Connect with us

Olahraga

Rencana TC Timnas U-23 dan Senior di Februari, PSSI Tunggu Shin Tae-yong

Diterbitkan

pada

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong melihat anak asuhannya sedang melakukan internal game (dok. PSSI)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – PSSI menunggu kepulangan Pelatih Shin Tae-yong dan Direktur Teknik Indra Sjafri terkait rencana menggelar training camp (TC) Timnas Indonesia U-23 dan Senior di Februari 2021.

Saat ini Shin Tae-yong dan Indra Sjafri masih berada di Spanyol bersama skuat Timnas Indonesia U-19 yang sedang menjalani TC. Pemusatan latihan di Spanyol di jadwalkan selesai pada 31 Januari 2021.

Plt. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku masih menunggu kepulangan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri untuk menentukan kepastian TC di Februari. Termasuk kapan, siapa dan berapa lama TC bakal digelar.

Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, saat menghadiri Extraordinary Club Meeting 2020 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa (13/10/2020). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).

“Pastinya untuk itu masih menunggu kepulangan Shin Tae-yong dan dirtek Indra Sjafri dahulu,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Suara.com lewat pesan WhatsApp, Kamis (7/1/2021).



Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-23 punya agenda di 2021. Seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 yang memang jadwalnya masih belum ditentukan.

Lalu, ada SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Ajang multi event negara-negara Asia Tenggara tersebut rencananya akan bergulir pada November tahun ini.

Akhir Desember lalu, Pelatih Shin Tae-yong juga telah memanggil 36 pemain ke Jakarta untuk TC Timnas Indonesia U-23 sebagai bekal menghadapi SEA Games 2021.

Adapun untuk Timnas Indonesia senior mereka masih punya agenda Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Meski sudah dipastikan tak lolos, skuat Garuda masih punya tiga pertandingan lagi yaitu melawan Uni Emirat Arab, Thailand, dan Vietnam.

Sejatinya tiga lawan itu dihadapi oleh Pasukan Merah Putih pada Mei dan Juli 2020. Namun, ditunda pertandingannya oleh FC sampai 2021.

Ini karena tingkat penyebaran pandemi COVID-19 yang masih tinggi di seluruh Asia. Terakhir kali Shin Tae-yong memanggil para pemain timnas senior adalah pada akhir Juli 2020.

Saat itu, juru taktik asal Korea Selatan tersebut memanggil 29 pemain untuk mengikuti TC di Jakarta.(Suara)

Editor : Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Olahraga

Borneo FC Berharap Jokowi Turun Tangan Terkait Ketidakjelasan Kompetisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana latihan tim Borneo FC jelang pertandingan di Liga 1 2019. [BorneoFC.id/capture]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Manajer Borneo FC, Farid Abubakar, mempertanyakan alasan apa yang membuat izin bergulirnya kompetisi di Indonesia tak kunjung keluar. Ia merasa heran, kegiatan lain diperbolehkan sedangkan sepak bola tidak.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 membuat kompetisi sepakbola di Tanah Air tidak jelas. Kepolisian belum mau memberikan izin kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk menjalankan kembali liga pada Februari 2021.

Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB memang merencanakan kembali jalankan kompetisi setelah terhenti pada Maret 2020 karena pandemi COVID-19.

Februari 2021 dipilih karena pada Oktober lalu, PSSI dan PT LIB tak mendapatkan izin dari kepolisian, dengan pertimbangan masih tingginya angka penyebaran virus corona di Indonesia.



“Ada apa sebenarnya dengan sepak bola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena corona? terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman saja,” kata Farid dalam rilis klub.

Farid berharap Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bisa turun tangan. Ia yakin izin bakal keluar jika keduanya bisa membantu agar mendapat izin.

Apalagi, Jokowi pernah menyampaikan pesan kepada Amali untuk memperhatikan sepak bola Tanah Air. Justru saat ini malah sepakbola Indonesia sedang terhenti.

Padahal, protokol kesehatan yang sangat ketat bakal dijalankan selama kompetisi berlangsung. Klub-klub pun sudah siap menjalaninya, termasuk menggelar pertandingan tanpa penonton.

“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digelar tanpa penonton. Tapi ada apa sebenarnya ini dengan perizinan negara kita?,” jelas Farid.

“Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, pak’. Presiden meminta tolong kepada Menpora untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita.”

“Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” pungkasnya.

Nasib kompetisi 2020 akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam waktu dekat. Sebelum itu, PSSI menunggu laporan dari PT LIB yang akan melakukan pertemuan dengan peserta kompetisi untuk meminta saran terkait kelanjutan kompetisi 2020 pada 22 Januari mendatang.

Bukan tak mungkin kompetisi 2020 dibatalkan yang kemudian diganti musim baru. Namun, untuk menjalankan kembali kompetisi tetap masih butuh izin dari kepolisian.(Suara)

Editor : Suara 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Olahraga

Soal Lanjutan Liga 1 2020-2021, PSSI Manut Sepenuhnya pada Kepolisian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. [ANTARA / Michael Siahaan]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan bahwa federasi akan tunduk sepenuhnya pada apa pun keputusan dari kepolisian perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 2020-2021, yang hingga saat ini nasibnya masih buram.

Rencana lanjutan Liga 1 yang bermula dijadwalkan Februari 2021 masih belum menemui titik terang. Satu-satunya tembok penghalang PSSI melanjutkan liga adalah izin penyelenggaraan dari polisi, di tengah pandemi COVID-19 yang masih masif menghantui Tanah Air.

Menurut Iriawan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga sudah melayangkan surat perizinan sebanyak tiga kali.

Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda Polri mengeluarkan izin.



“Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Namun apa pun keputusan kepolisian, PSSI akan tunduk dan patuh sepenuhnya,” tutur Iriawan seperti dimuat Antara, Kamis (7/1/2021).

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, PSSI dan PT LIB sejatinya terus berupaya mencari jalan terbaik guna kompetisi bisa lanjut lagi. Komunikasi dengan sejumlah pihak pun sudah mereka lakoni.

“PSSI bersama PT LIB berusaha agar kompetisi bisa berjalan secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,” tukas Iriawan.(Suara)

Editor : Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->