Connect with us

HEADLINE

Sempat Ingin Kabur, 9 WNA Pakistan Reaktif Covid-19 di Banjarmasin Dijemput Petugas Medis

Diterbitkan

pada

Warga Pakistan yang reaktif akhirnya dibawa ke karantina ke Gedung Ambulung Banjarbaru. Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sembilan warga negara asing (WNA) Pakistan dibawa oleh petugas medis lantaran hasil reaktif rapid test Covid-19 yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, keputusan itu diambil setelah dilakukan rapid test ulang terhadap 24 warga negara asing asal Pakistan. Di mana, dari hasil rapid test menunjukkan beberapa orang dari kelompok tersebut ada yang reaktif, sehingga harus menjalani karantina di gedung Ambulung Banjarbaru.

“9 orang reaktif dibawa ke gedung karantina di Banjarbaru, dan 15 orang lainnya yang non-reaktif kita izinkan untuk pulang ke negara asalnya,” ucap Machli.

Berdasarkan pantauan di lapangan, keadaan sempat tegang karena mereka sempat menolak terhadap upaya petugas yang hendak mengevakuasi seluruh WNA reaktif itu dari lokasi mereka tinggal. Sehingga, jajarannya meminta bantuan dari TNI-Polri untuk melancarkan proses penjemputan ini.

Sebelumnya seluruh WNA asal Pakistan tersebut mengikuti rapid test massal yang diselenggarakan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarmasin pada Sabtu (18/5/2020) lalu, di salah satu titik pemeriksaan yaitu di Pasar Lama Banjarmasin.

Namun, ia menyebut dari hasil tersebut ada yang berusaha ingin kabur. Sehingga, pihaknya meminta untuk dilakukan rapid test ulang sekaligus dilakukan swab pada orang yang dinyatakan reaktif itu. “Alhamdulillah lancar setelah adanya pengamanan TNI Polri ini, untuk melakukan rapid test, dan kita harus menunggu hasil swabnya,” pungkas Machli. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 

Advertisement
Komentar

HEADLINE

BREAKING NEWS. Sehari Tembus 73 Kasus, Kalsel Catat 703 Kasus Covid-19

Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Kabupaten HSU

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengambilan swab di kota Banjarmasin beberapa waktu lalu. foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar mengejutkan datang dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan. Data terbaru yang dirilis pada Rabu (27/5/2020) sore menunjukkan, terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan.

“Penambahan kasus baru positif Covid-19 hari ini sebanyak 73 orang,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, Rabu (27/5/2020) sore.

Dari 73 kasus positif Covid-19 yang ditemukan hari ini, didominasi oleh hasil tracking alias hasil pelacakan, dan sebagian lagi merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Yaitu sebanyak 42 kasus di Kabupaten Banjar (hasil tracking), 23 kasus di Kota Banjarmasin (15 kasus berasal dari PDP dan 8 kasus dari hasil tracking), masing-masing dua kasus dari Kabupaten HSU dan Tanahlaut (hasil tracking), dan masing-masing satu kasus dari Kabupaten Kotabaru (hasil tracking), Kabupaten Tapin dan Kabupaten HSS.

Data Covid-19 di Kalsel per Rabu 27 Mei 2020. foto: gugus tugas covid-19 kalsel

Sementara itu, satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga dilaporkan meninggal dunia. Sehingga tercatat sebanyak 71 kasus kematian akibat Covid-19.

“Satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hari ini berasal dari Kabupaten HSU,” ungkap Muslim.

Namun demikian, angka kesembuhan dari Covid-19 juga bertambah. Kini, sebanyak 81 kasus sembuh dari Covid-19 tercatat di Kalsel.

“Satu pasien positif Covid-19 yang sembuh hari ini berasal dari Kabupaten Banjar,” pungkas Muslim.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel tercatat sebanyak 898 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berkurang drastis menjadi 155 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Meninggal Dunia Tertinggi di Kalteng, Rapid Test Massal Digelar di Pasar Kapuas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

rapid test massal di kawasan pasar Kapuas, depan pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas, Rabu (27/5/2020) pagi. foto: ags

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Ratusan warga mengikuti rapid test massal di kawasan pasar Kapuas, depan pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas, Rabu (27/5/2020) pagi.

Cek cepat ini dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng bersama Polda Kalteng, dan Korem 102 Panju Panjung dibantu petugas dari Pemkab Kapuas untuk mengetahui penyebaran Covid-19.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com di lokasi rapid test, ratusan warga antusias mengikuti jalannya tes cepat ini, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak diperiksa oleh tim medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

rapid test massal di kawasan pasar Kapuas, depan pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas, Rabu (27/5/2020) pagi. foto: ags

Bagian kursi tunggu pemeriksaan rapid test diatur sedemikian rupa, agar tidak terjadi kerumunan, dan petugas gabungan berjaga agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar.

“Kegiatan rapid test ini kami lakukan untuk mendeteksi Covid-19, bahwa Kapuas ini merupakan salah satu daerah yang sangat tinggi di Kalteng, meninggal dunia positif Covid-19 adalah 11 orang, dari total 17 orang yang meninggal di Kalteng ini,” ucap Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, di lokasi rapid.

“Kami tidak ingin kejadian ini terus meningkat,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten Kapuas agar menerapkan anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran.

“Kami berharap masyarakat harus sadar dengan, imbauan pemerintah dilaksanakan,” harapnya.

Saat meninjau pelaksanaan rapid test ini, Sekda Kalteng didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto. Disambut, Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT didampingi istri, dan unsur Foropimda Kabupaten Kapuas. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

PDP Kabur dari RS Idaman Masih Dikejar, Pencarian Dibantu Drone

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pencarian PDP kabur dengan menggunakan drone dilakukan BPBD Banjarbaru. foto: courtesy video BPBD Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masih belum ditemukan, kaburnya seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, menjadi perhatian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru.

Tidak tanggung-tanggung, Tim Gugus Tugas bahkan sampai melakukan pencarian lewat udara. Kanalkalimantan.com secara khusus menerima rekaman video pencarian menggunakan alat drone yang dikirimkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Dikatakan Zaini, drone ini merupakan sarana bantuan yang diberikan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel. Namun begitu, diakuinya bahwa pencarian oleh tim gabungan masih belum membuahkan hasil.

“Sampai pada hari ini, PDP yang kabur itu masih belum ditemukan. Tapi kita sangat terbantu dengan alat drone ini karena memudahkan petugas untuk memonitor di area-area kawasan hutan yang sulit ditelusuri,” katanya, Rabu (27/5/2020) pagi.

Sekilas dari rekaman video, pencarian menggunakan alat drone difokuskan ke kawasan hutan maupun semak-semak. Meski begitu, area ini sendiri masih berada di sekitar wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, tidak jauh dari tempat tinggal dari pasien yang kabur tersebut.

Baca juga: Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Kepala BPBD Banjarbaru mengungkapkan, apabila pasien tersebut masih belum ditemukan, maka pencarian selanjutnya akan turut melibatkan pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Memang pencarian terhadap pasien ini sudah selayaknya seperti kasus orang hilang. Hari ini masih kita koordinasikan dengan pihak Basarnas,” pungkas Zaini.

Baca Juga: PDP Covid-19 RS Idaman Banjarbaru Kabur Dibantu Anaknya, Sempat Ancam Petugas Pakai Batu!

Seperti yang sudah diberitakan, pasien yang merupakan warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, itu kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Idaman, pada 23 Mei 2020. Kala itu, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangan dan kabur melalui tangga darurat.

Pengejaran pasien terbilang tak mudah mengingat, sang anak pasien juga membantu aksi melarikan diri ini hingga ke tempat tinggal mereka. Alih-alih niat untuk kembali, petugas kepolisian yang mendatangi rumah pasien tersebut, justru diancam akan dilempar batu. Petugas yang saat itu menjaga jarak, kembali dibuat tercengang, lantaran aksi nekat pasien yang kabur lagi ke semak-semak kawasan hutan. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->