Connect with us

kalteng

Sungai Barito Surut, Kapal Onrust Belanda saat Perang Banjar Terlihat

Diterbitkan

pada

Sketsa kapal onrust. foto: wikipedia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MUARA TEWEH, Kapal Onrust (Stoomschip Onrust) milik Belanda yang tenggelam dalam Perang Banjar/Perang Barito, 26 Desember 1859 silam, di wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, muncul kepermukaan saat Sungai Barito surut seperti saat ini.

“Ada rasa merinding, terharu dan senang kala singgah di tepian Barito. Merinding dan terharu karena membayangkan suasana perang, dimana pahlawan kita menenggelamkan kapal besar ini,” kata seorang warga Muara Teweh Waway ketika berada di lokasi tenggelamnya Kapal Onrust itu di Lalutung Tour, Kecamatan Teweh Baru, Minggu, 22 September 2019, seperti dilansir Antara.

Dia merasa senang ini, merupakan momen langka yang belum tentu bisa dijumpai setiap waktu. Kebetulan tahun ini musim kemarau sangat panjang dan sisa Kapal Onrust terlihat sangat jelas walaupun beberapa bagian masih tertutup pasir dan tanah Sungai Barito.

Dia merasa ada sesuatu yang tak bisa diungkapkan saat melihat langsung sisa kapal Onrust milik Belanda yang tenggelam di Lalotoung tour atau dua kilometer arah Selatan dari Muara Teweh.

“Mari kenang kembali bagaimana perjuangan pahlawan membela Tanah Air. Semoga Allah SWT menempatkan arwah para pahlawan kita di tempat terbaik,” kata guru SMAN 2 Muara Teweh ini.

Akankah diangkat?

Sementara warga lainnya Sholihin mengatakan tentang Kapal Onrust ini perlu diketahui generasi muda, terkait nilai-nilai perjuangan di wilayah pedalaman Kalteng dan nilai kesatuan dan persatuan antaretnis yang terbentuk sejak sebelum kemerdekaan.

Bangkai kapal ini perlu diangkat ke daratan untuk dijadikan objek wisata atau monumen cagar budaya setempat.

“Jadi, upaya pengangkatan kapal ini hanya bisa dilakukan pada saat Sungai Barito surut pada musim kemarau panjang sehingga pemerintah daerah sudah punya gambaran kalau ini memprogramkan untuk pengangkatan kapal tersebut,’ kata dia yang waktu kecil sering mencari buah-buahan di hutan sekitar lokasi tenggelamnya Kapal Onrust.

Warga Muara Teweh lainnya Ariel Rakhmadan menyebutkan sejumlah barang peninggalan pejuang Barito Tumenggung Surapati masih tersimpan dengan baik di rumah orang tuanya, Setia Budi, yang merupakan keturunan atau generasi kelima dari pejuang tersebut diantaranya berupa meriam, pistol dan mandau (senjata tajam khas Suku Dayak) serta alat-alat makan.

“Nenek moyang kami Tumenggung Surapati sebagai komandan saat penenggelaman Kapal Onrust tersebut,” kata Ariel.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Utara Arbaidi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan inventarisasi potensi wisata sejarah tenggelamnya Kapal Onrust.

“Kami akan menjajaki kalau dibuatkan jalan darat untuk menuju lokasi tersebut sehingga memudahkan masyarakat yang ingin mengunjungi lokasi itu, terutama saat Sungai Barito surut,” kata dia.

Sudah lama dicari

Kapal Onrust itu beberapa tahun lalu sudah dilakukan survei untuk mengetahui titik koordinat lokasi karamnya di Sungai Barito, Lalutung Tour.

Hasil survei tim arkeologi dari Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada September 2006, secara fisik Kapal Onrust memang benar ada meski hampir semua fisik kapal sudah terendam lumpur

“Lokasi kapal itu berada pada Lintang Selatan (LS) 00.56 derajat 57.4 detik dan Bujur Timur 114 52 derajat 32.7 detik atau sekitar 2,2 kilometer arah hilir atau selatan kota Muara Teweh,” kata dia.

Survei arkeologi bawah air di Sungai Barito ketika itu untuk mencari kedudukan dan lokasi secara pasti, serta koordinat dari bangkai Kapal Onrust yang tenggelam pada akhir abad XIX dalam pertempuran rakyat dipimpin pejuang Barito Tumenggung Surapati melawan Belanda.

 

Masih baik

Menurut dia, tenggelamnya kapal yang secara fisik, terutama badan kapal yang terbuat dari pelat dan baja itu masih relatif cukup baik karena karatnya tidak terlalu parah.

Hal itu dinilainya berbeda dengan kapal-kapal besi yang tenggelam di perairan laut karena lebih mudah mengalami karatan.

Meski ada kerusakan, dia mengemukakan bahwa kerusakan yang terjadi karena hal yang bersifat mekanis, seperti terjangan kayu-kayu besar, lumpur pasir, dan batuan yang terbawa arus sungai.

Apalagi, lanjut dia, lokasi tenggelamnya kapal itu berada di tikungan sungai berarus deras.

“Jadi, secara fisik secara umum dilaporkan tim arkeologi itu masih cukup kuat karena proses korosi tidak terlalu parah sehingga masih memungkinkan diangkat ke permukaan,” kata Arbaidi.

Dari hasil survei dan menghimpun sejumlah narasumber dari warga setempat, dia mengemukakan bahwa fisik kapal pecah menjadi dua bagian dan pada posisi yang diketahui koordinatnya itu merupakan bagian haluan hingga badan kapal ke belakang sepanjang 18.40 meter.

Bagian lainnya, sekitar 300 meter arah hilir dari titik kapal yang ditemukan itu.

 

Kapal uap

Sementara itu, berdasarkan data dari Museum Perkapalan Belanda (Scheepvaart Museum Amsterdam) disebutkan Kapal Onrust merupakan kapal uap Belanda yang dibuat pada tanggal 15 September 1845 dengan panjang 24 meter, lebar 4 meter, dan luas kapal di dalam air 1,15 meter dengan daya mesin uap 70 tenaga kuda (PK).

Kapal itu bermesin uap dilengkapi persenjataan meriam pelempar peluru seberat 24 pond dan enam senapan mesin yang berputar (gatling gun Amerika) itu dibawa ke Indonesia pada tahun 1846.

Sebelum ditenggelamkan dalam Perang Banjar/Perang Barito oleh perjuangan rakyat dipimpin Tumenggung Surapati, tangan kanan Pangeran Antasari, pada tanggal 26 Desember 1859, kapal tersebut sempat berlabuh di Pelabuhan Telawang Banjarmasin pada tahun 1859.

Pada peristiwa berdarah itu menewaskan Letnan Bangaert C bersama 50 serdadu marinir dan 43 anak buah Kapal Onrust yang ikut tenggelam setelah salah seorang pejuang membuka keran air di ruang palka hingga Kapal Onrust tenggelam. (ant)

Reporter : Ant
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

kalteng

Serius Jadi Ketum KONI Kalteng, Eddy Raya Resmi Mendaftar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

H Eddy Raya Samsuri. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Bertekad meningkatkan pembinaan olahraga lebih baik, H Eddy Raya Syamsuri, mendaftarkan diri untuk menjadi bakal calon Ketua KONI Kalteng 2020-2024 ditandai pengambilan surat formulir pendaftaran ke Sekretariat KONI Kalteng, Selasa (11/2/2020).

Pengambilan formulir dilakukan untuk Eddy Raya, diwakili Nurani Mahmuddin. Proses pengambilan formulir sebagai kelengkapan bakal calon Ketua Umum KONI Kalteng masa bakti 2020-2024 dan pendaftaran pencalonan dibuka sejak 11-16 Februari 2020.

“Kami diminta untuk mendaftarkan Eddy Raya untuk menjadi bakal calon Ketua KONI Kalteng, dan sudah melakukan pendaftaran dan pengambilan form pendaftaran,” kata Nurani kepada Kanalkalimantan, saat dihubungi via telepon, Kamis (13/2/2020) malam.

Ia mengungkapkan, selain Eddy Raya yang sudah mengambil formulir pendaftaran, juga ada beberapa kandidat lain yang maju pada musorprov, seperti Christian Sancho dan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto.

“Jadi yang kita ketahui selain Eddy Raya ada dua calon lainnya yang telah mengambil formulir pendaftaran untuk maju pada KONI Kalteng ini,” beber Nurani.

Terpisah Eddy Raya mengatakan, sudah siap untuk menjadi orang nomor satu di KONI Kalteng, dengan tujuan membina olahraga dan meningkatkan prestasi atlet-atlet di Kalteng.

Ditambahkan oleh orang nomor satu di Barsel itu, dirinya bertekad untuk meningkatkan pembinaan prestasi atlet, pembinaan dan pemberdayaan organisasi olahraga, serta untuk membangun sinergisitas dengan steakholder.

“Kalau memang dipercaya nanti, kita akan serius meningkatkan baik kinerja maupun prestasi semua cabor di bawah KONI Kalteng, tentunya dukungan dengan semua steakholder di Kalteng,” tandas Eddy Raya. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kalteng

Video: Seram Pegawai RSUD Murjani Sampit Ditarik Sosok Gaib?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi: wallpaperhi.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, SAMPIT – Warganet Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan beredarnya sebuah video pegawai RSUD Murjani Sampit yang ditarik mahluk gaib saat sedang bertugas di salah satu ruangan. Video berdurasi 30 detik itu tersebar melalui media sosial (medsos) dua hari terakhir.

Untuk mencoba melacak kebenaran video ini wartawan Kaltengekspres.com melakukan penelusuran ke RSUD Murjani Sampit guna memintai keterangan langsung dari korban yang mengalami peristiwa diganggu mahluk gaib tersebut bernama Erni.

Diberitakan Kaltengekspres.com, Erni menceritakan, kejadian ini dialaminya pada Senin (20/1/2020) sore, sekira pukul 15.13 WIB. Saat itu ia sedang bekerja di ruangan loundry bersama satu orang temannya, namun tiba-tiba kaki kanannya ditarik oleh sebuah sosok makhluk halus jenis perempuan dengan memiliki mata seram berwarna merah.

“Iya benar, sosoknya perempuan, matanya berwarna merah, saat saya sedang asik bekerja di ruang loundry, tiba-tiba saja kaki kanan saya serasa ada yang menarik, hingga saya langsung terjatuh sampai ke bawah meja,” ungkapnya, Rabu (22/1/2020) saat dibincangi.

 

Erni menjelaskan, peristiwa tersebut dialaminya berlangsung selama kurang lebih 10-15 detik, dan tangan yang memegang kakinya itu sangat dingin dan keras, sekilas dirinya tidak berani untuk melihat jelas wujud mahluk tersebut.

“Kaki saya ditarik selama 10-15 detik, dan tangan mahluk tersebut terasa dingin dan keras, saya tidak berani untuk melihat jelas wujud dari mahkluk itu,” bebernya.

Sementara itu dari keterangan rekan kerjanya menyebutkan, bahwa mahluk tersebut memang sering menampakan diri, namun baru kali ini kejadian tersebut menganggu salah seorang pegawai ditarik hingga terperosok ke bawah meja. (ry/kaltengekspres.com)

 

 

Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kalteng

Polda Kalteng Imbau Warganet Tak Bagikan Foto dan Video Ledakan Bom Medan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polda Kalteng memperketat keluar masuk tamu yang datang ke Mapolda. Foto : dok Humas Polda Kalteng
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Palangka Raya, Seluruh jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) langsung diminta siaga pasca aksi peristiwa bom bunuh diri oleh seorang pelaku terduga teroris yang terjadi di halaman parkir Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi.

Terkaitakan hal ini Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Ilham Salahudin SH MHum melalui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan SIk MH mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan melawan aksi teror dengan tidak menyebarluaskan foto dan video kejadian di Polrestabes Medan tersebut. “Mohon untuk tidak menshare foto maupun video kejadian di Medan.

Kalaupun sudah memiliki, stop dikita saja, jangan dishare ke yang lain lagi, dan bila perlu hapus,” imbau Kabidhumas. Menurutnya, aksi dugaan bom bunuh diri di halaman Polrestabes Medan mempunyai suatu tujuan tertentu, diantaranya dengan mengumbar aksi teror yang membuat masyarakat resah dan takut.

“Perlu diketahui bahwa tujuan teroris melakukan aksi bom bunuh diri memang untuk membuat teror, ancaman, rasa takut kepada masyarakat. Dengan tujuan agar kita membagikan foto maupun video dari aksibiadab yang mereka gencarkan,” pungkasnya. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->