Connect with us

HEADLINE

Ribetnya Syarat ‘Mencekik’ Kandidat Independen di Pilkada 2020, Bakal Sepi Peminat?

Diterbitkan

pada

Jalur Independen tak mudah dilalui oleh kandidat di Pilkada 2020 Foto : ilustrasi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Terbukanya ruang bagi kandidat indepen di Pilkada 2020 tak menjamin adanya calon yang berani maju menantang kandidat dari jalur parpol. Ribetnya persyaratan, ditambah lagi dengan majunya deadline penyerahan berkas syarat dukungan KTP, bisa ‘mencekik’ calon perseorangan. Apakah jalur independen akan sepi peminat?

Aturan terbaru menyebutkan, penyerahan berkas syarat dukungan perseorangan (independen) pilkada 2020 berupa e-KTP, dimajukan dari jadwal sebelumnya paling lambat 3 Maret 2020, menjadi 16 Februari 2020. Sedangkan jadwal verifikasi dukunagn akan dilaksanakan tanggal 24 Februari-22 Maret 2020.

Perubahan tersebut berdasarkan revisi aturan yang tertuang di PKPU No: 16/2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah mengatakan, verifikasi syarat dukungan bakal calon kepala daerah nanti, dilakukan ke semua pemberi dukungan, tanpa kecuali.“Semua syarat dukungan yang dimasukkan akan dilakukan verifikasi faktual,” katanya.

Syarat pendaftaran sebagai Calon Independen pada Pilkada Kalsel 2020 yaitu berupa bukti dukungan paling sedikit dari 243.880 Pemilih. Setiap bukti dukungan juga wajib menyertakan surat pernyataan dukungan disertai fotocopy KTP Elektoronik atau Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Jumlah minimal syarat dukungan tersebut dihitung sesuai amanat dalam Pasal 41 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada, yaitu 8,5 persen dari jumlah Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu sebelumnya.

Hal tersebut juga mengacu pada DPT Provinsi Kalsel pada Pemilu 2019 sebanyak 2.869.166. Selain itu, jumlah dukungan tersebut juga harus tersebar di lebih dari 50 persen jumlah Kabupaten/Kota di Kalsel. “Sedangkan untuk di daerah tingkat II, jumlah bukti dukungan untuk maju melalui jalur independen beragam yang cara perhitungannya juga diatur dalam Undang-Undang yang sama. Yaitu di Kabupaten/Kota yang jumlah penduduk termuat dalam DPT pemilu terakhir mencapai maksimal 250.000 jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen dari jumlah DPT Pemilu terakhir,” jelasnya.

Untuk Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat dalam DPT pemilu terakhir lebih dari 250.000 hingga 500.000 jiwa harus didukung paling sedikit 8,5 persen dari jumlah DPT Pemilu terakhir.

Memperhatikan formulasi perhitungan tersebut, Calon Kepala Daerah yang berniat maju di Kota Banjarmasin harus persiapkan jumlah dukungan paling besar dibanding enam Kabupaten/Kota lainnya yang selenggarakan Pilkada Serentak 2020 di Kalsel. (Lihat Tabel: Beban Berat Calon Independen di Pilkada 2020).

Beban Berat Calon Independen di Pilkada 2020

Syarat Dukungan :

1. Jumlah minimal syarat dukungan tersebut dihitung sesuai amanat dalam Pasal 41 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada, yaitu 8,5 persen dari jumlah Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu sebelumnya.

2. Kabupaten/Kota yang jumlah penduduk termuat dalam DPT pemilu terakhir mencapai maksimal 250.000 jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen dari jumlah DPT Pemilu terakhir.

3. Untuk Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat dalam DPT pemilu terakhir lebih dari 250.000 hingga 500.000 jiwa harus didukung paling sedikit 8,5 persen dari jumlah DPT Pemilu terakhir.

4. Semua syarat dukungan yang diserahkan bakal calon perseorangan tersebut harus riil, tidak ada yang dobel atau palsu.

5. Mengisi formulir B1-KWK (dengan dilampiri fotokopi KTP El/Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kelurahan/Desa).

Jumlah Dukungan:

Kalsel : 243.880 pemilih
Banjarmasin: 38.003 pemilih
Banjar: 35.237 pemilih
Tanah Bumbu : 23.699 pemilih
Kotabaru : 22.314 pemilih
Hulu Sungai Tengah : 19.010 pemilih
Banjarbaru : 15.635 pemilih
Balangan : 9.066 Pemilih

Sanksi Administrasi:

1. Jika satu saja tak menyatakan diri mendukung, maka calon perseorangan harus menggantinya sebanyak dua kali lipat.

Deadline Penyerahan :

1. Penyerahan berkas syarat dukungan perseorangan (independen) pilkada 2020 berupa e-KTP, dimajukan dari jadwal sebelumnya paling lambat 3 Maret 2020, menjadi 16 Februari 2020.

2. Verifikasi dukungan akan dilaksanakan tanggal 24 Februari-22 Maret 2020.

Ditambahkan Edy, dari semua syarat dukungan yang diserahkan bakal calon perseorangan tersebut, harus riil. Jika satu saja tak menyatakan diri mendukung, maka calon perseorangan harus menggantinya sebanyak dua kali lipatnya. “Kami melakukan verifikasi faktual dari tingkat bawah, atau berjenjang seperti PPS hingga PPK,” ucapnya.

Untuk diketahui, bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur perseorangan, selain harus menyerahkan copy e-KTP, mereka juga diwajibkan untuk menyerahkan pernyataan dukungan dari warga yang mendukung. Pernyataan dukungan tersebut berupa formulir B1 KWK yang bisa diambil bakal calon perseorangan ke KPU.

Terkiat ribetnya syarat independen ini, sebelumnya juga diakui oleh kandidat calon Gubernur Denny Indrayana. Ia mengatakan, perlu ekstra tenaga dan pikiran untuk melengkapi persyaratan jalur independen. “Maka lebih masuk akal jika maksimal untuk melakukan pendekatan masuk melalui jalur parpol daripada independen. Meskipun, kedua mekanisme ini sama-sama kita persiapkan saat ini,” katanya beberapa waktu lalu.

Deny Indrayana mengatakan, tim relawannya di berbagai daerah saat ini juga tengah mengumpulkan KTP sebagai persyaratan untuk maju melalui jalur perseorangan, jika tiket parpol tak berhasil didapat pada masa pendaftaran. Tapi dia yakin, bahwa sokongan parpol akan didapatkan. “Pokoknya saat ini kita terus bekerja keras untuk perbaikan bagi Kalsel ke depan,” ungkapnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Pertemuan Elite Gerindra dengan AR Iwansyah Naikkan ‘Tensi’ Politik di Pilkada Banjarbaru!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Iwansyah saat masih berdampingan dengan Aditya ketika mendaftar sebagai kandidat calon di Gerindra. Foto: dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Politik di Banjarbaru kembali menggeliat! Turunnya tensi pertarungan politik di Pilkada 2020 pasca buyarnya duet Aditya-Iwansyah– sebagai penantang serius incumbent Nadjmi-Jaya, kembali terdongkrak oleh pergerakan elit parpol. Pertemuan antara AR Iwansyah, selaku mantan duet Aditya, dengan petinggi partai Gerindra Banjarbaru, memunculkan isu bakal hadirnya calon penantang baru incumbent. Meskipun Ketua Gerindra Banjarbaru Syahriani menepis dengan menyatakan saat ini masih komit dengan incumbent.

Kanalkalimantan.com, mendapatkan bocoran pertemuan antara petinggi Gerindra di Provinsi Kalsel dengan AR Iwansyah. Salah satu foto dokumentasi pertemuan itu, menujukan Iwansyah tengah duduk bersama Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin dan Ketua DPC Partai Gerindra Banjarbaru, Syahriani Syahran.

Kabar ini sendiri dibenarkan oleh Syahriani saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (14/7/2020) sore. Hanya saja, dirinya mengaku bahwa pertemuan itu hanya sekedar silahturahmi saja. “Pak Iwan -sapaan akrab Iwansyah- , silahturahmi ke DPD Gerindra Kalsel. Tidak ada pembicaraan khusus,” akunya.

Baca Juga: Nekat Tak Pakai Masker dan Kumpul-kumpul Kena Denda Rp 250 Ribu

Namun, tentu saja pertemuan itu menyampaikan ‘pesan’ tersediri bagi incumbent. Apalagi selama ini pascar ditinggal Aditya, Iwansyah memang belum menyampaikan keterangan apakah akan mengakhiri langkah politiknya di Pilkada atau tetap maju bertempur dengan pasangan lain!

Sehingga pertemuan tersebut bisa dibaca sebagai langkah politik Gerindra menyikapi lesunya pertarungan di Pilkada 2020. Artinya, sangat memungkinkan pertemuan tersebut sebagai penjajakan pasangan baru dengan menggandeng Iwansyah.

Jika menilik para kader Gerindra di Banjarbaru, tentu ada sejumlah nama yang tentunya patut diperhitungkan. Seperti halnya, sosok Fadliansyah yang saat ini menduduki kursi Ketua DPRD Banjarbaru. Ada juga Neny Hendriyawty, yang telah menjadi anggota DPRD selama 2 periode. Lalu, Syamsuri yang memperoleh 1.903 suara dan saat ini menjabat sebagai ketua Komisi II DPRD Banjarbaru.

Namun, di antara semua nama tersebut justru Syahriani sendirilah yang lebih berpeluang diusung dalam pencalonan. Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Banjarbaru, telah berhasil menghantarkan partainya sendiri ke pucuk pimpinan saat Pileg 2019 lalu, dengan perolehan 6 kursi.

Baca juga: Cara Menggunakan Google Meet, Layanan Video Conference Google

Ditanya soal kemungkinan tersebut, Syahriani justru menanggapinya santai. Ia mengklaim bahwa sampai detik ini, dukungan Gerindra masih mengarahkan kepada pasangan incumbent Nadjmi-Jaya. Hanya saja, Diakuinya selama Surat Keputusan (SK) dukungan belum dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerinda,  maka apapun bisa terjadi.

“Saya tegaskan, sampai detik ini Gerindra masih mengarah ke incumbent Nadjmi-Jaya. Tapi, DPP Gerindra masih belum mengeluarkan SK dukungan. Selama SK belum dikeluarkan, bisa saja kemungkinan-kemungkinan itu terjadi. Termasuk mengusung kader sendiri dalam pencalonan Pilkada Banjarbaru,” terangnya.

Sementara itu, AR Iwansyah sendiri masih belum bisa dikonformasi terkait pertemuan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Pada November 2019, Nadjmi-Jaya mengantarkan berkas sekaligus mendaftarkan diri ke Partai Gerinda untuk mendapatkan dukungan dari partai berlambang garuda tersebut. Menariknya, terang-terangan Ketua DPC Gerindra Banjarbaru, Syahriani Syahran mengungkapkan partainya siap mendukung pasangan incumbent pada Pilkada Banjarbaru 2020 mendatang.

Baca juga: Kondisi New Normal, Pengrajin Anyaman Purun dan Eceng Gondok HSU Mulai Menggeliat

“Saya akui, Gerinda telah memberikan sinyal-sinyal yang menyorot ke pasangan petahana. Saya katakan sebelumnya persentase dukungan Gerindra 60 persen. Tapi sekarang, sudah berubah menjadi 80 persen karena incumbent sudah mendaftar,” katanya kala itu.

Meskipun begitu, Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, Nadjmi-Jaya justru tidak ingin besar kepala meski sinyal kuat yang mengisyaratkan dukungan partai Gerindra. Mereka lebih memilih bersabar sembari menunggu Surat Keputusan (SK) DPP Gerindra.

“Ahamdulilah, kalau sinyal yang disampaikan Pak Syahriani tadi. Tentu saja membanggakan kami. Tapi kami menunggu, karena keputusan akhir pada SK dari DPP Gerindra. Makanya 100 persen itu, kalau SK sudah turun,” tuturnya.

Saat ini, Nadjmi-Jaya telah mengamankan deretan gerbong Parpol dan beberapa juga telah mengisyaratkan dukungan kepada mereka. Parpol yang telah melayangkan SK kepada incumbent, yakni Nasdem, PKS, dan Golkar. Sedangkan, parpol yang sudah memberikan isyarat seperti PDI Perjuangan, Demokrat, juga PAN. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Bukan Lagi Pekapuran Raya, Teluk Dalam Dominasi Kasus Covid-19 di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kondisi Covid-19 di Banjarmasin yang terus mengalami peningkatan Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kasus Covid-19 di setiap kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin kian meningkat. Kini Kelurahan Teluk Dalam menjadi wilayah dengan penyebaran kasus tertinggi di Kota Banjarmasin.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin pada Selasa (14/7/2020), jumlah angka positif di Teluk Dalam kini mencapai 92 kasus, dengan 21 kasus sembuh, dan 14 lainnya meninggal dunia.

Dengan demikian kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Tengah itu menggeser wilayah Pekapuran Raya yang selama beberapa pekan terakhir memuncaki jumlah kasus Covid-19 yang saat ini memiliki angka kasus terkonfirmasi positif stagnan atau tertahan di angka 78 kasus.

Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi. “Iya benar. Memang dua kelurahan ini susul-susulan,” kata Machli, Selasa (14/7/2020) siang.

Machli mengklaim, tertahannya jumlah kasus baru Covid-19 di Pekapuran Raya merupakan keberhasilan dari upaya yang dilakukan Puskesmas setempat dalam menahan laju penyebaran Covid-19.  Ia membeberkan, Tim dari Puskesmas Pekapuran Raya menggandeng TNI dan Polri yang turun langsung untuk mengedukasi masyarakat secara aktif.

“Mereka mendatangi ke rumah masing-masing warga untuk mengedukasikan terkait informasi yang berkenaan dengan virus ini,” kata mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu.

Di samping itu, menurutnya penambahan kasus yang membuat Kelurahan Teluk Dalam menjadi daerah tertinggi kasus Covid-19 di ibu kota Kalsel ini berasal dari hasil swab test yang tertunda. “Sebenarnya masih ada sekitar 500 antrean sampel yang belum selesai diperiksa di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLP) di Banjarbaru,” jelasnya.

Sebelumnya, Selain Teluk Dalam, dan Pekapuran Raya, daerah dengan tingkat penularan Covid-19 terparah di Kota Banjarmasin. Yakni Pemurus Dalam, Pemurus Baru, dan Sungai Miai.

Sebelumnya, kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan belum menunjukkan adanya penurunan atau flat. Malah, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Selasa (14/7/2020) sore, masih mencatat adanya kenaikan kasus, sehingga jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat mencapai 4.379 kasus.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim membeberkan, ada 161 kasus baru positif Covid-19. Dari jumlah ini, tercatat ada 18 kasus dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang berdasarkan hasil laboratorium PCR (polymerase chain reaction) menunjukkan hasil positif Covid-19.

“Penambahan PDP positif Covid-19 berasal dari RSD Idaman Banjarbaru sebanyak 11 pasien. Disusul dari Tanah Laut (RSUD H Boejasin) ada satu pasien, disusul dua pasien dari Banjarmasin. Kemudian 5 pasien dari RSUD H Badaruddin Tabalong, satu pasien dari RS Pertamina Tabalong, dan satu pasien dari RSUD Ulin Banjarmasin,” kata Muslim di Banjarbaru, Selasa (14/7/2020).

Sisanya, sebanyak 143 kasus positif Covid-19 merupakan hasil tracing kontak di beberapa kabupaten dan kota. Mayoritas disumbang dari Kabupaten Tabalong sebanyak 26 kasus, Kabupaten Tanah Laut sebanyak 26 kasus dan Kabupaten Tapin sebanyak 25 kasus.

Disusul dari Kabupaten Banjar sebanyak 23 kasus, Kota Banjarbaru sebanyak 15 kasus, dan Kota Banjarmasin sebanyak 14 kasus. Serta masing-masing 3 kasus dari Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan, masing-masing dua kasus dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Terakhir, satu kasus tercatat dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Saat ini, tercatat sebanyak 2.674 kasus positif Covid-19 tengah menjalani perawatan. Di mana, 254 kasus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, atau sebesar 9,49 persen. “Sedangkan dalam karantina khusus maupun isolasi mandiri sebanyak 2.420 kasus,” lugas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Pilkada di Tengah Covid-19, KPU Kalsel Mulai Distribusikan APD ke Enam Kabupaten  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Stok APD kiriman pusat yang akan didistribusikan KPU Kalsel ke enam kabupaten. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mendistribusikan alat pelindung diri (APD) pada tahap pertama ke enam kabupaten di Kalsel. Keenam daerah tersebut adalah Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Tanah Laut.

Komisioner KPU Kalsel Divisi SDM dan Parmas Edy Ariansyah mengatakan, pengiriman APD pada tahap pertama kali ini berfokus untuk pelaksanaan tahapan verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan bagi pilkada kabupaten dan kota. Bagi yang tidak menggelar Pilkada, maka tidak mendapatkan APD dari KPU Kalsel.

“Semua sudah kita siapkan dan siap dikirim ke masing masing kabupaten yang menggelar Pilkada,” kata Edy, Selasa (14/7/2020) siang.

Edy memaparkan, ada 10 item APD yang didistirbusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di setiap kabupaten penyelenggara Pilkada.

 

Sepuluh item yang dimaksud adalah perlengkapan protokol kesehatan seperti thermo gun, masker kain, sarung tangan plastik, pelindung wajah, hand sanitizer ukuran 500 ml, hand sanitizer 50 ml, alat semprot cairan desinfektan, desinfektan serta alat semprotnya dengan ukuran 240 ml, serta plastik pembungkus sebanyak 100 pcs.

“Sampai hari ini proses pendistribusian APD sudah mencapai 70 persen yang telah diserahkan ke kepada PPS dan PPK yang ada di enam kabupaten tahap pertama,” jelas mantan Ketua KPU Kalsel ini.

Karena, sebelum melaksanakan coklit (pencocokan dan penelitian) PPDP akan melakukan pengupasan data pemilih tingkat PPS dan PPK. Di mana, mereka akan melakukan rekapitulasi data hasil pemutakhiran data pemilih yang akan disusun sementara.

“Dalam menjalankan seluruh proses tersebut seluruh petugas harus menjalankan protokol kesehatan, makanya kita distribusikan APD ini,” terangnya.

Edy juga menjelaskan, pada proses pendistribusian APD tahap kedua nanti, KPU Provinsi Kalimantan Selatan juga sudah persiapkan yang nanti digunakan oleh  Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada tahapan selanjutnya.

“Selain untuk memastikan Pilkada ini terselenggara dengan lancar, kami juga berupaya memastikan agar seluruh penyelenggar Pemilu di Bumi Lambung Mangkurat ini bisa aman dari paparan virus Corona. Sehingga tidak menjadi sarana dalam penyebaran virus yang menyerang sistem pernafasan manusia ini,” papar Edy.

Selain itu, KPU Kalsel sudah mempersiapkan pemeriksaan rapid test kepada seluruh PPDP yang nanti akan melakukan pencocokan data pemilih yang akan dimulai pada Rabu (15/7/2020) besok. “Jika ditemukan adanya petugas yang reaktif maka harus diganti langsung pada hari itu, dan yang bersangkutan harus menjalani pengecekan lebih lanjut,” tandas Edy. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : chel


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->