Connect with us

RELIGI

Sifat Qidam: Keberadaan Tanpa Awal Mula

Diterbitkan

pada

Karena Allah bersifat qidam, maka mustahil Allah bersifat huduts. Sebab alam semesta bersifat huduts, maka mustahil alam semesta bersifat qidam.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Apabila kita mengamati seluruh apa yang ada di semesta ini, mulai hal yang terkecil sampai terbesar, maka kita bisa mengetahui dengan yakin bahwa ternyata semua hal tersebut mempunyai awal mula kejadiannya. Ketika kita melihat kerikil dengan bentuk tertentu ada di halaman rumah, meskipun kita tidak tahu kapan, tetapi dengan akal sehat kita bisa tahu dengan pasti bahwa kerikil itu tidaklah tiba-tiba dengan sendirinya ada di sana dan tiba-tiba mempunyai bentuk seperti itu melainkan pasti ada suatu proses yang membuatnya ada di halaman rumah kita dan membuatnya berbentuk seperti itu. Ini adalah kesimpulan rasional yang tak bisa ditolak.

Awal mula sendiri  ada dua macam, yakni:

1.Awal mula perubahan dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ini adalah awal mula yang lumrah dilihat di semesta ini sehari-hari. Sesuatu berubah dari satu kondisi menjadi kondisi lainnya. Misalnya komputer, pada awalnya hanya bahan-bahan mineral yang ada di alam kemudian diolah sedemikian rupa menjadi bahan-bahan elektronik dan kemudian diolah kembali menjadi perangkat komputer. Dengan ungkapan lain, jenis pertama ini adalah awal mula adanya hal baru tetapi sebelumnya telah ada bahan baku untuk membentuk hal baru tersebut.

2.Awal mula perubahan dari ketiadaan murni menjadi keberadaan. Dengan kata lain, jenis ini adalah awal mula adanya sesuatu dari sebelumnya tidak ada apa-apa sama sekali, tanpa bahan baku apa pun, kemudian menjadi ada. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita amati sehari-hari sebab bukan hal yang mampu dilakukan oleh manusia.



 

Baca juga: Sifat Wujud: Membuktikan Keberadaan Tuhan

Untuk awal mula jenis pertama, maka tidak perlu dibahas panjang lebar lagi sebab semua orang mengakui kejadiannya pada semua objek di alam semesta. Yang menjadi masalah adalah jenis awal mula kedua di mana sesuatu bisa menjadi ada dari ketiadaan. Mungkinkah ketiadaan berubah menjadi ada? Jawabannya mungkin saja, bahkan itu bisa dipastikan telah terjadi pada alam semesta ini secara keseluruhan.

Akal manusia hanya mempunyai dua opsi tentang awal mula wujud alam semesta ini. Pertama, ia berasal dari bahan baku yang sebelumnya telah ada dan bahan baku tersebut juga berasal dari bahan baku sebelumnya lagi dan demikian seterusnya tanpa titik akhir. Hal ini disebut sebagai tasalsul (infinite regress of causes). Tasalsul ini merupakan sesuatu yang mustahil sebab segala yang mengalami perubahan pastilah berawal dari satu titik awal. Bila titik awal banyak hal adalah bahan baku yang ada sebelumnya, maka secara logis pastilah ada titik paling awal dari bahan baku paling awal yang berupa ketiadaan murni. Mustahil sesuatu yang mengalami perubahan sama sekali tidak mempunyai titik awal bagi wujudnya. Hal ini tidak bisa dibantah kecuali oleh para ateis yang mengabaikan logika sehat. Karena itu hanya tersisa opsi kedua untuk dipilih, yakni alam semesta berasal dari ketiadaan. Dengan kata lain, ujung paling awal dari rentetan keberadaan semesta ini pastilah ketiadaan.

Ketiadaan itu sendiri hanya bisa berubah menjadi ada apabila ada oknum lain yang mengubahnya. Artinya tak mungkin kondisi kosong tanpa apa-apa tersebut kemudian berubah menjadi “ada sesuatu” dengan sendirinya. Sebab itulah maka dipastikan ada oknum yang menciptakan sesuatu yang ada (semesta) tersebut. Oknum tersebut tak lain dan tak bukan adalah Allah. Hanya Allah-lah yang bisa membuat sesuatu menjadi ada tanpa bahan baku apa pun.

Lalu pertanyaannya, apakah keberadaan Allah juga didahului oleh ketiadaan sebelumnya atau dengan kata lain keberadaannya juga mempunyai awal mula? Bila dijawab ya maka kita akan terjatuh pada tasalsul kembali yang secara rasional mustahil tersebut. Akhirnya hanya ada satu opsi untuk dipilih, yakni keberadaan Allah tidak mempunyai awal mula alias tidak didahului  ketiadaan.

Keberadaan tanpa awal mula inilah yang disebut sebagai sifat qidam. Seorang Muslim wajib mempercayai bahwa Allah bersifat qidam, bila tidak maka keimanannya tidak sah. Lawan dari qidam adalah huduts yang berarti punya awal mula, baik berupa awal mula dalam bentuk materi lain atau awal mula berupa ketiadaan. Karena Allah bersifat qidam, maka mustahil Allah bersifat huduts. Sebab alam semesta bersifat huduts, maka mustahil alam semesta bersifat qidam.

Bahasan rumit di atas adalah argumen rasional dari para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah untuk berdialog dengan non-Muslim yang  tidak mempercayai Al-Qur’an dan hadits sehingga otomatis tidak mempercayai kenabian Nabi Muhammad. Tidak mungkin meyakinkan mereka tentang sifat ketuhanan kecuali memakai argumen rasional. Adapun bagi seorang Muslim yang mempercayai Al-Qur’an dan hadits, maka dalil sifat qidam cukup dengan ayat dan hadits berikut:

 هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ

“Dialah Yang Maha Awal [yang tidak didahului ketiadaan] dan Maha Akhir [yang tidak diikuti ketiadaan]” (QS. al-Hadid: 3).

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

“Dia tidak melahirkan sesuatu dan tidak pula dilahirkan/berasal dari sesuatu” (QS. al-Ikhlas: 3).

(كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ. (بخاري

“Allah sudah ada dan tak ada apapun selain Dia” (HR Bukhari).

Adapun dalil naqli sifat huduts seluruh alam, dalam Al-Qur’an dinyatakan:

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ أَمْ خَلَقُوا السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ بَل لَا يُوقِنُونَ

“Apakah mereka diciptakan tanpa berasal dari sesuatu pun [yang menciptakan mereka] ataukah mereka yang menciptakan [diri mereka sendiri]? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)” (QS At-Thur: 35-36).

Ayat tersebut menafikan dua kemungkinan dari alam semesta. Kemungkinan pertama adalah alam semesta ada sendiri dari ketiadaan tanpa ada yang menciptakan. Kemungkinan kedua adalah alam semesta menciptakan dirinya sendiri. Keduanya adalah hal mustahil sehingga orang-orang ateis yang meyakini hal itu sesungguhnya tidak bisa benar-benar yakin bahwa mereka benar. Satu-satunya opsi yang masuk akal adalah alam semesta bersifat huduts dan diciptakan oleh Tuhan yang bersifat qidam.

Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Peneliti Bidang Aqidah di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur. (nuonline)

Reporter : nuonline
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Ragam

Kali Pertama, Polwan Arab Saudi Ikut Amankan Ibadah Haji Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka'bah. Foto: Saudi Ministry of Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Polisi wanita (Polwan) Arab Saudi untuk pertama kalinya bertugas mengamankan ibadah haji tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19. Menyusul kebijakan Arab Saudi yang memperbolehkan wanita bergabung dengan dinas militer dan kepolisian.

“Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal.” ujar Afnan Abu Hussein, seorang anggota polwan kepada Al-Ekbriya TV .

Haji dimulai pada hari Rabu (29/7) ketika para jemaah memulai perjalanan mereka dari Masjidil Haram di Mekah di tengah aturan keamanan yang ketat.

“Setiap kelompok jemaah memiliki pemimpin untuk memfasilitasi dan mengendalikan gerakan mereka untuk memastikan jaga jarak sosial,” kata Sari Asiri, direktur jenderal urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan disadur dari Arab News.



 

“Selain itu, setiap kelompok juga didampingi oleh seorang profesional kesehatan untuk memantau status kesehatan dan membantu mereka ketika dibutuhkan,” tambahnya.

Pejabat kementerian melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesejahteraan jemaah sebelum kedatangan mereka di Mekah.

“Kami mengunjungi setiap jemaah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatannya, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel,” kata Asiri.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19, dan rumah sakit dan pusat kesehatan Mekah sudah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.

Hari Tarwiyah (mengambil air), pada hari Rabu, adalah hari pertama ritual haji. Jemaah menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf dan Saee antara bukit Safa dan Marwah.

Ratusan jemaah yang datang ke Masjidil Haram tahun ini berjalan dalam kelompok-kelompok kecil di sepanjang jalur khusus mengikuti pemandu mereka.

Protokol kesehatan selama haji dirancang dan diimplementasikan oleh Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas keamanan.

Kepresidenan juga membuat pintu masuk dan keluar khusus untuk setiap kelompok jemaah haji untuk mencegah keramaian dan menginhadari antrean.

Pasukan Pertahanan Sipil meningkatkan kesiapan mereka di Mina untuk menerima para jemaah di mana mereka akan menghabiskan malam sebelum pindah ke gunung Arafat.

Jemaah haji wajib menjaga jarak saat mengelilingi Ka’bah. Foto: Saudi Ministry of Media

Sementara itu, Keamanan Publik Saudi mengumumkan bahwa mereka menangkap 244 pelanggar pedoman haji yang berusaha memasuki wilayah haji tanpa izin.

Seorang juru bicara Keamanan Publik Saudi meminta warga dan ekspatriat untuk mematuhi hukum dan instruksi haji, juga menekankan bahwa pasukan keamanan memberlakukan penjagaan ketat di sekitar Mekah dan tempat-tempat suci lainnya.

Mereka yang ditangkap di tempat-tempat suci tanpa izin berisiko terkena denda hingga 10.000 riyal (sekitar Rp 39 juta), denda dapat meningkat juga mereka mengulang kesalahan yang sama.

Setiap tahun, sekitar 2,5 juta jemaah haji datang ke Mekah, namun karena pandemi Covid-19 hanya sekitar 1.000 yang akan dapat melaksanakannya tahun ini. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

RELIGI

PENTING. Ini Protokol Kesehatan Penyembelihan Hewan Kurban Menurut MUI

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan Foto: suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Selain Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan panduan protokol kesehatan penyembelihan hewan kurban. Seperti kita ketahui, hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 31 Juli 2020 di mana masyarakat masih waspada terhadap Covid-19.

MUI mengeluarkan panduan menyembelih hewan kurban dengan maksud agar masyarakat tetap aman dari potensi penularan dan juga langkah pencegahan Covid-19.

Waktu penyembelihan hewan kurban adalah tanggal 10 Dzulhijjah atau 31 Juli 2020 dan tiga hari Tasyriq, yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Adapun keutamaan kurban menyadur dari Nu Online, sudah tertulis dalam hadist Hasan yang berbunyi.



 

Baca juga :

Ini Lima Provinsi Teratas Sebaran Covid-19 Hari Ini, Kalsel Peringkat 4 Nasional

Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan.

Baca juga :

Saat KPK Mulai ‘Membidik’ Gajah, Macan, dan Kijang POP Kemendikbud

Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)
Begitu juga dengan firman Allah dalam surat Al-Hajj, yang berbunyi.

“Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. al-Hajj, 22:28)

Lihat Grafis Protokol kesehatan menurut MUI tertuang dalam Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah COVID-19:

Infografis : kanalkalimantan/yuda

Itulah protokol kesehatan penyembelihan hewan kurban menurut MUI. (Kanalkalimantan.com/suara)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->