Connect with us

Kota Banjarbaru

Seluruh Kantor di Pemko Banjarbaru Ditutup 2 Hari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menyusul Wali Kota Banjarbaru hingga Sekda Terpapar Covid-19


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Aktivitas di halaman Balai Kota Banjarbaru. Foto: Dokumentasi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Satu per satu para pejabat pemerintah di kota Banjarbaru terpapar Covid-19. Hal ini memunculkan potensi adanya klaster penyebaran virus di lingkungan perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemko Banjarbaru mengumumkan menutup seluruh layanan di perkantoran dinas maupun unit kerja, selama dua hari, yakni Senin (3/8/2020) hingga Selasa (4/8/2020).

Selama penutupan ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPDB) akan melakukan sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh perkantoran milik Pemko Banjarbaru.

Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, mengatakan bahwa kebijakan kerja ini telah tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 30 Juli kemarin. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat bahwa pelayanan harus dihentikan sementara waktu.



“Kami mohon maaf kepada masyarakat bahwa kegiatan pelayanan tidak dapat dilaksanakan, pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2020. Dua hari itu kita gunakan untuk kegiatan sterilisasi seluruh kantor dan unit pelayanan di lingkup Pemko Banjarbaru,” ujar Jaya, Sabtu (1/8/2020), melalui video conference.

Meskipun aktivitas perkantoran diliburkan, namun 30 persen pegawai di setiap kantor tetap diwajibkan hadir melakukan penataan dan pembersihan lingkungan kantor setelah proses sterilisasi.

Baca juga: BREAKING NEWS. Sekda dan 4 Pejabat Banjarbaru Terpapar Covid-19

Jaya mengatakan selain menutup layanan di perkantoran, pihaknya juga telah mengambil kebijakan terkait jam kerja pegawai ASN -aparatur sipil negara-. Dijelaskannya, sejak 5 Agustus sampai dengan 31 Agustus nanti, seluruh ASN akan melaksanakan tugas kedinasan di Kantor (WFO) dan tugas kedinasan di rumah (WFH) dengan persentase 50 persen berbanding 50 persen.

“Kalau sebelumnya itu perbadingannya 60 persen WFO dan 40 persen WFH. Nah, sekarang kita buat 50 persen WFO dan 50 persen WFH. Pelaksankaan tugas kedinasan ini diberlakukan sampai akhir Agustus,” lanjut Jaya.

Update data kasus Covid-19 di Kota Banjarbaru per 1 Agustus 2020. grafis: gugus tugas covid-19 banjarbaru

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, mengatakan kebijakan ini juga berlaku di fasilitas kesehatan, seperti halnya di Puskemas. Bahkan, menurutnya penularan virus di layanan kesehatan juga sangat rawan dibandingkan layanan publik.

“Kami mohon maaf karena pelayanan kesehatan juga haru ditutup sementara waktu. Karena terus terang di puskesmas, sangat rentan sekali penularan Covid-19,” ujar Rizana.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, para pejabat di roda Pemko Banjarbaru telah bertumbangan akibat hantaman gelombang penyebaran Covid-19. Pada, pekan lalu Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani dan istri, lebih dulu dinyatakan terpapar virus.

Atas faktas, maka seluruh pejabat yang berkontak erat dengan sang Wali Kota, mau tidak mau juga harus menjalani tes swab. Hasilnya, Kamis (30/7/2020) kemarin, 5 pejabat tinggi lainnya juga dinyatakan terpapar.

Mereka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, H Said Abdullah, termasuk beserta sopir dan ajudan.

Lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banjarbaru Hanafi dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Banjarbaru Jainudin

Serta, Kepala Bagian Hukum Pemko Banjarbaru Gugus dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sri Lailana. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Dhani



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kota Banjarbaru

Wawali Jaya Mulai Terapkan ‘Resep Rahasia’ Madu Hutan untuk Pasien Covid-19!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya membagikan madu hutan kepada pasien Covid-19 Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Belajar dari pengalaman Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kesembuhan tertinggi kasus Covid-19, Pemko Banjarbaru mulai ambil inisiatif.

Penerapan pola hidup sehat di wilayah beribukota Balilkpapan tersebut kini menjadi acuan sejumlah daerah, salah satunya Kota Banjarbaru.

Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan dalam mengadopsi rahasia penyembuhan yang diterapkan di Kalbar, yakni menyarankan kepada pasien yang terpapar Covid-19 untuk mengonsumsi menu harian berupa madu. “Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kalbar sangat tinggi. Sebab, pasien disana disarankan mengonsumsi madu yang dicampur dengan teh hangat tawar,” ucapnya, Rabu (5/8/2020).

Tak hanya itu, pasien Covid-19 juga disarankan untuk mengonsumsi 1 buah alpukat 1 perhari tanpa gula, pepaya 1 potong sedang 3 kali sehari, putih telur rebus 2 kali sehari pagi dan siang, serta buah jeruk untuk memenuhi kebutuhan vitamin C.



“Selain madu, makanan yang sehat misalnya produk herbal, jamu daun sungkai, jamu berbahan dasar dari jahe dan lainnya bisa dikonsumsi,” cerita Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Diakui Jaya, secara pribadi dirinya telah mendistribusikan madu hutan guna meningkatkan imunitas para pasien Covid-19 di Banjarbaru. Madu tersebut diberikan ke sejumlah tempat, dimana para pasien yang terpapar virus menjalani karantina dan perawatan.

“Kemarin saya mengantarkan madu hutan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) idaman dan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), tempat karantina yang dikelola oleh Pemko Banjarbaru. Kita juga memberikan madu kepada petugas yang sudah melakukan sterilisasi perkantoran selama beberapa hari terakhir,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan yakni pakai masker, rajin cuci tangan dan tetap jaga jarak. “Semoga yang sehat tetap sehat dan yang sakit menjadi sembuh dan sehat kembali,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Sempat Disoal, SPBU dekat Sungai Kemuning Sudah Kantongi Izin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pembangunan SPBU di dekat jembatan kembar Loktabat, jalan A Yani Km 33. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan A Yani Km 33, Kota Banjarbaru, sempat menjadi sorotan.

Sebab, selain berada di jalur utama kota yang padat lalu lintas, lokasi SPBU ini juga persis berada di bantaran Sungai Kemuning Banjarbaru yang dikhawatirkan akan mencemari air sungai. Beberapa batang pohon yang berada di bahu jalan juga menjadi korban -ditebang- dalam proses pembangunan SPBU tersebut.

Lantas, apakah pembangunan SPBU tersebut sudah dikaji dan mengantongi berbagai izin dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru?

Berbicara soal letak lokasi, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru Ahmad Syaidan mengklaim lokasi SPBU tersebut sudah memenuhi kriteria.



“Dari segi tata ruang sudah memenuhi, karena di sekitar 100 meter jalan A Yani itu peruntukannya bagi perdagangan dan jasa. Nah, SPBU ini masuk dalam perdagangan dan jasa,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Menurut Syaidan -sapaan akrabnya, SPBU tersebut juga telah mengantongi izin yang diperlukan. Seperti halnya izin lingkungan atau Andal (Analisa Dampak Lingkungan) dan Andal Lalin (Lalu Lintas).

“Kalau dari segi tata ruang, tidak ada masalah. Kita juga menyetujui pembangungan SPBU ini karena kelengkapan izinnya sudah terpenuhi,” lanjutnya.

Hal ini juga didukung melalui klaim oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru. Dalam hal ini, Kasi Pemantauan, Pengawasan dan Kajian Dampak Lingkungan (PPKDL) Rusmilawati, menyatakan bahwa dokumen dan izin lingkungan pembangunan SPBU tersebut telah diterbitkan.

“Untuk dokumen lingkungannya dan izin lingkungannya sudah terbit. Dan, untuk Andal Lalin sudah diproses juga oleh Balai Jalan Kementerian Perhubungan,” aku Mila.

Sebelum proses dokumen dan izin lingkungan diterbitkan, kata Mila, sosialisasi dengan warga di Kelurahan Loktabat Utara dan Selatan lebih dulu telah dilakukan. Bahkan, warga telah menyetujui pembangunan SPBU tersebut, dibuktikan dengan adanya dokumen berita acara persetujuan.

Ditanya soal penebangan pohon yang sempat jadi perhatian, Mila menegaskan, hal itu sudah mengantongi izin dari pihaknya.

“Untuk penebangan pohon itu sudah berkoordinasi dengan DLH juga melalui seksi pemeliharaan,” jawabnya.

Mengingat jalan A Yani statusnya adalah jalan nasional, maka kajian Andal Lalin untuk pengaturan rekayasa jalan menjadi wewenang Balai Jalan Kemenhub. Dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Andal Lalin yang mengerjakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD),” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Ahmad Yani Makkie. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->