Connect with us

HEADLINE

Rencana Haul Guru Sekumpul Beredar di Medsos, Masyarakat Diminta Tunggu Info Resmi

Diterbitkan

pada

Suasana Haul Guru Sekumpul yang selalu dibanjiri jamaah dari berbagai penjuru. Foto: dok kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Jika dihitung, maka haul ke 16 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul sekitar 100 hari lagi, tepatnya pada Februari 2021 nanti.

Berkait hal itu, ada dua spekulasi beredar di media sosial tentang haul itu, yakni dilaksanakan atau ditiadakan.

Ini karena di tanah air masih pandemi Covid-19. Artinya, masa tidak diperbolehkan berkumpul.

Dari informasi yang didapat, beredar sebuah informasi di media sosial mengenai kabar haul ke-16 Abah Guru, yang menyebutkan, kemungkinan bakal ditiadakan.



 

Di sisi lain, beredar pula di media sosial, sebuah surat undangan rapat haul Abah Guru Sekumpul, dari Pemprov Kalsel juga sudah membahas terkait penyelenggaraan haul ke 16 Guru Sekumpul yang bakal digelar awal 2021.

Mengenai hal itu, seorang tokoh di Kompleks Ar Raudhah, Sekumpul, yakni H Abdurrahman, menyatakan haul Abah Guru Sekumpul masih bersifat kemungkinan.

Pasalnya, jelas dia, belum ada pengumuman ziarah untuk umum dibuka oleh shohibul bait, atau keluarga Alm Guru Sekumpul

“Sementara ini, sesuai rapat pertama bahwa sejak ditutup karena wabah pandemi corona, dan renovasi maka belum ada pengumuman akan dibuka kembali,” ujarnya kepada kanalkalimantan.com, Rabu (16/11/2020)

Ia juga mengatakan, haul masih beberapa bulan lagi sehingga belum ada keputusan terkait hal tersebut.

“Pengumuman dibuka juga belum ada, jadi pengumuman haul mengenai Haul Abah Guru Sekumpul yang ke 16 juga belum,” tutur dia.

Ia meminta kepada masyarakat agar bersabar dan menunggu pengumuman resmi.

Ia sendiri juga, tidak bisa memprediksikan terkait kapan Sekumpul dibuka untuk umum bagi peziarah dan terkait penyelenggaraan haul ke 16.

“Masyarakat tahunya haul Abah Guru Sekumpul di bulan Rajab, tapi kita memastikan bahwa sampai saat ini belum ada pengumuman bakal diadakan atau tidak,” tegasnya.

Hingga saat ini kubah Abah Guru Sekumpul masih ditutup untuk peziarah.

Bahkan untuk kegiatan di dalam Musala Ar Raudhah sendiri, baik salatt lima waktu dan kegiatan maulid rutin setiap malam senin juga terbatas.

Meski kubah Abah Guru Sekumpul ditutup, para peziarah tetap datang ke Sekumpul untuk berziarah. Namun, hanya bisa dilakukan di luar kubah. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Jokowi Perintahkan Jembatan Putus Terhubung, 3-4 Hari Harus Rampung!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Presiden Joko Widodo tiba di Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021) siang, di lokasi jembatan putus Desa Banua Hanyar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Presiden Joko Widodo tiba di Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021) siang, meninjau titik-titik lokasi banjir di Kabupaten Banjar.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni jembatan putus di jalan nasional lintas Kalsel-kalteng-Kaltim di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

Jembatan penghubung trans Kalimantan di perbatasan Desa Banua Hanyar, Kecamatan Astambul dengan Desa Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman itu putus diterjang banjir bandang dua kali, pada Kamis (14/1/2021) dan Minggu (17/1/2021).

Putusnya jembatan ini secara otomatis menghambat arus lalu lintas perjalanan warga. Pun, juga lintas daerah yakni dari Kabupaten Banjar menuju enam kabupaten di Hulu Sungai.

Jokowi mengatakan selain arus lalu lintas yang terganggu, putusnya jembatan Mataraman juga menimbulkan kendala pengiriman logistik bantauan terhadap korban banjir.
Oleh karena itu, ia memerintahkan Kementrian PUPR secepatnya memperbaiki jembatan tersebut.



“Saya sudah minta Kementrian PUPR dalam 3 sampai 4 hari ke depan, perbaikan jembatan ini bisa diselesaikan. Sehingga mobilitas barang logistik tidak terganggu,” katanya.

Presiden RI juga telah melakukan evaluasi dalam agenda kunjungan kerja di Kalsel. Ia menjanjikan bahwa kekurangan bantuan logistik akan secepatnya disuplai oleh pemerintah pusat.

“Hampir 20 ribu masyarakat Kalsel masih dalam posko pengungsian. Kekurangan logistik apapun yang dibutuhkan akan kita bantu,” terangnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Banjir di HSU Kian Meluas, 2.784 Rumah 72 Desa di 5 Kecamatan Terdampak

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Banjir di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah di jalan Empu Jatmika, air sudah memasuki ruas jalan dan permukiman warga di MAN 1 Amuntai dan MTsN 2 Amuntai. Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Banjir nyaris melumpuhkan wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tak hanya merendam kawasan permukiman penduduk di bantaran sungai, banjir juga telah merendam permukiman penduduk yang berada jauh dengan bantaran sungai.
Menyusul luapan Sungai Tabalong dan Sungai Balangan yang bertemu ke kota Amuntai terus naik.

 

Dari data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten HSU, Senin (18/1/2021) pukul 11.00 Wita, ketinggian air sungai mencapai 348 cm, dimana pada pukul 06.00 Wita ketinggian air masih di level 345 cm.



 

 

Akibat luapan air di dua sungai itu, jalan protokol di kota Amuntai terendam air. Kawasan permukiman penduduk seperti di Kelurahan Sungai Malang, Kelurahan Paliwara, Kelurahan Murungsari, Kelurahan Antasari Palampitan Hulu, Palampitan Hilir, Pamintangan, kini juga telah mengalami dampaknya.

Ketinggian air di jalan sudah mencapai lutut orang dewasa sehingga akses jalan ditutup warga. Foto: dew

BPBD HSU menyebut ada sekitar 2.784 rumah yang dihuni 1.464 kepala keluarga atau 2.981 jiwa berada di 72 desa pada 5 kecamatan jadi korban.
Kecamatan yang terdampak tersebut diantaranya Kecamantan Banjang, Amuntai Utara, Amuntai Tengah, Kecamatan Haur Gading ada Kecamatan Sungai Pandan (Alabio)

Camat Haur Gading Kamarudin menyebut di wilayah Kecamatan Haur Gading ada beberapa desa yang jalan-jalan tenggelam.
“Diantaranya Desa Sungai Limas, Desa Kramat, Desa Waringin, Desa Tangkawang, yang paling parah saat ini adalah Desa Waringin, kurang lebih ketinggian airnya selutut orang dewasa,” ujar Kamarudin kepada Kanalkalimantan.com. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: Dew
Editor: Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->