Connect with us

KRIMINAL BANJAR

Simpan Sabu, PA Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Diterbitkan

pada

tersangka penyimpan sabu diamankan polisi Foto: polsek
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALKMANTAN.COM, MARTAPURA – Personel Polsek Karang Intan berhasil mengamankan satu orang pria yang kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu pada Kamis (19/11/2020) pukul 18:15 Wita.

Pelaku yakni PA warga jalan Ir PM Noor Desa Awang Bangkal Barat, RT 7 Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Kapolsek Karang Intan Iptu Imam Sayuti, membenarkan telah mengamankan satu orang pria yang kedapatan menyimpan sabu.

“Benar, kami telah amankan satu orang pria, dikediamannya karena kedapatan menyimpan barang haram narkotika jenis sabu,” ucap Kapolsek Karang Intan Iptu Imam Sayuti saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, Jumat (20/11/2020) petang.



Tertangkapnya pelaku PA saat anggota Polsek Karang Intan melaksanakan Giat Operasi Sikat Intan II 2020.

“Pada saat anggota kita melaksanakan giat Operasi Sikat Intan II 2020, dan mendapatkan Informasi bahwa di jalan Ir PM Noor Desa Awang Bangkal Barat RT 07 Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, sering terjadi transaksi sabu. Kemudian, dilakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku,” tuturnya.

Dari dalam rumah pelaku polisi berhasil menemukan barang beberapa bukti sabu serta uang yang diduga hasil penjualan sabu tersebut.

“Saat dilakukan penggeledahan pihak kita menemukan, satu paket sabu dalam plastik klip dengan berat kotor 90 gram, dua pak plastik klip, satu buah bong dari kaca, dua buah pipet kaca, tiga buah timbangan digital,” katanya.

Ia menambahkan, juga menemukan barang bukti lain berupa yakni uang yang diduga hasil penjualan sabu-sabu Rp 1.250.000, satu buah Hp merk Realme, satu buah tas pinggang warna abu-abu merk 3senoco, satu buah kotak plastik warna cokelat.

Pelaku berserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Karang Intan guna mempertanggung jawabkan perbuatanya.

“Untuk pelaku bersama barang bukti, sudah kita amankan di Mapolsek Karang Intan, guna proses lebih lanjut, pelaku dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1, Subs Pasal 114 Ayat 1 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman
dua belas tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta,” pungkas Imam Sayuti. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

KRIMINAL BANJAR

Sipir Perempuan Dijambret saat Hendak Kerja, Pelaku Dipengaruhi Oplosan Obat Batuk Cair

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sepeda motor matik bongsor yang dipergunakan pelaku saat beraksi. Foto: polsek karang intan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Seorang perempuan sipir Lapas Narkotika Kelas II Karang Intan, Alyssa Royani menjadi korban penjambretan pada Senin (1/12/2020) kemarin.

Pelaku adalah EI, pemuda berumur 20 tahun, tercatat sebagai warga desa Pulau Kerasian Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru.

Korban kepada kanalkalimantan.com, Alyssa Royani menceritakan kronologis saat dirinya menjadi korban jambret. Ketika itu Alyssa Royani mau berangkat kerja sekitar pukul 08.00 Wita melintas di jalan Ir PM Noor, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, ada seorang pria yang mengenmdari Yamah Nmax warna hitam.

“Pria tersebut terus mengikuti dan mendempet di samping saya,” ucapnya kepada kanalkalimantan.com, saat ditemui di Lapas Karang Intan, Rabu (2/12/2020).



Pelaku jambret EI di tahanan Mapolsek Karang Intan, setelah aksinya gagal menjambret tas petugas Lapas Karang Intan. Foto: polsek karang intan

“Karena saya takut, saya terus menambah kecepatan sepeda motor saya, pria tersebut juga menambah kecepatanya. Ketika, saya liat di spion motor, pria tersebut tidak ada lagi, tak tahunya pria tersebut sudah berada di samping saya, dan mengambil tas milik saya,” tuturnya.

Tak menyerah begitu saja, sipir Lapas Karang Intan ini mempertahankan tas miliknya yang mau diambil pria tersebut, karena saling tarik-menarik membuat pria tersebut terjatuh.

“Saya pertahankan tas milik saya, tepat di tikungan Kosambi Desa Padang Panjang, saya bersama pria tersebut masuk ke dalam semak-semak, beruntung saat itu saya tidak terjatuh, hanya pria tersebut yang terjatuh,” ujarnya.

Tas tersebut digendong Alyssa Royani di bahu sebelah kanan, dan di dalam tas tersebut berisi handphone, dompet dan sejumlah surat surat penting lainnya.

“Kebetulan pada saat kejadian tersebut, pak Sugito (Kalapas Narkotika Kelas II Karang Intan, red) melewati jalan tersebut, sehingga pelaku tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Karang Intan,” cerita Alyssa Royani.

Lucunya, pada saat diintrogasi polisi di Mapolsek Karang Inta, El malah mengaku kalau korban tersebut merupakan adik kandungnya, tentu hal ini langsung ditepis oleh Alyssa Royani.

“Saya tidak kenal sama orang itu, dan orang itu bukan kakak saya,” tegasnya.
Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas II Karang Intan Sugito mengimbau kepada seluruh anggota dan seluruh jajaran, lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan perjalanan, pergi maupun pulang dari kantor.

“Khusus untuk petugas wanita agar dalam perjalanan, khusunya di tempat yang rawan, kalau bisa jangan sendirian, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Peristwa kali ini, baru pertama kali terjadi yang menimpa salah satu petugas kami,” aku Kalapas.
Terkait kasus ini, pelaku sudah diserahkan kepada pihak Polsek Karang Intan untuk proses hukum.

Sekadar diketahui akses jalan menuju Lapas Narkotika Kelas II Karang Intan, jalannya rusak dan saat malam hari gelap gulita, sehingga jalan tersebut menjadi rawan tindak kejahatan.

“Harapan kami sebagaimana kita ketahui akses jalan menuju Lapas Narkotika ini, maupun menuju Karang Intan, kondisi jalan rusak, dan tidak ada penerangan jalan kalau malam hari, lampu jalanya tidak ada yang menyala sama sekali, gelap gulita,” bebernya.
Ia menambahkan, kondisi tempat yang sunyi, cukup rawan bagi petugas Lapas dalam melaksanakan tugasnya, maupun masyarakat sekitar yang melintas.

Sementara itu, ditemui Kanalkalimantan, Kanit Reskrim Polsek Karang Intan Aipda Yohanes Suparjo mengatakan, kondisi pelaku penjambret saat melakukan aksi itu dalam keadaan mabuk. “Dari keterangan pelaku, pelaku mabuk dengan meminun obat batuk Komix sebanyak 15 sachet,” kata Aipda Suparjo. Akibat kondisi pelaku di bawah sadar pengaruh oplosan obat batuk cair itu, siapa saja yang pelaku lihat dianggap itu adalah adiknya.

“Karena kondisi pelaku mabuk, petugas kita juga kemarin sempat dibilang sama pelaku, kamu adikku ya,” tuturnya.
Terbukti saat dimintai keterangan, pelaku menjawab tidak jelas, sehingga menunggu kondisi pelaku EL sadar.

“Masih kami mintai keterangan terhadap pelaku, kondisi pelaku saat ini sudah mulai sadar, tapi alibi pelaku masih berbelit-belit memberikan keterangan ke polisi. Alasan pelaku mau pergi ke Pelaihari, sedangkam jalur menuju Pelaihari bukan jalurnya,” katanya.
Ia menambahkan, pelaku mengaku, katanya mau mengingatkan terhadap korban agar hati hati membawa tas, tapi nyata pelaku malah mau merampas tas tersebut.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga, hati hati dalam membawa barang berharga, dan jangan terlalu mencolok, baiknya disimpan di dalam jok motor dulu baru diambil, juga jangan ditinggal di dalam jok,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL BANJAR

Diduga Menjambret Pegawai Lapas Narkotika, EI Terjatuh saat Hendak Kabur

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

El terduga pelaku jambret yang diamankan warga. foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Seorang pria diamankan warga, diduga pria tersebut melakukan penjambretan di Kusambi, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, ke seorang korban yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Karang Intan, Selasa (1/12/2020).

Pelaku adalah EI (20) warga Pulau Kerasian, RT 01, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kotabaru.

Kapolsek Karang Intan Iptu Imam Sayuti, membenarkan, ada seorang pria yang diduga melakukan penjambretan dan berhasil diamankan warga.

“Iya benar, ditangkap masyarakat pas jatuh saat mau kabur,” ucap Iptu Imam Sayuti kepada Kanalkalimantan.com.



 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polsek Karang Intan, masih melakukan proses lidik tertahadp pelaku yang diduga melakukan penjambretan.

“Kita masih lakukan lidik sidik terhadap pelaku di Mapolsek Karang Intan,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->