Connect with us

Lifestyle

Pop Up Station, Wadah Anak Muda Berkreasi Hadir di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Pop Up Station, Selasa (22/10) diresmikan di lantai 2 Eat Boss Banjarmasin. Foto : mario
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Axis menjalankan sebuah program yang meraup kawula muda dengan membuka colaboration space pertama di Indonesia. Dengan nama Pop Up Station, Selasa (22/10) diresmikan di lantai 2 Eat Boss Banjarmasin.

Banjarmasin merupakan kota kedua setelah Makassar untuk wilayah bagian timur. Adapun keseluruhan kota yang bisa menikmati Pop Up Station selain Banjarmasin yaitu Jakarta, Medan, bandung, Pekanbaru, Jogja, Jember, Malang, dan Makassar.

Pop Up Station mengejar target pasar anak muda usia 15 hingga 22 tahun. Axis menjadikan anak muda sebagai sasaran baru mereka lakukan 1,5 tahun belakangan. Axis mengambil langkah seperti menawarkan berupa paket data chat dan game unttuk menggaet ketertarikan anak muda.

Axis sudah banyak melalui trial & error untuk mencari tahu apa saja yang disukai anak muda.

“Kita mencoba mencari formula apa yang dekat dengan anak muda,” jelas Randu Zulmi, Head of Youth Marketing Communication Axis.

Untuk tahun ini, Axis bekerja sama dengan Garena, salah satu start up yang menaungi game-game seperti Arena of Valor  dan League of Legends.

Program Pop Up Station menyediakan sebuah tempat di mana semua komunitas muda bisa saling berkolaborasi, berbagi knowledge, sharing, praktisi, dan juga kelas-kelas yang diperuntukkan kepada suatu komunitas.

Di Pop Up Station, komunitas bisa mengajukan permintaan untuk mengundang siapa pun sebagai pembicara. Entah itu content creator, penulis, sutradara, dan tentunya hal lain yang berhubungan dengan anak muda. Jika permintaannya banyak, maka pihak Pop Up Station pun aka coba mengundang mereka.


“Jadi ya kontennya dari mereka untuk mereka,” kata Randu Zulmi.

Uniknya, Pop Up Station ini dibuka gratis bagi siapa pun, baik pengguna Axis maupun pengguna non Axis. Namun, tentunya ada benefit tersendiri bagi pengguna Axis. Kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 3 minggu ke depan, sebab Pop Up Station ingin memberi kesan yang mendalam kepada muda-mudi Banjarmasin.

“Kita lihat dulu responnya di sini. Kalau bagus, kita lanjut,” jelas Randu Zulmi.

Bagi komunitas anak-anak muda Banjarmasin yang ingin bergabung, bisa langsung mendaftar dan melihat jadwalnya di popup.co.id. Bisa saja datang langsung ke tempat kegiatan, tapi yang ditakutkan adalah keterbatasan tempat kegiatan. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Abi arrin Al Ghifari

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Lifestyle

SESAMA Movement Terima Donasi Sepatu, Dilelang untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

SESAMA Movement menggelar sebuah aksi sosial secara kolektif bertujuan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Foto: SESAMA Movement for kanalkalimantan
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Belum adanya kepastian kapan berakhirnya Covid-19, mengikis sektor perekonomian terkhusus di kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bersama itu, gerakan aksi kemanusiaan seiring waktu mulai bermunculan. Seperti gerakan bertajuk SESAMA Movement yang merupakan akronim dari gerakan Sepatu Gasan Meratus, dideklarasikan oleh kelompok remaja di Banua.

SESAMA Movement menggelar sebuah aksi sosial secara kolektif bertujuan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Menariknya, ajang aksi sosial yang diadakan berbeda dari biasanya. Gerakan ini mendasari penyaluran bantuan melalui donasi sepatu bekas yang tidak terpakai.

Ya, program ini diberi nama BERSATU yang artinya Berdonasi Lewat Sepatu. Secara umum, sepatu yang didonasikan tersebut akan dilelang dan uang hasil lelangnya akan didistribusikan melalui paket bantuan sembako kepada masyarakat di Kalsel yang terdampak Covid-19.

gerakan bertajuk SESAMA Movement yang merupakan akronim dari gerakan Sepatu Gasan Meratus. foto: SESAMA Movement for kanalkalimantan

Project Leader, Muhammad Rifani menerangkan, SESAMA Movement awalnya adalah gerakan yang fokus di sektor pendidikan anak di pedalaman Meratus. Namun, karena situasi mendesak sekarang, maka pihaknya memutuskan mendahulukan program yang merespons dampak pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini sudah ada 14 pasang sepatu yang masuk donasi. Dari jumlah itu, 3 pasang sepatu di antaranya sudah laku dilelang,” kata Rifani kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (30/5/2020),

Diutarakan Fani -sapaan akrabnya-, 14 pasang sepatu ini didonasikan masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Kalsel. Baik itu masyarakat dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, bahkan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) .

Adapun sepatu yang didonasikan juga beragam merk dan jenis, tanpa memandang kriteria khusus. Memang dalam hal ini SESAMA Movement lebih menekankan kepada sepatu yang sudah tidak layak pakai sebagai acuan masyarakat untuk mendonasikan sepatu.

“Aksi sosial yang kami galakan lewat media sepatu ini agar memberikan pengalaman berbeda kepada publik. Dari awal, gerakan knj memang berkomitmen untuk menggelar aksi yang berhubungan dengan sepatu. Kita melihat ada fenomena dimana sepatu yang sudah tidak muat bakal terbengkalai. Nah, ketimbang tidak bermanfaat, kita berpikir lebih bijak bisa didonasikan,” jelasnya.

PIC program BERSATU, Ahmad Ridho menambahkan jika ada masyarakat yang mau berdonasi bisa menghubungi pihaknya. Baik melalui kontak offisial Whatsapp +62 812-6111-936 menghubungi akun Instagram mereka.

“Tentu kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat semua untuk saling menguatkan dan bahu membahu menanggulangi situasi ini. Kami percaya, sekecil apapun bantuannya tentu sangat bermanfaat,” ucapnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Lifestyle

Dulu Tenar, Chef Haryo Kini Kehilangan Pekerjaan, Keluarga, dan Kesehatan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Chef Haryo Pramoe. foto: detik
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Masih ingatkah Anda dengan sosok Chef Haryo Pramoe yang kerap muncul di acara memasak televisi beberapa tahun lalu? Sempat menghilang dari dunia entertainment, Chef Haryo kemudian muncul dengan perubahan besar dalam hidupnya.

Setelah bertahun-tahun tak terlihat di dunia pertelevisian, Chef Haryo ternyata muncul dengan kabar kesehatan yang kurang mengenakkan.

Celebrity chef yang dikenal dengan gaya rebel , bertato, dan macho ini dulu sering berseliweran memandu program acara memasak. Salah satu program yang paling dikenal masyarakat adalah program memasak di alam bebas.

Namun, kabar terbaru Chef Haryo terungkap saat dirinya menjadi bintang tamu di kanal YouTube apunnk56 #GasJon!!

Sejak ketenarannya di industri entertaiment, Chef Haryo telah mengalami berbaga fase kehidupan yang beragam.Ia pernah mengalami masa-masa kejayaan yang membuatnya buta akan duniawi.

“Ya itu dunia yang tidak menginjak bumi ya. Siapa sih yang enggak seneng, muda, populer banyak uang. Itu bahaya banget kalau enggak pakai iman,” kata Chef Haryo.

Chef yang pernah menekuni dunia motor ini menjelaskan bahwa setelah semua hal dunia itu diraihnya, Ia mendapati ada fase penurunan kejayaan.

“Itu adalah fase istiraj, itu adalah kenikmatan yang ditinggikan, kekayaan yang dibesarkan, kesehatan yang dimakin sehatkan padahal kita bermaksiat, untuk ditempatkan di tempat yang paling tinggi lalu kita dihempaskan ke tanah,” ungkap Chef Haryo.

Chef Haryo Pramoe.

Ia megisahkan bahwa dirinya kehilangan semua elemen kehidupan yang pernah digenggamnya semasa berada di puncak.

“Kehilangan pekerjaan, keluarga, harta benda dan lain lain. Lalu di situ saya memilih agama sebagai pelarian,” kisah Chef Haryo.

Saat itu ia mengaku frustrasi dan marah dengan semua hal yang menimpanya. Namun ia merasa bersyukur masih bisa diberi kesempatan hidup.

“Dua tahun proses pencarian, saya marah, menangis, lalu merenung. Kalau enggak ada agama saya udah gila,” kata Chef Haryo lagi.

Usai vakum dari dunia entertainment, Chef Haryo mengalami musibah kesehatan yang membuat fisiknya melemah. Ia mengidap penyakit jantung yang cukup parah sehingga membuat tubuhnya tak lagi bugar seperti sedia kala.

“Jadi kondisi saya itu bukan sekadar penyumbatan jantung tapi kerusakan pada aorta yaitu pembuluh darah besar dari jantung, dalemnya ini terancam pecah,” ungkap Chef Haryo

Penyakit inilah yang membuat tubuh Chef Haryo lemah, tersengal-sengal, hingga lambungnya terganggu akibat berbenturan dengan paru-paru.

“Fase down barangkali ya, tapi orang yang diberi penyakit ini adalah fase di mana Allah menghapus dosa-dosa masa lalu,” kata Chef Haryo yang kini bangkit dengan hidup berhijrah di jalan Allah.

Kini, Chef Haryo kembali ke publik melalui sosial medianya. Pengalaman hidupnya membuat Chef Haryo bertekad untuk menggencarkan aksi sosial kepada masyarakat kurang mampu. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Lifestyle

Kreatif Tapi Bikin Ngakak, Beredar Tas Berbentuk Masker Segede Gaban

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tas masker. Foto: Twitter
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Banyak orang berkreasi selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, salah satunya adalah penjual barang online yang mulai membuat desain masker sendiri untuk dijual. Namun belakangan, warganet menemukan penjual di Instagram yang membuat tas berbentuk masker.

Dibagikan oleh akun Twitter @kerumunan pada 13 Mei, pemilik akun mengunggah foto tangkapan layar yang memperlihatkan seorang perempuan mengenakan tas berbentuk masker tersebut.

Tas itu berbentuk masker earloop, lengkap dengan tali di kedua sisinya dan berwarna persis seperti masker medis. Menurut keterangan, foto itu diunggah oleh akun Instagram @percetakan kain.

Tas masker. Foto: Twitter

“Gimana dan kenapa,” tulis pemilik akun @kerumunan dalam kolom keterangan pada unggahannya.

Penampakan desain tas berbentuk masker itu pun membuat warganet terhibur sekaligus heran. Tak hanya itu, beberapa warganet lain pun menilai desain itu kreatif.

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 14 ribu kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.

“Maskernya Nabi Adam,” tulis akun @nihaqus.

“Itu tali yang bawah bisa bikin kesandung,” komentar @akukangenprei.

“Kreatif yaa,” tambah @MYHSW9394.

“Pantes masker pada langka, ternyata dibikin tas,” cuit @aralinesha.

“Ngakak banget liatnya,” ungkap @wyntania. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->