Connect with us

Kabupaten Banjar

Tabrakan Beruntun di Gambut, Ibu dan Anak Dibawa ke Rumah Sakit Berbeda!

Diterbitkan

pada

Kecelakaan beruntun yang terjadi di Gambut, siang tadi Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Ahmad Yani km 16, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9) siang pukul 12.15 Wita. Kecelakaan ini melibatkan dua mobil dan satu unit motor. Tiga korban dilarikan ke rumah sakit, termasuk ibu dan seorang anaknya.

Kasatlantas Polres Banjar, AKP Indra Agung Perdana, melalui Kanit Laka Satlantas Polres Banjar, Ipda Marjuki mengatakan kendaraan yang terlibat yakni Mobil Kia Picanto dengan nomor polisi DA 1864 WN, kemudian Mobil Honda Jazz DA 1535 CM, dan Sepeda motor Yamaha Jupiter Z DA 3017 ZX.

Bahkan, satu mobil Honda jazz warna biru sampai penyok nabrak pohon pinggir jalan.

Ipda Marjuki membeberkan akibat kecelakaan tersebut penumpang sepeda motor Yamaha Jupiter Hanif (7) yang saat itu ikut orangtua, mengalami luka pada dahi, bengkak, mulut hidung keluar darah, muntah, dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin. Dia warga jalan Golf RT 7 Kelurahan Landasan Ulin Utara.



Sementara itu penumpang sepeda motor Jupiter atas nama Siti (28), ibu rumah tangga ini ini tangan kiri patah, kaki kanan lecet, dahi memar. Dia dibawa ke RS Siaga Banjarmasin. Motor yang membawa Hanif dan Siti dikendarai Badaruddin (31).



Akibat dari kecelakaan beruntun ini pengemudi Mobil Honda Jazz DA 1535 CM bernama Rizali (58) warga Kompleks Banjar Indah Permai, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, mengalami luka pada paha kaki kanan kiri memar, kepala robek, perut lecet. Dia dibawa ke RS Siaga Banjarmasin.

Sementara Pengemudi mobil lainnya aman-aman saja. Yang jelas tidak ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Pengemudi Mobil Kia Picanto DA 1864 WN bernama Narendra (21), di diketahui seorang mahasiswa warga kompleks Banjarbaru Permai, jalan Balikpapan, Loktabat selatan.

“Sebuah Mobil Kia Picanto datang dari arah Banjarmasin menuju arah Banjarbaru melambung ke kiri menabrak meja penjual tape dan Sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang sedang berhenti, kemudian menabrak lagi mobil Honda Jazz dan pengemudinya yang berada di luar mobil yang sedang berhenti di bahu jalan sebelah kiri menuju arah Banjarbaru,” terang Ipda Marjuki.(rendi/trb)

Reporter : Rendy/trb
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Banjar

Merasa Diintimidasi, Seorang Relawan Bacabup di Kabupaten Banjar Lapor Polisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Seorang relawan calon bupati di Kabupaten Banjar melapor ke polisi Foto: ilustrasi/tempo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Salah seorang tim relawan kandidat calon bupati (Cabup) Banjar melapor ke Polres Banjar. Kejadian tersebut terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi yang dilakukan sejumlah orang.

Pelapor berinisial WH tersebut mengatakan, sempat didatangi empat orang usai mencari rumput di daerahnya. Empat orang tersebut lantas mencecarnya dengan pertanyaan yang menyatakan dirinya menyerobot wilayah kekuasaannya. WH pun sempat mendapat pukulan.

“Sewaktu itu saya datang mencari rumput, tiba tiba datang empat orang membawa senjata tajam dan bilang kepada saya. Kamu mau menguasai tujuh desa ya? sembari melayangkan pukulan ke arah saya. Saya sempat tangkis. Tapi lantaran saya dan keluarga merasa terancam, saya melapor kasus ini ke Polres Banjar,” bebernya.

Terkait kasus ini, kandidat Cabup Banjar H Rusli ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa korban WH adalah tim relawannya. “Iya betul korban dugaan penganiyaan adalah relawan kami. Korban sebelum melaporkan ke polisi juga telah melapor kepada kami,” tegasnya.



H Rusli sendiri mengaku prihatin dan menyesalkan kasus dugaan penganiayaan yang dialami relawannya di Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar.

“Hal ini tidak seharusnya terjadi. Semestinya semua orang bisa saling menghormati apalagi saat ini bukan masa kampanye. Kalau ada relawan memasang spanduk, baliho atau stiker itu hal biasa sebagai bagian dari sosialisasi,” jelas mantan Ketua DPRD Banjar ini.

Di sisi lain ketika didapati beberapa awak media, untuk mengkonfirmasi kasus ini, Kasat Reskrim Polres Banjar belum berkomentar lantaran sedang tidak ada di tempat. Dihubungi melalui Whatapp, ia menjanjikan untuk bertemu di Polres Banjar pada Jum’at (14/8/2020) besok.

“Saya sudah keluar, besok saja kalau begitu,” pesan Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Rizky Fernandez.

Terpisah menanggapi kasus ini, sebagai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banjar akan menindak lanjuti dugaan pemukulan kepada tim relawan tersebut.

Pihaknya akan mengkomunikasikan kasus ini ke jajaran hingga tingkat kecamatan. Jika ada ranah ke pidana, tentunya akan di komunikasikan dengan tim Gakumdu.

“Tentu ini bisa menjadi informasi awal dan akan kita tindak lanjuti lagi, seperti berkomunikasi dengan jajaran kami di tingkat Kecamatan, namun jika ada ranahnya kepidana tentu akan kita komunikasikan juga dengan Gakumdu. Kita ketahui bersama, ini kan masih bukan sebagai calon, lantaran belum didaftarkan di KPU,” ujar Fajri. (kanalkalimantan.com/tim)

 

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Milna Gemetar saat Diambil Sampel, 18 Jurnalis Ikut Swab

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengambilan sampel lendir dengan metode swab tes di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinkes Banjar, Kamis (13/8/2020) pagi. foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sedikitnya 18 jurnalis di Kabupaten diambil sampel lendir dengan metode swab tes di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinkes Banjar, Kamis (13/8/2020) pagi.

Swab tes ini sebagai upaya memastikan penyebaran Covid-19, terlebih mobilitas awak jurnalias cukup tinggi dan sering berinteraksi dengan masyarakat hingga pejabat.

“Pemkab Banjar ingin memastikan kondisi kesehatan kawan-kawan jurnalis,” M Hamdani, Kasi Pengelolaan Media Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar.

“Ini juga demi kawan-kawan saat berada di lapangan supaya tenang dalam bekerja. Apalagi saat ini ada kekhawatiran nara sumber ada yang parno,” tutur Hamdani.



Ia mengakui tidak semua wartawan bersedia menjalani swab tes. “Kita sudah mengimbau agar semua ikut, tapi sebagian mengaku sudah swab tes,” ucapnya.

Untuk hasil swab tes hari ini diperkirakan keluar sekitar 2 hari. “Kalau pengalaman kemarin sekitar dua hari. Hari Jumat kira-kira hasilnya akan keluar,” tuturnya.

“Saya berharap untuk hasilnya negatif semua. Jika pun ada yang positif agar langsung menjalani karantina mandiri atau masuk ke Guest House Sultan Sulaiman,” kata Hamdani.

Pengambilan sampel lendir dengan metode swab tes di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinkes Banjar, Kamis (13/8/2020) pagi. foto: wahyu

Salah satu jurnalis perempuan, Milna Sari mengaku cukup gemeteran saat mau swab tes. “Apalagi tadi melihat ada yang sampai keluar air mata setelah swab. Kalau rasanya sakit sedikit, seperti kemasukan nasi ke dalam hidung,” ujar Milna.

Selain mengambil sampel lendir di tenggorokan, sampel lendir juga diambil di dalam hidung dengan cara memasukkan alat seperti cotton bud.

“Kalau saya yakin aja hasilnya negatif, karena tidak ada gejala dan tidak ada berinteraksi langsung dengan orang positif Covid,” pungkas Milna.

Swab tes hari ini juga diikuti tidak kurang dari 100 orang, dari ASN di sejumlah instansi, seperti BPBD Banjar, Damkar, dan Dinas PPKBP3A.

Pemkab Banjar sendiri sudah dua pekan ini gencar menggelar swab tes massal, dengan menyediakan 9 ribu alat swab tes, belum termasuk  10 ribu swab tes program Pemprov Kalsel. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->