Connect with us

Bisnis

Survei Bathimetri Lini Bisnis Baru yang Dilirik PT Ambapers

Diterbitkan

pada

Komisaris Utama PT Ambapers Totok Helianto disela kegiatan buka bersama. foto : arief rahman
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Sebagai salah satu perusahaan daerah milik Pemprov Kalsel yang memiliki kinerja terbaik, PT Ambapers terus berupaya mengembangkan lini bisnis untuk meningkatkan pemasukan bagi perusahaan dan daerah.

Terbaru selain menarik chanel fee pada komoditas batu bara yang melintas di alur barito, PT Ambapers mulai mengembangkan lini bisnis baru yakni survei bathimetri untuk pengecekan kedalaman perairan.

“Kita sudah mulai mengerjakan survei tersebut pada beberapa wilayah di Kalimantan. Kedepan tentunya bisnis ini akan terus kita maksimalkan lagi agar dapat menjadi salah satu lini bisnis utama pemasukan perusahaan,” ungkap Komisaris Utama PT Ambapers, Totok Helianto, Sabtu (11/5/2019) lalu di sela kegiatan buka bersama Keluarga Besar PT Ambapers di Banjarmasin.

Direktur Utama PT Ambapers Zulfadli Ghazali saat memberikan santunan pada dua panti asuhan di Banjarmasin. foto arief rahman.

Selain itu, menurutnya PT Ambapers juga sedang melakukan pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Dengan kehadiran BUP nantinya diharapkan makin mudah bagi PT Ambapers untuk bekerjasama dengan PT Pelindo III Cabang Banjarmasin dalam mengelola bisnis yang ada di sekitar kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin.



“Kami targetkan tahun ini masalah BUP sudah beres. Jadi mulai tahun depan kita sudah bisa melakukan berbagai kerjasama bisnis baru dengan PT Pelindo III Cabang Banjarmasin untuk menambah laba bagi perusahaan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Ghazali optimis di tahun 2019 perusahaan daerah milik Pemprov Kalsel dan Pelindo ini bisa membukukan keuntungan yang lebih besar dibanding tahun 2018 lalu.

Sejauh ini, di triwulan I tahun 2019 saja sudah ada kenaikan trafic pendapatan 9-10 persen dibanding hari triwulan I tahun 2018. Kenaikan sendiri dipengaruhi oleh faktor mulai bergeliatnya kembali permintaan batu bara di pasar global.

“Kami optimis sampai akhir tahun nanti pendapatan kita akan terus naik melebihi target yang dicanangkan. Dengan demikian tentu PT Ambapers bisa memberikan sumbangsih laba yang lebih besar bagi Pemprov Kalsel melalui pendapatan asli daerah,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan buka bersama kali ini diberikan bantuan uang tunai untuk operasional Panti Asuhan Sultan Suriansyah Jl HKSN dan Panti Asuhan Ibnu Ruslan Asyafiiyah Gambut sebagai bentuk rasa syukur PT Ambapers atas perkembangan bisnis selama ini. (arief)

Reporter:arief
Editor:bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Indonesia Resesi Usai BPS Rilis Kuartal III Minus 3,49 Persen

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Indonesia alami masa resesi ekonomi usai BPS Rilis Kuartal III Minus 3,49 Persen. Ilustrasi foto: pexels.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020 sebesar minus 3,49 persen, itu artinya Indonesia resmi menyandang status resesi akibat pada triwulan sebelumnya juga minus sebesar 5,32 persen.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,49 persen,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Kecuk mengungkapkan, dari segi angka, pertumbuhan yang minus ini telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya karena masih tumbuh 5,05 persen.

“Tetapi kalau kita bandingkan dengan triwulan II tahun 2020 perekonomian kita tumbuh positif 5,05 persen,” katanya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020 sebesar minus 3,49 persen, itu artinya Indonesia resmi menyandang status resesi akibat pada triwulan sebelumnya juga minus sebesar 5,32 persen.



“Ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,49 persen,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Kecuk mengungkapkan, dari segi angka, pertumbuhan yang minus ini telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya karena masih tumbuh 5,05 persen. “Tetapi kalau kita bandingkan dengan triwulan II tahun 2020 perekonomian kita tumbuh positif 5,05 persen,” katanya.

Meski begitu secara kumulatif sepanjang tahun ini dari triwulan I hingga III, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07 persen. “Apa yang bisa kita lihat dari triwulan III, yang pertama secara PDB Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan cukup tinggi yaitu sebesar 5,05 persen, kalau kita bandingkan dengan triwulan kedua yang artinya terjadi perbaikan ekonomi yang cukup signifikan dan ini bisa menjadi modal yang bagus untuk ekonomi kedepannya,” pungkasnya.(suara)

Editor: Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Lima Tahun Budidaya Madu, Produk Madu Chairul Sampai Keluar Negeri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Chairul Mufti, pengusaha madu yang sukses membudidayakan madu lebah dan madu kelulut. Foto: dok.pribadi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang pria warga jalan Karang Karya, Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, sukses membudidayakan lebah madu dan lebah kelulut hingga ekspor ke sejumlah negara.

Adalah Chairul Mufti, menekuni usaha budidaya madu sejak tahun 2015 hingga saat ini. Ia mengaku sudah memiliki dua lokasi usaha budidaya madu kelulut di Tankisung, Kabupaten Tanah Luat dan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kepada Kanalkalimantan.com, Senin (26/10/2020), Chairul menceritakan kisahnya sebagai pengusaha madu kelulut dan madu lebah.

“Saat itu saya baru resign dari salah satu perusahaan kelapa sawit, saya berpikir mau usaha apa yang bisa dijalankan, usaha yang tidak mudah rusak, tapi mudah didapatkan, serta mudah saat dipasarkan, dan diperlukan semua kalangan umur,” katanya.



 

Ia mengatakan salah satu bentuk usaha yang tidak mudah rusak, mudah didapat, mudah dipasarkan, dan diperlukan semua kalangan umur, adalah jenis produk madu. Ia pun langsung serius menggeluti usaha madu tersebut.

“Ketika sudah menemukan usaha ini, saya mulai fokus dan serius untuk menjalankannya. Memang awalnya bingung bagaimana memulainya, tapi saya tidak menyerah begitu saja, terus belajar dan belajar, Alhamdulillah usaha saya bisa bertahan sampai saat ini,” ungkapnya. Sudah berjalan lima tahun lamanya Chairul mengeluti usaha madu kelulut tersebut.

“Alhamdulillah sudah berjalan lima tahun lamanya dari 2015 sampai saat ini, bagi saya ini adalah usaha yang sangat mengiurkan, disamping karena madu adalah obat kesehatan, juga sangat mudah dipasarkan,” tuturnya.

Selama lima tahun menggeluti usaha madu tersebut, Chairul berhasil memasarkan madu hasil produksinya ke seluruh Indonesia dari Aceh sampai ke Papua, bahkan sampi keluar negeri.

“Selain di Indonesia, produk saya juga sudah diorder sampai luar negeri, diantaranya Arab Saudi, Kuwait, China, Korea dan beberapa negara lainnya,” katanya.

Hasil produk lebahnya ada dua jenis yakni lebah yang tanpa sengat dan lebah yang bersengat.

“Di depan rumah saya memang sengaja saya buat empat tempat madu yang tidak bersengat hanya sebagai contoh saja,” katanya.

Memang waktu awal pandemi Covid-19 melanda, penjualan madu sempat menurun, tetapi sering berjalannya waktu, saat ini penjualan sudah meningkat. “Mungkin saat ini usaha lain lagi turun, tapi untuk madu sampai hari ini pesanan masih terus mengalir,” tuturnya.

Lanjut Chairul, untuk harga jenis madu bantal, madu lebah, rasanya manis untuk ukuran 100ml Rp 35.000, sedangakan ukuran 250ml Rp 80.000 ribu, dan ukuran 500ml Rp 150.000 ribu.

Sedangkan untuk jenis madu kelulut/klanceng dengan rasa asam manis, ukuran 100ml Rp 60.000 ribu, sedangkan ukuran 250ml Rp 130.000 ribu, 500ml Rp 250000 ribu, dan 500ml Rp 300.000 ribu, untuk bee polen kelulut Rp 80.000 ribu/cup.

Tertarik membudidayakan madu, Chairul siap menjadi teman sharing terkait budidaya madu.

“Saya terbuka kepada siapapun yang datang, yang ingin belajar ayo kita sama-sama saling berbagi ilmu,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->