Connect with us

Kota Banjarbaru

Program Keluarga Harapan Jokowi Ampuh Atasi Kemiskinan Kalsel

Diterbitkan

pada

Program Keluarga Harapan dinilai sudah tepat sasaran atasi kemiskinan di daerah Foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah digulirkan selama 4,5 tahun oleh pemerintahan Presiden Jokowi dinilai sudah tepat untuk menekan angka kemiskinan di daerah. Dari catatan Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, bantuan sosial non-tunai yang disalurkan pada tahap pertama sudah 102.672 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 152 kecamatan di 13 kabupaten/kota, dengan nominal Rp 128.531.325.000.

“Penyaluran bantuan PKH non tunai tahap pertama kemarin, benar benar tepat sasaran bagi keluarga penerima,” terang Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, H Suriyadi, Rabu (27/3).

Dinsos juga telah menerjunkan para pendamping dalam proses pemberian bantuan PKH untuk memaksimalkan program tersebut. Hal ini dimaksudkan agar bantuan pemerintah untuk kemiskinan ini lebih tepat dan cepat untuk sampai ke tangan KPM, berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Tugas seorang pendamping ini memberikan informasi dan penjelasan kepada peserta PKH tentang prosedur yang harus dilalui,” katanya.

Secara nasional pemerintah pusat menargetkan 8 persen dari total KPM peserta PKH tergraduasi pada 2019. Dari total jumlah peserta sebanyak 10 juta keluarga, ditargetkan 800 ribu keluarga akan terentas. Ke depan, Dinsos Kalsel berharap kesungguhan penerima khususnya KPM PKH dalam mengikuti PKH dan memanfaatkan PKH sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki hidup agar kelak keluarga menjadi sejahtera dan mandiri.(tim)

Reporter : Tim
Editor : Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Resmikan Gedung Berkat Group

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meresmikan gedung Berkat, di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (1/6/2020). foto; humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani beserta Wakil Wali Kota Darmawan Jaya Setiawan meresmikan gedung Berkat, di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (1/6/2020).

Peresmian dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah dan Founder Berkat Group M Rifqinizamy Karsayuda.

M Rifqinizamy Karsayuda, Founder Berkat Group mengatakan, peresmian gedung Berkat ini juga bertepatan dengan HUT Berkat Group.

“Walaupun kantor kita adanya di Banjarbaru tapi kita harus bisa melayani seluruh Indonesia,” ucap Rifqi.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani menyampaikan rasa syukurnya atas berdirinya gedung Berkat Group sebagai sebuah kebanggaan bagi kota Banjarbaru. Bahkan, ini juga mungkin kebanggaan bagi keluarga besar Berkat Group.

“Peresmian gedung ini bertepatan ulang tahun Hari Lahir Pancasila dan hari ulang tahun Berkat Group. Saya berharap apa yang disampaikan Rifqi dari Banjarbaru untuk Indonesia dan juga untuk membawa kebaikan bagi bangsa ini,” kata Nadjmi.

Simbol peresmian kantor sekaligus Gedung Berkat, diharapkan menjadi pemicu aktivitas ekonomi di Banjarbaru yang bergerak maju.

“Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor ekonomi. Gedung Berkat ini kita harapkan dapat memicu kembali pertumbuhan ekonomi di Banjarbaru,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

UPDATE. Temuan 30 Kasus Baru Covid-19, Kalsel Catat 948 Kasus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jubir P2 Covid-19 Kalsel M Muslim menyampaikan kondisi terbaru Covid 19. Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah.

Data terbaru dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Senin (1/6/2020) sore, jumlah kasus positif Covid-19 di Bumi Antasari mencapai 948 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 30 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Senin (1/6/2020).

Dari jumlah temuan kasus ini, mayoritas berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 11 kasus dan Kota Banjarbaru sebanyak 10 kasus. Disusul oleh Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 5 kasus dan Kabupaten Banjar sebanyak 4 kasus.

Saat ini, dari 948 kasus, sebanyak 762 kasus menjalani perawatan. Baik itu di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Namun demikian, pada hari ini tidak ada laporan kasus yang dinyatakan sembuh maupun yang meninggal dunia. Di mana, masing-masing bertengger di angka 99 kasus sembuh dan 87 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel terus menurun menjadi 769 kasus. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) angkanya melonjak menjadi 201 pasien. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Pendisiplinan Jelang New Normal di Banjarbaru, Izin Usaha Pelaku Bakal Dicabut Bila Tetap Ngeyel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Apel penyematan ban lengan dalam rangka pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 melalui upaya pendisiplinan, di Lapangan Murjani. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru telah berakhir pada Jumat (30/5/2020) lalu. Namun begitu, upaya penanganan Covid-19 tetap berlanjut dengan wacana upaya penanganan baru bertajuk New Normal -normal yang baru-.

Hanya, pemberlakuan New Normal belum dapat dilakukan untuk saat ini. Sebab, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan Covid-19 masih melakukan upaya pendisiplinan terhadap masyarakat, selama 14 hari ke depan.

Senin (1/6/2020) pagi, digelar apel penyematan ban lengan dalam rangka pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 melalui upaya pendisiplinan, di Lapangan Murjani. Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani didampingi Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, secara langsung memimpin apel ini.

Kepada Kanalkalimantan.com, Nadjmi Adhani, mengatakan bahwa apel ini menandakan dimulainya keberlanjutan PSBB melalui upaya pendisipilinan kepada masyarakat. Jika nantinya, selama 14 hari ke depan masyarakat telah dinyatakan disiplin, maka New Normal sudah bisa diberlakukan.

“Selama 14 hari ke depan, petugas yang dulunya berjaga di Posko PSBB perbatasan, kini akan masuk ke kerumunan masyarakat. Petugas akan memberikan imbauan kepada masyarakat guna selalu menjaga jarak, menggunakan masker dan mengikuti prokotol Covid-19,” katanya.

Adapun upaya pendisiplinan ini diberlakukan dari 31 Mei – 13 Juni. Dalam hal ini petugas yang teridiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Dinkes, akan ditempatkan di lima posko yang tersebar di titik-titik lokasi yang kerap ramai dikunjungi masyarakat.

Lokasi posko yakni di Q-mall (Batas Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar), di Pasar Bauntung dan Ulin Raya Kota Banjarbaru, di Lapangan Murjani, di Taman Jalan Panglima Batur, dan terakhir berada di Jalan Karanganyar.

Selain posko yang berada di tempat keramian, Pemko Banjarbaru juga mengaktifkan posko di Kecamatan dan Kelurahan. Tujuannya tidak jauh berbeda, namun lebih menyasar di keramaian warung-warung.

“Nanti warung-warung yang ramai dikunjungi masyarakat yang akan didatangi petugas. Upaya pendisiplinan ini lebih mengedepankan sifat humanis dan pendekatan. Tapi kalau sudah diingatkan dan masih ngeyel maka pemilik usaha akan dikenakan sanksi, yakni pencabutan izin usaha,” tegas Nadjmi.

Sembari melaksanakan upaya pendisipilinan selama 14 hari ke depan, Pemko Banjarbaru saat ini juga tengah membahas teknis konsep New Normal. Termasuk penerbitan payung hukum berupa Perwali PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Secara, umum New Normal adalah protokol tatanan hidup baru di tengah wabah, yang diadopsi dari arahan pemerintah pusat. Hanya saja, konsep New Normal yang akan diterapkan Banjarbaru sendiri tidak akan sepenuhnya mengikuti draft yang dari pusat. Pasalnya, akan ada penyesuaian dengan karakteristik daerah. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Dhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->