Connect with us

Kota Banjarmasin

Sebanyak 5.620 Pelamar CPNS di Banjarmasin Berebut 387 Formasi

Diterbitkan

pada

BKD Banjarmasin merilis jumlah pelamar CPNS mencapai 5.620 orang Foto : net

BANJARMASIN, Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kota Banjarmasin merilis ada 5.620 pelamar CPNS yang berebut mengisi kuota 387 formasi untuk Pemko Banjarmasin pada 2018. Kepala BKD Kota Banjarmasin Ahmad Syafri Azmi, menyampaikan jumlah pelamar CPNS 2018 ini sudah dihitung oleh BKD Kota Banjarmasin setelah pendaftaran resmi ditutup pada 15 Oktober lalu.

Meski demikian, pihaknya masih menerima data masuk atau input data terakhir pada 16 Oktober 2018.

“Dengan berdasar jumlah tersebut, berarti jika dihitung formasi dengan jumlah pendaftar, tidak sampai 10 persen yang diterima dari jumlah pendaftar,” kata Syafri Azmi.

Dilansir Kumparan.com, dari 5.620 pelamar, Azmi merinci jumlah pelamar tenaga pendidikan sebanyak 817 orang, tenaga kesehatan 3.596 orang, dan tenaga teknis ada 2.025 orang pelamar. Syafri Azmi menyebut peluang terkecil ada pada formasi tenaga teknis yang hanya membuka formasi sejumlah 26 formasi dengan pendaftar sebanyak 2.025 orang.

Kalkulasi ini secara tidak langsung mencatat peluang lolos cuma 1 persen  untuk formasi tenaga teknis. “Kami bisa lihat data pelamar yang masuk kemarin, terakhir tanggal 16 Oktober dengan data 2.025 orang pelamar tenaga teknis. Ini mengindikasikan hanya 1 persen saja peluang dari formasi tenaga teknis yang hanya membuka 26 formasi,” katanya.

Selain itu, ia melihat persentase persaingan formasi tenaga pendidik lumayan lebih longgar, meski boleh dibilang masih ketat. Sebab, kata Azmi, peluang kelulusan 15 persen untuk formasi guru. Menurut dia, 817 pelamar bersaing berebut 127 kursi formasi tenaga pendidikan di Kota Banjarmasin. “Pada formasi tenaga kesehatan juga peluangnya hanya berkisar sekitar 7 persen, karena jumlah formasi hanya 231 dan pelamar terbanyak di Kota Banjarmasin pada tenaga kesehatan dengan jumlah pelamar sebanyak 3.596 pelamar,” ucap Azmi. (zah/kum)

Reporter : Zah/kum
Editor : Chell

Kota Banjarmasin

Pelajar ‘Dirumahkan’ Diperpanjang? Disdik Banjarmasin Masih Tunggu Kebijakan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Proses belajar mengakar di sekolah belum dipastikan kapan dimulai. Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Semenjak pandemi Covid-19 pelajar SD hingga SMP di Kota Banjarmasin ‘dirumahkan’ alias proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah.

Wali Kota Banjarmasin telah dua kali mengeluarkan surat edaran pelaksanaan belajar dari rumah. Pertama, SE nomor 80/1280-Sekr/Dispendik/2020 di mana masa belajar dari rumah yang semula dari tanggal 1 hingga 14 April 2020, dan kedua SE baru dengan nomor 800/1505-Sekr/Dispendik/2020, masa libur diperpanjang kembali mulai 15 hingga 23 April 2020.

Namun, masa libur Ramadhan dan Idul Fitri dari tanggal 24 April hingga 30 Mei 2020. Sehingga, siswa turun kembali ke sekolah pada 2 Juni 2020 mendatang.

Lalu, apakah pelajar akan kembali ke sekolah terhitung pada tanggal 2 Juni 2020?

Dihubungi Kanalkalimantan.com, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, ada wacana perpanjangan masa belajar dari rumah yang akan diperpanjang. Kendati demikian, ini masih diwacanakan.

“Ya, direncanakan. Tetapi belum pasti, masih menunggu perkembangan Covid-19,” kata Totok, Selasa (26/5/2020) siang.

Namun demikian, Totok belum bisa memastikan kapan keputusan ini ditetapkan. Sembari menunggu surat edaran Wali Kota, juga menunggu selesainya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin.

“Nggih, kita menunggu PSBB selesai,” pungkas Totok. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Dua Rumah di Kuin Jadi Arang di Malam Lebaran

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bangunan yang terbakar di Kuin Cerucuk, Minggu (24/5/2020) dini hari. Foto: BPBD Kota Banjarmasin for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak. Entah bagaimana delapan jiwa dari dua keluarga di Jalan Kuin Selatan Gg. Muslim RT06 RW01 Nomor 33-34 Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin melewati Idulfitri 1441 H ini.

Mereka menjadi korban amukan si jago merah yabg terjadi pada Minggu (24/5/2020) pukul 01.10 Wita. Bangunan rumah milik mereka luluh lantak dan rata dengan tanah beberapa jam sebelum fajar Idulfitri menyingsing.

Berdasar informasi yang dihimpun, api mulai membara di kawasan pemukiman penduduk di Jalan Kuin Selatan Gang Muslim RT06 RW01 Nomor 33-34 Kelurahan Kuin Cerucuk sekitar pukul 01:10 Wita.

“Kebakaran menghanguskan dua buah rumah yang habis terbakar 100 persen,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, HM Hilmi, Minggu (24/5/2020) pagi.

Akibatnya, jelas dia, dua kepala keluarga yang terdiri atas delapan jiwa kehilangan tempat bernaung. Yaitu Samsuni (lima jiwa) dan Maryam (tiga jiwa).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini.

Selama pemadaman, Hilmi menyebut pemadam kebakaran gabungan yang bertugas tidak mengalami kendala apapun. Karena akses gang dengan lebar tiga meter dan ketersediaan air yang cukup.

“Untuk penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan. Sedangkan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 650 juta,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, BPBD Kota Banjarmasin tengah melakukan pendataan musibah kebakaran dan menyiapkan bantuan logistik.

“Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah selanjutnya,” pungkas Hilmi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : dhani

Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

DLH Banjarmasin Ancam Pidanakan Pelaku Perusakan Pot Bunga di Taman Kamboja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kondisi pot bunga di Taman Kamboja yang berantakan usai dipecahkan orang tak dikenal. Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tindakan perusakan pot bunga di Taman Kamboja, Jumat (22/5/2020) oleh seorang perempuan, membuat geram Kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Muchyar. Ia mengancam akan mempidanakan pelaku jika terbukti tidak mengalami gangguan jiwa seperti yang disebutkan. Tapi jika memang ada gangguan jiwa, ia meminta Satpol PP dan Dinas Sosial menindaklanjuti.

“Kita akan tindak tegas pelaku, sebagai efek jera,” ucap Muchyar, Jumat (22/5/2020) sore.

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang mempertintonkan aksi seseorang memecahkan pot bunga yang ada di Bundaran KB atau Bundaran Taman Kamboja Banjarmasin. Aksi tersebut membuat Muchyar langsung memerintahkan stafnya menindaklanjuti. “Saat mendapat laporan, saya langsung menghubungi Kepala Bidang yang bertugas dalam bidangnya untuk melakukan pengecekkan langsung ke lapangan guna memastikan kebenaran video itu,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia sangat menyesalkan dengan sikap para warga yang hanya menonton kejadian itu. “Mengapa saat itu tidak ada warga yang menegur atau memarahi orang yang melakukan aksi ini,” ungkapnya.

Sehingga, ia berharap kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin pada umumnya agar lebih bisa memiliki jiwa kepemilikan yang tinggi terhadap fasilitas yang ada. “Karena pot yang hancur itu kan memakai uang dari masyarakat juga, kalau ada oknum dengan sengaja merusak fasilitas umum itu berarti sia-sia uang rakyat,” tukasnya.

Sementara itu, hingga saat berita ini ditulis, Plt Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar terkait perkembangan kasus perusakan fasilitas umum tersebut. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap