Connect with us

Bisnis

Sah, Agus Syabarrudin Jabat Direktur Utama Bank Kalsel!

Diterbitkan

pada

Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin berfoto bersama dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor foto: Arief
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Setelah kurang lebih 1,5 tahun Jabatan Direktur Utama dipegang oleh pelaksana tugas, akhirnya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kalsel memutuskan memberikan amanah kepada Agus Syabarrudin untuk menjadi pemimpin tertinggi bank milik pemerintah daerah di Kalsel tersebut.

Agus Syabarrudin yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif/Senior Executive Vice Presiden Bank Kalsel Syariah, dipilih setelah berhasil mengikuti serangkaian proses seleksi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama Bank Kalsel sendiri dilakukan secara seremonial dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Jumat (4/1) di Aula Lantai 7 Bank Kalsel Cabang Utama.

“Saya tentunya berharap dengan sudah ditunjuknya saudara Agus Syabarrudin sebagai Direktur Utama Bank Kalsel. Gerak kerja Bank milik urang banua ini bisa lebih cepat lagi untuk memberikan sumbangsih yang positif bagi geliat perekonomian di daerah,” tegas Sahbirin.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat mengambil sumpah Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin, Foto: Arief

Orang nomor satu di Kalsel tersebut tidak lupa mengingatkan, tantangan Bank Kalsel kian kompetitif di era sekarang ini. Karena itulah ia berharap Bank Kalsel dapat melakukan terobosan agar bisnisnya tidak kalah bersaing dan makin berkembang ke depannya.

“Dari sisi internal saya harapkan Bank Kalsel juga bisa berbenah diri untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat ditengah makin masifnya teknologi digital sekarang,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin mengaku siap menjalankan amanah yang telah diberikan oleh para pemegang saham kepada dirinya. Berbagai program diklaimnya akan coba dilaksanakan untuk bisa mendorong agar Bank Kalsel bisa makin berkembang kedepannya, salah satunya adalah mendorong pembiyaan untuk berbagai infrastruktur strategis yang dibangun di Kalsel namun tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.

“Kita bisa adopsi cara Bank Jabar yang ikut memberikan pembiayaan dalam menbangun Bandara Internasional Kertajati yang sama sekali tidak menggunakan anggaran pemerintah. Di Kalsel saya rasa juga bisa diterapkan demikian melalui Bank Kalsel,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin saat wawancara dengan awak media
Foto: Arief

Ia pun berjanji juga akan terus konsisten dalam mendorong bersatunya Unit Usaha Syariah Bank Daerah di Wilayah Kalimantan agar mampu berkembang dan besar hingga masuk jajaran buku dua.

“Kita terus lakukan komunikasi dengan bank daerah lainnya di Kalimantan, baik itu Kalbar-Tara dan Kaltim untuk mewujudkan hal ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya Kalteng juga akan ikut bergabung dengan membentuk Unit Usaha Syariah terlebih dahulu,” pungkasnya.(arief)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Banyak Penumpang Gagal Paham, Lion Air Group Setop Operasional Penerbangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lion Air Group hentikan sementara operasional penerbangan domestik. foto: fikri
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menghentikan sementara operasional penerbangan domestik. Hal ini dilakukan setelah banyak penumpang yang gagal paham terkait pembukaan penerbangan domestik.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala biaya yang telah dikeluarkan, hanya karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara.

Dengan demikian, lanjutnya, Lion Air Group berkesimpulan bahwa para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif agar lebih mengetahui dan memahami secara jelas terkait dengan ketentuan-ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk rencana bepergian menggunakan pesawat udara.

“Calon penumpang belum sepenuhnya mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen perjalanan dipenuhi dan dimana calon penumpang mendapatkannya,” ujar Danang dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Danang menuturkan, berdasarkan kondisi di atas, bahwa masih dibutuhkan waktu agar para calon penumpang lebih mengetahui dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara.

Sehingga Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang serta menghentikan sementara operasional penerbangan selama lima hari, yaitu mulai 27 Mei sampai dengan 31 Mei 2020.

“Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899,” imbuh Danang. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Industri Farmasi Raup Untung Besar di Tengah Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Industri yang mendapat untung besar adalah sektor industri farmasi yang menjual obat-obatan. Foto: Shutterstock
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 yang menekan banyak aktivitas ekonomi ternyata memiliki dampak positif untuk sejumlah perusahaan. Salah satu bidang industri yang mendapat untung besar adalah sektor industri farmasi yang menjual obat-obatan.

Saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus positif pertama virus corona di Indonesia, sejumlah obat-obatan untuk penambah daya tahan tubuh atau imun meningkat tajam penjualannya, seperti multivitamin hingga obat-obatan herbal yang mengandung rempah-rempah.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) misalnya, produk-produk lansiran mereka banyak diborong pembeli. Hal tersebut terlihat dari kinerja produsen tolak angin ini sepanjang Kuartal I 2020. Demikian dilansir suara.com, mitra media Kanalkalimantan.com.

Dari laporan keuangan perseroan yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia terlihat bahwa sepanjang periode tersebut penjualan dari segmen jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan sebesar 68,45 persen, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar 27,06 persen dan segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49 persen dari total omset.

SIDO berhasil membukukan kenaikan laba sebesar 10,85 persen menjadi Rp 231,53 miliar, dari semula Rp 208,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan dari sisi penjualan, perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp 730,72 miliar, naik 2,39 persen dibanding kuartal I/2019 yakni Rp 713,68 miliar.

Sementara itu perusahaan plat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengaku telah mengantongi pendapatan hingga Rp 1,8 triliun, pendapatan ini didorong dari meningkatnya permintaan sejumlah produk Kimia Farma saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama KAEF, Verdi Budidarmo, pasar industri farmasi masih memiliki prospek positif di kuartal I 2020. Asumsi ini berdasar pada adanya kebutuhan farmasi dari pemerintah dan meningkatnya kebutuhan obat serta produk-produk suplemen di kalangan masyarakat saat wabah virus corona melanda.

“Covid-19 telah menyebabkan permintaan dan kebutuhan produk kesehatan meningkat sehingga akhirnya turut berdampak terhadap pendapatan perseroan,” kata Verdi dalam keterangannya.

Selain itu yang mendapat untung besar adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dimana produk obat-obatan yang mereka juga juga laku dipasaran, bahkan manajemen juga mengaku tengah bersiap membuat vaksin dan obat-obatan untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan mengaku telah melakukan penjajakan kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa perusahaan multinasional dari luar negeri untuk membuat vaksin dan obat anti virus corona. “Ada beberapa calon produk yang direncanakan untuk penanganan virus Corona (Covid-19) dan virus lainnya,” tulis manajemen Kalbe Farma.

Sepanjang Kuartal I 2020 KLBF membukukan penjualan bersih hingga Rp 5,8 triliun. Jumlah ini bertumbuh 8,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,37 triliun. Adapun penopang kenaikan penjualan di kuartal I 2020 ini berasal dari segmen distribusi dan logistik yang meningkat hingga 13,21 persen year on year (YoY) menjadi Rp 1,8 triliun.

Setelahnya disusul oleh segmen nutrisi sebesar Rp 1,6 triliun atau meningkat 5,26 persen YoY. Untuk segmen obat resep, juga mengalami persentase pertumbuhan yang sama dengan segmen nutrisi, menjadi Rp 1,4 triliun. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Imbas Corona, Pabrik Sepatu Nike di Tangerang PHK Ribuan Buruh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi PHK. Foto: Shutterstock
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PT Victory Chingluh Indonesia memutus hubungan kerja (PHK) sedikitnya 4.985 buruh akibat dampak pandemi Covid-19.
Kepala Seksi Penyelesaian Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tengerang Hendra mengatakan jika pabrik produksi sepatu Nike itu beralasan mengambil kebijakan PHK lantaran in come perusahaan menurun dratis gegara pandemi corona.

“Data yang kami terima di PT Victory Chingluh Indonesia sudah ada 4.985 yang di PHK,” ujar Hendra kepada wartawan sebagaimana dilansir Bantennews.co.id (jaringan Suara.com), Selasa (27/5/2020).

Hendra menjelaskan sebelum melakukan PHK massal tersebut manajemen PT Victory Chingluh Indonesia sudah konsultasi dengan pihak Disnaker termasuk dengan serikat pekerja.

“Tidak adanya order untuk ekspor dan even-even olahraga internasional dihentikan akibat dampak dari COVID-19. Itu alasan perusahaan mem-PHK ribuan karyawannya. Walau begitu, semua karyawan yang terkena PHK tersebut tetap mendapatkan haknya berupa uang pesangon,” terangnya.

Tercatat dari pihak Disnaker 79 perusahaan di Kabupaten Tangerang selain PT Victory Chingluh Indonesia, yang sudah melakukan PHK massal. (suara.com)


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->