Connect with us

HEADLINE

Sulitnya Menggoyang Suara Prabowo di Kalsel, Mesin Koalisi Parpol Kurang Greget?

Diterbitkan

pada

Prabowo unggul jauh dari Jokowi di Provinsi Kalsel pada pencoblosan 17 April kemarin. foto : net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Hasil quick count sejumlah lembaga survei menempatkan kemenangan telak pasangan Prabowo-Sandi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Pilpres 2019. Bahkan, dibandingkan hasil suara Pilpres 2014 silam, terjadi kenaikan suara signifikan. Hasil quick count Charta Politika menyebutkan Prabowo mampu mendongkrak kemenangannya hingga 67,36%. Sedangkan Jokowi justru jeblok di pencapaian 32,64%. Mesin koalisi parpol pendukung capres 01 kurang greget?

Bagi Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalsel, bisa jadi hasil Pilpres kali ini sebagai mimpi buruk. Karena sebelumnya, mereka menarget kemenangan Jokowi-Ma’ruf hingga 65-67%. Dengan didukung kekuatan besar koalisi parpol, tokoh masyarakat, dan relawan hingga pelosok, TKD maupun TKN sebelumnya begitu percaya diri. Bahkan, demi mendongkrak perolehan suara ini meraka menggelar kampanye akbar di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Rabu (27/3) yang dihadiri langsung Capres 01 Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menargetkan bisa meraih 60- 65 persen suara di Kalsel. Target ini dinilai cukup realistis karena telah mengunjungi sejumlah daerah.

“Target di Kalimantan Selatan, kalau di 2014 kita di sini dapat 49 persen. Tahun ini Insyaallah antara 60-65 persen,” ungkap Jokowi kepada media usai menggelar pertemuan dengan tokoh Kalsel di Hotel Mercure Banjarmasin, pada malam harinya.

Hal sama juga disampaikan Direktur Kampanye TKN Benny Ramdhani yang yakin Jokowi akan menguasai Banjarmasin dan Kalimantan secara keseluruhan. “Kita sampai 62, 65 persen targetnya,” tegas Benny. Cara yang dilakukan TKN dan Jokowi-Ma’ruf tetap sama, yakni mendorong tugas relawan dan mencegah golput.  “Relawan, para pendukung, harus berani melakukan kerja-kerja politik secara ekstra, door to door, canvassing, seperti itu saja,” ucapnya ketika itu.

Benny mengatakan, nihilnya inovasi dalam masa kampanye terbuka justru karena dia merasa kemenangan di Banjarmasin dan Kalimantan sudah di depan mata. “Kampanye terbuka ini hanya bagian dari glorifikasi kemenangan. Sekali lagi ini bagian dari glorifikasi kemenangan, khususnya bagi capres 01. Kalau bagi 02 beda lah, bagi mereka tentu bagian upaya menaikkan elektoral, bagi kami ini adalah bagian glorifikasi kemenangan, kita sudah menang, kita merayakan kemenangan itu,” kata Benny lagi.

Tapi, semua itu tak terbukti! Hasil quick count yang digelar sejumlah lembaga survei di Kalsel berbicara lain. Charta Politika menyampaikan, Jokowi hanya berhasil meraih suara 32,64% dibandingkan Prabowo yang meraih suara 67,36% di Kalsel.

Begitupun dengan lembaga survei Saifulmujani, mencatat Jokowi hanya memperoleh 37,72%, Sedangkan Prabowo 62,28%. Indikator mencatat, Jokowi meraih 32,22% dan 67,78%. Sedangkan Kedai Kopi mencatat Jokowi meraih 35,24%, sedangkan Prabowo 64,76%. (Lihat Tabel, Hasil Quick Count Pilpres di Kalsel, red.)

HASIL QUICKCOUNT PILPRES KALSEL

SURVEI JokowiMa’ruf Prabowo-Sandi
Charta Politika 32,64% 67,36%
Saifulmujani 37,72% 62,28%
Indikator 32,22% 67,78%
Kedai Kopi 35,24% 64,76%

Dibandingkan data Pilpres 2014, Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa cuma  tipis di Kalsel. Jokowi-Jusuf Kalla meraih 939.748 suara (49,95 persen), sementara Prabowo 941.809 (50,05 persen).

Apa yang tercatat dari hasil quick qout tersebut, juga selaras dari hasil pantauan Kanalkalimantan.com di sejumlah TPS di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut.   Di TPS 02 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang, Banjarbaru, Jokowi meraih 99 suara, Prabowo 105 suara, dan tidak sah 1 suara. Di TPS 02 Bayu Irang, Bati-bati, Tanah Laut, Jokowi hanya meraih 52 suara, Prabowo 112 suara, dan suara rusak : 9 suara. (Selengkapnya lihat Tabel, Hasil Pantauan Suara Pilpres Kanalkalimantan, Red).

HASIL PANTAUAN SUARA CAPRES KANALKALIMANTAN.COM

TPS 02 Landasan Ulin Utara, Lianganggang, Banjarbaru
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 99
Prabowo-Sandi 105
Tak Sah 1

 

TPS 03 Loktabat Selatan, Banjarbaru Selatan
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 90
Prabowo-Sandi 138
Tak Sah 10

 

TPS 38 Sungai Ulin, Banjarbaru Utara
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 99
Prabowo-Sandi 196
Tak Sah 5

 

TPS 02 Banyu Irang, Bati Bati
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 52
Prabowo-Sandi 112
Tak Sah 9

 

TPS 09 Guntung Manggis, Landasan Ulin
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 107
Prabowo-Sandi 97
Tak Sah 2

 

TPS 01 Kintap, Tanah Laut
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 98
Prabowo-Sandi 118
Tak Sah 0

 

TPS 07 Jorong, Asam-Asam
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 126
Prabowo-Sandi 121
Tak Sah 7

 

TPS 06 Cempaka, Bangkal, Banjarbaru
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 92
Prabowo-Sandi 99
Tak Sah 11

Di sisi lain, menanggapi kemenangan versi quick count lembaga survei, anggota BPP Prabowo-Sandi di Kalsel HM Lutfi Saifuddin menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh relawan dan tim pemenangan di Kalsel. “Kerja keras dan dukungan semua pihak, membuktikan bahwa kita berhasil meraih hasil terbaik,” ungkapnya.

Lutfi mengatakan, tak menerapkan strategi khusus selama kampanye. Hanya mempertajam sosialisasi secara masif dan kampanye door to door. “Kita langsung bertemu bersama masyarakat dan melaksanakan kegiatan yang lebih bermanfaat,” katanya.

Dia tak menampik support beberapa ulama di Banua turut mempengaruhi. Masyarakat Kalsel, kata dia, secara sosial-kultur agamis dan religius. “Ya kita patut berbangga akan hasil ini. Meskipun secara nasional masih menunggu penghitungan dari KPU,” ungkap Wakil Ketua DPD Gerindra Kalsel ini.

Sementara Ketua Harian Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalsel Rully Rozano, kepada media apahabar.com, enggan berkomentar mengenai hasil perolehan sementara Capres dan Cawapres ini.

Kurang Greget

Lalu apa yang salah dari tim yang didukung oleh koalisi gemuk parpol dan sejumlah tokoh masyarakat hingga kepala daerah ini? Di atas kertas, mestinya target TKD yang sebelumnya untuk meraih suara 65% cukup realistis.

Hal ini dengan menimbang sejumlah show kekuatan kubu capres 01 ini di Kalsel. Sebagaimana diketahui, sebelumnya sejumlah daerah yang ada di Kalsel mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin. Total ada 12 kepala daerah yang ikut deklarasi. Deklarasi digelar di Posko Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin di Banjarmasin, Senin (8/10/2018).

Ketua DPD PDIP Kalsel yang juga anggota Tim Kampanye Nasional, Mardani H Maming juga menghadiri kegiatan tersebut bersama Ghimoyo selaku Ketua Tim Kampanye Daerah Kalsel, yang didampingi Rully Rozano selaku Ketua Harian Tim Kampanye Daerah Kalsel.

Deklarasi dukungan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Wakil Walikota Banjarmasin  Hermansyah, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Bupati – Wakil Barito Kuala Noormiliyani – Rahmadian Noor, Bupati Banjar Khalilurahman dan Bupati – Wakil Bupati Tapin, Arifin Arpan – Syafrudin Noor.

Kemudian Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry, Bupati – Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid – Husairi Abdi, Wakil Bupati Tabalong Mawardi, Bupati Balangan Ansharudin, pelaksana tugas Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor; Bupati Kotabaru Burhanudin, dan Bupati Tanah Laut Sukamta.

Adapun pemimpin daerah yang terdaftar tapi berhalangan hadir di antaranya Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani; Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur; Bupati Hulu Sungai Selatan Ahcmad Fikry, Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, Wakil Bupati Balangan Syaifullah, dan Bupati Kotabaru Sayed Jafar.

Foto : rendy

Di sela deklarasi dukungan oleh kepala daerah, ada pula deklarasi koalisi parpol pengusung dan pendukung di antaranya Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Partai Nasdem, Hanura, PKPI, Partai Perindo, dan PSI. Namun, dalam deklarasi, ada satu kepala daerah absen menandatangani deklarasi yakni Bupati Hulu Sungai Tengah, Chairansyah.

Tak hanya itu, TKD di seluruh kabupaten/kota di Kalsel juga janji menyokong. TKD Banjarbaru misalnya, optimis mendulang kemenangan untuk jagoannya di atas 55 persen. Hal ini diungkapkan Ketua TKD Banjarbaru, H AR Iwansyah yang juga Ketua Partai Golkar Banjarbaru.

Ia mengatakan, Banjarbaru menjadi salah satu basis wilayah pendukung nomor urut 01. Sebagai buktinya, Iwansyah memastikan seluruh potensi mulai partai politik (parpol) pengusung, dan relawan dalam beberapa minggu terakhir ini akan terus dimaksimalkan. “Lewat kerja keras semua parpol dan relawan, kita yakin untuk kota Banjarbaru dapat mengunci suara lebih dari 55 persen bahkan kalau bisa mencapai 60 hingga 70 persen,” tegasnya.

Dalam pergerakannya, katanya saat itu, TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Kota Banjarbaru juga terbilang solid. Meski belum ada kampanye khusus untuk Presiden di kota Banjarbaru namun disetiap kampanye partai pendukung baik itu PDIP, Golkar, Nasdem, PBB serta partai pendukung lainnya yang bersosialiasi selalu menyisipkan dukungan untuk Capres dan Cawapres 01.

Tapi, kenyataannya semua masih jauh panggang dari api. Banyaknya barisan pendukung Capres 01 ini masih tak mampu menggoyah kekuatan Prabowo pada Pilpres 2014 sebelumnya. Lalu, apakah ini akan menyebabkan Kalsel kembali kurang diperhatikan oleh Jokowi?

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Mardani H Maming menyampaikan lambatnya pembangunan di Kalsel akibat saat Pilpres 2014 lalu, Jokowi kalah suara dengan Prabowo. “Jadi, percepatan pembangunan itu akan lebih didahulukan daerah yang memenangkan suara Jokowi-JK.Itulah mengakibatkan lambatnya pembangunan di Kalsel. Sebab yang diutamakan menang, kemudian baru yang kalah,” beber Mardani ketika itu.

Bagi dia, jika masyarakat di Kalsel bisa membuktikan sebagai pemenang pada Pemilu 2019, tentu bakal memudahkan  lobi dalam percepatan pembangunan daerah. “Akan tetapi, jika Kalsel kalah, kita mau lobinya seperti apa? Dana yang dibagi ini bukan dana lebihan, malah pas-pasan,” kata Mardani.

Nasib Kereta Api Kalsel

Sebelumnya, Joko Widodo janjikan 4 poin kesejahteraan untuk masyarakat, apabila kembali terpilih menjadi Presiden RI saat Kampanye Akbar yang berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Rabu (27/3). Dalam Kampanye Akbar yang berlangsung di Stadion 17 Mei tersebut, Capres 01 Joko Widodo menyatakan beberapa janji diantaranya, apabila kembali terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia akan melaksanakan pembuatan akses jalan baru dari Banjarbaru menuju Batulicin.

“Saya tadi mendengar beberapa keinginan masyarakat di Kalsel, untuk jalan Banjarbaru menuju Batulicin itu secepatnya kita akan bangun, kita akan langsung cek lapangan dan apabila kridible akan segera kita kerjakan,” janjinya.

Disamping itu, calon petahana tersebut, juga menjanjikan adanya kereta api trans Kalimantan, hingga Kartu KIP Kuliah yang bisa dipergunakan untuk pendidian di perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri. “Siapa yang tidak setuju dengan ini bisa maju kedepan, nanti saya beri sepeda, awas kalo ada yang maju, tapi ini akan dimulai pada tahun depan, karena ini adalah program Capres,” guyonnya.

Ditambahkan Jokowi, dalam Kampanye Akbar yang dihadiri ribuan Tim Kampanye Daerah dan seluruh Relawan di Kalsel tersebut dijanjikannya juga Kartu Pra kerja, yang diberikan kepada lulusan SMA/SMK, akademi maupun universitas yang ining segera bekerja sehingga dapat diberikan pelatihan maupun training sebagai bekal bekerja.

Lalu, dengan kekalahan Jokowi di Kalsel akankah janji tersebut tetap akan menjadi prioritas Jokowi dalam periode kedua kepemimpinanannya nanti? Kita menunggu saja! (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Kalsel Tak Lagi Zona Aman Terorisme, Ulama Perlu Bentengi Anak Muda dari Paham Radikalisme

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Perlu peran ulama dalam memberikan pemahaman ajaran agama yang benar pada anak-anak muda agar tak terpapar radikalisme/ilustrasi. Foto: langgam.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyerangan di Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (1/6/2020) dini hari lalu, membuka mata banyak orang! Bahwa ancaman aksi terorisme di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini bukan ilusi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar didampingi Tim Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK)‎,‎ dalam kunjungannya ke Kalsel, Sabtu (6/6/2020) mengatakan, aksi tersebut menjadi kasus pertama penyerangan terbuka oleh jaringan terorisme di Provinsi Kalimantan Selatan!

Mirisnya, aksi teror dilancarkan AR, yang baru berusia 20 tahun. Komjen Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya ingin mendalami secara langsung aksi teror untuk mengkaji bagaimana upaya pencegahan agar terorisme di Kalsel tidak terjadi lagi. Salah satu upayanya ialah melalui pendekatan agama.

“Tersangka aksi teror ini adalah seorang remaja. Itu artinya yang harus kita upayakan adalah bagaimana caranya agar anak-anak muda tidak terpapar paham radikalisme. Kita harus patahkan pemikiran dan pemahaman sesat dengan pendekatan agama,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar saat datang di Kalsel. Foto: kanalkalimantan/Rico

Aksi teror di Mapolsek Daha Selatan, kata Kepala BNPT, adalah bentuk pelaku menebarkan kebencian tidak pada tempatnya. Untuk itu, BNPT mengajak seluruh alim ulama di Provinsi Kalsel, untuk meluruskan paham-paham ini, agar kasus yang sama tidak terulang.

Ditanya apakah Provinsi Kalsel akan ditetapkan dalam zona merah teroris, Kepala BNPT membantah wacana tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa status di Kalsel hanya ditingkatkan dalam kategori waspada.

“Tidak zona merah. Kita hanya meningkatkan kewaspadaan saja,” tungkasnya. Di sisi lain, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, Hafiz Anshari mengecam aksi teror yang terjadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dirinya, secara tegas mengatakan bahwa apapun tindakan kekerasan meskipun mengatasnamakan agama, tidak pernah dibenarkan.

“Saya tekankan di agama Islam, bahkan di semua agama, tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan. Dengan adanya kasus ini, provinsi Kalsel bukan lagi zona aman dari aksi teror. Jadi ini kewajiban kita semua untuk menanggulanginya,” katanya.

Sebelumnya, dalam suatu acara ‘Bersama Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Kalimantan Selatan’ yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel pada Selasa (31/12/2019), disebutkan bahwa sepanjang 2019, skala masyarakat Kalsel yang terpapar paham radikalisme dan terorisme berada pada angka 55.

Berdasarkan besaran angka yang didapatkan dari hasil riset dan suvei FKPT Kalsel tersebut, maka ancaman tersebut dikatakan masih dalam ambang menengah.

Sekretaris FKPT Kalsel, Mariatul Asiah menyebutkan, skala tersebut berarti paham radikalisme maupun terorisme di Bumi Lambung Mangkurat masih berada pada posisi tengah. “Masih sebatas pemikiran masyarakatnya, tidak ada aksi-aksi radikal yang ditemukan,” katanya ketika itu.

Namun demikian, posisi itu bukan berarti Kalsel yang dikenal kondusif ini dikategorikan aman dari paham-paham tersebut. “Kita harus tetap waspada agar Kalsel yang kondusif ini tetap bisa terjaga, serta yang terpenting bagaimana agar kita selalu mensinergikan semua elemen maupun kelompok masyarakat guna bersama-sama menangkal paham radikalismen dan terorisme,” tuturnya.

Sejauh ini, FKPT Kalsel telah melakukan berbagai upaya guna mencegah paham-paham tersebut supaya tidak tumbuh ataupun mengakar di kalangan masyarakat. Upaya-upaya tersebut dituangkan dalam riset tentang kearifan lokal sebagai daya tangkal berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.(Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

BREAKING NEWS. BNPT: 5 Terduga Teroris terkait Penyerangan Mapolsek Daha Selatan Ditangkap!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala BNPT Komjen Baoy Rafli Amar dalam kunjungannya ke Kalsel terkait kasus penyerangan Mapolsek Daha Selatan Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KANDANGAN– Kasus penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Senin (1/6/2020) dini hari lalu, menjadi perhatian khusus Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar didampingi Tim Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK)‎,‎ melakukan kunjungan ke Mapolsek Daha Selatan, Sabtu (6/6) guna melakukan supervisi kasus terorisme yang menyebabkan gugurnya seorang anggota polisi.

Terkait kasus tersebut, Komjen Boy Rafli Amar juga menyampaikan telah melakukan penangkapan beberapa terduga teroris pada Jumat (5/6/2020) di sejumlah lokasi. Dimana penangkapan tersebut masih terakait dengan aksi penyerangan di Polsek Daha Selatan yang dilakukan oleh AR, warga lokal yang mengaku sebagai simpatisan ISIS.

Komjen Boy mengatakan, penangkapan tersebut hasil pengembangan pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Semuanya dirunut dari awal adanya kegiatan perencanaan penyerangan Mapolsek Daha Selatan, hingga bantuan yang dilakukan sejumlah pihak. Diduga dari mereka yang diamankan adanya unsur perbantuan terhadap AR yang tewas usai melakukan aksinya tersebut.

“Ada lima orang yang telah diamankan dan saat ini dalam pemeriksaan pihak kepolisian, unsur perbantuan ini diberikan malam hari kepada pelaku sebelum kemudian melakukan penyerangan,” kata Komjen Boy, ditemui wartawan saat kunjungan ke Kecamatan Daha Selatan.

“Pemeriksaan kepada rekan-rekan tersangka masih kita lakukan. Termasuk kita juga mendalami waktu dan hari terjadinya aksi teror itu, yang mana bertepatan dengan hari lahir Pancasila,” tambahnya.

Terkait profil pelaku aksi teror yang mengklaim dirinya terafiliasi jaringan ISIS, Kepala BNPT belum banyak berkomentar. Namun, yang jelas dirinya membenarkan bahwa pelaku AR memang terafiliasi jaringan terorisme.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, mengungkapkan bahwa 4 hingga 5 orang yang diamankan tersebut, tersebar di wilayah Provinsi Kalsel. “Kemungkinan jumlahnya akan bertambah,” tuturnya.

Sebelumnya, penyerangan Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) diduga dilakukan oleh AR yang terindikasi jaringan ISIS. Dalam keterangan resminya pada Senin (1/6/2020) siang, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Moch Rifa’i membeberkan kronologi penyerangan Mapolsek Daha Selatan yang mengakibatkan satu personel bernama Brigadir Leonardo Latupapua (30) gugur dalam tugas.

Sekitar pukul 02.15 Wita Bripda M Azmi mendengar keributan di ruang SPKT, pada saat itu posisi Bripda M Azmi berada di ruangan unit reskrim. Kemudian mendatangi ke ruangan SPKT dan melihat keadaan Brigadir Leonardo Latupapua sudah mengalami luka bacok, kemudian Bripda M Azmi mendatangi Kanit Intel Brigadir Djoman Sahat Manik Raja untuk meminta pertolongan dan bersama sama mendatangi ruang SPKT.

“Kemudian OTK tersebut mengejar kedua anggota yang mendatangi ruang SPKT tersebut dengan sajam jenis samurai yang sudah terhunus,” kata Kombes Rifa’i.

Lebih lanjut ia menjelaskan, anggota yang dikejar tersebut lari ke ruang Intel dan Binmas serta mengunci ruangan dari dalam sambil meminta bantuan menelpon ke Polres Hulu Sungai Selatan. Selanjutnya, OTK tersebut bersembunyi di ruangan unit Reskrim, hingga bantuan dari Polres HSS datang, OTK tersebut tidak mau menyerah.

Sehingga aparat kepolisian mau tidak mau mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap OTK tersebut dengan menghadiahkan tembakan, hingga akhirnya dinyatakan tewas saat dirujuk ke RSUD Hasan Basry Kandangan.

“Atas kejadian tersebut Kapolri Jenderal Pol Idham Azis turut berbelasungkawa dan memberikan santunan kepada keluarga korban Brigadir Leonardo Latupapua dan menaikan pangkat setingkat lebih tinggi kepada korban.

Di samping itu Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta juga mengunjungi RSUD Hasan Basry Kandangan dan mengunjungi rumah almarhum dan memberikan santunan kepada keluarganya,” tutur Kombes Rifa’i.

Kombes Rifa’i menambahkan, selain melakukan olah TKP, aparat kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Konflik Satwa Liar dan Manusia, Bekantan Masih Menjadi yang Utama

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Koloni bekantan Tanjung Pedada Tua, suaka margasatwa Kuala Lupak. Foto: BKSDA via bksdakalsel.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Konflik antara manusia dan satwa liar menjadi ancaman yang mengakibatkan menurunnya populasi beberapa jenis satwa liar. Konflik melibatkan perebutan sumberdaya yang terbatas antara manusia dan satwa liar pada suatu daerah, menyebabkan kerugian bagi satwa liar atau manusia tersebut.

Konflik tersebut terjadi akibat perubahan hutan menjadi kawasan produktif seperti pemukiman, pertanian, perkebunan, dan industri kehutanan. Hal itu menyebabkan berkurangnya kantong populasi dan mempersempit luasan area jelajah satwa liar. Konflik juga terjadi akibat perburuan berlebihan terhadap satwa liar.

Kalimantan Selatan sendiri mencatat data cukup besar akan konflik satwa liar dan manusia yang terjadi. Bekantan menjadi satwa liar yang paling sering berkonflik dengan manusia di wilayah Kalimantan Selatan.

Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan bakau, rawa dan hutan pantai. Penyempitan wilayah habitat utama bekantan dan perluasan wilayah permukiman, perkebunan dan tambang menjadi faktor utama penyebabnya.

Berbicara dengan Kanalkalimantan.com kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel Dr Ir Mahrus Aryadi MSc menyampaikan konflik manusia dan bekantan yang terjadi di Kalsel sebagian besar terjadi di lokasi dimana habitat bekantan sebagian besar sudah tidak kompak (terfragmentasi) dan beralihfungsi menjadi berbagai bentuk pemanfaatan lain.

Data sampai bulan Juni 2020 tercatat, ada 6 kasus bekantan yang keluar habitat dan masuk wilayah manusia. Enam kasus terjadi di Balangan, Sengayam (Tanah Bumbu), Banjarmasin (dua kasus), dan Tanah Laut (dua kasus).

“Beragam faktor yang memaksa bekantan keluar habitat.  Faktor-faktor tersebut antara lain perkebunan, tambang, pembangunan (pemukiman, kantor dan lain-lain). BKSDA Kalsel telah mengambil langkah strategis, baik yang bersifat preventif maupun kuratif,” ungkapnya.

Kawasan Hutan Mangrove Suaka Marga Satwa Kuala Lupak. Foto: BKSDA via bksdakalsel.com

Mitigasi Konflik dan Penyadaraan Masyarakat

Menurut Mahrus, persoalan konflik manusia dan satwa liar (bekantan) merupakan persoalan yang multi sektoral dan multilanskap.

BKSDA Kalsel telah mengambil langkah strategis, baik yang bersifat preventif maupun kuratif.

Langkah preventif antara lain:

– Mengintensifkan perlindungan habitat bekantan di Kawasan konservasi melalui patrol kawasan dan monitoring populasi bekantan.

– kerjasama multipihak dengan instansi lain (Dinas Kehutanan, Pemprov/Pemda, swasta) untuk mengalokasikan lahan di luar kawasan konservasi sebagai kawasan ekosistem esensial (KEE) yang salah satu fungsinya untuk habitat bekantan. KEE yang sudah ada: lahan di desa Panjaratan Tanah Laut,  KEE Kuala Lupak, Barito Kuala.

– Sosialisasi melalui berbagai media, Website, Sosmed (FB, IG, Twiter), Poster, spanduk dll, untuk menyadarkan masyarakat agar turut berperan dalam pelestarian bekantan.

Kuratif:

– Melakukan penyelamatan bekantan yang terlibat konflik oleh tim Satgas BKSDA Kalsel

– Penegakan hukum terhadap tindakan ilegal terhadap satwa liar dilindungi bekerjasama dengan aparat penegak hokum Polda dan Polres  (banyak kasus yang sudah berhasil diungkap).

Lebih lanjut Mahrus mengatakan “Persoalan konflik manusia dan satwa liar (bekantan) merupakan persoalan yang multi sektoral dan multilanskap. Artinya pemecahan permasalahan konflik bekantan dan manusia harus melibatkan banyak instansi karena cakupannya tidak mengenal batas administrasi. Konflik satwa bukan hanya urusannya BKSDA Kalsel/KLHK saja tapi perlu dukungan pihak/instansi lain”

Sebagian besar habitat bekantan (60% lebih) berada di luar kawasan konservasi, yang kewenangannya berada di Pemprov/Pemda. Untuk itu peran multipihak sangat diharapkan dalam mencegah dan mengurangi konflik di masa depan.

“Kedepan kami BKSDA Kalsel, sebagai kepanjangan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang ada di daerah berharap pihak-pihak terkait mau untuk memikirkan masa depan bekantan yang ada di luar kawasan konservasi. Peran yang diharapkan adalah dengan melindungi habitat yang saat ini masih ada. Habitat-habitat ini agar ditetapkan dalam RTRW Pemprov/Pemda sebagai areal lindung yang tidak boleh dibuka,” pungkas Mahrus. (kanalkalimantan.com/andy)

 

Reporter : Andy
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->