Connect with us

KRIMINAL HSU

Simpan 16 Paket Sabu, MR Ngaku Dapat dari Daerah Ini

Diterbitkan

pada

Amat beserta barang bukti sabu yang ditangkap Satres Narkoba Polres HSU. Foto : polres hsu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN AMUNTAI – Setelah meringkus tiga komplotan pengedar sabu dengan barang bukti hampir 3 ons, Satuan  Resnarkoba Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali meringkus seorang pengedar sabu  berinisial MR alias Amat (48), Senin (13/1/2020) sekitar pukul 10.35 Wita.

Pelaku diketahui merupakan warga Desa Pelampitan Hulu, Kecamatan Amuntai Tengah, diringkus polisi lantaran awalnya tertangkap tangan menyimpan paket sabu.

Kapolres HSU melalui Kasat Resnarkoba Polres HSU Iptu Taufik Suhardiman kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (14/1/2020) mengakui penangkapan Amat oleh anggota ditemukanlah barang bukti  awal berupa satu paket sabu.

Dari informasi, pelaku sendiri ditangkap saat melintas di jalan Desa Pelampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku tersebut  mengendarai sepeda motor metic.



Berdasarkan informasi masyarakat tersebut anggota yang melakukan  patroli tertutup dan  pemantauan sekitar TKP, melihat  pelaku Amat melintasi TKP tersebut dan langsung dicegat.

Saat dilakukan penggeledahan pelaku Amat  ditemukanlah satu paket sabu, di dalam kotak rokok rokok di saku depan sebelah kiri baju, uang tunai Rp 800 ribu, dan handphone.

Tak puas dengan 1 paket sabu, polisi kembali melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku Amat di jalan Lambung Mangkurat Desa Pelampitan Hulu RT 006, Kecamatan Amuntai Tengah.

Hasilnya, polisi menemukan 15 paket sabu-sabu di dalam plastik transparan yang dilapis plastik warna hitam tergantung di dinding kamar. Total barang bukti yang didapat dari Amat berjumlah 16 paket sabu dengan berat kotor 17,36 gram atau berat bersih 14,51 gram,

Ditambah barang bukti lainnya seperti 2  bungkus plastik klip, 1 buah timbangan digital merk HARNIC warna silver, 1 buah sendok sabu yang terbuat dari sedotan plastik warna ungu, 1 hp, uang tunai sebesar Rp800 ribu, 1 lembar STNK dan  1 unit Honda Scoopy DA 6027 FAB.

Kepada polisi Amat mengaku memperoleh barang haram tersebut dari bandar yang berada di Kabupaten Tabalong, namun saat ini polisi masih melakukan penelusuran lebih dalam.

“Barang itu diambil di Kelua, tapi nama pelaku masih tidak jelas alias tersamar.,” beber mantan Kapolsek Amuntai Tengah ini.

Tersangka sendiri bersama seluruh baarang bukti saat ini digelandang ke Mapolres HSU guna proses penyidikan lebih lanjut dan bakal terancam kurungan penjara diatas 7 tahun penjara pasal 112, 114 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 narkotika. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter : Dew
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KRIMINAL HSU

Kadung Bayar 180 Juta, Rumah Tak Ada, Budi Dibawa ke Penjara

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Budi bersama kwitansi hasil penjualan rumah. Foto : humas polres HSU
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Budi (38) warga Desa Tigarun RT 01 Kecamatan Amuntai Tengah, harus mempertanggungjawabkan aksi penipuannya. Ia dibekuk Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Hulu Sungai Utara (HSU) jajaran Polda Kalsel lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan jual beli rumah.

Kepada polisi, pelaku yang berprofesi sebagai pedagang ini mengakui melakukan tindak pidana penipuan tersebut. Alhasil pelaku digelandang ke Mapolres HSU bersama sejumlah barang bukti berupa 1 lembar kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 150 juta dan 1 lembar kwitansi penyerahan uang sebesar Rp 30 juta.

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto SIK MH melalui Kasat Reskrim IPTU Kamarudin SH kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (11/8/2020) mengakui pihaknya telah mengamankan pelaku setelah menerima laporan korban bernama Mariani.

Berdasarkan hasil penyelidikan Senin (10/8/2020) sekitar 08.30 Wita, Unit Jatanras Polres HSU jajaran Polda Kalsel berhasil meringkus pelaku saat berada di sebuah rumah di Desa Harus RT 03 Kecamantan Amuntai Tengah.



Menurut keterangan Kasatreskrim, kasus penipuan ini berawal ketika pada tahun 2017 tepatnya pada Rabu (7/6/2017) pelaku Budi dan saksi Usup yang datang ke rumah Mariani jalan Negara Dipa No 11 RT 010 Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah yang berniat menjual rumahnya.

“Saat itu Budi ingin menjual rumahnya dengan harga Rp.300 juta kepada korban, Budi pun bilang kepada korban kalau sertipikat rumahnya sebagai jaminan hutang di BRI Cabang Amuntai dan sisa hutang di bank masih sekitar Rp 150 juta,” jelas Kasatreskrim

Namun, tambah Kasatreskrim karena korban sementara hanya ada memiliki uang Rp 150 juta alhasil korban bersedia membeli rumah itu, dan meyerahkan uang tersebut kepada Budi tanda jadi uang muka pembelian rumah.

Korban menyuruh Budi untuk melunasi hutang di bank sebesar Rp 150 juta dengan menggunakan uang yang telah disetorkan sebagai uang muka.

Sisa uang pembelian rumah sebesar Rp 150 juta rencananya akan dilunasi sekitar bulan September 2017, setelah anak korban selesai melangsungkan pernikahan.

Namun, belum sampai bulan September yang direncanakan, sekitar bulan Juli 2017 pelaku Budi meminta pembayaran uang sisa pembelian sebanyak dua kali, masing-masing mengambil uang sebanyak Rp 15 juta. Saat itu korban langsung mengantar uangnya ke rumah Budi dan pada bulan Januari 2018 dibuatkan kwitansi sebesar Rp 30 juta.

Sekitar bulan September 2017 korban sempat menanyakan masalah sertipikat apa sudah diambil dari bank dan mau menanyakan masalah menyelesaikan dan melunasi uang sisa pembelian rumah sebesar Rp 120 juta. Korban mencari Budi ke rumahnya tetapi tidak mau menemui korban. Merasa tidak ada tanggapan kemudian korban pun pulang.

Namun betapa terkejutnya korban setelah sekian lama, pada 22 Juli 2020 mendapatkan kabar bahwa Budi telah menjual rumah tersebut kepada orang lain tanpa sepengetuhan korban.

Atas kejadian tersebut, merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres HSU guna proses Lebih Lanjut.(kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter: Dew
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL HSU

Pria Berumur Setengah Abad Ketangkap Jual Kupon Putih di Alabio

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penjual judi kupon putih ditangkap jajaran Polres HSU. Foto: polsek sei pandan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Anggota Polsek Sungai Pandan (Alabio) Kabupaten HSU berhasil mengungkap kasus perjudian kupon putih.

Adalah AB, pria berusia setengah abad lebih kedapatan sedang merekap pesanan pelanggan judi kupon putih. Pria usia 53 ini ditangkap di Desa Sungai Pandan Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.



AB diciduk saat berada di sebuah rumah kontrakan Desa Sungai Pandan Hulu pada Kamis (23/7/2020) sekira pukul 22.45 Wita.



 

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Tunai sebesar Rp 550.000, sebuah Handphone merk Nokia TA-1034 warna biru hitam, 10 lembar potongan kertas yang bertuliskan angka-angka, dan sebuah alat tulis. Barang bukti diamankan ke Mapolsek Sungai Pandan guna proses lebih lanjut .

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto SIK MH melalui Kapolsek Sungai Pandan Iptu Agus Sumitro membenarkan tentang adanya penangkapan kasus perjudian kupon putih di daerah hukum Polres HSU. “Mudah-mudahan kasus serupa tidak terulang lagi, kepada warga kami imbau mari kita bersama-sama menjaga Sitkamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Kapolsek.

Pengungkapan penyakit masyarakat ini dalam menjaga dan memelihara situasi keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) sesuai program Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, SIK SH MH. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->