Connect with us

Kota Banjarbaru

SMPN 5 Banjarbaru Juara Lomba Wajah Bahasa Sekolah

Diterbitkan

pada

Salah satu foto yang memenangkan Lomba Wajah Bahasa Sekolah 2019. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, SMP Negeri 5 Banjarbaru dinobatkan sebagai Juara Pertama Lomba Wajah Bahasa Sekolah Tahun 2019. Dengan predikat terbaik pertama ini, SMP Negeri 5 Banjarbaru, berhak menerima tropi, piagam penghargaan, uang pembinaan, dan akan diikutsertakan pada Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tingkat Nasional.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan Drs Imam Budi Utomo MHum mengatakan, wajah bahasa sekolah merupakan gambaran atas sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di lingkungan sekolah.

Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengadakan aksi nasional ini untuk meningkatkan situasi tertib berbahasa di ruang publik, sebagai bagian dari pendidikan literasi sepanjang hayat, sesuai dengan perintah UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Peserta aksi terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan akan diseleksi tingkat nasional untuk merebutkan penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tahun 2019,” ujar Imam Budi Utomo.

Mengingat puncak acara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 dilaksanakan pada Sabtu (4/5) sebut Imam Budi Utomo, maka penilaian Lomba Wajah Bahasa Sekolah Balai Bahasa Kalimantan Selatan 2019 dimajukan pada 9 April 2019.

Adapun pemenang Lomba Wajah Bahasa Sekolah Tahun 2019, yakni SMP Negeri 5 Banjarbaru sebagai pemenang pertama. SMP Negeri 2 (pemenang kedua), SMP Negeri 1 Martapura (pemenang ketiga), SMP Negeri 9 Banjarbaru (pemenang keempat), dan SMP Negeri 1 Banjarbaru (pemenang kelima). (rico)

Reporter: Rico
Editor: Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Hadapi Karhutla, 2.000 Hektare Lahan Sekitar Bandara akan ‘Direndam’ Air

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Karhutla pada tahun 2019 di kawasan Bandara Syamsudin Noor. Foto : dok Kanalkalimantan.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Saat kemarau muncul, peristiwa kebakarahan hutan dan lahan (Karhutla) potensi ancaman bencara yang kerap terjadi di Provinsi Kalsel. Terutama, melanda lahan gambut di sekitar bandara Syamsudin Noor yaitu Guntung Damar dan hutan lindung di Kecamatan Liang Anggang.

Kawasan Guntung Damar sudah tidak menyerap air lagi, sehingga sangat besar potensi terjadi kebakaran. Langkah antisipasi akan dilakukan Pemprov Kalsel dengan skenario seperti halnya pada tahun 2019 lalu yakni merendam kawasan dengan air.

Adapun dalam skenario tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mealokasikan dana sebesar Rp 3 miliar  untuk membuat saluran air.

Untuk perendaman tersebut saluran irigasi riam kanan tepatnya di dekat Pondok Pesantren Darul Hijrah, Cindai Alus, akan dipotong dan dibuat saluran lain. Dari saluran irigasi Riam Kanan nantinya alan menuju Sungai Kemuning, Banjarbaru dan dibuat bendungan.

Dijelaskan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel

Hanif Faisol Nurofiq, air yang naik dari ketinggian bendungan, selanjutnya didistribusikan kembali kepada saluran lainnya agar bisa merendam Guntung Damar dan hutan lindung. Perendaman dilaksanakan lebih awal sebelum musim hujan.

“Kita upayakan merendam 2.000 hektare di Guntung Damar dan hutan lindung. Mulai minggu depan kita simulasikan perendaman untuk mengetahui sifatnya  air sampai sejauh mana mampu merendah,” ujarnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Ini Penjelasan PLN Terkait Lonjakan Tagihan Listrik di Bulan Juni 2020

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kenaikan tagihan listrik bulan Juni merupakan hasil hitung rata-rata tiga bulan sebelumnya. Foto : PLN
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) menepis isu terjadinya lonjakan tagihan listrik di Bulan Juni akibat adanya kenaikan tarif listrik.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Syamsu Noor mengatakan lonjakan tagihan listrik di Juni disebabkan adanya penyesuaian tagihan rekening listrik akibat perubahan mekanisme pencatatan meter pelanggan pascabayar di awal pandemi Covid-19 yang dilakukan dengan cara menghitung rata-rata penggunaan listrik pelanggan 3 bulan terakhir untuk tagihan April dan Mei.

“Di awal pandemi Covid-19 sudah kami sampaikan bahwa, tagihan listrik di Bulan April dan Mei kami lakukan hitung rata-rata 3 bulan sebelumnya. Itu sebagai upaya PLN untuk memutus penyebarluasan Covid-19 antara petugas PLN dan pelanggan,” jelasnya, Jumat (5/6/2020).

Syamsu menjelaskan mekanisme penghitungan rata-rata tersebut mengakibatkan terjadinya selisih antara jumlah pemakaian listrik yang digunakan oleh Pelanggan dengan jumlah yang ditagihkan oleh PLN.

Sehingga akan ada Pelanggan yang membayar tagihan listrik tidak sesuai dengan jumlah konsumsi listrik yang digunakan, untuk itu PLN akan melakukan penyesuaian jika Petugas PLN sudah melakukan pencatatan meter kembali.

“Jadi karena dihitung rata-rata, maka tagihan April dan Mei ada pelanggan yang membayar lebih banyak dan lebih sedikit dari seharusnya. Jika Pelanggan kelebihan bayar, maka PLN akan mengembalikan dana tersebut dengan cara mengurangi tagihan di bulan berikutnya, jika Pelanggan kurang bayar, maka PLN akan melakukan penyesuaian tagihan ke pelanggan,” jelas Syamsu.

Untuk tagihan rekening listrik Juni, Syamsu mengatakan petugas PLN sudah melakukan pencatatan meter secara langsung ke setiap pelanggan. Sehingga setelah dihitung berdasarkan pencatatan meter langsung, PLN mendapatkan data pasti antara selisih jumlah pemakaian listrik dan tagihan rekening yang dibayarkan oleh pelanggan pada bulan April dan Mei yang lalu.

“Maka dari itu jika pelanggan merasa terjadi lonjakan tagihan listrik di Juni ini, berarti jumlah tagihan rekening di bulan April dan Mei yang telah dibayar oleh pelanggan kurang dari jumlah yang seharusnya. Maka di Juni ini kita tagihkan yang kurang tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syamsu mengatakan akibat dari Penetapan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan pemerintah kepada masyakat untuk tetap di rumah dan mengurangi aktivitas publik, sangat berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat dalam hal durasi penggunaan alat elektronik, dampaknya konsumsi listrik masyarakat pun meningkat.

“Akibat dari aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah saat pandemic Covid-19 ini, tentu akan berpengaruh juga terhadap konsumsi listrik masyarakat,” katanya.

Sebagai upaya keterbukaan informasi dan transparansi publik terkait tagihan rekening listrik bulan Juni, Pelanggan dapat melakukan klarifikasi tagihan ke Unit Layanan Pelanggan PLN terdekat. Adapun data informasi yang harus disiapkan oleh Pelanggan adalah identitas diri (KTP/KK/SIM/Passport), nomor ID Pelanggan dan struk pembayaran tagihan rekening listrik bulan terakhir.

Tambahan informasi terkait besaran tarif listrik yang berlaku saat ini masih mengacu kepada ketetapan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik sebagai berikut : (1).Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh, (2).Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh, (3).Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.114,74/kWh, (4).Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 996,74/kWh.

“Mulai dari tahun 2017 sampai dengan saat ini tarif listrik tidak pernah mengalami kenaikan,” pungkas Syamsu. (Kanalkalimantan.com/rls)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Pohon Mersawa yang Ditanam Jokowi Saat HPN 2020 Itu Akhirnya Mati…

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon marsawa yang ditanam Presiden Jokowi di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia akhirnya mati. Foto: ist/dok kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (anisoptera) yang sebelumnya ditanam Presiden Jokowi saat Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia, kawasan perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, akhirnya mati. Kini pohon tersebut sudah dicabut dan dipotong.

Pohon setinggi lebih 10 meter ini sebelumnya memang kondisinya cukup memprihatinkan. Sekitar dua bulan lalu, pohon ini sudah kondisinya mengering dan meranggas. Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru Rusmana mengatakan ini, pohon tersebut mati karena terjadinya pembusukan batang dan jamur.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Sabtu (8/2/2020) meresmikan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia, sekaligus peluncuran Kebun Bibit Desa (KBD) di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

Peresmian Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dan Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia termasuk dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020. Kegiatan ini dipimpin Presiden Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beberapa jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) seluruh Indonesia.

Turut hadir pula jajaran Pimpinan Tinggi KLHK, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK di Kalimantan Selatan, kelompok tani KBD, tokoh masyarakat, pelajar, serta para pemerhati kehutanan.

Dalam acara peresmian itulah, Jokowi menanam pohon mersawa. Pohon ini merupakan jenis pohon khas Kalimtan yang langka di Indonesia. Pohon Mersawa yang ditanam oleh Presiden RI ini, berumur 20 tahun dengan tingginya yang sudah mencapai 10 meter lebih.

Dikutip dari Wikipedia pohon Mersawa alias Anisoptera Marginata Korth adalah tanaman yang termasuk suku meranti-merantian (Dipterocarpaceae). Dalam perdagangan kayu digolongkan dalam kelompok mersawa. Pohon besar, tidak berbanir, tinggi mencapai 45 meter, dan diameter 135 cm. Pepagan berwarna coklt muda, kuning sampai putih kekuningan.

Pohon ini tumbuh pada hutan primer di rawa-rawa atau tanah berpasir dekat pantai, pada ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut. Dapat pula tumbuh di tanah liat yang terdapat sepanjang sungai. Kayu gubalnya putih sampai kuning coklat dan kayu terasnya berwarna coklat sampai coklat kemerah-merahan.

Kadishut Provinsi Kalsel Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media ketika itu mengatakan, pohon tersebut merupakan jenis endemik asli Kalimantan. “Pohon Mersawa ini merupakan pohon dari dataran Kalimantan, dan tumbuh tinggi pohon ini bisa mencapai lima puluh hingga enam puluh meter bahkan lebih jika umurnya sampau 200 tahun,” terang Hanif.

Sementara terkait hal tersebut, Dishut Kalsel belum memberikan keterangan apakah akan dilakukan penggantian tanaman atas pohon mersawa yang mati tersebut. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Reporter : Cel
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->