Connect with us

Teknologi

Seharga Rp 185 Juta, Sony Kenalkan 400mm F2.8 Master Prime Lens

Diterbitkan

pada

Super-telephoto prime lens FE 400mm F2.8 GM OSS Foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sony mengenalkan super-telephoto prime lens FE 400mm F2.8 GM OSS (SEL400F28GM) dengan aperture besar. Lensa tersebut meskipun bentuknya besar, tapi diklaim sebagai lensa yang ringan untuk ukuran telephoto.

“Lensa tersebut memiliki berat 2.897 gram dengan menghadirkan cara yang praktis. SEL400F28GM tergolong ringan, karena memiliki desain optikal yang inovatif menggabungkan tiga elemen florit,” ujar Head of Digital Imaging Sony Indonesia Yamamoto Takatsugu di acara Sony Alpha Festival di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, 25 Agustus 2018, dikutip dari Tempo.co.

SEL400F28GM menggunakan dua extreme dynamic Linear Motors yang baru dikembangkan untuk menggerakkan fokus lensa, sehingga dapat menghasilkan peningkatan performa pelacakan subjek yang bergerak hingga sebesar lima kali lipat.

Motor juga didukung dengan algoritme gerak yang dikembangkan khusus untuk meminimalisir performa yang cepat dan akurat. Hal ini memungkinkan lensa untuk dapat menangkap momen dengan mudah secara dinamis, atau objek yang bergerak cepat.



“Kualitas gambar dengan menggunakan lensa tersebut terlihat detail dengan kontras dan resolusi yang terbaik,” tambah Takatsugu. “Lensa juga dilapisi Nano AR milik Sony untuk menjaga lensa dari refleksi, silau atau ghostling yang tidak diinginkan”.

Lensa dilengkapi fitur mekanisme apartur sirkular 11-bilah yang memungkinkan untuk menghasilkan gambar yang alami dan defokus latar belakang indah atau bokeh. Setiap lensa juga secara individual telah diuji dan disesuaikan pada tahap pembuatan untuk menghasilkan kualitas gambar yang maksimal.

“Dari segi ketahanan, Sony memberikan campuran magnesium yang tahan lama dengan penutup serat karbon yang ringan. Lensa juga tahan debu dan kelembaban dan dilapisi dengan florin yang berfungsi untuk terhindar dari kotoran dan bekas sidik jari,” kata Takatsugu.

Terdapat pengaturan pada lensa, termasuk tombol Full-Time DMF untuk mempermudah penggunaan fokus manual. Tombol fokus dapat diubah di empat lokasi yang berbeda pada barel lensa, menghadirkan akses mudah untuk mengakses Eye AF, dan cincin fokus yang memiliki Linear Response MF untuk fokus manual yang responsif.

Lensa terbaru Sony ini juga dibekali fitur stabilisasi optikal built-in untuk aksi olah raga dinamis dengan tiga pengaturan yang berbeda. Untuk harga dan ketersediaannya, “SEL400F28GM dibanderol seharga Rp 185,399 juta dan tersedia melalui pemesanan indent di Indonesia mulai September 2018 berdasarkan ketersediaan stok,” lanjut dia. (tmp)

Reporter : Tmp
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teknologi

Canggih, Peneliti Sebut Apple Watch Bisa Deteksi Gejala COVID-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Apple Watch 6 Series. [Apple]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Smartwatch, termasuk produk Apple yang dinamai Apple Watch ternyata tidak cuma seru digunakan untuk ekplorasi fungsi internet sampai e-mail. Atau menjadi pencatat saat berolah raga dengan fitur seperti pengukur detak jantung. Nah, fitur ini, ditambah beberapa hal seperti pengukur detak jantung, suhu tubuh, dan sebagainya juga mampu memberikan bantuan pengenalab gejala awal infeksi virus COVID-19.

Para peneliti di Mount Sinai, New York, menemukan bahwa Apple Watch dapat mendeteksi perubahan halus dalam detak jantung seseorang. Perangkat ini mampu menunjukkan kondisi itu sebelum pengguna merasa sakit atau terdeteksi melalui pengujian lab.

“Tujuan kami adalah menggunakan alat untuk mengidentifikasi infeksi pada saat mereka terinfeksi atau bahkan sebelum orang tahu bahwa mereka sakit,” kata Rob Hirten, Asisten Profesor Kedokteran di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City, dikutip dari CBS News, Sabtu (19/1/2021).

Penelitian ini menganalisis metrik yang melihat variasi waktu pada setiap detak jantung. Selain itu, penelitian ini juga mengukur sistem kekebalan tubuh para pengguna smartwatch. Riset ini juga dilakukan mulai dari 29 April dan 29 September.



Apple Watch SE. (Apple)

Menurut Hirten, detak jantung seseorang akan berubah ketika mereka terinfeksi COVID-19. Selain detak jantung, orang-orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala peradangan dalam tubuhnya.

“Ini memungkinkan kami untuk memprediksi bahwa orang sudah terinfeksi sebelum mereka menyadarinya,” tambahnya.

Bagi para pengidap COVID-19, mereka akan merasakan detak jantung yang lebih rendah. Berbeda dengan orang-orang yang dinyatakan negatif dari COVID-19.

Variabilitas detak jantung yang tinggi ini justru tidak berarti detak jantung orang itu meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem saraf orang yang diuji ternyata aktif, mudah beradaptasi, dan lebih tahan terhadap stres.

“Ini bisa menjadi cara pertama untuk mengendalikan penyakit menular dengan lebih baik,” jelas Hirten.(Suara)

Editor : Suara 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Teknologi

Apa itu Signal? Benarkah jadi Pesaing WhatsApp yang Lebih Aman?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Elon Musk, pemilik Tesla sekaligus orang terkaya di dunia, mengajurkan warganet pindah dari Whatsapp ke Tesla. Foto: Google Play Store
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Aplikasi berbagi pesan, Signal sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Apa itu Signal? Benarkah aplikasi yang disebut sebagai pesaing WhatsApp ini lebih aman?

Perubahan kebijakan privasi yang baru saja diumumkan oleh WhatsApp pada 7 Januari 2021 kemarin, membuat sebagian orang yang konsen terhadap data pribadi mulai berniat untuk meninggalkan aplikasi tersebut. Salah satunya adalah orang terkaya di dunia, yaitu Elon Musk selaku pemilik perusahaan mobil listrik Tesla dan roket SpaceX.

Elon Musk, baru-baru ini menyarankan apalikasi Signal kepada para followers-nya di Twitter. Signal adalah sebuah aplikasi perpesanan pesaing WhatsApp.

Karena termasuk tokoh yang cukup berpengaruh dalam dunia teknologi, ajakan Elon Musk ternyata banyak mendapatkan sambutan dari followers-nya. Hal ini terbukti dari banyaknya pengguna baru yang mendaftarkan diri ke aplikasi Signal. Dalam cuitan di Twitter, akun resmi Signal menyebutkan bahwa pengiriman kode verifikasi mengalami delay karena banyaknya orang yang mau mendaftar.



Apa itu Signal?
Sebenarnya, apa itu Signal? Signal merupakan aplikasi perpesanan sebagaimana WhatsApp. Aplikasi ini dapat diunduh di platform Android maupun iOS dan tersedia pula untuk versi desktop.

Seperti WhatsApp, Signal juga dapat digunakan secara gratis dan terenkripsi. Antarmuka aplikasi ini hampir serupa dengan WhatsApp, termasuk juga fitur-fitur yang ada di dalamnya. Tidak heran, karena ternyata pembuatnya adalah orang yang sama.

Signal dikembangkan oleh Signal Foundation dan juga Signal Messenger LLC. Signal Foundation adalah lembaga non-profit yang didirikan oleh founder WhatsApp, yaitu Brian Acton pada tahun 2018 silam, setelah dirinya hengkang dari Facebook Inc.

Berbeda dengan WhatsApp, Signal dikembangkan dengan model swadaya, di mana pengguna bisa menjadi donatur untuk Signal Foundation yang menyebut ingin mengembangkan layanan komunikasi yang mengutamakan privasi. Aplikasi ini disebut-sebut tidak menyimpan data penggunanya sama sekali.

Hal ini juga diungkapkan oleh Forbes yang memaparkan perbandingan metadata dari berbagai aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, iMessage, Facebook Messenger, hingga Signal. Dari tabel yang ditampilkan, Signal tidak menghimpun data apapun dari penggunanya, selisih yang jauh berbeda dari metadata yang dihimpun dari WhatsApp dan Facebook Messenger.

Bagaimana Sistem Keamanan Signal?
Dalam laman kebijakan privasinya, Signal mengklaim bahwa mereka telah menggunakan enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) dan sistem keamanan yang lebih modern. Semua pesan dan panggilan yang dilakukan setiap pengguna akan dienkripsi sepenuhnya.

Tidak hanya pesan, namun informasi pengguna, termasuk nomor yang digunakan untuk registrasi, profil, serta foto profil juga akan dienkripsi. Bahkan pada 2018 lalu, Signal telah memperkenalkan Sealed Sender, yaitu fitur privasi mutakhir yang akan menyembunyikan siapa pengirim pesan dan siapa penerimanya. Tentu saja fitur ini akan semakin melindungi metadata pengguna di sistem back-end.

Dengan alasan keamanan, apakah kamu tertarik untuk mencoba dan beralih ke aplikasi Signal? Aplikasi Signal dapat diunduh secara gratis di Play Store (Android), atau di App Store (iOS).

Demikian penjelasan apa itu Signal, aplikasi yang disebut-sebut menjadi pesaing dari WhatsApp. (suara.com)

Editor : Kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->