Connect with us

Pendidikan

Semarak 23 Tahun BAF, Bantu Pendidikan Anak Indonesia Melalui CSR BAF Peduli

Diterbitkan

pada

Menyambut BAF 23rd Anniversary dan rangkaian kegiatan Semarak BAF 23 tahun, BAF kembali menunjukkan komitmennya di dunia pendidikan melalui program ‘Caring for Children’. Foto: BAF
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi aspek kesehatan dan aspek perekonomian Indonesia. Aspek pendidikan pun turut terkena imbasnya dengan penerapan School from Home baik dari tingkat TK hingga Universitas.

Kondisi ini pun lantas menimbulkan permasalahan baru yaitu meningkatnya ketimpangan akses pendidikan antardaerah di Indonesia. Sebagai perusahaan yang mempunyai andil dalam memajukan kesejahteraan bangsa, hal inilah yang melatarbelakangi PT Bussan Auto Finance (BAF) untuk ikut memberikan sumbangsihnya kepada anak-anak Indonesia agar dapat terus menikmati akses pendidikan yang layak di tengah keterbatasan yang harus mereka hadapi.

Dalam rangka menyambut BAF 23rd Anniversary dan rangkaian kegiatan Semarak BAF 23 Tahun, program Corporate Social Responsibility (CSR) kali ini kembali mengusung tema “Caring for Children”.

Tema yang sama juga diusung BAF dalam Program Anak Asuh (Orang Tua Asuh dari Karyawan BAF) pada HUT Gedung BAF Plaza ke-1 bulan Juni 2020 yang lalu, dimana dalam program tersebut BAF dan para Karyawannya memberikan bantuan pendidikan untuk 400 anak asuhnya di Bengkulu.



CSR BAF Peduli “Caring for Children” ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BAF dalam mewujudkan cita-cita anak bangsa dan perbaikan kualitas pendidikan seluruh Indonesia. Kegiatan CSR ini diselenggarakan serentak pada tanggal 18 September 2020 di 23 (dua puluh tiga) kota di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Di antaranya Langsa, Batam, Jambi, Cileungsi, Kudus, Lumajang, Yogyakarta, Martapura, Tanah Grogot, Pontianak, Palangkaraya, Gianyar, Lombok, Bima, Kupang, Kendari, Luwuk, Mamuju, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Merauke.

Pemilihan 23 lokasi ini merupakan simbolis dari usia BAF yang menginjak angka ke-23 tahun dan sebagai perwakilan wilayah dari Kantor Cabang BAF dari Sabang hingga Merauke.

Lynn Ramli, Presiden Direktur PT Bussan Auto Finance mengatakan pada kegiatan CSR tahun pihaknya tetap konsisten dan berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada anak-anak Indonesia yang menjadi masa depan bagi pembangunan bangsa ini.

“Sehingga tema BAF Caring for Children menjadi tema utama dalam kegiatan sosial perusahaan,” katanya.

Menurut Lynn Ramli, bantuan yang diberikan dalam kegiatan CSR di usia BAF yang ke-23 Tahun, di antaranya adalah perbaikan sarana prasarana sekolah, asrama maupun TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an), alat perlengkapan sekolah, penyediaan fasilitas sanitasi, sarana cuci tangan untuk kebersihan dan kesehatan anak, sertabantuan sembako bagi panti asuhan.

“Selain pelaksanaan CSR BAF Peduli “Caring for Children”, BAF juga memberikan donasi senilai Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dalam penutupan event BAF Lions Virtual Run 2020 “Run for Vision” yang akan diselenggarakan pada akhir acara di September ini. Donasi akan diserahkan kepada Yayasan Lions Indonesia untuk kemudian disalurkan sebagai bantuan bagi anak-anak Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan penglihatan,” terang Lynn.

BAF Lions Run “Run for Vision” awal rencana diselenggarakan pada Minggu, 22 Maret 2020 di The Breeze, BSD.

Namun mengingat kesehatan para peserta lari adalah prioritas utama BAF, penyelenggaraan charity run ini diubah formatnya menjadi virtual run untuk mendukung penerapan PSBB yang dilakukan oleh pemerintah. Hampir tiga ribu pelari yang terdaftar dapat melakukan virtual run dalam kurun waktu 1 – 20 September 2020.

“Sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor baru Yamaha, motor bekas, mobil, elektronik, gadget & perlengkapan rumah tangga, Dana Syariah hingga mesin pertanian, BAF akan terus melakukan kegiatan CSR secara rutin setiap tahun sebagai komitmen rasa kepedulian perusahaan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Kegiatan CSR BAF Peduli “Caring for Children” maupun BAF Lions Virtual Run 2020 “Run for Vision” yang bertepatan dengan momentum perayaan HUT BAF ke-23 pada tanggal 24 September 2020 mendatang, diharapkan mampu mendorong semangat anak-anak Indonesia untuk tetap melanjutkan pendidikannya di tengah situasi pandemi COVID-19 ini. Kami juga berharap dengan aktivitas ini dapat meringankan beban anak-anak Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan penglihatan mata.

Tentang PT BAF
Perjalanan PT Bussan Auto Finance (“Perseroan”) diawali pada tahun 1995 dengan nama PT Pembiayaan Getraco Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaan, dan menjadi perusahaan joint venture antara PT Danamon Sanggrahan, Mitsui dan Yamaha pada tahun 1997 yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor baru Yamaha.

Nama Perseroan pun berubah menjadi PT Danamon Mits Otomotif Finance dan tanggal 24 September 1997 diperingati sebagai hari ulang tahun Perseroan hingga saat ini. Pada tahun 1998, Mitsui & Co., Ltd. membeli seluruh kepemilikan PT Danamon Sanggrahan sehingga mengakibatkan Mitsui & Co., Ltd.

menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan sebesar 75%, sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Lenggara Gunasejahtera (15%), Yamaha Co., Ltd., Jepang (7%) dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (3%).

Sebagai akibat dari akuisisi tersebut, nama Perseroan diubah menjadi PT Bussan Auto Finance dengan fokus bisnis tetap sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor baru khusus merek Yamaha. Pada tahun 2004, seluruh saham milik PT Lenggara Gunasejahtera dijual kepada PT Mitsui Indonesia. Pada tahun 2013, Perseroan melakukan peningkatan modal melalui penerbitan saham baru yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Ciptadana Capital, salah satu perusahaan afiliasi dari Grup Lippo dan Yamaha.

Pada tahun 2018, Mitsui & Co., Ltd. menambah kepemilikan sahamnya dengan mengakuisisi seluruh kepemilikan saham PT Ciptadana Capital, sehingga komposisi pemegang saham Perseroan menjadi Mitsui & Co., Ltd. sebesar 68,3%, PT Mitsui Indonesia sebesar 11,7%, Yamaha Motor Co., Ltd. sebesar 17,7% dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebesar 2,3%.
Pada tahun 2019, seluruh saham Perseroan milik PT Mitsui Indonesia dan sebagian saham Perseroan yang dimiliki Mitsui & Co. Ltd dibeli oleh PT Sinergi Autoindo Abadi yang mengakibatkan terjadinya perubahan kepemilikan pemegang saham Perseroan menjadi Mitsui & Co., Ltd. sebesar 65,0%, Yamaha Motor Co., Ltd. sebesar 17,7%, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebesar 2,3%, dan PT Sinergi Autoindo Abadi sebesar 15,0%.

Seiring pertumbuhan dan perkembangan kebutuhan masyarakat, Perseroan terus berinovasi untuk menjadi solusi pembiayaan bagi kebutuhan masyarakat. Perseroan tidak hanya menyediakan produk pembiayaan sepeda motor baru merek Yamaha tetapi juga pembiayaan motor bekas untuk berbagai merek, Dana Syariah yang merupakan produk pembiayaan berbasis syariah, pembiayaan multiproduk yang meliputi peralatan elektronik dan rumah tangga, pembiayaan mesin pertanian, serta pembiayaan mobil baru untuk berbagai merek.

Kegiatan usaha Perseroan terus berkembang dan per tanggal 30 Juni 2020, Perseroan telah beroperasi di 254 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 188 kantor cabang, 37 point of services (“POS”) dan 29 Griya yang didukung oleh lebih dari 5.700 karyawan. Perseroan juga telah memperluas jaringan pelayanannya dengan menambah titik-titik pembayaran angsuran melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang meliputi jaringan layanan perbankan, gerai ritel dan platform pembayaran elektronik.

Perseroan telah terdaftar dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan juga Biro Kredit. Dalam melaksanakan bisnisnya, Perseroan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Kanalkalimantan.com/cel/adv)

Reporter : adv
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pendidikan

Khawatir Lost Learning, Alasan Nadiem Minta Seluruh Sekolah Dibuka Lagi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Risiko kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau lost learning muncul dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan demikian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar segera membuka sekolah tatap muka bagi yang tidak bisa menjalankan PJJ.

Nadiem mengatakan kalau pembukaan sekolah tatap muka menjadi satu-satunya solusi agar para siswa tidak mengalami ketertinggalan. Menurutnya masalah itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemda untuk membantu akselerasi sekolah tatap muka di tempat-tempat yang paling sulit melakukan online.

“Jadi kami akan medampingi pemeritnahan daerah yang mungkin banyak dari mereka yang mungkin pelan-pelan di tempat-tempat 3T kita akan dorong untuk membantu memfasilitasi tersebut,” kata Nadiem dalam sebuah diskusi daring, Jumat (22/1/2021).

Nadiem mengaku kalau learning lost itu menjadi sesuatu hal yang sangat sulit dihindari dalam situasi PJJ. Jalannya PJJ juga dipahami Nadiem menjadi suatu proses yang sulit dan menimbulkan banyak sekali skenario situasi yang kurang optimal.



Meski demikian, ia berharap dengan adanya assesment nasional pada September 2021 bisa mengubah tren learning lost itu sendiri.

Pihaknya telah menginisiatif untuk memastikan para siswa tidak mengalami learning lost, mulai dari pemberian kuota secara gratis, pemanfaatan dana BOS untuk pembelian android dan laptop, pemberian modul pembelajaran, kurikulum darurat, pelatihan untuk guru bahkan modul untuk orang tua pun diupayakan diberikan oleh Kemendikbud.

“Jadi semua hal ini untuk memitigasi,” ucapnya.
Tetapi, Nadiem mengatakan kalau upaya-upaya tersebut memang tidak bakal seoptimal dengan sekolah tatap muka. Dengan begitu, ia masih meminta kepada pemda-pemda yang memiliki sekolah dengan kesulitan menjalankan PJJ untuk segera memulai pembelajaran secara tatap muka.

“Jadi tolong bagi para pemda-pemda di mana sekolah-sekolahnya pling sulit melakukan PJJ harap segera memulai dilakukan,” tuturnya.

“Toh pombukaan tatap muka tersebut itu dilakukan protokol kesehatan dan cuman kapasitas 50 persen, tidak sama seperti biasanya.” (suara)

Editor: cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Varian Covid-19 Kini Rentan Sasar Anak, IDI Minta Hati-hati Buka Sekolah!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

IDI menyebut varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris lebih banyak menyasar anak-anak ketika sekolah dibuka. Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Munculnya varian baru Covid-19 di Inggris yang lebih banyak menyasar anak-anak, harus disikapi lebih waspada. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan pemerintah hati-hati ketika membuka kembali sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19.

“Kembali untuk penerapan di Indonesia, kita [positivity rate] di atas 10 persen, harus hati-hati buka sekolah. Jadi mohon diperhatikan jika terpaksa dibuka maka harus monitor sangat amat ketat dan kalau perlu kebijakannya disesuaikan,” kata Zubairi dalam dialog ‘Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing’ di YouTube BNPB, Selasa (29/12/2020).

Berdasarkan data mingguan Satgas Covid-19 per 14 Desember-20 Desember, angka positivity rate Indonesia sebesar 18,26 persen. Angka tersebut hampir empat kali lebih tinggi dari ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 5 persen.

Zubairi mengatakan saat sekolah di Inggris tetap dibuka, ditemukan anak-anak lebih banyak terinfeksi varian virus corona baru daripada varian yang lama. “Dari situ disimpulkan baru saja datang pun, [virus] ternyata bisa cepat menyebar,” kata Zubairi dilansir cnnindonesia.com.



Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membolehkan pembukaan sekolah di semua zona mulai Januari 2021. Nadiem menyerahkan keputusan pembukaan sekolah kepada pemerintah daerah, pihak sekolah, serta orang tua murid.

Namun, beberapa daerah memutuskan menunda pembukaan sekolah, seperti Jawa Tengah hingga Kota Palembang, Sumatera Selatan. Komisi X DPR juga meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pembukaan sekolah Januari 2021.

Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan 78,17 persen dari 62.448 siswa setuju sekolah tatap muka dilakukan Januari 2021. Hasil ini ditemukan berdasarkan survei daring pada 11-18 Desember 2020.

Banjarmasin Tetap Jalan
Meski dua kelurahan masih ditetapkan sebagai zona merah, Pemko Banjarmasin tetap akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah di kawasan Zona Hijau dan kuning pada Januari, 2021.

Hal tersebut ditegaskan Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto yang mengatakan program tersebut tetap berjalan dengan pengawasan ketat. “Hanya saja yang zona merah memang tidak dilakukan sekolah tatap muka karena tak ingin mengambil risiko,” tegasnya.

Sementara itu, untuk tingkat SMP yang semula direncanakan melaksanakan tahapan transisi PTM pada minggu pertama Januari 2021, bergeser ke minggu kedua. Langkah tersebut dilakukan guna lebih mempersiapkan siswa pasca mengikuti ulangan. “Jadi kemungkinan pada minggu kedua tanggal 11. Ini untuk memberikan waktu persiapan,” jelasnya.

Untuk tahapan simulasi PTM di tingkat SD direncanakan pada pekan ketiga atau tanggal 18 Januari 2021, dan akan disusul TK/PAUD. Menurut Totok, Disdik Banjarmasin juga berencana menggelar rapat bersama Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, di Balai Kota, Selasa (29/12/2020) hari ini.

Pertengahan November lalu empat sekolah jenjang SMP di Banjarmasin, telah melaksanakan simulasi PTM di sekolah. Simulasi belajar di sekolah itu terlaksana selama 14 hari, berturut-turut. Dengan mekanisme. 50 persen dari kapasitas normal kelas.(Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->