Connect with us

HEADLINE

Soal Pemilih Ganda di Pilkada, KPU Tabalong: DPS Bermasalah di Desa Dambung Raya

Diterbitkan

pada

Ketua KPU Tabalong Ardiansyah mengakui ada permasalahan terkait status administrasi kependudukan di salah satu desa di wilayahnya. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di antara banyaknya catatan yang Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, permasalahan daftar pemilih sementara (DPS) yang berada di Kabupaten Tabalong menjadi sorotan utama. Merespon hal ini, Ketua KPU Kabupaten Tabalong Ardiansyah mengakui bahwa memang ada permasalahan terkait status administrasi kependudukan di salah satu desa yang berada di sisi utara Provinsi Kalsel ini.

“Terkait data di wilayah Kabupaten Tabalong, memang ada data yang bermasalah di perbatasan wilayah antara Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Barito Timur. Yakni desa Dambung Raya untuk di Tabalong, dan Desa Dambung versi Bartim,” kata Ardiansyah usai melakukan rapat pleno terbuka penetapan DPS di Treepark Hotel Banjarmasin, Selasa (15/9/2020) siang.

Menurutnya, sejak keputusan Mendagri Nomor 40 Tahun 2018, wilayah tersebut menjadi termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Tabalong.

Namun, warga di sana kebanyakan memegang KTP salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah itu.



“Memang secara identitas warga disana masih ber-KTP Barito Timur, sehingga memang diduga ada kegandaan. Karena memang hasil coklit yang dilakukakan PPDP seprti itu,” ujarnya.

Akibatnya, proses itulah yang menjdi penyebab terjadinya kegandaan data.

Lebih lanjut Ardiansyah membeberkan, di desa tersebut terdapat 7 rumah terdiri dari 22 KK yang memiliki stiker coklit yang sama.

“Tetapi karena kita bekerja berdasarkan KTP elektronik dan hasil coklit, yang masuk Tabalong hanya 14, kemudian yang MS (memenuhi syarat) ada 13, TMS (tidak memenuhi syarat) 1 karena pindah domisili atau kode 4 hasil coklit PPDP,” jelasnya.

Ia melanjutkan, permasalah ini sebenarnya sudah selesai. Karena, beberapa waktu yang lalu KPU RI melaksanakan rapat kordinasi terkait daerah perbatasan regional Kalimantan di Kutai Kartanegara.

“Karena kami hanya terkait dengan data pemilihnya saja, jadi kita menyandingkn data pemilih di Bartim ke KPU Tabalong.

Dan hasilnya kita kembalikan kepada KTP elektronik,” imbuhnya.

Selain itu, ia menuturkan jika terdapat 13 pemilih yang MS di tabalong dan Ada 4 pemilih yang MS di Basito timur berdasarkan data kependudukan.

Meski demikian, pihaknya merasa perlu memastikan kembali terkait keabsahan data tersebut. “Karena ini merupakan penetapan DPS, agar hak konstitusi warga sesuai dengan e-ktp masing-masing daerah dan tidak ada kegandaan lagi,” tambahnya.

Sehingga, apa yang disampaikan oleh Bawaslu Provinsi Kalsel dalam rapat pleno terbuka tadi akan dijadikan bahan evaluasi di KPU Tabalong. Pihaknya berjanji akan menindaklanjutinya dengan melakukan sinkronisasi data DPS di Tabalong dengan DPS Bartim.

“Siapa tahu masih ada kegandaan data. Misalnya masih ada dugaan kegandaan data maka kita akan memerintahkan kawan-kawan PPK untuk mendata yang di PPS untuk memverivikasi kegandaan tersebut,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah pemilih yang berada di Desa Dambung Raya Kabupaten Tabalong sebanyak 452 pemilih yang tersebar di 4 RT. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

HEADLINE

Ini Kekayaan 3 Calon Wali Kota Banjarbaru, Harta Iskandar Paling Tajir Capai Puluhan Miliar!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dari tiga pasangan calon wali kota Banjarbaru, Gusti Iskandar tercatat sebagai kandidat yang paling kaya dengan total kekayaan mencapai Rp40 miliar Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masa kampanye para pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru telah dimulai. Upaya memikat hati para pemilih itu akan berlangsung selama 71 hari lamanya, terhitung sejak 26 September hingga 5 Desember mendatang.

Kini ketiga paslon yang telah ditetapkan oleh KPU Banjarbaru, yakni duet Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah, duet Aditya Mufti Ariffin – Wartono, dan duet Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, telah siap beradu strategi dan siasat demi mengokohkan lumbung suara pendukung mereka.

Namun sebelum itu, Kanalkalimantan akan memaparkan ‘isi kantong’ ketiga paslon berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah diterima oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

Dari data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, calon Wali Kota Banjarbaru yang paling tajir adalah Gusti Iskandar dengan kekayaan mencapai Rp 40 miliar atau lebih rincinya Rp 40.066.560.000. Dilhansir dari situs LHKPN, diketahui bahwa Iskandar telah melaporkan jumlah harta kekayaanya pada 5 September 2020.



Infografis: Kanalkalimantan/Yuda

Harta yang dilaporkan dibagi menjadi beberapa kategori, yakni Harta Tanah Dan Bangunan, Alat Tranpsortasi Dan Mesin, Harta Begerak Lainnya, Surat Berharga, Kas Dan Setara Kas, dan Hutang.

Dalam kategori Harta Tanah dan Bangunan, Anggota DPR RI dari Partai Golkar periode 2002-2004 dan 2009-2014 itu memiliki tanah dan bangunan yang tersebar di Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, Sleman, hingga Jakarta. Total keseluruhannya bernilai Rp 34,4 Miliar.

Untuk kategori Alat Tranpsortasi Dan Mesin, pria kelahiran 27 Januari 1959 itu memiliki tiga unit mobil, dengan nilai Rp 1,9 miliar. Lalu, di kategori Harta Begerak Lainnya berjumlah Rp 645 juta.

Kategori Surat Berhaga senilai Rp 900 juta dan kategori Kas Dan Setara Kas menyentuh Rp 2,7 miliar.

Kendati demikian, Iskandar tercatat memiliki hutang sebesar Rp 600 juta, yang mengakibatkan jumlah harta kekayaannya harus dikurangi dengan utang tersebut. Sehingga ril total kekayaan Iskandar ialah sekitar Rp 40 miliar atau lebih rincinya Rp 40.066.560.000.

Di posisi dua, ditempati Aditya Mufti Ariffin. Ia tercatat telah melaporkan harta kekayaannya pada 19 Agustus 2020. Pria berusia 36 tahun itu memiliki sebanyak 17 lahan tanah yang tersebar di Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar dan Barito Kuala. Ia juga memiliki 5 lahan tanah yang telah berisi bangunan, 4 diantaranya berada di Jakarta Selatan.

Nilai keseluruhan tanah dan bangunan ini menyentuh Rp 17,1 miliar.

Ketua DPW PPP Kalsel ini memiliki 4 unit mobil, di antaranya Fortuner dan Avanza. Ia membeli seluruh kendaraan itu dalam jangka waktu 2013 – 2016, dengan nilai Rp 1,1 miliar.

Harta Begerak Lainnya milik mantan anggota Komisi III DPR RI tersebut ditafsir sekitar Rp 1 miliar dan surat berharga senilai Rp 28 juta. Kas dan Setara Kas milik Aditya mencapai Rp 2,2 miliar.

Diketahui bahwa Aditya memiliki utang sebesar Rp 4,8 miliar. Setelah melalui pengurangan dengan jumlah utang tersebut, tercatat bahwa total harta kekayaan Aditya sebesar Rp 18,7 miliar atau rincinya Rp 18.776.240.166.

Dan diurutan buncit, ditempati Haji Martinus diketahui memiliki 3 lahan tanah yang terpusat di Kabupaten Banjar. Ia juga memiliki 2 tanah berisi bangunan. Nilai seluruh tanah dan bangunan miliknya senilai Rp 1,9 miliar.

Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarbaru periode 2015-2016 dan juga mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kasel itu memiliki 2 mobil, yang nilainya ditafsir menyentuh angka Rp 225 juta.

Tak hanya itu saja, Haji Martinus diketahui memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp 53,5 juta dan di kategori Kas Dan Setara Kas sebesar Rp 41,8 juta. Ia juga mencatatkan diri sebagai calon kepala daerah yang tak memiliki utang.

Nilai harta kekayaan Haji Martinus seluruhnya mencapai Rp 2,3 miliar. Ia melaporkan seluruh harta kekayaannya tersebut pada 4 September 2020.

LHPKN bukanlah instrumen untuk melihat kebersihan ketiga paslon di Pilkada Banjarbaru. Melainkan hanya sebatas tolak ukur ketaatan hukum para paslon dalam menjalankan prosedur.

Kini, publik kota Banjarbaru telah siap dihadapkan pada euforia pesta demokrasi selama beberapa bulan ke depan. Keputusan untuk memilih siapa Wali Kota dan Wakil Wali Kota menentukan nasib kota berjuluk Idaman selama 4 tahun ke depan. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

RESMI. Pjs Bupati Kotabaru-Pjs Wali Kota Banjarbaru Dilantik, Pimpin Wilayah 71 Hari

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

M Syarifuddin, Pjs Bupati Kotabaru yang dilantik, Sabtu (26/9/2020). Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dua penjabat sementara (Pjs) Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru secara resmi dilantik oleh Plt (Pelaksana Tugas) Gubernur Kalsel Rudy Resnawan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Sabtu (26/9/2020) siang.

Pelantikan hanya diikuti M Syarifuddin sebagai Pjs Bupati Kotabaru -sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel- yang berhadir langsung. Sementara, Bernhard E Rondonuwu dilantik menjadi Pjs Wali Kota Banjarbaru mengikuti secara virtual dari Jakarta.

“Sebagai Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru, saya ucapkan selamat dan sukses. Semoga saudara mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Rudy Resnawan.

Dirinya mengingatkan kepada Pjs Bupati Kotabaru dan Pjs Wali Kota Banjarbaru tetap mengemban tugas sebaik-baiknya selama mengisi kekosongan jabatan kepala daerah yang mengambil cuti di luar tanggungan negara, sejak 26 September hingga 5 Desember (71 hari) atau sekitar 12 pekan.



Dua penjabat sementara (Pjs) Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru secara resmi dilantik Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Sabtu (26/9/2020). foto: fikri

Diantaranya, Rudy Resnawan mengingatkan para Pjs untuk tetap menjaga netralitas PNS dan penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama Pilkada berlangsung di dua daerah itu.

“Laksanakan tugas pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama-sama dengan DPRD. Disamping itu, juga memelihara ketentraman dan ketertiban karena kondisi inilah memberikan kepastian pelaksanaan pilkada. Terakhir juga pastikan netralitas PNS tetap terjaga, jangan sampai dinodai dengan pelanggaran,” tegas Plt Gubernur Kalsel yang juga baru sehari menjabat. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter: Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->