Connect with us

Film

Sinopsis ‘Ford v Ferrari’, Kisah Nyata Dunia Balap

Diterbitkan

pada

'Ford v Ferrari' bercerita tentang manufaktur Ford mengalahkan Ferrari dalam 24 Hours of Le Mans. Foto: net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, Kurang dari dua pekan lagi, film Ford v Ferrari akan rilis di bioskop. Kisah film itu diangkat dari kisah nyata dunia balap, lebih tepatnya momen 24 Hours of Le Mans. Berikut sinopsisnya.

Secara garis besar, film ini bercerita tentang manufaktur Ford mengalahkan Ferrari dalam 24 Hours of Le Mans. Mereka meminta modifikator Carrol Shelby (Matt Damon) untuk mewujudkan itu.

Shelby, yang kini dikenal sebagai perancang Shelby Mustang buat Ford, tidak mudah untuk melakukan itu. Butuh dana besar dan pembalap yang andal.

Saat itulah Shelby merekrut Ken Miles (Christian Bale). Perekrutan itu tidak mudah karena awalnya Miles menolak, kemudian Ford menyatakan kepada Shelby bahwa ia ragu dengan kemampuan Miles.



Dalam cuplikan trailer, terlihat Miles mulai mencoba mobil yang dibangun Shelby setelah resmi bergabung. Melihat dari bentuknya, mobil itu adalah Ford GT40 Mk.II.

Penampakan itu sama dengan kejadian di dunia nyata. Ken Miles dan rekan setim dirinya, Denny Hulme, menggunakan GT40 Mk.II dengan mesin V8 7.000 cc untuk balapan di Le Mans.

Sayang, Miles hanya berhasil finis di urutan kedua pada Le Mans 1996. Tapi sebagai manufaktur, Ford tetap menang karena pembalap Bruce McLaren yang finis di urutan pertama menggunakan Ford GT40 Mk.II

Sinopsis ‘Ford v Ferarri’, Kisah Nyata Dunia BalapSecara sinopsis, film ‘Ford v Ferrari’ bercerita tentang manufaktur Ford mengalahkan Ferrari dalam 24 Hours of Le Mans.: dok. Chernin Entertainment/Twentieth Century Fox

Tahun 1966 menjadi awal kejayaan Ford di balap 24 Hours of Le Mans. Setelah itu, Ford menang Le Mans tiga kali berurutan pada 1967, 1968 dan 1969.

Sepanjang film berlangsung akan tersaji mobil-mobil balap legendaris. Bukan sekadar hiburan, film ini juga bisa menjadi sumber pengetahuan singkat sejarah Ford sebagai salah satu manufaktur besar di dunia.

Ford v Ferrari disutradarai oleh James Mangold yang sebelumnya The Wolverine (2013) dan Logan (2017). Usai mengetahui sinopsis, Ford v Ferrari akan tayang mulai 15 November.(adp/end)

Reporter : Adp/end
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Film

Perankan Fotografer W. Eugene Smith di Film ‘Minamata’, Johnny Depp Menuai Banyak Pujian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Film Drama Andrew Levitas yang dibintangi Johnny Depp sebagai fotografer perang terkenal W. Eugene Smith. Foto: Larry Horricks via deadline.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Johnny Depp kembali ke layar lebar dengan film baru Minamata, sebuah kisah tentang fotografer perang Eugene Smith.

Film bercerita tentang komisi rahasia dari majalah LIFE untuk mendokumentasikan keracunan merkuri dari masyarakat yang tinggal di Minamata, Jepang.

Minamata didasarkan pada buku dengan judul yang sama oleh W. Eugene Smith dan istrinya Aileen Mioko Smith, yang menghabiskan tiga tahun tinggal dan memotret di Minamata meskipun niat awal mereka hanya tinggal selama tiga minggu.

Esai foto, yang diterbitkan di LIFE pada tahun 1972, menarik perhatian global atas kelalaian Chisso dan memainkan peran besar dalam memenangkan gugatan kompensasi korban terhadap perusahaan Jepang.



Korban penyakit Minamata, bersama ibunya-Jepang 1972. Foto: W. Eugene Smith

Kondisi Minamata saat itu benar-benar memprihantikan. Keadaan desa nelayan sekaligus kota industri itu membuat Smith tinggal di sana selama tiga tahun, tepatnya pada 1971 hingga 1973.

Smith bisa berada di Minamata berkat seorang teman lama yang juga Editor majalah LIFE, Ralph Graves. Graves meyakinkan Smith untuk pergi ke Jepang demi mengungkap sebuah cerita besar, yakni efek keracunan merkuri pada masyarakat Minamata, Kumamoto, dalam bentuk foto.

Polusi merkuri tersebut disebabkan oleh pabrik Chisso yang memproduksi logam berat dan limbahnya dibuang ke sumber air di sekitar Minamata.

Dikutip dari collider.com, film kedua sutradara Andrew Levitas, Minamata. Sebagai film yang didasarkan pada kisah nyata yang melibatkan orang kecil melawan perusahaan besar, film ini akan mengingatkan penonton dan membandingkannya dengan film Dark Waters (2019) yang dibintrangi Mark Ruffalo dan mungkin salah satu yang paling terkenal dari film sejenis adalah film Erin Brockovich dibintangi Julia Roberts.

Berperan sebagai seorang yang masih dihantui suasana perang Johnny Depp mampu membangkitkan kesadaran penonton akan kekuatan jurnalis foto dalam menyampaikan pesan akan bahaya pencemaran lingkungan.

Beradu akting dengan lawan mainnya di film Pirates of the Caribbean , Bill Nighy, oleh pengamat film Johnny Depp dianggap mampu menghilangkan kesan konyol yang selama ini melekat pada dirinya.

Kehadiran aktor-aktor kawakan Jepang seperti Minami Hinase sebagai Aileen (yang kemudian menjadi istri Eugene Smith), Hiroyuki Sanada, Jun Kunimura dan lain sebagainya membuat film ini layak untuk ditonton.

Film Minamata ini telah tayang perdana di Berlin Internasional Film Festival pada 21 Februari 2020 lalu, namun jadwal rilis internasionalnya sendiri dijadwalkan pada 21 Februari 2021 di Inggris sebagai negara pertama.(kanalkalimantan/andy)

Reporter: Andy
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Film

18 Daftar Film yang Akan Bersaing di Venice Film Festival, Simak di Sini!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Miss Mark yang menjadi salah satu karya yang tampil di Venice Film Festival Foto: variety
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM– Sejumlah film dari berbagai negara bersaing di Venice Film Festival tahun ini untuk memperebutkan Golden Lion, penghargaan tertinggi di ajang tersebut. Penghargaan tersebut akan diberikan kepada satu dari 18 film yang bersaing di ajang yang dimulai pada 2 September mendatang.

Berikut daftar film yang akan bersaing di ajang Venice Film Festival, sebagaimana dilansir AFP.

1. Le Sorelle Macaluso (The Macaluso Sisters) – Italia
Film yang disutradarai Emma Dante ini mengisahkan lima saudara perempuan di Palermo. Mereka mengenang, berdalih, dan menceritakan rahasia saat bersatu kembali di upacara pemakaman keluarga.

2. The World to Come – Amerika Serikat
Film ini menceritakan Abigail (Katherine Waterston) yang mengelola sebuah pertanian bersama suaminya (Casey Affleck) di bagian utara New York, Mona Fastwold. Namun, ia kemudian dikisahkan jatuh cinta dengan seorang tetangga.



3. Nuevo Orden (New Order) – Meksiko/Perancis
Film distopia dari Michel Franco ini menggambarkan disparitas sosial dan ekonomi di Meksiko, saat sebuah keluarga kaya berusaha untuk keluar dari kekacauan kehidupan sehari-hari.

4. Amants (Lovers) – Perancis
Film Nicole Garcia ini menceritakan kisah Lisa dan Simon, sepasang kekasih yang berpapasan lagi tiga tahun setelah Simon melarikan diri dari Paris.

5. Laila in Haifa – Israel/Perancis
Film ini mengisahkan lima cerita wanita yang terjalin dalam satu malam di klub Haifa. Sebagai salah satu dari sedikit ruang tempat orang Israel dan Palestina dapat berbaur, sutradara Amos Gitai mengubah tempat itu menjadi protagonis.

6. Dorogie Tovarischi! (Dear Comrades!) – Rusia
Film ini diadaptasi dari kisah nyata pemogokan buruh 1962 di Novocherkassk, Uni Soviet, di mana 26 pengunjuk rasa ditembak oleh pasukan Soviet. Film garapan Andrei Konchalosky ini menceritakan kembali peristiwa yang dirahasiakan hingga 1990-an tersebut.

7. Spy No Tsuma (Wife of a Spy) – Jepang
Film yang disutradarai Kiyoshi Kurosawa yang menggunakan latar belakang Perang Dunia II bercerita tentang ujian cinta seorang istri ketika seorang wanita lain muncul dalam kehidupan mereka.

8. Khorshid (Sun Children) – Iran
Film ini menceritakan Ali dan teman-temannya yang melakukan pekerjaan kecil untuk menghidupi keluarga mereka. Film garapan Majid Majidi mengeksplorasi apa yang terjadi ketika Ali mengetahui terdapat harta karun bawah tanah.

9. Pieces of a Woman – Kanada/Hungaria
Film ini bercerita tentang Martha dan Sean (Vanessa Kirby dan Shia LaBeouf), pasangan dari Boston yang bayinya meninggal saat melahirkan di rumah. Sutradara Kornel Mundruczo menunjukkan bagaimana Martha yang berduka menavigasi hubungannya dengan suami dan ibunya (Ellen Burstyn), saat menghadapi bidan (Molly Parker) di pengadilan.

10. Miss Marx – Italia/Belgia
Film yang disutradarai Susanna Nicchiarelli ini menceritakan kisah Eleanor, putri bungsu Karl Marx, yang memperjuangkan hak-hak pekerja dan perempuan serta penghapusan pekerja anak.

11. Padrenostro – Italia
Film ini menceritakan kehidupan Valerio yang berusia 10 tahun ketika dia dan ibunya menyaksikan serangan teroris terhadap ayahnya. Namun, sutradara Claudio Noce mengeksplorasi bagaimana pertemuan tak terduga dengan bocah pemberontak mengubah hidup mereka.

12. Notturno – Italia/Perancis/Jerman
Notturno merupakan dokumenter garapan Gianfranco Rosi mengikuti orang-orang yang mencoba menggabungkan keberadaan meskipun ada kekerasan di sekitar mereka. Film ini difilmkan selama tiga tahun di perbatasan Irak, Kurdistan, Suriah dan Lebanon.

13. Sniegu Juz Nigby Nie Bedzie’ (Never Gonna Snow Again) – Polandia / Jerman
Film karya Malgorzata Szumowska dan Michal Englert ini mengisahkan seorang tukang pijat misterius dari Ukraina, Zhenia yang menjadi guru untuk sebuah komunitas spiritual.

14. The Disciple – India
Sutradara Chaitanya Tamhane menceritakan kisah Sharad, yang mengejar mimpinya menjadi vokalis klasik India di tengah kekacauan kehidupan di kota metropolitan Mumbai.

15. Und Morgen die Ganze Welt (And Tomorrow the Entire World) – Jerman/Perancis
Dalam film garaoab Julia von Heinz, Luisa dan kelompok anti-fasisnya mempertanyakan seberapa jauh mereka bersedia memerangi kebencian setelah gelombang serangan rasis melanda Jerman.

16. Quo vadis, Aida – Bosnia-Herzegovina
Film ini berdasarkan peristiwa nyata di Bosnia 1995. Aida adalah penerjemah di Srebrenica yang bekerja untuk PBB. Ketika tentara Serbia Bosnia menyerbu, dia dan ribuan lainnya mencari perlindungan di kamp PBB Belanda dalam film garapan Jasmila Zbanic.

17. Nomadland – Amerika Serikat
Sutradara Chloe Zhao menceritakan kisah Fern (Frances McDormand), yang berangkat dari kota miskin Nevada dengan mobil vannya untuk mencari nafkah sebagai pengembara zaman modern.

18. In Between Dying – Azerbaijan/AS
Film garapan Hilal Baydarov, menceritakan Davud, seorang pemuda yang gelisah dalam perjalanan penemuan jati diri.
(Kanalkalimantan.com/cnnindonesia)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->