Connect with us

Kota Banjarbaru

Satu di Antaranya Kasus Korupsi, 631 Warga Binaan Lapas Banjarbaru Terima Remisi Idul Fitri

Diterbitkan

pada

Kegiatan di Lapas Klas II B Banjarbaru. Foto: Petugas Lapas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia memberikan remisi khusus kepada warga binaan atau narapidana (napi) beragama Islam yang berada di Lapas Kelas II B Banjarbaru, Minggu (24/5/2020) pagi.

Adapun penerima remisi Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini sebanyak 631 warga binaan.

Jumlah tersebut merupakan warga binaan yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan masa hukuman. Dalam hal ini, mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman 15 hari, satu bulan, bahkan ada juga yang sampai dua bulan.

Mereka yang menerima pengurangan masa hukuman ini telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya, telah menjalani setengah dari masa hukumannya di Lapas Banjarbaru.

Lebih rinci lagi, 631 napi yang mendapatkan pengurangan masa hukuman ini tergolong dari berbagai tindak pidana kejahatan. Yakni, 473 napi dari tindak pidana umum (pidum), 157 napi dari kasus Narkotika, dan satu napi kasus korupsi.

Kepala Lapas Banjarbaru, Herliyadi, mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa warga binaan yang juga menerima RK II atau bisa langsung bebas. Hanya, mereka yang menerima RK II tersebut masih harus menjalani hukuman subsider (hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda).

“Ada tiga napi yang mendapatkan remisi khusus untuk langsung bebas. Tapi ketiganya masih menjalani hukuman subsider. Seorang napi menjalani subsider selama enam bulan dan dua napi lainnya menjalani subsider selama tiga bulan. Intinya, pada hari ini tidak ada napi yang dibebaskan,” katanya, saat dijumpai kanalkalimantan.com.

Sesuai arahan dari Dirjen Kemasyarakatan, kata Herliyadi, pemberian remisi bukan hanya implementasi pemberian hak yang diberikan negara. Tetapi lebih jauh merupakan apresiasi yang diberikan negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas di selama berada di Lapas/Rutan.

“Yang patut digarisbawahi bahwa para napi yang berada di dalam Lapas ini bukanlah untuk menjadi orang jahat. Mereka di sini karena kehendak yang Maha Kuasa. Mereka kami bina agar nantinya saat kembali ke lingkungan masyarakat, mereka bisa diterima kembali,” pungkas Kepala Lapas Banjarbaru.

Tercatat hingga hari ini, jumlah napi yang menghuni di Lapas Banjarbaru ada sebanyak 1.709 orang. Namun, ada 100 napi yang masih tertahan di sel tahanan Polres Banjarbaru dan belum bisa dipindahkan akibat kondisi yang disebabkan pandemi Covid-19. (kanalkalimantan.com/rico)

Advertisement
Komentar

Kota Banjarbaru

Makin Menjamur, Pemko Banjarbaru Akhirnya Tindak “Manusia Gerobak”

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penertiban "Manusia Gerobak" di Kota Banjarbaru Foto: Rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Fenomena maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memadati Kota Banjarbaru akhirnya ditindak serius.

Mereka yang kerap disebut “manusia gerobak” memang telah menjamur di Kota Banjarbaru sejak memasuki Ramadan 1441 H tadi.

Dalam hal ini, Satpol PP Banjarbaru bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB PMP dan PA) Kota Banjarbaru, melakukan penertiban pada Sabtu (23/5/2020) siang.

Pihak Disdalduk KB PMP dan PA juga turut dilibatkan karena banyak PMKS seperti l yang melibatkan perempuan lansia maupun anak di bawah umur. Tim gabungan ini mendapati beberapa temuan, baik dari pemulung wanita yang berusia renta maupun ada yang melibatkan anak yang masih sangat belia.

Mereka yang didapati tim langsung didata hingga diantar ke kediamannya. Petugas menginginkan mereka untuk tidak beroperasi selama PSBB dan juga menjelang lebaran.

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menegaskan bahwa selama PSBB sebetulnya mereka dilarang beraktivitas. Namun, fakta di lapangan katanya mereka selalu saja kembali usai ditegur petugas.

“Alasannya memang selalu karena masalah ekonomi. Jadi tadi bersama Disdalduk KB PMP dan PA selain mendata dan meminta mereka istirahat, kami turut serahkan bantuan paket sembako dari Pemko untuk mereka, harapannya agar tidak harus turun ke jalan lagi,” ujar Yanto.

Memang, lanjut Yanto, beberapa yang kedapatan sudah pernah ditertibkan sebelumnya. Hal itu karena mereka kerap berpindah-pindah tempat.

“Makanya kami harus terus patroli. Apalagi banyak anak kecil,” ujar Yanto.

Sementara itu, Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Mahrina Noor memastikan bahwa mereka yang terdata akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial serta instansi terkat lainnya. Mengingat terangnya permasalahan ini lintas sektoral.

“Kami fokus pada perempuan dan anak kecil. Tadi masih banyak kami temukan, tapi memang mereka seperti itu karena tidak ada pilihan lain. Jadi tadi kami lakukan pendataan, nantinya kami laporkan ke dinas sosial apakah bisa dimasukkan dalam program bansos,” katanya.

Selain Dinsos, dinas seperti Disdukcapil hingga ke level Kelurahan kata Mahrina juga harus berkoordinasi. Mengingat pihaknya menemukan ada beberapa orang yang tak punya KTP Banjarbaru.

“Ada yang sudah enam tahun tinggal di sini tapi KTP nya masih luar daerah. Nah ini kan kendala kami juga untuk mengusulkan dapat program bantuan. Jadi nanti kami akan koordinasi dengan pihak lainnya,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Dhani

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Update Covid-19 di Kalsel, Tambah Satu Meninggal dan 18 Kasus Positif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Teks: Grafik Update Covid-19 per Sabtu (23/5/2020)

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali menaik. Meski tidak begitu signifikan, data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel hingga Sabtu (23/5/2020) sore mencatat 18 kasus baru positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat.

Sehingga Kalsel kini mencatat sebanyak 590 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut 454 kasus di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan menjalani karantina khusus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 18 orang. Berasal dari Kabupaten Tanahlaut sebanyak empat orang, Kabupaten Tapin sebanyak enam orang dan Kabupaten Tanahbumbu sebanyak delapan orang,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, di Banjarbaru.

Angka kematian akibat Covid-19 di Kalsel juga bertambah. Sehingga kini tercatat ada 59 kasus kematian akibat Covid-19. Atau jika dipersentasikan sebanyak 10 persen.

“Ada satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia pada hari ini, berasal dari Kota Banjarmasin,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Sedangkan jumlah kasus sembuh dari Covid-19 masih bertahan di angka 77 kasus, atau 13 persen dari total kasus keseluruhan. Ini dikarenakan tidak ada laporan kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada hari ini.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel kini tercatat sebanyak 890 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 125 orang. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Dhani

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Pospera Distribusikan 80 ton Beras Untuk 35.000 Kepala Keluarga Terdampak Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pospera menggalang 80 ton beras untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak covid-19. foto : Emi for Kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Merebaknya pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup luar biasa di lingkungan masyarakat. Selama beberapa bulan terkahir, Pemerintah maupun berbagai lembaga telah menyalurkan bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat.

Namun begitu, tentu melawan wabah Corona bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau satu dua lembaga saja, melainkan tanggung jawab semua sebagai Rakyat Indonesia. Dalam hal ini, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menunjukan wujud nyata kepeduliannya dengan menggalang puluhan ton beras dengan bergotong royong.

Tercatat, ada 80 ton beras yang digalang dan dikumpulkan Pospera dari berbagai pihak baik itu perusahaan, organisasi maupun perorangan. Adapun mereka yang telah ikut berpartisipasi yakni PENA 98, IMIP, Madiyan Sahdianto Sh, PT. Inkaria Sinar Sejahtera.

Usai dikumpulkan, 80 ton beras ini rencananya akan distribusikan kepada 35.000 Kepala Keluarga yang tersebar di 200 RT di wilayah DKI Jakarta. Mekanisme penyaluran bantuan beras ini akan diantar langsung dari rumah ke rumah.

Pospera berharap walaupun Beras yang dibagikan Per KK tidak banyak, namun diharapkan bisa dikonsumsi di hari Raya Idul Fitri.

Secara Nasional Program Bantuan melawan Covid 19 ini juga dilakukan Pospera di 20 provinsi lainnya termasuk menggarap lahan lahan tidur untuk mengantisipasi menurunnya stok pangan. Hal serupa juga di lakukan dengan membantu logistik dapur umum mahasiswa untuk memastikan mahasiswa perantauan tetap bisa mendapatkan makanan.

Bantuan paket beras ini adalah wujud bentuk solidaritas rakyat melawan virus corona atau Covid-19. Sebab Pospera meyakini dalam upaya melawan Virus Corona hanya bisa dilakukan dengan membangun solidaritas terus menerus dan saling tolong menolong, saling bantu.

Disisi lain, salah satu kader Pospera Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Emi Lasari, mengaku bahwa aksi sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 juga telah digalakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Tak hanya dirinya, hal serupa juga dilakukan olehcpara kader Pospera lainnya yang menduduki kursi di legislatif.

“Selama pandemi ini kita juga aktif membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Khususnya masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah karena persoalan data yang tercecer atau juga belum terdata. Termasuk kendala administrasi karena KTP atau KK yang di anggap tidak memenuhi persyaratan penerima manfaat,” kata, anggota Komisi III DRPD Banjarbaru tersebut.

Emi yang juga tergabung dalam Persatuan Aktivis (Persnas) 98 Kalsel berharap bahwa bantuan sosial tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mewakili seluruh Kader Pospera yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mengucapkan Hari Raya Iduk Fitri 1441 Hijriah, seraya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Pada kesempatan ini saya mewakil Pospera mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijirah, mohon maaf dan lahir batin kepada warga kami, umat muslim di Kalsel, khususnya di Kota Banjarbaru. Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merayakan untuk tetap disiplin menjaga kesehatan,” tungkas Emi. (Kanalkalimantan.com/rico)

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap