Connect with us

Kesehatan

Posyandu Dahlia Al Mansyur Dinilai Tim Provinsi

Diterbitkan

pada

Penilaian lomba Posyandu, Kader Posyandu, dan rumah tangga ber-PHBS tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018 di Posyandu Dahlia. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani bersama Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani menghadiri acara penilaian lomba Posyandu, Kader Posyandu, dan rumah tangga ber-PHBS tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018 di Posyandu Dahlia, Kampung KB Kemuning, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (30/8).

Kedatangan Tim Penilaian lomba Posyandu, Kader Posyandu tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018 disambut tarian pinguin dari anak-anak PAUD Al Huda Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengatakan, asal muasal nama Posyandu Dahlia Al Mansyur berasal dari nama H Mansyur yang telah menghibahkan tanahnya untuk digunakan masyarakat sebagai Posyandu.


“Kegiatan posyandu sangat erat kaitannya dengan upaya preventif di lingkup masyarakat khususnya berperan penting dalam menurunkan Angka Kematian Bayidan Angka Kematian Ibu sebagai salah satu faktor penting dalam terciptanya generasi-generasi emas Indonesia di masa mendatang,” ungkapnya.

Nadjmi Adhani berharap Posyandu Dahlia dan kader posyandu yang mewakili Kota Banjarbaru bisa meraih hasil yang terbaik. Perlu diketahui bahwa beberapa waktu lalu Kelurahan Guntung Paikat telah meraih hasil terbaik di tingkat Provinsi Kalsel.

Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan serta PKK Kota Banjarbaru yang terus melakukan pembinaan terhadap posyandu-posyandu dan kader-kader posyandu yang ada di Banjarbaru. Sehingga dapat menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan adanya Posyandu ini. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kesehatan

WASPADA. Longgarnya Protokol Kesehatan Picu Gelombang Kedua Covid-19 yang ‘Menghancurkan’!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Belajar dari pandemi sebelumnya, gelombang kedua Covid-19 dapat 'menghancurkan'. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Saat virus corona menyebar dengan cepat pada Fabruari dan Maret 2020, pemeritah di berbagai negara langsung memberlakukan langkah-langkah penguncian. Di beberapa negara, aturan ini telah berhasil memperlambat penyebaran virus.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melonggarkan protokol untuk kembali ke kehidupan normal, termasuk Indonesia.

Namun, kelonggaran protokol ini membuat para ahli memperingatkan akan adanya gelombang kedua Covid-19. Melihat pandemi sebelumnya, yaitu flu Spanyol pada 1918 dan flu babi H1N1 pada 2009, gelombang kedua sangat menghancurkan.

Agar virus dapat menyebar, diperlukan pasukan inang yang rentan dan terinfeksi serta penularan yang berhasil. Faktor-faktor ini mudah ditangkap oleh jumlah reproduksi (R), jumlah rata-rata kasus baru yang disebabkan satu individu yang terinfeksi. Nilai R di atas satu berarti jumlah kasus meningkat, sedangkan di bawah satu artinya menurun.

Diagram kurva gelombang kedua covid-19

Dilansir The Conversation, sebelum lockdown diberlakukan, nilai R untuk virus corona diperkirakan antara dua dan empat.

Negara-negara seperti Cina, Korea Selatan, Selandia Baru, Inggris, dan sebagian besar negara Eropa, sekarang telah mengurangi nilai ini di bawah satu. Di negara lain, seperti Swedia atau Rusia, nilai R tetap dekat atau di atas satu, yang mencerminkan peningkatan jumlah kasus.

Selama ada orang yang rentan dan terinfeksi dalam populasi, virus dapat menyebar. Bukti terakumulasi bahwa gelombang pertama hanya menghasilkan kekebalan terbatas, jauh di bawah tingkat kekebalan kelompok (herd immunity).

Ketika lockdown dilonggarkan, orang-orang mulai bersosialisasi lagi di tempat umum. Ini mungkin menyebabkan peningkatan nilai R.

Sangat penting untuk menjaga nilai R di bawah atau sama dengan satu. Perubahan nilai R ke 1,2 yang nampak sederhana pun panya kenyataannya dapat menyebabkan gelombang kedua, menunjukkan betapa pentingnya melakukan tindakan kontrol secara benar.

Pandemi dapat berlanjut hingga musim gugur dan musim dingin, waktu ketika flu musiman mungkin tejadi. Walau virus corona jenis baru ini tidak terpengaruh cuaca, rumah sakit akan kewalahan apabila Covid-19 dan flu menyerang secara bersamaan.

Hingga akhirnya virus akan bermutasi dan menyebabkan infeksi lebih menular. Kemungkinan mutasi virus inilah yang menyebabkan gelombang kedua flu Spanyol sangat parah.

Apabila gelombang kedua juga terjadi pada SARS-CoV-2, nilai R kemungkinan juga akan naik hingga mencapai 4.

Dalam waktu dekat, pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan kehidupan sosial secara hati-hati dengan menekan penyebaran virus.

Model dan konsep epidemiologis seperti R dapat membantu dalam menentukan di mana, bagaimana, kapan dan untuk berapa lama, pemerintah perlu melakukan intervensi untuk mencegah gelombang kedua. (suara)

 

Reporter : Suara
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kesehatan

TIPS. Ini Cara Aman Gunakan Toilet Umum saat Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

menggunakan toilet umum saat pandemi Covid-19 perlu memperhatikan kebersihan ekstra. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Amankah menggunakan toilet umum saat pandemi covid-19? Mungkin pertanyaan tersebut pernah terlintas di pikiran Anda.

Ya, beberapa restoran, mal, akan dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan dan panduan new normal. Termasuk beberapa kantor yang akan buka kembali dengan menerapkan panduan new normal perusahaan. Dalam panduan new normal perusahaan, jika ada karyawan yang harus tetap beraktivitas di tempat kerja, maka perusahaan diimbau untuk memfasilitasi kebersihan dan sanitasi lingkungan kerja.

Lalu apakah aman menggunakan toilet umum di kantor, restoran, dan mal? Ya, mengingat urusan buang air merupakan hal mendesak, kan.

Diberitakan Hops.id — jaringan Suara.com, Selasa (26/5/2020), menurut Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit, toilet umum memang tidak bisa disebut benar-benar higienis, tapi tingkat penularan Covid-19 melalui toilet terbilang rendah.

Meski virus dapat disebarkan melalui permukaan benda yang disentuh, namun penyebaran paling umum terjadi melalui cairan pernafasan (saliva, cairan hidung). “Virus korona tidak menyebar di dunia melalui toilet umum,” tutur Dr.Amesh Adalja, dokter spesialis penyakit menular di Johns Hopkins Center untuk Keamanan Kesehatan.

“Bukan begitu cara virus menginfeksi manusia dan menyebabkan malapetaka di seluruh dunia,” kata Aldaja menambahkan.

Diberitakan Buzzfeed, Aldaja mengaku bahwa ia tak ragu menggunakan toilet umum, walaupun selalu ada risikonya. Idealnya, gunakanlah kamar mandi pribadi di rumah sebelum berpergian. Namun, ketika kamu terdesak, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan demi mengurangi resiko terinfeksi covid-19.

Berikut tips menggunakan toilet umum saat covid-19:

1. Sebisa mungkin hindari menyentuh permukaan benda ataupun barang yang ada di toilet.

2. Gunakan tisu untuk mematikan atau menyalakan keran.

3. Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik.

4. Ketika meninggalkan toilet, jangan lupa untuk meninggalkan pintu dalam keadaan terbuka karena seluruh permukaan toilet tertutup dengan bakteria dari feses.

Disarankan pula untuk selalu membawa hand sanitizer ke mana pun kamu pergi. Gunanya, untuk berjaga-jaga jika persediaan sabun di toilet umum habis.
Kalau toilet duduk, amankah digunakan saat pandemi covid-19?

Tak perlu terlalu khawatir karena penyebaran virus tidak terjadi melalui kulit. Namun, tidak ada salahnya untuk menerapkan tips aman menggunakan toilet duduk saat corona ini.

Tips aman menggunakan toilet duduk saat covid-19:

1. Menutupi dudukan toilet dengan alas, seperti tisu basah ataupun tisu kering.

2. Untuk mengeringkan tangan, ada baiknya hindari penggunaan hand dryers. Hal ini mengingat udara yang dikeluarkan dari hand dryers justru terbukti membuat bakteri semakin tersebar luas. Lebih baik gunakan handuk kering ataupun tisu.(suara)

 

Reporter : Suara
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kesehatan

Ilmuwan Duga Mink Dapat Tularkan Virus Corona ke Manusia

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Para ilmuwan Belanda tengah meneliti sebuah kasus, di mana manusia tampaknya telah terinfeksi virus Corona (Covid-19) dari mink. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Para ilmuwan Belanda tengah meneliti sebuah kasus, di mana manusia tampaknya telah terinfeksi virus Corona (Covid-19) dari mink, mamalia semi-akuatik dengan famili Mustelidae, yang juga termasuk musang dan berang-berang. Mink umumnya diternakkan karena bulunya yang lembut.

Dugaan itu masih belum dikonfirmasi untuk saat ini, tetapi kasus yang tidak biasa ini bisa menjadi contoh pertama penularan Covid-19 dari hewan ke manusia selama pandemi.

Pada April lalu, beberapa mink di dua peternakan bulu mink di Belanda tampaknya terinfeksi Covid-19 setelah sejumlah hewan terserang penyakit pernafasan yang parah.

Di kedua peternakan tersebut, setidaknya satu pekerja dinyatakan positif Covid-19. Selama penyelidikan terhadap wabah tersebut, para ilmuwan yang dipimpin oleh Universitas Wageningen melakukan analisis genetik patogen untuk membangun “pohon keluarga” dari virus.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa satu pekerja di peternakan mink memiliki bentuk virus yang sangat mirip dengan beberapa hewan. Tampaknya, seorang manusia pertama kali membawa infeksi ke peternakan, tetapi variasi genetik dari virus menunjukkan kemungkinan bahwa satu pekerja benar-benar terinfeksi oleh mink.

Para ilmuwan juga memperhatikan bahwa viral load atau beban virus ditemukan dalam serbuk kayu yang dapat dihirup dan digunakan sebagai alas tidur di peternakan mink, menunjukkan itu kemungkinan jalur paparan kepada pekerja.

Memang tidak semua orang bertemu dengan mink setiap harinya, khsusunya di Indonesia. Namun di sungai-sungai di Amerika Utara dan Eropa, beberapa spesies mink masih ditemukan tinggal di sana.

Institut Nasional Belanda untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan mengatakan, risiko virus ditularkan dari mink ke manusia di luar peternakan dapat diabaikan.

Meski begitu, menteri pertanian dan menteri kesehatan di Belanda sedang berusaha memperkenalkan langkah-langkah baru pada pertanian mink di negeri itu setelah kasus tersebut ditemukan.(suara)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->