Connect with us

Kota Banjarmasin

SAPDA Apresiasi Terbukanya Kesempatan bagi Disabilitas Ikut Bersaing

Diterbitkan

pada

Fatum Ade memimpin paduan suara isyarat di pembukaan Banjarmasin Career Expo 2019 Foto : mario
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Banjarmasin Career Expo 2019 menjadi gelaran expo pertama di Indonesia yang terbuka bagi pencari kerja difabel. Hal ini sangat diapresiasi oleh para difabel Banjarmasin.

Fatum Ade, Koordinator Program Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) berharap agar job fair ini bisa terus ada ke depannya. Sehingga menjadi sebuah jalan pembuka bagi keluarga, kerabat yang memiliki hubungan dengan kaum difabel maupun penyandang difabel itu sendiri sadar akan penting pendidikan.

Mengingat Banjarmasin yang bertujuan menjadi kota ramah inklusi, tentu selain ranah ketenagakerjaan, pendidikan juga merupakan hal yang penting diperhatikan oleh pemerintah kota bagi kaum difabel.

“Kami apresiasi pemerintah. Job fair inklusi ini pertama kali di Indoesia. Namun setelah ini kita akan lihat bagaimana posisi difabel di perusahaan hingga level karirnya. Jangan hanya (kaum difab) jadi hiasan,” ucap Fatum.

Namun ia menyampaikan bahwa ketenagakerjaan yang tidak ramah difabel tentu juga akibat kurangnya kaum difabel mengenyam pendidikan baik formal maupun informal. Banyak contoh kasus seperti kaum difabel yang drop out hingga tidak mencapai bangku kuliah. Hal ini salah satunya adalah karena diskriminasi dan juga kurangnya pelatihan mendasar sejak dini.

Hal inilah yang akhirnya banyak perusahaan yang tidak bisa menerima kaum difabel karena pendidikan formal maupun skill-nya yang tidak memadai. Maka dari itulah ia berharap agar pelatihan-pelatihan bagi kaum difabel tidak hanya sekadar dalam jangka waktu satu dua hari kemudian selesai. Melainkan dididik sejak dari bangku sekolah dasar.

Pelatihan dan up skiling lah yang diperlukan. Sehingga kaum disabilitas ini kelak bisa mandiri secara enterpreneur dan juga mampu jika harus menjadi karyawan di sebuah perusahaan.  “Pelatihan kalau bisa harus ada peta kebutuhan tenaga kerja. Misalnya di Banjarmasin butuh mekanik? Nanti yang difabel menyesuaikan untuk dikembangkan skill-nya. Komputerisasi? Bisa nanti kita arahkan,” harap Fatum

Juga ia berharap ke depannya untuk perusahaan lebih ramah difabel, karena menurutnya sejauh ini masih sangat sedikit perusahaan dengan akses yang nyaman untuk difabel. Ia mengambil contoh penyandang tunarungu, ia juga berharap agar ke depan pihaknya tidak mendapat pelatihan pengembangan kemampuan dan sosialisasi yang konvensional seperti workshop.

“Untuk teman-teman tuli, tadi bingung dapat infromasi untu kegistrasi. Boleh dong kita ganti sosisliasi dengan video, misalnya, bukan dengan workshop,” tutup Fatum. Di Banjarmasin, ada total 3.987 jiwa penyandang disabilitas.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Tergerus Air Pasang dan Lapuk, Pohon Kasturi Tumbang Timpa Rumah di Alalak Selatan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon tumbang mengenai rumah warga, Tim BPBD Kota Banjarmasin tengah membersihkan pohon yang tumbang. foto: BPBD Kota Banjarmasin for kanal
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah di Jalan Alalak Selatan Gg Keluarga Kelurahan Alalak Selatan Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) sore pukul 15:30 Wita.

Pohon jenis kasturi ini menimpa rumah milik Arafik, warga Jalan Alalak Selatan Gg. Keluarga RT.15 RW.02, Kelurahan Alalak Selatan. Akibatnya, sebagian rumah dengan konstruksi kayu ini mengalami kerusakan.

“Pohon yang tumbang sendiri menimpa bagian kamar rumah warga dan mengalami rusak ringan 30 persen,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi, Jumat (29/5/2020) petang.

Diduga air yang tengah pasang dan kondisi pohon yang sudah lapuk menjadi penyebab tumbang. Namun kejadian ini tak menyebabkan penghuni rumah terluka karena tak ada satupun orang yang berada di dalam kamar.

“Kami langsung melakukan pemotongan dan pembersihan pohon dari rumah,” pungkas Hilmi.

Sementara itu, staf pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Hanafi menambahkan, butuh waktu cukup lama untuk membersihkan pohon yang tersisa, kendati telah mendapatkan bantuan dari warga sekitar. Apalagi, diameter pohon cukup besar.

“Sampai selesai waktu sholat Maghrib baru selesai dibersihkan,” tukas Hanafi. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Delapan Rumah Satu Bedakan Terbakar di Jalan Manggis Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Musibah kebakaran terjadi di Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) siang pukul 13:40 Wita. foto: fikri
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Musibah kebakaran terjadi di Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) siang pukul 13:40 Wita. Kali ini, api membara di dua gang berbeda di jalan Manggis, Banjarmasin Timur.

“Kebakaran hanguskan 8 buah rumah dan 1 bedakan 4 pintu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin HM Hilmi, Jumat (29/5/2020) sore.

Akibatnya, ada 13 kepala keluarga dan 39 jiwa kehilangan tempat bernaung. Lokasi kebakaran sendiri berada di dua titik gang, yaitu gang Nangka dan gang Belimbing.

Empat rumah yang terbakar di jalan Manggis gang Belimbing RT 19 yaitu rumah milik Arbainsyah (3 KK 8 jiwa) mengalami rusak total 100 persen, Muhammad Saleh (1 KK 3 jiwa) rusak berat 70 persen, M Rasid (1 KK 7 jiwa) mengalami rusak sedang 50 persen dan guru Irham (1 KK 3 jiwa) mengalami rusak ringan 20 persen.

Musibah kebakaran terjadi di Banjarmasin pada Jumat (29/5/2020) siang pukul 13:40 Wita. foto: fikri

Kemudian empat rumah lainnya yang berada di jalam Manggis gang Nangka RT 18 yaitu rumah milik Para Jimin (1 KK 4 jiwa) yang mengalami rusak total 100 persen, Jamnah (1 KK 3 jiwa) memgalami sedang 40 persen, Asbulah (1 KK 4 jiwa) mengalami total 80 persen dan Yadiansyah (1 KK 2 jiwa) mengalami rusak ringan 30 persen.

“Sisanya satu buah bedakan yang mengalami kerusakan total 100 persen. Bedakan ini dihuni oleh Andi Kuntadi (1 KK 2 jiwa), Didi (1 KK 2 jiwa), Iki (1 KK 1 jiwa) dan satunya tak berpenghuni,” tambah Hilmi.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Kendati begitu, belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang berakibat kerugian sebesar Rp1,1 miliar ini.  “Penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan,” tandas Hilmi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Lonjakan Kasus Tertinggi Covid-19 di Kalsel, Didominasi Hasil Tracing di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jubir Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN  – Tren lonjakan kasus per hari terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali terjadi. Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel mencatat, jumlah kasus pada Kamis (28/5/2020) sore sebanyak 819 kasus.

“Ada penambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 116 kasus,” beber Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Kamis (28/5/2020) petang.

Dari jumlah kasus baru tersebut, 14 kasus diantaranya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan rincian 4 kasus dari RSUD Ulin Banjarmasin, satu kasus dari RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin, 4 kasus dari RS Bhayangkara Banjarmasin dan satu kasus dari RS Ciputra Banjarmasin. Semuanya berasal dari Kota Banjarmasin.

Sedangkan 4 kasus lainnya berasal dari Kota Banjarbaru dan dirawat di RSD Idaman Banjarbaru. Selebihnya, sebanyak 102 kasus lainnya berasal dari hasil tracing di Kota Banjarmasin, yang seluruhnya merupakan tracing di pasar-pasar tradisional.

“Ini merupakan hasil swab yang dikirim ke laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, yang mana juga merupakan hasil tracing di beberapa tempat di pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Banjarmasin,” kata Muslim.

Dari 819 kasus, 666 kasus diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit maupun dalam karantina khusus. Di mana, 133 kasus menjalanu perawatan di rumah sakit, sedangkan 533 kasus lainnya menjalani karantina khusus. (Kanalkalimantan.com/fikri/andy)

 

 

Reporter : Fikri/Andy
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->