Connect with us

Hukum

Setengah Kilo Sabu dan 886 Butir Ekstasi Dimusnahkan Polres Banjar

Diterbitkan

pada

Pemusnahan barang bukti narkoba di Polres Banjar Foto : rendy

MARTAPURA, Setengah Kilogram Narkotika jenis Sabu dan 886 ekstasi serta 600 butir obat-obatan daftar G dimusnahkan satuan Polres Banjar, Rabu (17/10). Pemusnahan tersebut dilakukan atas barang bukti hasil ungkap kasus Sat Resnarkoba Polres Banjar tahun 2018 di Aula Tribrata Polres Banjar.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil ungkap kasus pada tahun 2018, dan di antara barang bukti yang didapat paling banyak ditemukan di Lapas Narkotika Karang Intan, Kabupaten Banjar.

“Memang banyak juga hasil temuan kita di antaranya yang berada di Lapas Narkoba Karang Intan. Untuk mengantisipasi hal itu, kita bekerjasama dengan Lapas untuk memperketat penjagaan, serta memindahkan tahanan bandar narkoba kelapas yang lain, karena disitu peluang pengedar narkoba masih banyak,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Banjar H Khalilurrahman yang kala itu turut hadir dan memusnahkan beberapa barang haram tersebut mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Banjar beserta jajarannya yang mana tidak henti-hentinya melakukan pemberantasan narkoba  khususnya di wilayah Kabupten Banjar.

“Memang kita punya gelar kota Serambi Mekah tapi ternodai dengan adanya narkoba-narkoba ini, untuk itu saya berharap kepada Polres Banjar untuk tidak henti-hentinya memberantas peredaran narkoba ini hingga keakarnya,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama, Kasatresnarkoba Polres Banjar, Iptu Achmad Jarkasi menjelaskan adapun dalam pemusnahan barang bukti tersebut setidaknya menghadirkan dua orang tersangka yang prosesnya masih berjalan.

Jarkasi tidak menapikan bahwasanya jaringan narkoba di Karang Intan masih sering dijumpai hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan yang telah diungkapkan pihaknya selama tahun 2018.

“Memang jaringan narkoba di Lapas Karang Intan masih marak terjadi. Faktanya dalam beberapa waktu yang lalu kita sudah mengamankan 6 orang pelaku, diantaranya kasus besar kemaren dijumpai barang bukti sabu sebanyak 2 ons dan Narkotika jenis ekstasi sebanyak 300 butir,” jelasnya.

Ketika ditanya kanalkalimantan berdasarkan maraknya temuan yang terjadi di Lapas Karang Intan, apakah ada indikasi para pelaku memproduksi barang haram tersebut langsung dari dalam lapas? Jarkasi mengatakan pembuatan narkoba mustahil dilakukan di dalam Lapas, mengingat bahan yang digunakan itu khusus dan proses yang digunakan tidak mudah.

“Untuk fakta yang ada sementara mereka hanya sebagai penghubung antara pemasok diluar pengedar dan pemakai ditingkat bawah, sementara ini saya yakin masih tidak ada produsen yang bisa membikin jenis narkoba dilapas Karang Intan tersebut,” jelasnya.

Lalu, apakah ada wacana razia gabungan yang dilakukan oleh Poles Banjar ke Lapas Karang Intan? Jarkasi menjawab, untuk razia gabungan secara masif masih belum dilakukan, namun pihaknya sudah pernah melaksanakan razia dua kali dalam satu tahun, namun hasilnya selalu nihil.

“Jika ditanya seperti itu, untuk saat ini untuk melakukan razia secara masif kita masih belum, namun dalam setahun biasanya kita lakukan dua kali razia gabungan, namun hasilnya masih nihil,” ujarnya.

Sebelumnya Jarkasi junga pernah mengatakan, Kasus narkoba di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkat dari tahun ke tahun. Status darurat narkoba pun harus disematkan di provinsi berpenduduk lebih dari 3,8 juta jiwa ini karena menjadi salah satu pintu masuk jaringan obat terlarang manca negara.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Hukum

Lukai Warga Pakai Pisau, Satu Napi Asimilasi Asal Banjarmasin Diamankan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penangkapan terhadap Darmajaya alias Jaya (30) warga Jalan Karang Mekar, Banjarmasin yang melakukan penusukan terhadap korban yang bernama Rama Dhanie. Foto: Polsek Banjarmasin Tengah for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Seorang warga yang diketahui narapidana (Napil asimilasi Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Kota Banjarmasin kembali berurusan dengan hukum. Dia pun terpaksa harus kembali mendekam di balik dinginnya jeruji besi akibat perbuatannya.

Adalah Darmajaya alias Jaya (30) warga Jalan Karang Mekar, Banjarmasin yang melakukan penusukan terhadap korban yang bernama Rama Dhanie, di kawasan Jalan Kampung Melayu, Kota Banjarmasin, pada Senin (25/5/2020) malam sekitar pukul 19:30 Wita.

Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Irwan Kurniadi mengatakan, penusukan bermula saat korban keluar dari salah warung makan di sekitaran TKP, dan langsung ditusuk pelaku dengan senjata tajam jenis pisau kearah korban.

Mendengar adanya kejadian tersebut, segera Unit Buser Polsek Banjarmasin Tengah dibantu dengan Unit Jatantas Polresta Banjarmasin, segera melakukan lidik guna meringkus pelaku.

“Kurang dari tiga jam setelah kejadian itu, pelaku akhirnya berhasil kami amankan saat berada di kawasan Jalan Soetoyo S, Banjarmasin Barat,” terang dia.

Kemudian, dari introgasi yang dilakukan oleh petugas, pelaku mengakui bahwa dia adalah salah satu napi asimilasi yang bebas pada masa pendemi Covid-19.

“Terkait motif penusukan kami masih melakukan penyelidikan mendalam,” ucap kapolsek.

Kapolsek menambahkan, saat ini keadaan korban masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit, sedangkan pelaku kini diamankan di Mapolsek Banjarmasin Tengah guna pemeriksaan hukum lebih lanjut.

“Dari tangan pelaku kami berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau yang digunakan untuk melakukan penusukan pada korban,” katanya.

Hasil penyelidikan sementara, Jaya (30) ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 351 ayat 2 Tentang Penganiayaan Berat(kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : dhani

 

Lanjutkan membaca

Hukum

Ancam Didoakan Bakal Sengsara, Habib Palsu Berkeliaran Palak Jemaah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Keluarga besar Habib Sholeh Tanggul, saat menggiring pelaku yang mengaku sebagai habib,ke Polsek Kencong, Kamis (21/05/2020). Foto: suara indonesia

KANALKALIMANTAN.COM – Abdul Aziz, warga Dusun Ponjen Kidul, Kampung Baru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, digelandang warga ke polsek setempat, karena mengaku sebagai habib atau keturunan nabi pada Kamis (21/05/2020).

Seperti diwartakan Suara Indonesia–jaringan Suara.com, selain berpura-pura sebagai habib, Abdul juga mengaku masih keluarga besar Habib Sholeh Tanggul. Modus itu dilakukan untuk mengelabui warga dengan meminta sejumlah uang.

Mirisnya, selain memakai nama tokoh besar di Jember itu, pelaku juga mengancam akan mengirimkan doa untuk menyengsarakan hidup calon korbannya jika tidak diberi apa yang ia minta.

Kejadian itu terungkap, saat pelaku mendatangi salah seorang murid Habib Abdullah Bin Ahmad yang bernama Fauzi.

Fauzi mulai curiga, dengan gerak-gerik orang yang memiliki perawakan sopan itu dengan maksud menanyakan zakat, yang dikeluarkan oleh salah seorang warga kaya raya di daerah itu.

“Saya curiga, saya foto karena benar menuju ke rumah orang kaya bernama H Ahmad warga Grenden Puger,” kata Fuazi.

Terkejutnya lagi, sambung Fauzi, pria penipu itu mengaku bernama Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Sholeh.

“Karena saya tidak percaya, saya kontak guru saya Habib Abdullah dengan mengirim gambarnya. Benar saja, dia bukan keluarga besar Habib Sholeh,” tegasnya.

Dari peristiwa itulah, keluarga besar Habib Sholeh mencari oknum tersebut dan mendapatinya.

Dari kejadian itulah, pelaku akhirnya digiring dan diamankan di Mapolsek Kencong, untuk dimintai keterangan. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Lanjutkan membaca

Hukum

Kawal Pembebasan Habib Bahar, Identitas Panglima Kumbang Ternyata Palsu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Panglima Kumbang. Foto: Hops.id

KANALKALIMANTAN.COM – Seiring dengan hebohnya penangkapan kembali Habib Bahar bin Smith, publik sempat mengaitkannya dengan seorang lelaki yang dijuluki Panglima Kumbang.

Panglima Kumbang sempat mengawal pembebasan Habib Bahar bin Smith dari Lapas Gunung Sindur Bogor Jawa Barat pada Sabtu (16/5/2020) lalu.

Menyadur dari Hops.id –jaringan Suara.com, ketika Habib Bahar bin Smith ditangkap kembali pada Selasa (19/5/2020) lalu,  polisi sempat mencari keberadaan Panglima Kumbang itu.

Belakangan diketahui bahwa identitas Panglima Kumbang ternyata palsu. Panglima Kumbang tersebut tak lain adalah Udin Balok.

Tahun lalu, Udin Balok pernah jadi pembicaraan usai beredar foto dirinya tengah menjenguk Habib Bahar bin Smith di penjara.

Habib Bahar bin Smith dan Panglima Kumbang. (Facebook)

Identitas pria bertato yang kerap dikaitkan dengan kaum Dayak itu kemudian diungkap oleh Biro Hukum Dewan Adat Dayak (DAD).

Biro Hukum DAD Letambunan Abel membantah bahwa Panglima Kumbang merupakan orang Dayak. Ia bahkan bukan merupakan keturunan Dayak.

“Bahwa kedua orang ini (mengaku Panglima Baonk dan Panglima Kumbang) yang selalu membawa-bawa nama Dayak di mana-mana, dan mengaku sebagai Panglima Dayak, setelah kami telusuri bahwa mereka ini bukan orang Dayak dan tidak ada keturunan Dayak,” tulis Letambunan lewat keterangan di Facebook-nya.

Letambunan juga meminta agar Panglima Kumbang menghentikan aktivitasnya dngan mengatasnamakan Dayak.

“Agar yang bersangkutan menghentikan aktivitasnya yang berhubungan dengan mengatasnamakan Dayak,” lanjut keterangan klarifikasi Letambunan.

Alhasil, keterangan Letambunan ini membuat foto Habib Bahar dan Panglima Kumbang yang mengatasnamakan Dayak yang tersebar di Faceboook diberi label sebagai konten disinformasi. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap