Connect with us

Politik

Puluhan Relawan Se Hulu Sungai Selatan (HSS) Bertekad Menangkan Denny Indrayana

Diterbitkan

pada

Puluhan relawan se HSS bertekad menangkan Denny Indrayana di Pilgub Kalsel Foto; ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN,  Pencalonan Denny Indrayana sebagai calon Gubernur Kalsel mulai disambut di berbagai daerah. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), puluhan relawan perwakilan dari 11 kecamatan mendeklarasikan dukungannya kepada mantan WamenkumHAM era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kandangan (14/11).

Relawan dengan berbagai latar belakang, baik laki-laki maupun perempuan, menyokong pencalonan Denny yang dianggap bisa memberikan perubahan lebih baik bagi Kalsel, khususnya di Kabupaten HSS. Mereka menyampaikan sejumlah masukan dan harapan agar Denny lebih memperhatikan nasib masyarakat di daerah.

Pada pertemuan itu, Denny menjelaskan latar belakang maju di Pilgub Kalsel. Ia merasa prihatin karena sejauh ini belum melihat kemajuan siginifikan pembangunan di Banua. Baik menyangkut sumber daya manusia (SDM) maupun berbagai potensi lain yang mestinya bisa lebih didorong untuk kesejahteran masyarakatnya. “Kalau memilih nyaman, saya lebih nyaman tinggal di Jakarta. Tapi ada keterpanggilan dari hati nurani saya. Inilah saatnya untuk mengabdi dan berbuat terbaik bagi Banua,” tegasnya.

Denny berharap relawan mau berjuang bersama demi mewujudkan cita-cita perbaikan dengan mensosialisasi dan mendukung pencalonanya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sebagai kandidat calon gubernur tidak akan melakukan praktek money politic hanya untuk membeli suara atau dukungan.



“Ini sudah menjadi komitmen kami memulai membangun Kalsel dengan cara bersih. Money politic terbukti selama ini hanya akan menyengsarakan masyarakat. Karena pemimpin yang lahir dari money politic hanya akan berpikir untuk mengembalikan uang yang dikeluarkan,” tegasnya

Sementara itu, Mirhan relawan perwakilan asal Nagara, antusias dengan tekad Denny maju di Pilkada Kalsel. Ia yakin sosok Denny yang memiliki banyak pengalaman di pusat pemerintahan dan dunia pendidikan mampu memberikan kemajuan penting bagi masyarakat. “Selama ini kita merindukan sosok pemimpin yang berani berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Hal sama disampaikan H Izai perwakilan relawan asal Kandangan. Ia mengatakan Denny Indrayana menjadi harapan baru masyarakat di daerah, terutama di Banua Enam. “Kita melihat yang sudah ada ini masih kurang maksimal. Jadi hadirnya sosok Denny yang lebih muda dan kaya pengalaman kiranya akan memberikan harapan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sambutan hangat relawan di HSS ini bisa menjadi titik balik. Mengingat sebelumnya pada Pilgub 2015 silam, incumbent Sahbirin Noor mampu meraih kemenangan di HSS dengan 47.150 suara. Jumlah tersebut sebenarnya terpaut tak terlalu jauh dengan rival sengitnya ketika itu, H Muhidin yang meraih 43.400 suara, dan Zairullah Azhar hanya meraih 20.842 suara.

Namun dengan kemungkinan tarung head to head antara incumbent Sahbirin Noor versus Denny Indrayana, peta politik pada Pilgub lima tahun lalu bisa saja berubah. (Cel)

Reporter : cel
Editor : chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Politik

Ini Janji Wakil Rakyat Kalsel Terkait Penolakan UU Ciptaker

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.OM, BANJARMASIN – Wakil rakyat di DPRD Provinsi Kalsel berjanji penolakan Undang-Undang Cipta Kerja tuntutan pendemo mahasiswa gabungan akan disampaikan ke Jakarta.

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, setelah bertemu dengan para pengunjuk rasa di depan gedung DPRD mengaku akan bertolak segera ke Jakarta menyampaikan langsung aspirasi para pengunjuk rasa kepada Sekretariat Kepresidenan. DPRD Kalsel sangat mendukung aspirasi yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa.

“Bulan Januari kemarin sudah kami sampaikan. Fungsi kami kan terbatas, ini kan ranahnya DPR RI dan Presiden. Tapi karena kami adalah wakil rakyat Kalimantan Selatan, maka kami menjembatani. Sudah 6 kali pertemuan bersama BEM kami laksanakan membahas penolakan ini,” kata kader Partai Golkar ini kepada awak media, Kamis (8/10/2020) siang.

Supian HK menambahkan, DPRD Kalsel telah menyerahkan nota penolakan kepada Fraksi PKS yang juga menolak pengesahan UU Cipta Kerja ini.  Ditambahkannya, hari ini sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalsel akan ke Jakarta untuk kembali menyampaikan nota penolakan UU Omnibus Law tersebut.



Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Lutfi Saifuddin. Foto: fikri

“Hari ini juga perwakilan kami akan berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan nota penolakan ini kepada Sekretariat Presiden. Karena ini ranahnya bukan lagi DPR RI, tapi sudah ke ranah Presiden,” tambah Supian.

Masih menurut pria asli Danau Panggang, Hulu Sungai Utara ini, pihaknya akan memfasilitasi 3 orang perwakilan mahasiswa untuk ikut berangkat ke Jakarta. “Jadi nanti disampaikan saja item-item mana yang dianggap merugikan para pekerja, dibawa saja nanti ke judicial review di Mahkamah Konstitusi,” lugas Supian

Senada dengan Supian HK, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel H Lutfi Saifuddin juga mengatakan, pihaknya akan bertolak langsung ke Jakarta untuk menyampaikan nota penolakan UU Cipta Kerja ini kepada Sekretariat Kepresidenan.

Pada intinya, pihaknya menegaskan bahwa kami di DPRD Provinsi Kalsel, menolak dengan tegas Omnibus Law karena dinilai merugikan masyarakat khususnya kaum pekerja.  “Dan kami siap memfasilitasi tuntutan dari adik-adik mahasiswa,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Senada dengan Supian HK, Lutfi juga menambahkan, pihaknya akan berangkat ke Jakarta sekitar jam 15.00 Wita dan akan meminta pemerintah pusat untuk mengeluarkan Perppu untuk membatalkan UU Omnibus Law.

“Sore ini jam 15:00 Wita rencananya kami akan berangkat ke Jakarta, sesuai dengan tuntutan mereka kan hari ini. Tadi kami menawarkan agar perwakilan mahasiswa sebanyak 3 orang untuk ikut kami, tapi terserah mereka saja mau ikut atau tidak. Yang jelas nanti kami akan sampaikan bukti-bukti bahwa kami telah memenuhi tuntutan mereka,” pungkas Lutfi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Politik

Partai Dukung Ciptaker Bisa Ditinggalkan Pemilih di Pilkada!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

penolakan tas UU Cipta Kerja terus bergaung di tanah air Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Gejolak buruh, mahasiswa, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, menurut analis politik dari lembaga Political Public Policy Studies Jerry Massie akibat UU Cipta Kerja yang dikebut di tengah pandemi Covid-19.
“Ada hukum akibat yakni berbuat sesuatu ada efek dan akibatnya,” kata alumnus American Global University kepada Suara.com, Rabu (7/10/2020).
Jerry menyoroti kejanggalan dalam insiden mikrofon dimatikan ketika anggota Fraksi Demokrat Irfwan Fecho interupsi sebelum pengesahan UU Cipta Kerja, kemudian aksi debat yang membuat anggota Fraksi Demokrat Benny K. Harman akan diusir dari ruang sidang. “Ini sungguh memalukan,” kata Jerry.
Tetapi Jerry dukung langkah anggota Fraksi Demokrat yang menolak UU Cipta Kerja dan walk out dalam sidang pengesahan UU Cipta Kerja.
Sebanyak 18 anggota dewan dan 40 tenaga ahli DPR terpapar Covid-19 juga menjadi sorotan Jerry. Menurut prediksi Jerry, demonstrasi menentang UU Cipta Kerja akan terus berlanjut. “Mulai dari serikat guru menolak lantaran bagi mereka UU ini bertentangan dengan UUD 45 terkait pendidikan dijadikan komoditas perdagangan,” kata dia.
Jerry mempertanyakan siapa sesungguhnya pengusung UU Cipta Kerja. UU Cipta Kerja didukung oleh tujuh fraksi. Hanya Demokrat dan PKS yang menolak. “Saya lihat ini berdampak di Pilkada partai pengusung UU ini akan ditinggalkan pemilih, terutama Golkar,” kata dia.
“Bayangkan STM pun ikut melawan, bukan hanya mahasiswa. Saya nilai pemimpin kita bukan menyembuhkan penyakit, malahan menambah penyakit,” Jerry menambahkan.
Dalam kondisi bangsa diterjang pandemi corona, muncul demonstrasi dimana-mana. Jerry memprediksi akan berdampak pada munculnya klaster-klaster baru Covid-19: klaster omnibus law. “Kasihan juga paling relawan Covid-19 dan gugus tugas yang bekerja keras lagi,” kata dia.(Kanalkalimantan.com/suara)
Reporter : Suara
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->