Connect with us

Kota Banjarmasin

Silang Informasi Status Zona Hitam Covid-19 Dua Kelurahan di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

perkembangan kasus Covid-19 di Banjarmasin Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya angka kasus Covid-19 ternyata membuat dua kelurahan di Kota Banjarmasin resmi masuk dalam kategori zona hitam. Kedua wilayah tersebut merupakan Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Namun, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin membantah dengan mengatakan statusnya zona merah tua!

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi mengatakan, dari 52 kelurahan di Banjarmasin, kedua kelurahan tadi sudah masuk dalam zona hitam. Hal ini dikarenakan, Kelurahan Pekapuran Raya tercatat ada 76 kasus terkonfirmasi positif, 21 sembuh dan 7 meninggal dunia. Sedangkan untuk Kelurahan Pemurus Dalam tercatat ada 61 kasus terkonfirmasi positif, 8 sembuh dan 7 meninggal dunia.

“Ini sesuai dengan analisa dan pendapat ahli, jika jumlah warga yang positif Covid-19 di suatu kelurahan sudah di atas 50 kasus maka masuk zona hitam,” kata Machli, Kamis (2/7/2020) malam.



Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan kedua wilayah yang masuk dalam status zona hitam tersebut untuk mendapat perlakuan khusus. Yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Ia menegaskan, bahwa disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan adalah kunci utama dalam mengatasi kondisi wabah Covid-19 di Kota Banjarmasin. Ditambah dengan edukasi yang dilakukan oleh jajarannya, dengan tujuan agar masyarakat mau mentaati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Strategi yang kita lakukan ini sesuai dengan kebijakan menteri kesehatan. Pokoknya edukasi harga mati, edukasi tanpa henti pada setiap harinya,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin itu.

Dari data seluruh kota Banjarmasin dari lima kecamatan yang mendekati zona hitam diantaranya Kelurahan Teluk Dalam dan Pemurus Baru. “Saat ini kondisi dua kelurahan ini (Kelurahan Teluk Dalam dan Pemurus Baru) sudah masuk dalam zona merah tua. Yang sudah masuk zona hitam itu Pekapuran Raya dan Pemurus dalam,” kata Machli.

Di samping itu, ia membeberkan, saat ini terdapat sekitar 500 spesimen swab yang masih belum keluar hasilnya. Hal itu dikarenakan antrian yang begitu panjang. “Ada sekitar tiga ribu sample swab yang masih diperiksa,” jelasnya.

Dari 3 ribu sampel itu dibagi ke beberapa tempat untuk melakukan pemeriksaan hasil swab tersebut. “Salah satunya diperiksa di RSUD Ansari Saleh sekitar 3 ratus sampel dan sisanya dikirim ke Banjarbaru,” pungkas Machli.

Sayangnya, apa yang disampaikan oleh Jubir GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin terkait status zona hitam tersebut, berbeda dengan data perkembangan kasus Covid-19 yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada Kamis (2/7/2020) petang.

Karena, jumlah kasus yang terjadi di kedua kelurahan yang disebutkan masuk dalam zona hitam itu masih menunjukkan zona merah tua. Atau dengan kata lain, belum termasuk zona hitam.

Berdasarkan data yang diterima, suatu kelurahan bisa dikatakan masuk dalam zona hitam apabila terdapat sedikitnya 81 hingga 100 kasus terkonfirmasi positif. Sedangkan Kelurahan Pekapuran Raya hanya terdapat 76 kasus dan Kelurahan Pemurus Dalam ada 61 kasus terkonfirmasi positif.

Sehingga dapat disimpulkan, kedua kelurahan tersebut belum termasuk zona hitam. Melainkan, masih pada zona merah tua. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Setahun Tak Makan Daging, Sarbini dan Keluarga Bersyukur Terima Daging Kurban Rumah Yatim

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rumah Yatim menyalurkanhewan kurban kepada anak yatim seperti Sarbini dan dua adiknya Foto : rumah yatim
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Idul Adha menjadi salah satu momen untuk berbagi. Ini sebagaimana dilakukan seluruh cabang Rumah Yatim yang menyampaikan amanah dari para donatur untuk menyalurkan daging kurban hingga ke pelosok nusantara.

Di antaranya yaitu Rumah Yatim area Kalimantan Selatan. Tahun ini, sebanyak 500 mustahik di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala telah merasakan nikmatnya daging kurban.

Salah satunya, Sarbini (15) beserta kedua adik kembarnya bernama Jala dan Jama. Mereka mengaku begitu senang menerima pemberian daging kurban. Pasalnya, sudah lebih dari satu tahun mereka tidak merasakan daging.

“Kami sudah 1 tahun tidak memakan daging. Tapi Alhamdulillah, berkat Rumah Yatim kami bisa merasakan nikmatnya daging kurban di masa pandemi seperti ini. Terima kasih Rumah Yatim, semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” tutur Isar, sapaan akrab Sarbini kepada Rumah Yatim, Jumat (31/7).



Diketahui, Sarbini dan ketiga adiknya merupakan anak yatim yang ditinggal ayahnya kurang lebih 1,5 tahun lalu. Sang ayah mengalami kecelakaan. Sejak kepergian sang Ayah, Sarbini terpaksa harus putus sekolah karena Ibunya yang hanya penjual sayur tak mampu membiayai pendidikan Sarbini dan kedua adiknya.

“Sebenarnya saya ingin sekali melanjutkan sekolah, tapi apalah daya dengan keterbatasan ekonomi terpaksa saya berhenti menuntut ilmu. Ini pula adik kembar saya ini sudah masuk usia sekolah,” tuturnya.

“Saya berdoa, semoga adik saya bisa sekolah dengan kondisi ekonomi keluarga kami seperti ini. Agar kami bisa membahagiakan ibu kami,” harap Sarbini.

Dalam kesempatan ini, tim Rumah Yatim area Kalimantan Selatan mengunjungi kediaman Sarbini di Jl. Trans Kalimantan, Desa Sei Lumbah, Kecamatan Alalak, untuk memberikan daging qurban kepadanya. Sarbini beserta ibu dan adik-adiknya sangat senang menerima bantuan ini.(Kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : Rls
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Gowes Bareng, Kapolda Kalsel Singgah di Penyebarangan Ferry Jelapat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gowes bareng Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta bersama Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif, Sabtu (1/8/2020). foto: humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN –  Gowes bareng dilakukan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH bersama Kapolres Batola AKBP Lalu Moh Syahir Arif SIK SH MM, Sabtu (1/8/2020). Kawasan yang dilalui mulai dari Kayu Tangi, Anjir Muara hingga pelabuhan ferry di desa Jelapat, Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola.

Diikuti sekitar puluhan pesepeda ini, rombongan menempuh jarak sekitar 30 Km, sebelum singgah di Pos BM Handil bakti sebagai lokasi akhir.

Kedatangan Kapolda dan Waka Polda Kalsel bersama rombongan disambut di sambut AKP Dading Kalbu ST di Pos Airud, pelabuhan ferry Jelapat, Batola.

Kepala Pos Airud AKP Dading Kalbu ST menyebut, saat ini kondisi penyebrangan di Jelapat kembali ramai. Warga banyak menggunakan jasa penyebrangan menuju Banjarmasin terutama di akhir pekan. Karena itu faktor keamanan dan kenyamanan baik bagi pengunjung maupun masyarakat harus terus dikawal bersama. Termasuk di dalamnya adalah upaya  pencegahan wabah Pandemi Covid 19.



Kapolres Batola pun menyambut baik saat mendampingi Kapolda Kalsel gowes di wilayah Batola. “Asik berkeliling naik sepeda di jalan sepanjang jalur Batola,”  kata Kapolres Batola.

Baca juga :

Di lain pihak, Kassubag Humas Polres Batola Iptu Abdul Malik SE yang ikut dalam rombongan terus menghimbau kepada seluruh pengelola tempat penyebrangan senantiasa memenuhi protokol kesehatan. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter: rls
Editor: kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->