Connect with us

Pemprov Kalsel

Sektor Srategis Tunjukan Keberhasilan, Pemprov Kalsel Raih WTP Atas LKPD 2018!

Diterbitkan

pada

Pemprov kembali raih opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2018. Foto: humas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2018.

LHP disampaikan oleh Anggota VI Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Prof Harry Azhar Azis diterima oleh Gubernur Provinsi Kalsel, H Sahbirin Noor, Selasa (21/5).

Penyerahan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel disaksikan oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Burhanuddin, para Anggota Dewan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, Anggota VI BPK RI, Prof Harry Azhar Azis mengapresiasi perkembangan kemajuan sektor pembangunan strategis di Kalsel. “Berdasarkan data dari BPS pertumbuhan ekonomi di Kalsel dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dengan besaran 4,38 persen, 5,01 persen dan 5,13 persen,” ujarnya.



Selain itu, tercatat juga tingkat kemiskinan tiga tahun terakhir di tingkat 4,52 persen, 4,70 persen dan 4, 65 persen, dimana tingkat kemiskinan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018 lebih rendah dari tingkat kemiskinan nasional sebesar 10,12 persen.

Tingkat pengangguran dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan dengan besaran yaitu 5,45 persen, 4, 77 persen dan 3, 50 persen. Dimana tingkat pengangguran tahun 2018 lebih rendah dari tingkat pengangguran nasional sebesar 5,01 persen. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel dalam tiga tahun terakhir yaitu 70,017; 69,65; 70,71.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengucapkan syukur atas diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian secara 6 kali berturut-turut. “Alhamdulillah, hari ini kita kembali meraih opini WTP dalam laporan keuangan daerah, WTP itu sangat penting dan sangat berarti, karena mencerminkan tata kelola keuangan daerah yang tertib, rapi dan sesuai dengan aturan,” ucap Paman Birin.

Paman Birin mengatakan, raihan ini menjadi motivasi seluruh jajaran Pemprov Kalsel untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan. “Jika ada rekomendasi segera tindak lanjuti, cermati jangan sampai terabaikan, demi tercapainya tatakelola keuangan daerah yang lebih baik dan berkualitas,” ucapnya.

Menurut Gubernur Kalsel, terus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan tanpa kecuali perbaikan pengelolaan di sektor keuangan, upaya perbaikan itu dituangkan dalam misi ke dua yaitu mewujudkan tatakelola pemerintahan yang profesional dan dan berorientasi pada pelayanan publik.

Terkait dengan pengelolaan keuangan daerah kami terus meningkatkan dan menyempurnakan aplikasi untuk tata kelola keuangan daerah, selain itu, kemampuam SDM yang mengelola keuangan daerah juga ditingkatkan terutama dalam menerapkan laporan keuangan berbasis akrual.

Gubernur berharap tatakelola keuangan yang baik diharapkan membawa dampak yang positif dalam meningkatkan pembangunan, kesejahteraan, serta meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. (Rico)

Reporter:Rico
Editor:Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pemprov Kalsel

Jalan Baru ke Makam Datu Kelampayan Dilanjutkan, PUPR Terkendala Pembebasan Lahan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebagai salah satu tempat tujuan wisata religi yang ada di Provinsi Kalimantam Selatan, Makam Syekh Muhammad Arsyad al Banjari atau biasa disebut Datuk Kelampayan, memiliki penziarah yang banyak. Meskipun begitu, akses jalan menuju makam nyatanya masih dirasa terlalu jauh dan memerlurkan jarak tempuh yang cukup lama jika melewati jalan A Yani.

Maka dari itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel melalui Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu.

“Pembangunan jalan ini selain diperuntukan bagi para penziarah, tetapi juga diharapkan dapat manjadi arus perekonomian yang baik para petani terutama sebagai jalan untuk mengangkut hasil tani ketika masa panen datang,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, Rabu (19/2/2020) siang.

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel

Dari total panjang jalan yang akan dibangun sejauh kurang lebih 5,2 Km di tahun 2019 lalu dengan anggaran Rp 19 miliar. Pengerjaan telah sampai pada penimbunan tanah 1 Km dengan lebar 29 meter. Sedangkan, untuk perkerasan jalan baru sejauh 500 meter.



Yasin menyebut untuk di tahun 2020 ini rencananya akan dilakukan pengerjaan dengan melanjutkan proses pengaspalan jalan dengan jarak 500 meter dan penimbunan tanah 1 Km. Namun begitu, dirinya mengakui pembebasan lahan merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalan ini.

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel

“Untuk lahan itu sendiri sampai sekarang masih ada beberapa kepala keluarga yang belum mau membebaskan lahannya. Kami berharap untuk masalah pembebasan lahan ini akan berjalan lancar sehingga pembangunan jalan ini akan cepat selesai juga,” aku Kabid Bina Marga.

Perlu diketahui, total pembangunan jalan alternatif menuju Datuk Kelampayan ini diperkiran akan mencapai Rp 90 miliar. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pemprov Kalsel

Pohon Mersawa yang Ditanam Jokowi Meranggas, Ini Penjelasan Litbang LHK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon Mersawa yang ditanam Presiden Jokowi kondisinya meranggas. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (anisoptera sp) di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia, kawasan perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru yang ditanam Presiden Joko Widodo, kini terlihat meranggas. Ini ditandai dengan daunnya yang mengering dan mulai berguguran.

Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru Rusmana mengatakan ini adalah hal yang biasa terjadi pada tanaman yang baru dipindahkan.

“Apalagi, pohon yang dipindahkan relatif besar seperti ini, ya perlu waktu untuk beradaptasi,” ujar Rusmana melalui pernyataan tertulisnya, Senin (17/2/2020) kemarin.

Tindakan pemeliharaan, harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Sebagaimana dijelaskan Rusmana, bila tiada hujan pohon harus disiram 2 kali sehari (pagi dan sore). Termasuk balutan pada batangnya. “Pohon disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (zat pengatur tumbuh) perangsang tunas dan akar, seperti pupuk daun Hantu Jimmy,” tuturnya.



Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang dan ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap minggunya, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya lagi. Untuk mengendalikan hama atau insektan diberikan puradan pada lantai tanah sekitar tanaman 2 minggu sekali dengan dosis 5 gram/m2.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini tanaman masih hidup. “Saya cek batang pohon masih segar dan hijau. Walaupun daun rontok, ini lebih karena transpirasi yang besar dibanding dengan daya hisap akar terhadap air dan nutrisi tanah. Artinya fungsi akar masih belum optimal, karena masih adaptasi,” tandasnya.

Terakhir, ia menyarankan agar sekeliling pohon dipasang sarlon net, dibantu dengan tiang yang menancap ke dalam tanah minimal 1 meter dan dicor. “Sarlon dengan intensitas 70 persen, bertujuan mengurangi sengatan matahari dan tiupan kencang. Selain itu berfungsi untuk menekan transpirasi pohon,” ujarnya.

Pohon Mersawa yang masih famili Dipterokarpa ini, dikenal dengan sebutan Pohon Jokowi, karena ditanam oleh Presiden Joko Widodo saat puncak acara Hari Pers Nasional (HPN 2020) awal Februari lalu. Dengan pemeliharaan yang masif, tentunya diharapkan pohon akan terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->