Connect with us

Bisnis

PT Jasindo Bayar Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Kabupaten Banjar Sebesar Rp 4,7 M

Diterbitkan

pada

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menerima secara simbolis pembayaran klaim AUTP oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Jasindo), Rabu (24/6/2020). foto: mckominfobanjar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) program dari pemerintah pusat bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada para petani yang mengalami gagal panen akibat musibah banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Petani di Kabupaten Banjar sebagai salah satu sentra padi di Provinsi Kalimantan Selatan telah mengikuti program tersebut. Pada tahun 2019 yang ikut AUTP sebanyak ±4000 Ha. Premi AUTP Rp 180.000 per hektare, tapi petani cuma bayar Rp 36.000 karena selebihnya Rp 144.000 disubsidi pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Jika terjadi kegagalan panen akibat kekeringan, kebanjiran atau OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) maka peserta akan mendapat penggantian sebesar  Rp 6.000.000 per hektare.

Penyerahan pembayaran klaim asuransi ini diserahkan Manajer Bisnis Jasindo Tri Wahyu Wiharyanto dan diterima Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar Ir H Muhammad Fachry MP, Rabu (24/6/2020).

Petani Kabupaten Banjar yang ikut AUTP terbanyak se-Kalsel yaitu lebih 4.000 hektare. Akibat banjir pada Januari dan Februari lalu dan gangguan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)  maka mereka mengklaim untuk penggantian. Dan semua telah direspon baik oleh PT Jasindo dengan memverifikasinya.

Kadis TPH Banjar berharap lebih banyak lagi petani yang mau mengikuti mengasuransikan tanaman padinya. Jika memungkinkan premi yang dibayarkan petani tersebut dapat dipantu oleh pemerintah atau dana CSR.

Faisal, dari unit teknis agribisnis PT Jasindo mengatakan, Kabupaten Banjar merupakan kabupaten dengan jumlah klaim terbesar dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Kalsel. “Total ada 796,92 hektare atau sebesar 4,781 miliar nilai klaim yang telah disetujui oleh Jasindo,” sebutnya.

Dia jmenambahkan sebelumnya pada tahap pertama nilai klaim yang diajukan Kabupaten Banjar sebesar Rp 3,5 miliar, kemudian pada tahap kedua nilai klaim bertambah dan setelah dilakukan survei total ada Rp 4,781 miliar yang sudah disetujui PT Jasindo.

“Yang sudah dibayarkan diantaranya ada Kecamatan Martapura Timur sebesar 74,31 hektare sebesar Rp 445.860.000, kemudian Martapura Barat 59,05 hektare sebesar Rp 354.300.000, Astambul 162,43 hektare sebesar Rp 974.580.000, kemudian Tatah Makmur 39,79 hektare sebesar Rp 238.740.000, dan Cintapuri Darussalam Total keseluruhannya ada 461,30 hektare sebesar Rp 2.768.040.000,” kata Faisal.

Pembayaran klaim sendiri sudah dimulai sejak bulan mei sebelum Hari Raya Idul Fitri. Dari total keseluruhan sebesar Rp 4,1 miliar telah dibayarkan kepada kelompok tani, sisa PT Jasindo berjanji minggu depan akan segera diselesaikan pembayarannya, menunggu kelengkapan dokumen dari kelompok tani.

“Beberapa kelompok yang masih belum bisa dibayarkan yakni dua kelompok tani di Kecamatan Cintapuri dan dua kelompok tani di Kecamatan Astambul,” sebutnya.

Sebagai informasi beberapa faktor yang mempengaruhi cepat tidaknya pembayaran klaim AUTP antara lain luas lahan yang diklaim, kelengkapan administrasi, dan jumlah nilai klaim. Apabila nilainya diatas 75 juta maka akan menjadi kewenangan PT Jasindo pusat dan memerlukan verifikasi artau penilaian kerugian (Loss Adjuster). Hal ini lah yang menyebabkan keterlambatan pembayaran klaim AUTP oleh PT Jasindo

Ir H Muhammad Fachry MP menuturkan dengan adanya AUTP sangat membantu petani, karena klaim AUTP yang sebesar Rp 6 juta perhektare diharapkan dapat digunakan sebagai modal untuk melakukan usaha tani selanjutnya. (mckominfobanjar)

Reporter : mckominfobanjar
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement
Komentar

Bisnis

Horee! Bioskop Seluruh Indonesia Mulai Buka 29 Juli

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi bioskop. Foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Bioskop di seluruh Indonesia mulai buka 29 Juli 2020 mendatang pasca tutup selama wabah corona. Hal itu dipastikan Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin.

Pembukaan bioskop terkait dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif dalam Masa Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

“Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk kembali melakukan kegiatan operasional terhitung mulai Rabu 29 Juli 2020, serentak di seluruh Indonesia,” ujar Djonny melalui keterangan persnya, Rabu (8/7/2020).

Dibutuhkan waktu sekira 2 sampai 3 minggu bagi seluruh pengusaha bioskop untuk menyiapkan penerapan protokol kesehatan di dalam bioskop.

Persiapan tersebut berupa materi komunikasi dan sosialisasi penerapan protokol kenormalan baru di lingkungan bioskop, proses edukasi dan pelatihan internal terkait penerapan protokol kenormalan baru di lingkungan bioskop kepada seluruh karyawan yang akan bertugas.

Serta komunikasi kepada rumah-rumah produksi terkait kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat kembali aktif beroperasi.

“Untuk itu, marilah kita bersama-sama berdoa agar setiap persiapan dapat berjalan dengan baik sehingga bioskop dapat kembali melakukan kegiatan operasional dan dapat kembali memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya industri perfilman tanah air,” kata Djonny.

Jaringan bioskop yang tergabung dalam GPBSI adalah Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum dan New Star Cineplex. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

SOFA Resmi Jadi Emiten Baru di Bursa Efek Indonesia  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PT Boston Furniture Industries Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi furnitur resmi menjadi emiten di Bursa Efek Jakarta. foto: boston furniture indonesia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Dengan menggunakan kode “SOFA”, pada hari Selasa (7/7/2020) PT Efek Indonesia sebagai emiten tercatat ke-31 di tahun 2020 dan ke-695 secara keseluruhan.

PT Boston Furniture Industries Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi furnitur, yang mempunyai tradisi untuk menghasilkan furnitur yang indah, bercita rasa seni dan berkualitas tinggi dengan harga yang sangat kompetitif dikarenakan memproduksi sendiri produk-produknya.

PT Boston Furniture Industries Tbk telah melaksanakan Penawaran Umum pada tanggal 30 Juni-1 Juli 2020. Dari penawaran yang telah dilakukan, terlihat antusias dari masyarakat untuk dapat berinvestasi ke saham PT Boston Furniture Industries Tbk. Hal tersebut terlihat dari jumlah oversubscribed saham pooling yang mencapai lebih dari 100 kali.

PT Boston Furniture Industries Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi furnitur resmi menjadi emiten di Bursa Efek Jakarta. foto: boston furniture indonesia

Melalui Penawaran Umum ini, PT Boston Furniture Industries Tbk menawarkan 400 juta lembar saham atau sekitar 24,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga per lembar saham yang ditawarkan adalah Rp100 sehingga dana yang terhimpun dari masyarakat adalah senilai Rp40 milIar. Selain saham, PT Boston Furniture Industries Tbk juga menerbitkan waran dengan perbandingan 1:1 sebagai insentif bagi para investor yang turut membeli saham PT Boston Furniture Industries Tbk. Dalam rangka proses IPO ini, PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai lead underwriter atau penjamin pelaksana emisi efek.

Menurut Direktur Utama dari PT Boston Furniture Industries Tbk Hardy Satya, pihaknya memiliki komitmen untuk meneruskan tradisi sebagai penghasil furnitur yang dapat menjadikan tempat tinggal pelanggan menjadi lebih indah dan nyaman.

“Setiap furnitur yang dihasilkan oleh kami selalu melalui proses yang telah kami lakukan dan kembangkan selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, setiap furnitur yang dihasilkan selalu memiliki desain yang indah dengan kualitas tertinggi dan detail yang terperinci,” ujarnya.

“Kami percaya dengan melantainya PT Boston Furniture Industries Tbk, kami dapat mengembangkan perusahaan kami sehingga bisa menjadi produsen furnitur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Oleh karena itu, dalam proses pencapaian tersebut, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk dapat menjadi bagian dari perjalanan kami tersebut,” jelasnya.

Kedepannya, PT Boston Furniture Industries Tbk sendiri berencana untuk memperluas pangsa pasar dengan cara meningkatkan kapasitas serta efisiensi produksi serta melakukan inovasi secara terus menerus pada produk furnitur yang dihasilkan. (rilis/suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Kurangi Beban Bisnis, Lion Air Grup Pecat Hingga Potong Gaji Karyawan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Maskapai Lion Air Group mengurangi karyawan imbas pandemi Covid-19. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Maskapai Lion Air Group yang terdiri Lion Air, Wings Air, Batik Air dan anggota afiliasi lainnya member of Lion Air Group melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) para pegawai pegawai asingnya.

Metode pengurangan berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang.

“Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal, karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan.

Sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya yakni rerata 1.400 – 1.600 penerbangan per hari.
Pada tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional.

Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.
Selain itu, tambah Danang, Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya.

Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan.
Lion Air Group berencana, apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan dimaksud (yang tidak diperpanjang kontrak kerja) akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.
Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisir (mengurangi) beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->