami jajaran kesehatan dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota kompak satukan tekat meskipun di tengah pandemi pelayanan kesehatan lainnya harus dilaksanakan, dengan tetap standar protokol kesehatan, ” imbuhnya.

Kegiatan operasi katarak pada tahun ini dilaksanakan berbeda dari tahun sebelumnya, dimana meraka para pasien operasi katarak diwajibakan mengikuti serangkaian tahapan pemeriksaan medis dan protokol kesehatan seperti melakukan swab.

“Pasien operasi katarak harus dilakukan skrining, dulu kita hanya memeriksa kondisi pasien baik secara umum seperti tidak menderita diabetes, kencing manis, tidak hipertensi dan katarak nya siap untuk di operasi, tapi di tahun ini para pasien harus melakukan swab sebelum melaksanakan operasi katarak, ” tukasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Pambah Batung dr. M Yandi Friyandi para petugas kesehatan yang melakukan operasi besar ataupun kecil wajib melakukan swab sebelum melakukan operasi guna menjaga rasa aman bagi para pasien yang melakukan operasi khususnya saat ini yang melakukan operasi katarak.

“Alhamdulliah semua petugas kesehatan yang melakukan operasi katarak ini dinyatakan negatif, ” kata Yandi.

Hal serupa juga disampaikan Sarkiyah, selaku Kasi Pelayanan Kesehatan Premier Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel yang menyebut tahun ini para penerima operasi katarak gratis hanya sebanyak 36 orang, dari awal nya 75 orang menjadi 36 orang, dikarenakan akibat Covid – 19 yang beberapa dana harus terpotong termasuk operasi katarak yang mengakibatkan pengurangan jumlah penerima operasi katarak gratis.

“Harapan kami tentunya tidak adanya pengurangan, tapi mau bagaimana lagi pandemi harus tetap diselesaikan juga, sementara penyakit lain nya juga harus diselesaikan, maka solusinya dibagilah” pungkasnya (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->