Connect with us

Kota Banjarbaru

Satu Minggu Tidak Terlihat, Cleaning Service Polsek Banjarbaru Barat Ditemukan Tewas Membusuk

Diterbitkan

pada

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Sesosok pria ditemukan tidak bernyawa disebuah rumah bedakan di Jalan A Yani Km 22 (belakang Mapolsek Banjarbaru Barat) Kelurahan Landasan Ulin Tengahz Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Minggu (22/9) sekitar pukul 23.00 Wita.

Saat ditemukan, kondisi pria tersebut dalam posisi terlentang dan sudah keadaan membusuk.
Dari informasi yang didapat, pria tersebut diketahui ialah Amat (65).

Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Syaiful Bob, mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ditemukannya seorang yang berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan meninggal di rumah.

 

Mendapati informasi tersebut Anggota Polsek Banjarbaru Barat langsung mendatangi lokasi yang dimaksud.

“Jadi, saksi melihat korban lewat dinding bagian atas rumah. Disitu saksi kaget melihat korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang dan sudah keadaan membusuk,” katanya.

Dari hasil pengakuan warga sekitar, rupanya Amat memang dalam keadaan sakit sudah hampir seminggu yang lalu. Diketahui juga, korban rupanya bekerja di Mapolsek Banjabaru Barat.

“Memang sudah dalam keadaan sakit dan itu sudah hampir 1 minggu. Perlu diketahui juga korban ini bekerja sebagai clening service di tempat kami (Polsek Banjarbaru Barat). Hampir satu minggu inu tidak masuk kerja dan tidak ada pemberitahuan,” pungkasnya. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kota Banjarbaru

Masih Ada Pedagang Nekat Berjualan Meski Pemko Tutup Pasar Karang Anyar II

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana di pasar Jalan Karang Anyar II Loktabat Utara, Banjarbaru Utara. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menutup pasar yang berlokasi di Jalan Karang Anyar II, Kelurahan Loktabat Utara sudah dilakukan Pemko Banjarbaru, namun sejumlah pedagan masih tetap berjualan.

Padahal, penutupan itu dilakukan Pemko Banjarbaru setelah adanya kasus dari satu keluarga pedagang di pasar itu yang terpapar Covid-19.

Pantauan kanalkalimantan.com, Rabu (3/6/2020) pagi, tepat satu hari setelah penutupan pasar tersebut, rupanya begitu kontras dari apa yang dibayangkan.

Bukannya pasar dalam kondisi sepi, tapi masih ada aktivitas perbelanjaan di sekitar area pasar.

Memang di lokasi utama pasar telah terpasang garis pembatas di warung-warung pedagang, namun untuk pedagang yang berjualan di lapak masih beraktivitas seperti biasa.

Seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku telah mengetahui informasi adanya salah satu di antara mereka yang terpapar Covid-19.

Namun, menurut dia, kebijakan penutupan pasar itu hanya berlaku bagi pedagang yang berada di warung-warung.

“Kan pedagang yang positif Covid-19 itu berjualan di warung. Tapi kalau kami yang di lapak sini jaraknya agak jauh. Jadi aman saja,” ujar dia.

Dia juga mengaku nekat berjualan lantaran guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dia juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jika aktivitas perdagangan di areanya juga harus ditutup.

Lantas, apakah dibenarkan aktivitas perdagangan di area ini? Mengingat pasar tersebut juga tidak memiliki izin operasi dari Pemerintah Kota Banjarbaru, yang dalam hal ini Dinas Perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, saat dikonfirmasi secara blak-blakan menyebut lokasi perbelanjaan itu, bukanlah sebuah pasar. Pasalnya, lokasi yang digunakan adalah fasilitas umum.

“Itu lokasinya berada di jalan umum. Jadi tidak bisa disebut pasar. Seharusnya, tidak boleh ada aktivitas perbelanjaan di area itu karena tidak sesuai Peraturan Daerah (Perda),” kata Basit.

Ihwal masih adanya pedagang yang nekat berjualan meskipun area tersebut telah ditutup, Basit memaklumi hal tersebut. Namun, ditegaskannya larangan berjualan akan tetap disampaikan secara bertahap.

“Secara bertahap akan terus disampaikan kepada pedagang kalau di tempat tersebut memang tidak dibolehkan sebagai tempat berjualan. Ini juga dalam konteks penanganan Covid-19,” pungkas dia.

Polemik penutupan area perbelanjaan tersebut, bermula adanya temuan satu keluarga pedagang dinyatakan terpapar Covid-19. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarbaru Rizana Mirza.mengatakan bahwa satu keluarga pedagang di pasar tersebut memang dinyatakan terpapar.

Namun begitu, satu keluarga ini tidaklah bertempat tinggal di kota Banjarbaru. Mereka merupakan warga Kabupaten Banjar yang berdagang di pasar yang ada di wilayah Banjarbaru.

“Jadi tidak ada warga kota Banjarbaru yang positif. Keluarga ini adalah warga Kabupaten Banjar dan karena bejualan di wilayah kita, maka menjalani pemeriksaan di Puskesmas Banjarbaru Utara,” ujar dia.

Lantaran tidak terdata di tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarbaru, Rizana mengaku tidak mengetahui jumlah pasti dari keluarga tersebut. Hanya, informasi yang dihimpun ialah pemeriksaan swab dari satu keluarga berjumlah lima orang tersebut, hasilnya empat orang dinyatakan positif terpapar Covid-19. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Dhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Resmikan Gedung Berkat Group

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meresmikan gedung Berkat, di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (1/6/2020). foto; humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani beserta Wakil Wali Kota Darmawan Jaya Setiawan meresmikan gedung Berkat, di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Senin (1/6/2020).

Peresmian dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah dan Founder Berkat Group M Rifqinizamy Karsayuda.

M Rifqinizamy Karsayuda, Founder Berkat Group mengatakan, peresmian gedung Berkat ini juga bertepatan dengan HUT Berkat Group.

“Walaupun kantor kita adanya di Banjarbaru tapi kita harus bisa melayani seluruh Indonesia,” ucap Rifqi.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani menyampaikan rasa syukurnya atas berdirinya gedung Berkat Group sebagai sebuah kebanggaan bagi kota Banjarbaru. Bahkan, ini juga mungkin kebanggaan bagi keluarga besar Berkat Group.

“Peresmian gedung ini bertepatan ulang tahun Hari Lahir Pancasila dan hari ulang tahun Berkat Group. Saya berharap apa yang disampaikan Rifqi dari Banjarbaru untuk Indonesia dan juga untuk membawa kebaikan bagi bangsa ini,” kata Nadjmi.

Simbol peresmian kantor sekaligus Gedung Berkat, diharapkan menjadi pemicu aktivitas ekonomi di Banjarbaru yang bergerak maju.

“Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor ekonomi. Gedung Berkat ini kita harapkan dapat memicu kembali pertumbuhan ekonomi di Banjarbaru,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

UPDATE. Temuan 30 Kasus Baru Covid-19, Kalsel Catat 948 Kasus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jubir P2 Covid-19 Kalsel M Muslim menyampaikan kondisi terbaru Covid 19. Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah.

Data terbaru dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Senin (1/6/2020) sore, jumlah kasus positif Covid-19 di Bumi Antasari mencapai 948 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 30 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Senin (1/6/2020).

Dari jumlah temuan kasus ini, mayoritas berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 11 kasus dan Kota Banjarbaru sebanyak 10 kasus. Disusul oleh Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 5 kasus dan Kabupaten Banjar sebanyak 4 kasus.

Saat ini, dari 948 kasus, sebanyak 762 kasus menjalani perawatan. Baik itu di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Namun demikian, pada hari ini tidak ada laporan kasus yang dinyatakan sembuh maupun yang meninggal dunia. Di mana, masing-masing bertengger di angka 99 kasus sembuh dan 87 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel terus menurun menjadi 769 kasus. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) angkanya melonjak menjadi 201 pasien. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->