Connect with us

Pendidikan

Pusling Palnam Jangkau Banua Enam, Dijadwalkan ke Daerah Perbatasan Provinsi

Diterbitkan

pada

Pusling Palnam saat berada di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Foto : dispersip kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Seakan tidak pernah habisnya, Perpustakan Keliling (Pusling) Palnam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel terus menyambangi daerah Banua Anam. Kali ini, Senin (19/11), Pusling Palnam menyambangi Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Di antara sekolah yang dikunjungi yaitu SDN Bulayak, SMPN 19 HST, MTs Nurhidayah, MA Nurhidah, SD IT Al Khair dan lain-lain. “Iya, kita setiap hari tidak pernah berhenti untuk bergerak. Agar minat baca terutama di kalangan pelajar jadi meningkat,” kata Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Hj. Nurliani, Rabu (20/11) sore.

Menurut Bunda Nunung -sapaan akrabnya- armada Pusling Palnam terus dikerahkan ke kabupaten dan kota di Kalsel dan menyasar tempat-tempat seperti sekolah. “Kita kerahkan armada Pusling Palnam sejak awal hingga akhir tahun,” tambah Bunda Nunung.

Tak hanya di Barabai, dijadwalkan Pusling Palnam akan menyambangi berbagai wilayah di kawasan Banua Anam, bahkan hingga ke perbatasan provinsi Kalsel. Seperti di Kabupaten Balangan yang mana Pusling Palnam akan menyambangi MTs 6 Balangan, MAN 3 Balangan, SMAN 1 Juai, SDN Mungkul Uyan di Kecamatan Juai, dan di SMPN 2 Juai.



Selain Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong juga masuk waiting list yang akan dikunjungi Pusling Palnam. Direncanakan, SD IT An Nahl, SMP Plus Murung Pudak dan MAN 3 Tabalong akan dikunjungi oleh armada Pusling Palnam.

“Insya Allah mulai tahun 2020 selain mengandalkan Pusling Palnam, kami juga memprogramkan giat sosialisasi dan pemasyarakatan minat baca ke berbagai kabupaten dan kota. Dengan membawa narasumber dan penulis-penulis lokal maupun nasional,” jelas Bunda Nunung.

Penulis yang dimaksud yaitu penulis buku anak, novel, fiksi maupun non fiksi, seperti yang digelar pada Sabtu (16/11) kemarin dengan mendatangkan AS Laksana ke Perpustakaan Palnam. Langkah ini, tak semata hanya meningkatkan minat baca saja, namun juga untuk menggali potensi penulis tingkat lokal. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pendidikan

Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Internet Gratis kepada 24.000 Siswa SMA dan SMK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gubernur Sahbirin menyerahkan bantuan internet gratis kepada 24.000 Siswa SMA dan SMK. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan memberikan bantuan internet gratis bagi para pelajar SMA dan SMK yang terdampak Covid-19. Adapun bantuan yang diberikan tersebut berupa kartu perdana yang berisi kuota internet, dengan jumlah sebanyak 24.000 paket.

Bantuan tersebut secara simbolis oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Yusuf Effendi, kepada perwakilan pelajar, di Gedung Idham Chalid, Senin (21/9/2020) siang.

Yusuf mengungkapkan bahwa tersalurkannya bantuan internet gratis ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Daerah dan PT Telkom Banjarmasin. Tentunya hal ini dalam rangka mendukung kelancaran proses belajar mengajar bagi siswa dan guru yang ada di Kalsel selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“24.000 paket kartu internet ini kita bagikan kepada seluruh pelajar SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten kota.



Kartu internet yang kita bagikan ini dapat digunakan pelajar selama 3 bulan,” katanya.

Bantuan internet gratis ini nantinya akan didistribusikan oleh setiap kepala sekolah terhadap siswa siswinya. Dalam merealisikan bantuan ini, Pemprov Kalsel melalui Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIKP) telag mengalokasi anggaran sebesar Rp 6,7 miliar melalui APBD Perubahan 2020.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, berharap bahwa bantuan internet gratis tersebut dapat membantu pelaksanaan belajar secara online lebih maksimal. Ia juga meminta agar pembagian kuota gratis ini harus benar-benar menyasar kepada siswa atau siswi yang sangat membutuhkan.

“Kita ingin lebih memaksimalkan proses belajar mengajar melalui sistem daring.

Dengan adanya bantuan internet gratis ini semoga dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi anak-anak kita dalam mengenyam bangku pendidikan meskipun tengah dalam kondisi pandemi,” harap.

Tak lupa, Paman Birin -sapaan akrab Gubernur- juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru yang selalu memperhatikan para siswa siswinya untuk terus belajar meskipun tak bisa bertatap muka. “Semoga kondisi pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir dan aktivitas belajar mengajar bisa kembali seperti normal,” tungkas Gubernur. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Cara Inspiratif Mushaffa Zakir Bentuk Karakter Anak Tanpa Televisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mushaffa mendidik anaknya dengan lebih banyak melakukan interaksi dengan teman sebaya dan belajar. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di era digital, keterbukaan informasi menjadi hal yang lumrah. Bahkan saking terbukanya akses informasi, anak-anak bisa mendapatkan informasi yang sebenarnya malah dapat merusak perkembangan karakter dan kepribadian.

Karena itulah sebagai seorang ayah yang tidak ingin tumbuh kembang anaknya terganggu oleh informasi negatif, Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin Mushaffa Zakir mengaku sejak dini menyampaikan kepada tiga anaknya untuk tidak menerima informasi dari media Televisi yang ditonton secara langsung.

“Saya dan istri memilih untuk tidak ada televisi di rumah. Ini masalah pilihan aja sih. Bagi orang tua yang merasa mampu mengontrol dan menyeleksi apa yang menjadi tontonan anaknya, ya tidak masalah nonton Televisi. Kami hanya menginginkan bahwa yang berperan membentuk karakter anak-anak tidak hanya guru dan lingkungan, tapi juga ada keterlibatan orang tua di sana,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin itu.

Sebagai alternatif pengganti, Mushaffa mengaku lebih cenderung mengizinkan anak-anaknya menonton aneka acara televisi dengan mengunduhnya terlebih dahulu, baik di smartphone atau pun laptop.



“Jadi anak-anak saya sejak kecil dibiasakan untuk tidak menonton Televisi secara langsung. Ini maksudnya agar saya dan isteri bisa memfilter terlebih dahulu mana informasi yang sebenarnya bermanfaat bagi mereka dan mana yang berdampak negatif bagi karakter diri dan mentalnya,” jelasnya.

Selain itu cara lain dirinya mendidik anak adalah dengan mendorong ketiga buah hatinya lebih banyak melakukan aktivitas interaksi langsung dengan teman sebayanya, ketimbang memberikan waktu banyak untuk menonton televisi di media smartphone dan laptop.

“Jadi waktu bermain mereka di dekat rumah bersama teman-temannya saya berikan lebih banyak ketimbang berinteraksi dengan smartphone dan laptop,” tambah Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini.

Cara ini sendiri dilakukan agar ketiga anaknya bisa memiliki karakter yang mudah bergaul dengan orang lain dan lebih peduli terhadap sesamanya.

“Alhamdulillah ketiga anak saya, meski masih banyak kekurangan, relatif memiliki karakter yang baik. Bahkan yang pertama, meski baru berusia 9 tahun, atas keinginannya sendiri, sudah berani untuk mondok di Pesantren Tahfizhul Quran dan berpisah dengan orangtuanya,” ucapnya.

Baginya memang masing-masing keluarga punya cara sendiri untuk mendidik anaknya agar dapat tumbuh dengan karakter dan kepribadian yang baik.

“Semua keluarga punya cara masing-masing. Namun yang pasti hendaknya ditengah mudahnya akses informasi sekarang, kita sebagai orang tua harus betul-betul dapat mengawasi masuknya informasi kepada anak agar mereka bisa betul-betul tumbuh menjadi anak yang dapat menjadi kebanggan bagi agama dan negara,” tukasnya.(Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->