Connect with us

HEADLINE

Susahnya Pemko Banjarbaru Membongkar ‘Sarang’ di Eks Lokalisasi Pembatuan

Diterbitkan

pada

Petugas dari polisi dan Satpol PP berkali-kali masih menemukan praktek prostitusi di eks lokalisasi Pembatuan. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Tepatnya tiga tahun lalu eks Lokalisasi Pembatuan, Banjarbaru, ditutup. Sejak saat itu, seharusnya aktivitas esek-esek di lokalisasi tersebut itu berhenti. Namun fakta di lapangan tidak demikian. Polisi dan Satpol PP masih saja rutin melakukan penangkapan dan menemukan geliat bisnis haram di tempat tersebut. Bedanya, jika dulu praktek prostitusi dilakukan trang-terangan, sekarang beroperasi di balik bayang-bayang.

Dalam kurun waktu setahun belakangan, puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) diamankan petugas dan terbukti bersalah usai menjalani sidang tipiring di PN Banjarbaru. Palu hakim dengan vonisnya tidak membuat jera para PSK ini yang berjanji tidak akan bergeliat di binis prostitusi tersebut.

Beberapa kasus, menyatakan PSK yang diamankan merupakan pemain lama namun justru memilih kembali berkerja karena tuntutan kebutuhan hidup. Untuk tarif yang dikenakan pun beragam lantaran berkurangnya para pelanggan Hidung Belang, bahkan ada yang hanya mematok harga Rp 70 Ribu untuk satu kali main.

Dari catatan kasus yang terakhir, saat gelaran Operasi Sikat Intan 2019 oleh Polres Banjarbaru yang mengamankan 5 orang PSK di Eks Lokalisasi Pembatuan.  (Baca Juga : Operasi Sikat Intan Berakhir, Puluhan Tersangka Diamankan Polres Banjarbaru)

Seperti virus yang menggerogoti Kota Banjarbaru, tentu permasalahan ini mendapat sorotan oleh Pemerintah Kota. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Said Abdullah mengakui para pelaku PSK memang masih memanfaatkan sejumlah bangunan di area bekas lokalisasi tersebut.

Untuk itu, ia menegaskan pemko akan melakukan penindakan dan upaya hukum yang tegas di ke depannya. “Kedepannya kita akan menyasar bangunan-bangunan di sana. Selain itu untuk menimbulkan efek jera, kita harapkan pihak PN Banjarbaru memberikan hukumannya agar diperberat. Itu berarti pasal-pasal juga harus lebih dikuatkan,” katanya.

Januari 2019. Pemko melalui tim lintas sektoral mencanangkan tim khusus yang bertugas melakukan inventarisir, penyisiran dan penindakan tegas terhadap bangunan di eks lokalisasi.

Saat itu, Dinas Perumahan & Permukiman (Disperkim), Satpol PP dan juga unsur Camat & Lurah dicanangkan bergerak satu tim. Arahan langsung diberikan oleh Sekretaris Daerah dalam sebuah rapat koordinasi (Rakor) ihwal penberantasan prostitusi di Banjarbaru. Sebagaimana diketahui, memberantas prostitusi merupakan komitmen Pemko dibawah kepemimpinan Walikota Nadjmi Adhani dan Wakilnya, Darmawan Jaya.

Mencoba menelusuri terkait wacana ini, Kepala Disperkim Banjarbaru, Muriyani saat ditemui di ruangannya membenarkan bahwa wacana tersebut memang sedang dalam proses pembahasan. “Untuk pengeksekusiannya belum. Masih dibahas dan sudah ada bayang-bayangnya. Teknisnya kita masih menunggu arahan pimpinan,” katanya kepada kanalkalimantan.com, Rabu (12/6) siang.

Muriyani sendiri enggan menjawab secara pasti kapan wacana ini akan direalisasi. Namun ia mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan kembali dengan stakeholder yang berkaitan pada  awal Juli nanti. “Kita perlu mantabkan dulu teknisnya, semisalnya dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan soal IMB dan Satpol PP penindakannya,” lanjutnya.

Foto : Kadisperkim Banjarbaru, Muriyani

Ya, dalam hal ini Disperkim nantinya akan menyasar dan mengincar soal izin fungsi bangunan di eks lokalisasi tersebut. Nantinya, apabila ditemukan penyalahgunaan fungsi bangunan maka akan ditindak hingga dilakukan pembongkaran. “Seperti kata Bapak Sekda, itu rumah ibarat sarangnya. Kalau sarangnya kita tidak fungsikan maka tidak ada lagi aktivitas penghuni yang melanggar,” lanjutnya.

Adapun alihfungsi bangunan memang kata Muriyani bisa ditindak. Semisal seharusnya rumah tinggal namun disulap menjadi tempat sewaan. Baik berupa kos, bilik ataupun kamar-kamar. Ini juga kerap didapati digunakan para PSK sebagai tempat memadu kasih dengan klien. “Kalau memang terbukti melanggar akan kita tegur beberapa kali. Kalau masih tidak taat, bisa dilakukan pembongkaran ataupun mengembalikan ke fungsi sesuai izinnya,” ujarnya.

Namun diakui Muriyani, ada kendala yang harus dihadapi yakni data IMB di eks lokalisasi tersebut.  Meruncing terkait IMB tersebut, Camat Landasan Ulin, Subhan mengatakan pihaknya belum mengantongi datanya secara rinci. “Supaya jelas, nanti sata akan cek dan dalami terkait IMB bangunan-bangunan ini. Juga menanyakan ke Kelurahan (Landasan Ulin Timur),” jawabnya.

Saat ini dari data yang dipunya Kelurahan total bangunan yang berada di areal eks lokalisasi berkisar 190 buah. Total bangunan ini terdiri dari rumah warga dan juga bangunan yang bekas tempat lokalisasi dulu.

Memang kata Camat Landasan ulin, bangunan-bangunan yang dulu digunakan untuk tempat prostitusi terkesan jadi Bangli (bangunan liar). Sebab status izin dan kepemilikanya tidak rinci apalagi pasca penutupan lalu. “Kita akan menunggu rakor (rapat koordinasi) soal wacana inventarisir dan penindakan bangunan ini. Yang pasti tentu kita sangat menyambut baik wacana ini,” ujarnya.

Adapun jumlah bangunan liar yang sebelumnya digunakan untuk prostitusi semasa masih legal berjumlah kurang lebih 60 buah. Sekarang, bangunan ini beberapa masih dimanfaatkan secara terselubung oleh PSK yang nekat beroperasi.

Kini, meskipun aktivitas prostitusi terselubung di Eks Lokalisasi Pembantuan tidak dapat diliat secara kasat mata, namun dari sejumlah sumber  membeberkan geliat bisnis haram tersebut dapat diliat saat tengah malam sekitar pukul 01.00 Wita.

Disebutkan juga biasanya bangunan-bangunan yang kebanyakan berbentuk kos atau bedakan dibuat tampak kosong dan terkunci. Namun  dapat difungsikan kembali saat ada transaksi dari PSK maupun perantaranya. (rico)

Reporter: Rico
Editor: Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Hujan Kembali Bikin Jalan Sekumpul Tergenang, Drainase Banyak Tertutup Bangunan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jalan Sekumpul, Sungai Kacang, terendam air setiap hujan deras, seperti pada Rabu (15/7/2020) siang. foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Hujan deras yang mengguyur kawasan Martapura pada Rabu (15/7/2020) siang, selain merendam kawasan Guntung Alaban, juga ‘menenggelamkan’ sebagian jalan Sekumpul, Sungai Kacang, Kecamatan Martapura.

Dua kawasan di kota Martapura tersebut memang kerap kali menjadi langganan banjir setelah hujan.

Imam (26), warga Sekumpul kepada Kanalkalimantan.com, kalau di sepanjang jalan Sekumpul Sungai Kacang setiap hujan deras, apalagi intensitas hujan sampai satu jam, pasti sudah merendam badan jalan.

“Yang jelas sering lah, kalau hujan tidak henti-henti dan deras, sampai satu jam lebih, kadang rumah yang berada di pinggir jalan itu terendam air dan itu sudah sering terjadi,” ujar Imam.

 

“Biarpun cuma lewat banjirnya, tapi kada nyaman aja, kawasan Sekumpul seakan tidak luput dari genangan banjir tahunan,” ujar Imam.

Gusti Marhusin, Lurah Sekumpul kepada Kanalkalimantan.com via WhatsApp mengakui, memang kawasan jalan Sekumpul terutama di Sungai Kacang banyak saluran drainase yang sudah tertutup bangunan. Kondisi itu tentu saja membuat air yang akan masuk ke saluran drainase tidak lancar, sehingga meluber ke badan jalan. Kondisi drainase dengan debit air yang datang saat hujan tidak imbang.

Jalan Sekumpul, Sungai Kacang, terendam air setiap hujan deras, seperti pada Rabu (15/7/2020) siang. foto: wahyu

“Ya kalau kondisi eksisting seperti hari ini ya, paling babarasih got (drainase), itupun banyak dibantu tim drainase PU, kondisi got jalan sekumpul itu banyak ditutupi bangunan, antara debit air dengan kondisi got kada imbang, banyak yang pampan (tertutup),  kami dari kelurahan sudah minta juga peran warga untuk sementara ini, biasanya dari kawan-kawan BPK  ikut turun tangan juga. Tapi itu hanya penanganan sementara saja sifatnya, tidak maksimal,” ujar Gusti Marhusin.

Memang diakuinya, pada tahun 2019 lalu sebenarnya Pemkab Banjar sudah melakukan kajian DED (Detail Engeneering Design) penataan drainase kawasan Sekumpul.

“Ini oleh Kemen PU kajian itu mau diperluas menjadi penataan kawasan religi Sekumpul,” kata Gusti Marhusin.

“Alhamdulillah sudah direspon oleh Pemkab, Pemprov dan juga pemerintah pusat, termasuk para wakil rakyat dapil Kalsel yang sangat mendukung rencana itu,” pungkas Gusti Marhusin. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Tim Mobile Legends AB Esport Wakil Kalsel di IES Indonesia Championship

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Divisi Mobile Legends AB Esport sudah cukup kesohor. Tak hanya di Kalimantan Selatan tetapi juga di area pulau Kalimantan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mampu meraih banyak gelar juara dalam berbagai turnamen esport, diantaranya juara di turnamen Gamefest ML Season 1 Online Tour, Esport Kalimantan Championship Tour Online, dan Tour Dunia Games Regional Kalimantan 2018.

Berkat sederet prestasinya itu, tak heran jika tim esport bagian dari LAzone Banjarmasin ini disebut sebagai salah satu tim terbaik olahraga elektronik untuk kategori mobile legends di Pulau Borneo.

Bukti kualitas Tim Divisi Mobile Legends AB Esport yang layak diakui adalah mereka akan mewakili Kalimantan Selatan di turnamen esport antar provinsi bertajuk Indonesia Esports Series (IES) Indonesia Championship. Turnamen ini akan diikuti 21 provinsi se-Indonesia.

“Kami akan menjadi wakil Kalimantan Selatan di ajang IES Indonesia Championship. Kami terpilih karena dalam kualifikasi online se-Kalimantan Selatan bulan lalu, kami berhasil menjadi juara. Di IES Indonesia Championship nanti, tim ini akan diberi nama Tim Mobile Legends Kalsel Rivers,” ujar Budiana Ansar, Manajer Tim Divisi Mobile Legends AB Esport.

 

Tim Mobile Legends Kalsel Rivers. foto: istimewa

Tim Mobile Legends Kalsel Rivers akan mengawali langkahnya di IES Indonesia Championship pada 18 Juli mendatang. Pada tanggal tersebut, mereka akan memainkan dua pertandingan yakni melawan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Menghadapi turnamen ini, Tim Mobile Legends Kalsel Rivers akan diperkuat 6 gamers andalan AB Esport. Mereka adalah Dody Al Fayyatdh, Raz Fawwaz Al Hafizh, Ahmad Nur Wahid, Taufik Mulyana Said, Bagus Made Saputra, dan Alfiyan Noor.

“Kami tentu akan berusaha semaksimal mungkin. Target kami adalah bisa membanggakan nama Kalimantan Selatan. Semoga kami mampu memberikan hasil terbaik,” tutur Budi.

Sementara itu, Leader Tim Divisi Mobile Legends AB Esport yang merupakan bagian dari LAzone Banjarmasin, Dody Al Fayyatdh mengaku siap tempur. Ia dan rekan-rekannya akan berusaha keras untuk memberikan hasil terbaik bagi Kalimantan Selatan.

“Keinginan kami sih pengen menjadi juara satu. Tetapi kami juga menyadari lawan-lawan nanti cukup berat. Yang pasti kami akan berusaha semaksimal mungkin demi mengharumkan Kalimantan Selatan,” tandasnya.

IES Indonesia Championship akan berlangsung hingga Oktober 2020 dengan memperebutkan total hadiah Rp 500 juta. Selain Mobile Legends, game-game lain yang akan dipertandingkan di ajang ini adalah PUBG Mobile, Dota 2, dan Auto Chess. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Banjir Bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 10 Tewas, 46 Hilang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Seorang warga berjalan di antara batang-batang kayu yang terbawa air sungai yang meluap akibat banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, POSO – Hingga Selasa sore, 14 Juli 2020, tim penyelamat masih berupaya mencari korban banjir bandang yang menerjang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin malam (13/7).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari, mengatakan kepada VOA, pada hari itu tim penyelamat telah mengevakuasi 10 jenazah, sedangkan 10 korban lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Masamba.

“Hari kedua, data sementara yang kami peroleh itu, yang meninggal 10 orang yang selamat atau luka-luka itu 10 orang,” jelas Mustari.

Petugas SAR dari Basarnas Makassar bersama personil TNI, mengevakuasi 2 jenazah korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Basarnas Makassar)

Tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas Makassar, BPBD Luwu Utara bersama TNI POLRI dan para relawan juga melakukan pencarian terhadap 46 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang tersebut. Peristiwa yang dilaporkan ke Basarnas Makassar pada Senin malam (13/7) pukul 23.23 WITA itu, terjadi secara tiba-tiba saat warga umumnya sedang beristirahat di rumah.

 

Banjir bandang yang bersumber dari luapan sungai itu, menyebabkan bangunan rumah dan perkantoran serta jalan raya tertimbun lumpur. Di sejumlah tempat, ketebalan lumpur mencapai satu hingga dua meter.

Baca Juga: Diskotik Tak Boleh Buka Pub dan Karaoke Yes, Ini Penjelasan Kadisbudpar Banjarmasin

“Informasi terakhir yang kami dapat juga dari dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Luwu Utara, mudah-mudahan valid juga datanya, sekitar 200 orang KK (kepala keluarga) yang sudah mengungsi di tempat pengungsian yang ditangani oleh BPBD setempat,” jelas Mustari.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kepada wartawan di Luwu Utara menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan lokasi pengungsian warga untuk kebutuhan penyaluran bantuan. Pihaknya juga berharap agar jaringan listrik dan telekomunikasi dapat segera dipulihkan untuk memudahkan koordinasi penanggulangan dampak bencana banjir bandang itu.

Material lumpur bercampur batang-batang kayu, terbawa banjir bandang yang menerpa pemukiman masyarakat di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)

“Yang jelas teman-teman PLN kan sudah bergerak, kita lihat sendiri tadi, tapi tentu saja butuh kehati-hatian, kalau Telkom kita berharap pemerintah untuk dapat segera, karena terus terang kita mau komunikasi juga kan susah sekali,” jelas Indah Putri.

Mismayal Khaerat dari Tim SAR Universitas Hasanuddin Makassar mengatakan kebutuhan mendesak bagi korban banjir bandang adalah terpal, alas tempat tidur, bahan makanan dan pakaian.

Baca juga: Pub Disulap Diskotik? Pengelola Ngaku Mainkan Musik Progresif

“Yang ada di daerah Rada itu karena dia berada di atas gunung dan kondisinya sangat dingin jadi butuh selimut, butuh jaket untuk anak-anak yang pasti mereka itu mengungsi tidak membawa pakaian ganti, jadi mungkin sekarang ada yang kedinginan, pakaian basah dari kemarin, yang terpenting lagi popok untuk anak-anak kecil, susu dan kebutuhan air bersih. Kebutuhan perempuan pasti pembalut dan kebutuhan pakaian dalam untuk laki-laki dan perempuan,” jelas Maya.

Pendistribusian bantuan ke Masamba sendiri saat ini masih terkendala oleh putusnya jalan lintas trans Sulawesi yang tertimbun lumpur, sehingga alternatif yang memungkinkan untuk penyaluran bantuan adalah dari arah Poso, Sulawesi Tengah.

Sebuah alat berat digunakan untuk mengeruk material lumpur yang menutupi badan jalan akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2020. (Foto: Tim SAR UNHAS Makassar)

Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers 14 Juli 2020 menjelaskan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak.

Baca juga: Pendaftar PPDB Online Meningkat, SMK PGRI 1 Martapura Tambah Kelas Baru

PLN melakukan perbaikan jaringan listrik sejak pagi tadi (14/7). BPBD setempat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan. Pusdalops BNPB mendapatkan informasi terkait kendala yang dihadapi pasca banjir.

Jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak. Personel di lapangan harus menempuh jalan memutar sejauh 10 kilometer untuk bisa mengakses lokasi terdampak. Saat ini hanya provider XL yang dapat digunakan masyarakat setempat untuk berkomunikasi. (yl/ab)

 

Reporter : Yoanes
Editor : VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->