Connect with us

Olahraga

Sempat Buat Gaduh, Bagus Kahfi Minta Maaf ke Barito Putera

Diterbitkan

pada

Bagus Kahfi mengenakan jaket Utrecht FC. (Instagram/@baguskahfiii).
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Amiruddin Bagus Kahfi menyampaikan permintaan maaf kepada klubnya Barito Putera atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini. Ia mengaku sama sekali tidak ada maksud untuk membuat hal tersebut terjadi.

Seperti diketahui, masalah Bagus dan Barito Putera jadi bahan pembicaraan baru-baru ini. Hal ini bermula saat saudara kembar Amiruddin Bagas Kaffa ini menuliskan curahan hatinya soal kegagalannya membela klub Belanda, FC Utrecht.

Akibat unggahan itu netizen beramai-ramai menyerang Barito Putera karena tidak mau memberikan jalan kepada Bagus untuk mewujudkan mimpi merumput di Eropa.

Seperti diketahui, dalam permasalahan ini ada sedikit perbedaan pendapat yang menyebabkan Bagus gagal berkarier di FC Utrecht. Klub Negeri Kincir Angin tersebut memberi tenggat kepada Barito Putera untuk memberikan surat keluar Bagus.



 

Tak ada respons dari waktu yang sudah ditentukan FC Utrecht pun akhirnya menarik minat mereka terhadap Bagus Kahfi. Sekedar informasi, Bagus masih memiliki sisa kontrak di Barito Putera hingga Desember 2021 dan diharapkan ada komunikasi yang yang dilakukan oleh FC Utrecht.

“Saya terkejut ada kegaduhan karena kesalahpahaman unggahan saya di media sosial. Hari ini saya pastikan, tidak ada masalah lagi, dan Barito Putera justru memberikan dukungan untuk saya tentunya dengan proses yang tepat dan profesional,” tulis Bagus di akun Instagram pribadinya @baguskahfiii.

“Saya meminta maaf ke keluarga besar Barito Putera, suporter Barito Putera dan Masyarakat Kalimantan Selatan. Terima kasih, jaya selalu untuk Barito Putera,” Bagus menambahkan.

Sekedar mengingatkan, Bagus dilirik FC Utrecht, berkat adanya rekomendasi dari direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise. Legenda Chelsea tersebut menilai sang pemain punya kemampuan untuk bersaing dengan para pesepakbola di Eropa.

Sebelumnya, Bagus juga sempat bergabung dengan FC Utrecht beberapa waktu lalu. Namun, saat itu ia hanya melakukan rehabilitasi cedera lutut yang dideritanya. (suara.com)

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Olahraga

Borneo FC Berharap Jokowi Turun Tangan Terkait Ketidakjelasan Kompetisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana latihan tim Borneo FC jelang pertandingan di Liga 1 2019. [BorneoFC.id/capture]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Manajer Borneo FC, Farid Abubakar, mempertanyakan alasan apa yang membuat izin bergulirnya kompetisi di Indonesia tak kunjung keluar. Ia merasa heran, kegiatan lain diperbolehkan sedangkan sepak bola tidak.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 membuat kompetisi sepakbola di Tanah Air tidak jelas. Kepolisian belum mau memberikan izin kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk menjalankan kembali liga pada Februari 2021.

Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB memang merencanakan kembali jalankan kompetisi setelah terhenti pada Maret 2020 karena pandemi COVID-19.

Februari 2021 dipilih karena pada Oktober lalu, PSSI dan PT LIB tak mendapatkan izin dari kepolisian, dengan pertimbangan masih tingginya angka penyebaran virus corona di Indonesia.



“Ada apa sebenarnya dengan sepak bola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena corona? terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman saja,” kata Farid dalam rilis klub.

Farid berharap Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bisa turun tangan. Ia yakin izin bakal keluar jika keduanya bisa membantu agar mendapat izin.

Apalagi, Jokowi pernah menyampaikan pesan kepada Amali untuk memperhatikan sepak bola Tanah Air. Justru saat ini malah sepakbola Indonesia sedang terhenti.

Padahal, protokol kesehatan yang sangat ketat bakal dijalankan selama kompetisi berlangsung. Klub-klub pun sudah siap menjalaninya, termasuk menggelar pertandingan tanpa penonton.

“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digelar tanpa penonton. Tapi ada apa sebenarnya ini dengan perizinan negara kita?,” jelas Farid.

“Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, pak’. Presiden meminta tolong kepada Menpora untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita.”

“Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” pungkasnya.

Nasib kompetisi 2020 akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam waktu dekat. Sebelum itu, PSSI menunggu laporan dari PT LIB yang akan melakukan pertemuan dengan peserta kompetisi untuk meminta saran terkait kelanjutan kompetisi 2020 pada 22 Januari mendatang.

Bukan tak mungkin kompetisi 2020 dibatalkan yang kemudian diganti musim baru. Namun, untuk menjalankan kembali kompetisi tetap masih butuh izin dari kepolisian.(Suara)

Editor : Suara 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Olahraga

Soal Lanjutan Liga 1 2020-2021, PSSI Manut Sepenuhnya pada Kepolisian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. [ANTARA / Michael Siahaan]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan bahwa federasi akan tunduk sepenuhnya pada apa pun keputusan dari kepolisian perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 2020-2021, yang hingga saat ini nasibnya masih buram.

Rencana lanjutan Liga 1 yang bermula dijadwalkan Februari 2021 masih belum menemui titik terang. Satu-satunya tembok penghalang PSSI melanjutkan liga adalah izin penyelenggaraan dari polisi, di tengah pandemi COVID-19 yang masih masif menghantui Tanah Air.

Menurut Iriawan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga sudah melayangkan surat perizinan sebanyak tiga kali.

Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda Polri mengeluarkan izin.



“Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Namun apa pun keputusan kepolisian, PSSI akan tunduk dan patuh sepenuhnya,” tutur Iriawan seperti dimuat Antara, Kamis (7/1/2021).

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, PSSI dan PT LIB sejatinya terus berupaya mencari jalan terbaik guna kompetisi bisa lanjut lagi. Komunikasi dengan sejumlah pihak pun sudah mereka lakoni.

“PSSI bersama PT LIB berusaha agar kompetisi bisa berjalan secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,” tukas Iriawan.(Suara)

Editor : Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->