Connect with us

Komunitas

Saat Goweser Banjarbaru dan Martapura Berbagi Bersama Anak Panti

Diterbitkan

pada

Goweser Banjarbaru dan Martapura berbagi berasama anak panti Foto: istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Ratusan pesepeda atau goweser dari Kota Banjarbaru dan Kota Martapura menggelar night ride atau gowes malam. Tidak hanya bersepeda, mereka juga menggelar bakti amal dengan berbagi sumbangan ke sejumlah panti asuhan di kedua kota tersebut.

Dana sebanyak Rp14 juta, berhasil dikumpulkan selama lima hari dan disumbangkan ke pondok pesantren dan panti asuhan di kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.  “Alhamdulillah, malam ini, total dana yang terkumpul selama lima hari sebanyak  Rp 14 juta.  Dana itu,  kita sumbangkan di dua tempat berbeda. Pondok Pesantren dan Panti Asuhan NU di Bincau, Martapura dan Panti Asuhan Raudatun Nasiin, Sungai Besar, Banjarbaru,” ujar H Yuliansyah, salah satu penggagas  Gowes Amal Niteride Kota Banjarbaru

Start usai sholat Tarawih dari Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru di Jalan Panglima batur Banjarbaru, rombongan goweser yang terdiri dari laki-laki dan wanita ini mengayuh sepeda menuju Panti Asuhan Raudhatun Nasyi’in di Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru.

“Selain bersilaturrahmi dengan pengurus dan anak-anak panti, kami para pecinta olahraga sepeda dari Kota Banjarbaru dan Kota Martapura juga ingin berbagi dengan penghuni panti. Semoga sedikit dana yang kami berikan bisa bermanfaat bagi panti ini,” jelas perwakilan goweser, Rustam Effendi, Sabtu (2/6) malam.

Dia menjelaskan bahwa night ride sambil berbagi yang dilaksanakan seperti malam tersebut rutin dilakukan oleh komunitas pesepeda dari dua kota bertetangga, Banjarbaru dan Martapura.  Para goweser yang biasanya berolahraga siang hari, maka pada bulan Ramadan ini memilih untuk gowes ramai-ramai di malam hari setelah sholat Tarawih.

“Sejumlah dana yang kami kumpulkan dari teman-teman komunitas sepeda di Banjarbaru dan Martapura  selanjutnya kami salurkan ke sejumlah panti. Insya Allah tahhun ini, ada empat panti asuhan yang kamikunjungi,” imbuhnya.

Pengurus  Panti Asuhan Raudhatun Nasyi’in Ustadz Muhammad Nasir menerangkan bahwa saat ini penghuni panti asuhannya sudah mencapai 80 orang lebih. Mereka berasal dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari Provinsi Kalimantan Tengah.

“Paling kecil masih berusia 7 tahun. Kalau yang besar-besar itu penghuni lama, sedangkan yang kecil-kecil ini, anak-anak baru,” jelas Nasir sembil menunjuk anak-anak asuhannya.

Usai menyerahkan dana bantuan, para goweser selanjutnya memacu sepeda mereka menuju Panti Asuhan Putri Nahdlatul Ulama (NU) di Bincau Kota Martapura. Sama seperti di panti asuhan sebelumnya, para pecinta olahraga sepeda ini pun menyerahkan sejumlah sumbangan untuk keperluan panti asuhan yang para penghuninya anak-anak putri ini.

“Alhamdulillah, kita tidak hanya bisa silaturrahmi sesama goweser dari Banjarbaru dan Martapura, namun juga bisa sedikit berbagi kasih dengan anak-anak panti asuhan,” ujar seorang goweser Amelia.(hendera)

Reporter: Hendera
Editor: Cell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Komunitas

Mawar Group Plus, Reuni Sekampung Menyatukan Se-Indonesia

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana reuni Mawar Group Plus di Hotel Golden Tulip yang dihadiri banyak tokoh Foto: desy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Ada yang berbeda pada reuni yang diadakan Minggu (15/9) di Hotel Golden Tulip Banjarmasin. Berbeda, karena reuni ini menyatukan teman sekampung semasa kecil hingga remaja, yang kemudian menyebar tinggal di penjuru Indonesia.

Lantunan lagu nostalgia tahun 70an pun terdengar ditipali ucap kangen di antara mereka.

“Umaaa ikam kah… lawasnya kada badapat, napa habar (Lama sekali kita tidak pernah bertemu, apa kabar)?” terdengar kerap sapaan itu diantara mereka.

Para tamu yang hadir kelahiran antara tahun 1940 keatas rata-rata mereka telah saling berpisah 30 tahun, 40 tahun hingga 60 tahun. Reuni yang bertajuk “Bedapatan Kekawanan Bahari Mawar Group Plus” turut dihadiri oleh mantan Bupati Kabupaten Balangan Ir H Sefek Effendie M E.

Bupati yang pernah memimpin Kabupaten Balangan hingga dua periode ini bertutur penuh semangat bagaimana dulu ia menghabiskan masa kecilnya di jalan Nagasari Banjarmasin.

“Di zaman kami, keakraban itu bisa terjalin bukan hanya oleh teman sekampung rumah tinggal kita saja tapi bisa sampai ke kampung sebelahnya,” kata Sefek begitu ia biasa dipanggil.

Karena itulah, diberi nama Mawar Group Plus yang artinya bukan hanya mereka yang tinggal di jalan Mawar tapi juga Nagasari, jalan Kamboja, Cempaka, Dahlia dan Simpang Telawang Banjarmasin.

Tak hanya teman sekampung tapi mereka juga menjadi teman di sekolah. “Masa kami dulu berbeda dengan masa anak milineal. Selain saling kenal dan akrab kami dulu menjadi teman sepermainan.

Dan karena memang tidak ada hiburan TV, bioskop dan jam sekolah yang tak sesibuk seperti sekarang jadi kami punya waktu bermain bersama.

Kami semua ini sama-sama pernah terjun dan berenang di Jembatan pasar Rambai (kini sungai yang mengalir di jembatan pasar Rambai tidak lagi bisa disebut sungai) karena tak ada gadget kami bermain diluar mengejar layang-layang, main klereng itu yang membuat kami akrab dan mengenal satu samalain,” ujar Bupati yang menjabat di tahun 2005-2010 dan 2010-2015 ini.

Menurut Sefek, silaturahmi itu harus dijaga bukan hanya antar teman sekolah, tapi pertemanan dengan teman sekampung, sekomplek itu perlu. Dengan terjalinnya hubungan pertemanan maka bisa saja link pekerjaan maupun bisnis bisa terbuka.

Sefek berharap bagaimanapun caranya silaturahmi ini bisa dilaksanakan mungkin 6 bulan sekali atau setahun sekali.

Hal ini diamini pula oleh Pangeran H Rusdi Effendi AR, tokoh masyarakat Kalsel yang juga pimpinan Banjarmasin Post Group. “Ini acara positif harus sering dilaksanakan,” ucap Ayah dari Gusti Hendy drummer Band Gigi ini.

Namun menurut Hajah Farida Rasidi yang menjadi ketua pelaksana reuni ini belum bisa memastikan apakah reuni ini akan kembali diselenggarakan atau tidak, “yang penting silaturahmi ini terus berlanjut melalui social media lagi setelah ini,” katanya.

Farida mengatakan, acara reuni ini terjadi atas prakarsanya bersama tiga orang lalu mendapat sambutan baik dari para anggota. Para tamu yang hadir ini telah bercerai berai, ada yang tinggal di Jawa Timur, Jogja, Semarang Balikpapan, Jakarta dan lain sebagainya.

Tampaknya selain sukses sebagai saudara sepermainan, saudara satu sekolah mereka yang hadir juga sukses dalam karir ada mantan Bupati, pelaku bisnis, ada yang pernah menjabat Kapolres, ada sudah Jendral, ada pula Ida Rumsyah Bagan yang pernah membawa tarian Indonesia dan nama Kalimantan ke festival bunga Pasadena di California Amerika Serikat dan acaranya ini turut juga dihadiri oleh isteri mantan Gubernur Kalsel Farida Hasan Aman, tausyiah dan doa oleh mantan Kepala Kemenag Kalsel Prof H Fahmi Areif.

Dan ada juga artis penyanyi Kalsel tahun 70an Ida Effendi, dulu pernah tergabung dalam Band Antasari, Band besutan Panglima AD Lambung Mangkurat dan grup band BNI 46.

Yang paling berkesan munurut Ida kala itu karena sering menghadiri pesta bersama tak jarang ke-esokan harinya mereka kena hukum di sekolah. “Kejadian itu sangat membekas, kami dulu akrab sering latihan tari bersama sampai keliling meghadiri pesta dan dansa,” ujar Ida yang sekarang menetap di Balikpapan.

Seandainya keakraban itu bisa ditularkan hingga generasi sekarang maka Indonesia tak perlu mengalami kejadian saling hujad saling serang dengan berita hoax yang pahampun tidak tapi begitu massif sebarannya.

Andai kita bisa saling bergandengan bersama menari berdansa hingga gembira tak lagi kita risau pada sedikit kesalah pemahaman. Iya seandainya saja kita letakan ke-akuan kita, lalu saling berpeluk pundak menyanyikan lagu kenangan maka tak perlu kita saling memandang curiga pada tetangga, teman, orang yang lalu dihadapan kita.

Tak perlu alasan untuk mencintai dan menyayangi karena kita Indonesia karena kelak kita akan dipertemukan dalam reuni yang lebih besar dan megah. (Desy)

Reporter : Desy
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Komunitas

Rumah Bikers Kalsel Wadah Ratusan Komunitas Bikers Tertib Berlalulintas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dirlantas Polda Kalsel resmikan Rumah Bikers Kalimantan Selatan, Mitra Satlantas Polres Banjar bertempat di jalan A Yani Km 38 Martapura, Minggu (3/2). Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Bertema “Mewujudkan Biker Milennial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang” Dirlantas Polda Kalsel resmikan Rumah Bikers Kalimantan Selatan, Mitra Satlantas Polres Banjar bertempat di jalan A Yani Km 38 Martapura, Minggu (3/2).

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Muji Ediyanto SH, SIK, dikala meresmikan Rumah Bikers mengatakan, dengan hadirnya rumah Bikers yang digagas oleh komunitas bikers tentunya menjadi penyemangat, sehingga ada tempat bersilaturahmi dan dapat bertukar pikiran, mengingat diketahui bersama komunitas bikers merupakan komunitas yang cinta dan tertib berlalu lintas.

“Kami dari derektorat lalulintas polda kalsel dan satlantas jajaran, mengajak seluruh komunitas untuk peduli tentang tertib berlalu lintas, road safty menyelamatkan nyawa manusia, menekan kejadian lalu lintas hingga mengurangi tingkat korban meninggal maupun luka berat,” jelasnya.

Ditambahkan Muji, upaya untuk mengsukseskan Millenial Road Safty Festifalm ini dilakukan sebagai kepastian penegakan hukum, budaya tertib berlalu lintas serta mengurangi angka kecelakan berlalu lintas di jalanan. Mengingat setiap kecelakaan lalu lintas dijalan itu pasti berawal dari pelanggaran lalu lintas.

“Pelaku maupun korban laka lantas di jalan itu kalau di Kalsel ada 88 orang yang meninggal dunia, jika dirata-ratakan lakalantas ada 50 persen terjadi pada kaum milenial kebanyakan yang berumur 17 hingga 35 tahun,” akunya.

Sementara itu Kasatlantas Polres Banjar AKP Indra Agung Perdana Putra SIK mengatakan terbentuknya rumah bikers ini merupakan musyawarah bersama dan ide-ide ktreatif yang muncul dari para biker yang bertujuan untuk mewarnai nasional.

“Tempat ini diharapkan dapat menjadi pelopor agen-agen keselamatan lalulintas yang berada diwilayah, kegiatannya adalah kegiatan social, adapun  komunitas yang sudah bergabung antara lain dari EBR ada 150 dan 300 lebih klub motor,” jelasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

FESTIVALAND

Komunitas Rubik Banjarbaru Memukau Di Festivaland 2018

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Reporter: Rendy
Editor: Mujib

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->