Connect with us

Kota Banjarbaru

Sidang Pencabulan Anak, Jaksa Tuntut Eks Ketua KPU Banjarmasin Pengobatan Korban Rp 34 Juta

Diterbitkan

pada

Gusti Makmur mengikuti persidangan kasusnya melalui video converence Foto: dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sempat tak terdengar kabarnya, kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh mantan Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur, masih bergullir di ranah persidangan Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru.

Kasus yang mencuat dan menghebohkan publik pada awal tahun 2020 tersebut, kini tengah dalam agenda pledoi atau pembelaan yang diajukan oleh kuasa hukum dan terdakwa. Meskipun begitu, Gusti Makmur sebagai terdakwa tak dihadirkan dalam ruangan sidang, hanya mengikuti melalui komunikas virtual dari Lapas Kelas IIB Banjarbaru, tempat dimana ia saat ini ditahan.

“Iya, hanya kuasa hukum terdakwa saja yang berhadir dalam sidang. Memang untuk agenda pledoi ini agak berjalan lama. Karena dari pihak kuasa hukum terdakwa membawa saksi dan itu jumlahnya terus bertambah,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru, Budi Muklis, Rabu (23/9/2020) siang.

Menurut Budi, persidangan kasus Gusti Makmur masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan. Ia sendiri optimis bahwa kasus pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukam oleh mantan Ketua KPU Banjarmasin tersebut dapat dibuktikan di meja persidangan.



Adapun, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Banajrbaru telah mengajukan tuntutan pidana kepada Gusti Makmur dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara, dengan denda Rp 200 juta dan subsider selama 4 bulan. Tak hanya itu saja, pihak kejaksaan juga mengajukan restitusi kepada terdakwa.

“Kita mengajukan pengenaan restitusi kepada terdakwa sebesar Rp 34 juta, yang mana biaya ini digunakan untuk pengobatan korban. Biaya ini berdasarkan perhitungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),” tuntas Budi.

Seperti yang sudah diberitakan, Polres Banjarbaru resmi menahan mantan Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur atas tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, pada Januari 2020.

Penahanan Makmur setelah pihak kepolisian memeriksa 7 orang saksi termasuk tersangka.

Kapolres menceritakan awal terjadinya aksi pencabulan yang dilakukan Gusti Makmur yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua KPU Banjarmasin, terjadi pada tanggal 25 Desember 2019, saat korbannya sedang membersihkan toilet.

Korban merupakan anak magang di Grand Dafam Q Hotel, Banjarbaru.

“Korban dan GM -Gusti Makmur- bertemu di toilet dan terjadilah aksi pencabulan itu. Tersangka mengiming-imingi korban akan dibelikan pakaian sambil melakukan aksi pencabulan itu. Setelah aksi ini, kondisi korban trauma.

Untuk itu, kita melakukan trauma healing kepada korban,” terang Kapolres kala itu. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Terima DIPA 2021 Sebesar Rp 680 M, Turun Dibanding Tahun 2020

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan serahkan DIPA tahun anggaran 2021 kepada Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, di gedung KH Idham Chalid Banjarbaru. Foto: humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemetintah Kota (Pemko) Banjarbaru menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2021 sebesar Rp 680 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (1/12/2020) pagi.

DIPA tersebut diserahkan Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan kepada Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, di gedung KH Idham Chalid Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, DIPA merupakan dasar dalam penggunaan anggaran yang telah disetujui pemerintah pusat.

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyampaikan arahan Presiden RI Joko Widodo, yakni agar DIPA bisa digunakan untuk meningkatkan aspek belanja dan konsumsi masyarakat. Sehingga hal itu nantinya dapat menggerakkan ekonomi masyarakat hingga di lapisan bawah.



Sementara itu, Pjs Wali Kota Banjarbaru melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru Jainuddin menerangkan, terjadi penyusutan atas DIPA tahun anggaran 2021, dibanding tahun sebelumnya. Hal itu katanya tidak lepas akibat pandemi Covid-19.

“Memang kalau dibandingkan tahun kemarin, ada penurunan. DIPA yang kita terima di tahun 2020 itu sekitar Rp 755 miliar. Mungkin ada kaitannya dengan Covid-19, sehingga negara butuh penyesuaian,” terangnya.

Atas penyusutan DIPA, kata Jai -akrab disapa-, tentu ada dampaknya bagi Banjarbaru. Hal ini juga yang membuat Pemko perlu menata ulang struktur belanja APBD dengan menyesuaikan kebutuhan.

“Soal dampak, ya secara langsung memang ada. Intinya Pemko harus memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan-kebutuhannyang mendesak. Terkhusus upaya dan penanganan pemulihan ekonomi atas dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Masih di kesempatan yang sama, Banjarbaru juga turut mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laoran keuangan Pemerintah Daerah tahun 2015 – 2018.

Dijelaskan Kepala BPKAD Banjarbaru, penghargaan ini merupkan yang ke lima kalinya diterima oleh Pemko Banjarbaru. Melalui penghargaan ini katanya Banjarbaru, berperluang mendapatkan dana insentif daerah di tahun mendatang.

“Ini adalah perhargaan yang kelima kalinya diterima Pemko Banjarbaru secara berturut-turut. Penghargaan opini WTP ini adalah pintu agar Banjarbaru bisa mendapatkan dana instentif daerah dari pemerintah pusat,” lugasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Bandara Internasional Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Operasi Katarak dan Sulur Gratis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Operasi katarak gratis yang digelar Bandara Syamsudin Noor Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor menggalang bantuan bina lingkungan berupa pengadaan operasi katarak dan sulur gratis di RS AU Sjamsudin Noor, Sabtu (28/11/2020) pagi.

Sebanyak total 31 orang peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 21 orang peserta operasi katarak dan 10 orang peserta operasi sulur. Para peserta merupakan masyarakat di sekitar area bandara.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya manajemen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar bandara. Kami berharap penyaluran bina lingkungan melalui program ini bermanfaat bagi para peserta agar memiliki penglihatan yang lebih jelas dan lebih produktif nantinya,” terang Amiruddin Florensius, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Para peserta telah menjalani sejumlah pemeriksaan pada screening yang diselenggarakan pada pekan lalu RS AU Sjamsudin Noor. Tercatat lebih dari 80 orang pendaftar telah menjalani proses tersebut.



Salah seorang peserta mengungkapkan kebahagiaannya usai menjalani operasi, “Saya berharap setelah ini saya dapat melihat lebih jelas lagi. Saya sangat bahagia mendapatkan kesempatan ini,” ujar Abdul Hafiz.

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan penerapan prosedur protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Masing-masing peserta maupun panitia yang terlibat wajib menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan hari ini.

Selain itu, penggunaan masker juga diwajibkan untuk semua pihak yang terlibat. Penyediaan handsanitizer, tempat cuci tangan, dan jaga jarak juga diperhatikan. Selama kegiatan berlangsung pun diinformasikan himbauan menerapkan protokol kesehatan secara berkala.

“Kami sangat bahagia melihat para peserta antusias mengikuti kegiatan ini dan patuh mengikuti protokol kesehatan. Semoga kita semua sehat selalu,” pungkas Amir. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->