Connect with us

Kota Banjarmasin

SBSN Bantu UIN Antasari Kembangkan Infrastruktur Kampus

Diterbitkan

pada

Komisi VIII DPR-RI saat berkunjung ke UIN Antasari untuk memantau realisasi pembangunan yang bersumber dari SBSN. Foto : Arief Rahman

BANJARMASIN, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Prof Mujiburrahman menegaskan program pembiayan bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sangatlah bermanfaat bagi pembangunan infrastruktur di UIN Antasari.

Hal tersebut diungkapkan Rektor UIN Antasari Banjamasin disela kegiatan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI meninjau penerimaan program pembiayaan SBSN di Kalsel, Senin (15/10) di Aula UIN Antasari Banjarmasin.

“Kami tentunya sangat terbantu dengan adanya program pembiayaan dari SBSN ini. Karena kita bisa membangun bangunan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam yang megah dan elegan dengan biaya kurang lebih sebesar Rp 35 miliar,” ungkapnya.

Bahkan untuk tahun ini, diakui Mujiburrahman, program pembiayaan dari SBSN akan kembali dikucurkan kembali untuk ruang dosen terpadu dan laboratorium bahasa. Hal tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi perkembangan pembangunan infrastruktur di UIN Antasari dalam memcetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

“Kami sangat berharap program pembiayaan dari SBSN ini bisa juga membantu pembangunan kampus dua kami di Banjarbaru. Karena program Islamic Development Bank (IDB) batal memberikan bantuannya untuk UIN Antasari,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI M Ali Taher sangat bersyukur program pembiayaan dari SBSN dapat dimanfaatkan dengan baik oleh UIN Antasari maupun perwakilan Kementrian Agama di Kalsel.

Ia berjanji akan coba terus meningkatkan alokasi anggaran ke Kalsel, agar manfaatnya bisa lebih dirasakan banyak pihak. Utamanya dalam mendorong peningkatan infrastruktur pendidikan keagamaan yang ada.

“Saya juga berharap bukan hanya kami yang aktif memperjuangkan penambahan anggaran untuk SBSN di Kalsel. Institusi terkait saya juga harapkan bisa aktif jemput bola, baik dengan rutin melakukan komunikasi ke kementrian hingga membuat proposal rencana pembangunan untuk diusulkan,” pungkasnya. (arief)

Reporter : Arief
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Kota Banjarmasin

Bandara Syamsudin Noor Dibuka, Wali Kota Ibnu Khawatir Penyebaran Baru Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bandara Internasional Syamsudin Noor beroperasi di tengah pandemi. foto: dok kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengaku khawatir akan terjadi penularan baru terkait penyebaran Covid-19  di kota Banjarmasin. Utamanya, ketika Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru kembali beroperasi secara normal sebagai pintu gerbang keluar masuk melalui jalur udara.

Ia mengatakan, aktivitas bandara tersebut bisa membuat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang diterapkan beberapa wilayah di Kalsel itu berjalan kurang efektif.

“Itu dikarenakan adanya warga yang baru masuk ke dalam wilayah yang melaksanakan PSBB,” ucapnya pada awak media, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu akan membuat terjadinya penularan baru di daerah yang melaksanakan PSBB tersebut.  “Itu yang kita takutkan,” imbuh dia.

Sehingga, Ibnu menjelaskan, untuk mengantisipasi keadaan seperti itu, Pemko telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK). Dengan melibatkan langsung keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB tahap ketiga di Banjarmasin.

“Ini yang kita harapkan. Dengan adanya PSBK di setiap tingkat RT/RW hingga tingkat kelurahan itu diharapkan mampu mempersempit ruang bagi penularan baru tersebut,” jelas Ibnu.

Ia berharap, program PSBK yang dijalankan untuk menyukseskan kebijakan pembatasan aktivitas warga yang sudah sampai pada tahap ketiga itu agar bisa tertangani dengan baik. Ia mengklaim, Pemko Banjarmasin tidak lepas tangan dengan dilaksanakannya PSBK.

“Kita tetap mendampingi mereka untuk menjalankan pembatasan aktivitas itu lewat Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan agar bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Pelajar ‘Dirumahkan’ Diperpanjang? Disdik Banjarmasin Masih Tunggu Kebijakan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Proses belajar mengakar di sekolah belum dipastikan kapan dimulai. Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Semenjak pandemi Covid-19 pelajar SD hingga SMP di Kota Banjarmasin ‘dirumahkan’ alias proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah.

Wali Kota Banjarmasin telah dua kali mengeluarkan surat edaran pelaksanaan belajar dari rumah. Pertama, SE nomor 80/1280-Sekr/Dispendik/2020 di mana masa belajar dari rumah yang semula dari tanggal 1 hingga 14 April 2020, dan kedua SE baru dengan nomor 800/1505-Sekr/Dispendik/2020, masa libur diperpanjang kembali mulai 15 hingga 23 April 2020.

Namun, masa libur Ramadhan dan Idul Fitri dari tanggal 24 April hingga 30 Mei 2020. Sehingga, siswa turun kembali ke sekolah pada 2 Juni 2020 mendatang.

Lalu, apakah pelajar akan kembali ke sekolah terhitung pada tanggal 2 Juni 2020?

Dihubungi Kanalkalimantan.com, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, ada wacana perpanjangan masa belajar dari rumah yang akan diperpanjang. Kendati demikian, ini masih diwacanakan.

“Ya, direncanakan. Tetapi belum pasti, masih menunggu perkembangan Covid-19,” kata Totok, Selasa (26/5/2020) siang.

Namun demikian, Totok belum bisa memastikan kapan keputusan ini ditetapkan. Sembari menunggu surat edaran Wali Kota, juga menunggu selesainya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin.

“Nggih, kita menunggu PSBB selesai,” pungkas Totok. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Dua Rumah di Kuin Jadi Arang di Malam Lebaran

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bangunan yang terbakar di Kuin Cerucuk, Minggu (24/5/2020) dini hari. Foto: BPBD Kota Banjarmasin for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak. Entah bagaimana delapan jiwa dari dua keluarga di Jalan Kuin Selatan Gg. Muslim RT06 RW01 Nomor 33-34 Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin melewati Idulfitri 1441 H ini.

Mereka menjadi korban amukan si jago merah yabg terjadi pada Minggu (24/5/2020) pukul 01.10 Wita. Bangunan rumah milik mereka luluh lantak dan rata dengan tanah beberapa jam sebelum fajar Idulfitri menyingsing.

Berdasar informasi yang dihimpun, api mulai membara di kawasan pemukiman penduduk di Jalan Kuin Selatan Gang Muslim RT06 RW01 Nomor 33-34 Kelurahan Kuin Cerucuk sekitar pukul 01:10 Wita.

“Kebakaran menghanguskan dua buah rumah yang habis terbakar 100 persen,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, HM Hilmi, Minggu (24/5/2020) pagi.

Akibatnya, jelas dia, dua kepala keluarga yang terdiri atas delapan jiwa kehilangan tempat bernaung. Yaitu Samsuni (lima jiwa) dan Maryam (tiga jiwa).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini.

Selama pemadaman, Hilmi menyebut pemadam kebakaran gabungan yang bertugas tidak mengalami kendala apapun. Karena akses gang dengan lebar tiga meter dan ketersediaan air yang cukup.

“Untuk penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan. Sedangkan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 650 juta,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, BPBD Kota Banjarmasin tengah melakukan pendataan musibah kebakaran dan menyiapkan bantuan logistik.

“Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah selanjutnya,” pungkas Hilmi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : dhani

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap