Connect with us

Kota Martapura

Sebuah Kontrakan Terbakar di Indrasari, 9 Orang Kehilangan Tempat Berlindung

Diterbitkan

pada

Kebakaran rumah kontrakan di Indrasari pada Kamis (3/9/2020) dini hari di Indrasari. Foto: UPT damkar Banjar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Si jago merah kembali mengamuk di jalan Masjid Gg Jati, RT 02 Indrasari, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Kamis (3/9/2020) dini hari.

Sontak hal tersebut membuat warga sekitar terbangun dari tidur lelapnya, menyusul puluhan pemadam kebakaran yang berdatangan untuk memadamkan api yang masih berkobar.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 03:07 Wita.

Kepala UPT Damkar Gusti Yudhi, Kamis (3/9/2020) pagi kepada Kanalkalimantan.com mengatakan api membakar sebuah rumah kontrakan dua pintu dan menghabiskan sekitar 75% bagian dalam dan atap rumah.



Penghuni rumah tersebut adalah Edho -1 KK 4 jiwa- terbakar bagian rumah belakang, sedangkan almarhum Abah Zaki -5 jiwa- bagian depan rumah. “Ada 9 jiwa yang menjadi korban kebakaran dini hari tadi,” kata Gusti Yudhi.

“Petugas melakukan koordinasi, penyelamatan dan evakuasi serta operasi pemadaman bersama para relawan, di lokasi terdapat banyak sumber air sehingga operasi pemadaman tidak ada kendala,” ungkapnya.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran kali ini, kerugian ditaksir puluhan juta rupiah, penyebab kebakaran masih diselidiki pihak berwajib,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Martapura

Pergi Sore Hari, Identitas Mayat Mengapung di Irigasi Terungkap dari Honda Scoopy

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Evakuasi temuan mayat petugas PMI dan Emergency Banjar Reponse di saluran irigasi, Rabu (9/9/2020). foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di saluran irigasi Riam Kanan, pada Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 14:20 Wita, akhirnya terungkap.

Diketahui pria tewas tenggelam itu Muhammad Taufik (42), warga Loktabat Utara, Komplek Taman Bunga Lestari RT 16 RW 01, Kota Banjarbaru.

Pengungkapan mayat tenggelam masih mengenakan topi kupluk itu ditelusuri lewat sebuah sepeda motor Honda Scoopy merah hitam yang ditemukan di pinggir saluran irigasi.

Muhammad Taufik mengapung pertama kali dilihat oleh anak-anak yang ingin mandi di saluran irigasi Riam Kanan di kawasan desa Sungai Sipai, Martapura.



Honda Scoopy yang ditemukan di pinggir irigasi. foto: wahyu

Kapolsek Martapura Kota AKP Suroto melalui Kanit Reskrim Polsek Martapura Kota Iptu B Munthe kepada Kanalkalimantan.com mengatakan, tidak jauh dari lokasi mayat ditemukan, ada sebuah sepeda motor Honda Scoppy warna kombinasi hitam merah. Sebelumnya tidak diketahui siapa pemilik motor skutik itu, diduga motor matik tersebut adalah milik pria yang tenggelam, dan ternyata benar.

“Petugas kepolisian menghubungi istri korban yaitu Sumarni Ati untuk datang ke Rumah Sakit Ratu Zaleha Martapura. Sumarni Ati mengatakan suaminya sejak sore kemarin meninggalkan rumah, namun sejak malam korban dihubungi melalui handphone tidak aktif,” beber Iptu B Munthe.

Dari keterangan sang istri sepeda motor Honda Scoppy itu benar milik anaknya yang dibawa suaminya. Kini sepeda motor sudah diambil pihak keluarga, dan tidak barang-barang Muhammad Taufik yang hilang.

Evakuasi temuan mayat petugas PMI dan Emergency Banjar Reponse, Rabu (9/9/2020). foto: wahyu

Terhadap jenazah Muhammad Taufik tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan di tubuh atau luka terbuka akibat penganiayaan, pihak keluarga meminta tidak dilakukan pemeriksaan. Keluarga menerima dengan ikhlas atas peristiwa ini merupakan musibah dan  bersedia membuat surat penyataan untuk tidak dilakukan autopsi

Sebelumnya diberitakan dari keterangan saksi seorang anam bernama Abdurrahman (13) yang saat itu hendak mandi bersama menemukan orang mengapung di saluran irigasi.

Anak itu langsung teriak memanggil warga sekitar, lalu warga berdatangan mengevakusi ke pinggir irigasi.

“Saksi lainnya M Gazali mengikat mayat tersebut di kayu supaya tidak terbawa arus sambil menunggu petugas datang,” kata Iptu B Munthe.

Sementara korban diduga tenggelam, korban saat itu pergi seorang diri tidak bersama siapapun. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Martapura

Ada Skutik Tak Bertuan di Lokasi Penemuan Mayat Mengapung di Irigasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Emergency Banjar Response (EBR) dan PMI Banjar melakukan evakuasi mayat di irigasi Riam Kanan, Rabu (9/9/2020). foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Temuan mayat laki-laki yang mengapung di saluran irigasi Riam Kanan sempat dikira ayam.

Kondisi mayat tanpa identitas itu mengenakan baju warna abu-abu masih terpasang topi kupluk mengapung di kawasan simpang tiga Sungai Sipai, Rabu (9/9/2020) pukul 14:20 Wita.

Tak jauh dari lokasi mayat ditemukan, ada sebuah sepeda motor Honda Scoppy warna kombinasi hitam merah. Tidak diketahui siapa pemilik motor skutik itu, diduga motor matik tersebut adalah milik pria yang tenggelam.

Keterangan saksi mata di TKP, Rahman, seorang bocah kepada Kanalkalimantan.com mengatakan, melihat mayat tersebut sekitar pukul dua siang.



Emergency Banjar Response (EBR) dan PMI Banjar melakukan evakuasi mayat di irigasi Riam Kanan, Rabu (9/9/2020). foto: wahyu

“Tadi mau mandi ke irigasi sama teman, melihat ada yang mengapung dari kejahauhan. Saya kira seekor ayam, biasanyakan ayam kalau mati di sungai mengepung seperti itu. Pas mendekat membesar yang mengapung itu, naik teman saya melihat tidak tahunya orang,” beber Rahman.

Setelah meliat sesosok mayat tersebut, Rahman kontan berteriak meminta bantuan warga sekitar.

“Saya teriak minta bantuan, ada yang mendekat dan langsung menceburkan diri membawa mayat tersebut ke tepi irigasi,” pungkas Rahman.

Sementara itu, Kapolsek Martapura Kota AKP Suroto melalui Kanit Reskrim Polsek Martapura Kota Iptu B Munthe mengatakan, saat ini identias mayat di saluran irigasi Riam Kanan itu belum diketahui.

“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikian, sama sepeda motor itu kita masih melakukan penyelidikan, apakah sepeda motor tersebut milik korban atau bukan, kita masih selidiki lagi,” kata Iptu B Munthe.

Setelah ditemukan, Emergency Banjar Response (EBR) dan PMI Banjar langsung mengevakuasi mayat tersebut ke rungan pemulasaran jenazah RSUD Ratu Zelecha Martapura, guna dilakukan visum dan otopsi.   Penemuan mayat mengapung tersebut membuat perhatian warga yang sedang melintas. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->