Connect with us

Pendidikan

Sapa Perpustakaan Palnam, Najwa Shihab: Literasi Tak Sekadar Membaca Menulis

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


“Literasi Itu Kemampuan Manusia Dalam Mengolah Informasi, Sehingga Bisa Berkualitas Hidupnya”


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Salam literasi Duta Baca Indonesia Najwa Shihab di perpustakaan Palnam Dispersip Kalsel, Kamis (5/12). Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab berkesempatan menyapa Perpustakaan Palnam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel, Kamis (5/12) siang. Ya, dirinya menjadi pembicara pada gelaran acara Perpusnas RI yang dihadiri sedikitnya 250 undangan dari berbagai kalangan.

Menurut Najwa, literasi bukan hanya sekadar kemampuan dalam membaca dan menulis, yang selama ini menjadi asumsi kebanyakan orang Indonesia. Namun juga kemampuan manusia dalam mengolah informasi.

“Literasi itu kemampuan manusia dalam mengolah informasi, sehingga bisa berkualitas hidupnya. Ada banyak aspek dalam literasi,” kata Nana -sapaan akrabnya-.

Tahun 2017 lalu, Nana sempat mengunjungi Perpustakaan Palnam dan takjub saat kembali ke sini dua tahun kemudian. Ya, karena Perpustakaan Palnam berubah drastis saat dirinya pertama kali mengunjunginya.

“Alhamdulillah beda jauh perkembangannya di tahun 2017 dan 2019. Menurut saya kisah seperti ini dan praktik baik di provinsi ini penting untuk disebarluaskan, sehingga bisa dimodifikasi bagaimana contoh sinergi yang erat antara pemerintah provinsi dengan penggiat literasi, seniman dan sastrawan,” katanya.

Nana menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang apik antar pihak yang bisa mewujudkan tantangan itu. Jurnalis senior ini berharap, keberhasilan Kalimantan Selatan dalam membangkitkan sadar literasi menjadi contoh provinsi lain. Apalagi, alokasi anggaran untuk perpustakaan di Kalimantan Selatan cukup besar, yakni Rp38 miliar. Sehingga, sangat dituntut untuk memiliki gedung perpustakaan yang bagus. Dampak positifnya, perpustakaan menjadi salah satu pusat kehidupan, dengan berbagai kegiatan dan bukan hanya sekadar tempat membaca buku saja.

“Penting untuk memiliki gedung perpustakaan yang bagus, punya Wi-Fi yang kencang dan tempat yang nyaman. Tetapi sekali lagi, ini akan menjadi ruang dan tidak akan bermakna jika tidak diisi dengan kegiatan. Sehingga penting untuk mengajak masyarakat dan tidak hanya tanggungjawab kedinasan tentang bagaimana perpustakaan bisa hidup dengan berbagai aktivitas dan memungkinkan orang datang untuk berdiskusi dan mengembangkan imajinasi untuk berkreasi,” jelas Nana.

Dalam bincang-bincang dengan tema “Literasi Digital” ini, Nana menjabarkan, masyarakat sekarang tidak bisa lepas perkembangan teknologi informasi. Apalagi ketika memasuki era 4.0 di mana semuanya sudah serba digital. “Saya merasa semua aspek dalam kehidupan itu ada unsur teknologinya. Termasuk bagaimana kita mengkonsumsi informasi dan berinteraksi dengan teks, itu juga berbeda,”jelas Nana.

Sehingga, dibutuhkan kemampuan yang berbeda. Mengapa? Menurut Nana, di era kemajuan teknologi saat ini, orang tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan membaca buku teks. Namun juga kemampuan mengolah teks dalam materi digital. Sehingga, pembaca dituntut berhati-hati dalam menyaring informasi melalui konten digital.

“Jadi penting untuk mengembangkan sikap kritis bagaimana bisa membedakan fakta dengan opini, bagaimana bisa membedakan berita palsu dan benar. Dan selalu berhati-hati dengan informasi, jadi tidak cepat menyebarkan informasi walaupun positif namun tetap berhati-hati,” tutur Nana.

Sementara itu, Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Hj. Nurliani mengatakan, Perpustakaan Palnam tidak hanya mengandalkan konten buku konvensional, namun juga konten digital. Apalagi, saat ini sudah ada inovasi yang diluncurkan oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor dua tahun silam, yakni iKalsel.

“Kita berikan pilihan, mau buku manual silakan dan buku digital juga silakan. Makanya tantangan kita ke depan terus aktif lagi dalam menyosialisasikan, bahwa Kalsel telah memiliki iKalsel,” kata Bunda Nunung –sapaan akrabnya. “Koleksi kita 10 ribu yang iKalsel, kalau buku-buku yang ada ratusan ribu,” tambahnya.

Kendati demikian, Bunda Nunung mengakui, pengunjung Perpustakaan Palnam lebih senang dengan buku konvensional yang dikoleksi DIspersip Kalsel. “Ada semacam sensasi tersendiri lah dalam membaca buku. Tapi kita tetap menyesuaikan kemajuan teknologi,” tegas Bunda Nunung.

Bunda Nunung menggarisbawahi, kedatangan Najwa Shihab ke Kalsel merupakan bentuk apresiasi dari Perpustakaan Nasional RI. Karena Provinsi Kalsel perduli terhadap Dispersip-nya. “Kita memang terpilih dan semuanya dibiayai Perpustakaan Nasional RI,” pungkasnya. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Pendidikan

Wahyu Perdana, Mahasiswa ULM Raih Juara 2 Lomba Esai Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wahyu Perdana berhasil meraih juara 2 dalam lomba esai nasional yang digelar Millenial Talk Institute. Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Rasa bangga digenggam Muhammad Putra Wahyu Perdana (21). Mahasiswa Unviversitas Negeri Lambung Mangkurat (ULM) yang duduk di semester 7 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini berhasil meraih juara 2 dalam lomba esai nasional yang digelar Millenial Talk Institute.

Apalagi yang mengumumkan dirinya sebagai salah satu pemenang penulisan esai bertema ‘Bangkitkan Semangat Pemuda’ ini adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo yang sekaligus hadir sebagai keynote speech.

Dalam sambutannya, Bambang Soesatyo mengaku bangga dan mengapresiasi kepada peserta lomba dan Millenial Talk Institute yang telah menyelenggarakan Lomba Esai Nasional. Pesan disampaikan kepada pemenang lomba agar bisa menjadikan batu loncatan untuk terus mengukir prestasi.

Sementara itu, Muhammad Putra Perdana yang esainya masuk dalam 30 karya terbaik yang dibukukan dalam kompetisi tersebut mengatakan, awalnya tak percaya jika berhasil menjadi juara 2. Lomba tersebut dimulai pada Rabu (10/6/2020) lalu, yang d selenggarakan secara online.

 

Ditemui di rumahnya di Martapura, Kabupaten Banjar, Putra mengatakan terharu bisa dikasih rezeki untuk menjadi juara 2 diajang lomba esai nasional. “Apalagi yang mengumumkan pemenangnya adalah salah satu pejabat negara yakni Bapak Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR RI,” katanya.

Putra mengatakan, melalui esainya yang berjudul ‘Mengasah Potensi Youngpreneur di Indonesia dalam Menyongsing Bonus Demografi.’ “Ya, karena hobi saya suka menulis. Saya sangat senang menulis tentang keresahan saya terhadap suatu fenomena yang sedang terjadi. Kemudian saya menyampaikan argumen saya lewat tulisan saya tersebut,” ungkapnya.

Atas prestasinya itu, ia bangga bisa ikut mengharumkan nama kampusnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Kemendikbud Luncurkan Webinar Guru Belajar: Adaptasi Belajar Masa Pandemi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Peluncuran "Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi", Jakarta, Senin (29/6/2020), pukul 08.00-10.00 WIB.  Dok : Kemendikbud
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan “Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi. Peluncuran disiarkan langsung di kanal YouTube Ditjen GTK (Ditjen GTK Kemdikbud RI), yang diikuti oleh ribuan peserta melalui aplikasi Zoom.

Webinar ini ditujukan untuk guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orang tua dan para insan pendidikan. Seri webinar ini diharapkan dapat menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang pembelajaran para guru pada masa pandemi Covid-19.

Kegiatan ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan ke depan dan akan menghadirkan tema-tema dan narasumber dari kalangan guru, akademisi, praktisi, unsur pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pada Peluncuran Seri Webinar Guru Belajar ini, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, bertindak sebagai keynote speaker.

Sejumlah pembicara hadir di sini, yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Nunuk Suryani, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktur GTK Dikmen Diksus) Praptono, dan Plt. Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Plt. Direktur GTK PAUD) Abdoellah. Selain itu juga Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (Direktur GTK Dikdas) Rachmadi Widdiharto dan Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Direktur P3GTK) Santi Ambarrukmi.

Dalam sambutannya, Nunuk Suryani mengatakan, seri webinar ini merupakan upaya menyambut tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19. “Memasuki tahun ajaran baru, kita harus bersiap untuk menyiapkan seluruh kondisi sebaik mungkin, sehingga kita siap mendampingi seluruh peserta didik menyambut tahun ajaran baru yang akan datang,” ujarnya.

Nunuk Suryani mengatakan, menyambut tahun ajaran baru ini, 4 kementerian telah mengeluarkan surat edaran bersama, dimana surat edaran tersebut memberikan petunjuk tentang larangan dan tata cara menyelenggarakan pembelajaran pada tahun ajaran yang akan datang.

Untuk merespons hal tersebut, Dirjen GtK memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi, berbagi, dan bergotongroyong untuk memberikan dan menjawab kebutuhan para insan pendidikan dalam segala hal yang dibutuhkan dalam persiapan menjelang pembelajaran yang akan datang.

“GTK meluncurkan program webinar seri, yang mana ini merupakan seri pertama. Jika belum berhasil menjawab kebutuhan masyarakat dan insan pendidikan, kami akan luncurkan seri-seri berikutnya,” ujarnya.

Semantara itu, Iwan mengatakan, menghadapi pandemi Covid-19 ini, semua bidang, khususunya bidang pendidikan mengalami masa-masa yang sulit.

Dia menjelaskan, berdasarkan data, lebih dari 1, 3 miliar murid harus belajar dari rumah. Ini disebabkan karena instansi pendidikan menutup kegiatan belajar mengajar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 di dunia pendidikan.

Menurutnya, kondisi seperti ini tidaklah mudah. Maka itu, untuk merespons tantangan ini, Kemendikbud, melalui Dirjen GTK mengadakan Seri Webinar Guru Belajar.

“Tujuan inti dari Seri Webinar Guru Belajar adalah untuk menghimpun seluruh energi positif dalam merespon tantangan-tantangan saat ini, sehingga kita semua merasa berdaya kemudian kita mau memperdayakannya yang lainnya,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan di masa-masa, menurut Dirjen GTK, ada tiga kata kunci, yakni belajar dan berbagi, gotong royong dan fokus pada murid.

Untuk kata kunci pertama, dia menjelaskan, belajar dan berbagi merupakan satu kata yang saling berkaitan.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini, harus banyak belajar dan harus saling berbagi dengan apa yang kita miliki kepada yang lain,” katanya.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini, kita harus memperkuat semangat gotong royong. Semangat ini merupakan filosofi yang telah diajarkan para leluhur bangsa ini, yakni saling membantu dalam upaya menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Di kondisi saat ini, kita harus fokus pada murid. Apa yang kita lakukan dari program, tujuannya adalah untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh murid,” tambahnya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Pengunjung Dibatasi Antisipasi Covid-19, Disdik Banjarbaru Buka Layanan Satu Pintu  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Disdik Kota Banjarbaru mulai menerapkan layanan satu pintu dengan memprioritaskan standar protokol Covid-19. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Upaya memberikan layanan maksimal dan aman dalam pencegahan penyebaran Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru mulai menerapkan layanan satu pintu dengan memprioritaskan standar protokol Covid-19.

Sebuah gedung berada di samping kantor Disdik Kota Banjarbaru disulap menjadi pusat pelayanan. Seluruh jenis layanan, baik itu Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas, Bidang Pembinaan SD, Bidang Pembinaan SMP, hingga Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan difasilitasi dalam ruang aula ini.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com, Senin (29/6/2020) siang, untuk memasuki gedung ini, bagi masyarakat umum maupun pihak sekolah diharuskan lmenjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas. Selanjutnya, mereka diwajibkan mencuci tangan serta harus menggunakan masker.

Kepala Disdik Kota Banjarbaru Muhammad Aswan mengatakan, layanan dengan menerapkan protokol kesehatan ini memang sengaja diperketat. Mengingat, sudah adanya beberapa temuan kasus Covid-19 di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memberikan layanan publik.

Disdik Kota Banjarbaru mulai menerapkan layanan satu pintu dengan memprioritaskan standar protokol Covid-19. foto: rico

“Dari seluruh SKPD, Disdik yang paling berpotensi terjadi penularan karena layanan di sini cukup banyak dikunjungi. Untuk itu, mulai hari ini kita mulai menerapkan layanan satu pintu dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Jika diakumulasikan, kunjungan ke layanan Disdik Kota Banjarbaru bisa mencapai 100 orang untuk satu harinya. Maka tak heran, volume pengunjung ini pun dibatasi dengan siasat pembagian secara berkelompok.

Teknisnya, untuk masing-masing bidang pelayanan hanya menyediakan 4 kursi bagi para pengunjung. Sedangkan, bagi pengunjung lainnya  baru diperbolehkan masuk ke gedung pelayanan ketika 4 kursi tersebut telah kembali kosong.

Ditegaskan Aswan, jika ada pengunjung tak menaati aturan protokol yang telah ditetapkan, maka pihaknya melarang pengunjung tersebut masuk. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari kedepan fasilitas dan sarana di pelayanan akan lebih dilengkapi standar protokol kesehatan.

“Kita akan segera pasang sekat pembatas di meja pelayanan, sehingga ada batasan kontak antara pegawai dan pengunjung. Alat Pelindung Diri (APD) pegawai kita juga akan lebih dilengkapi, seperti face shield -pelindung wajah-. Inilah bentuk pelayanan kita menjelang fase New Normal,” tuntasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->