Connect with us

Kota Banjarmasin

Tahun Depan Aplikasi Lapor Terintegrasikan dengan Smart City

Diterbitkan

pada

Aplikasi Lapor akan terintegrasikan dengan smart city Banjarmasin Foto: mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Inovasi pelayanan publik  yang dalam hal ini terkait  Pelayanan Pengaduan Masyarakat (LAPOR), kini tengah dipersiapkan jajaran Pemko Banjarmasin.

Beberapa diantaranya seperti mengintegrasikan seluruh pengaduan masyarakat yang masuk di aplikasi Lapor ke program Smart City, kemudian membentuk pengelolaan program Aplikasi Lapor di 52 kelurahan, serta membentuk pelayanan Call Center.

Menurut Assisten Bidang Administrasi Umum, Setda Kota Banjarmasin,  Achmad Noor Djaya, saat ini pengelolaan pengaduan masyarakat yang ada di Kota Banjarmasin memang masih dikerjakan secara semi manual. Namun begitu, tahapan penyelesaian seluruh pengaduan yang masuk, dapat dikerjakan tim pengelolaan pengaduan Kota Banjarmasin dengan baik.

Bahkan, terangnya, waktu untuk penyelesaian setiap laporan yang masuk itu di bawah rata-rata nasional. “Rata-rata pengaduan yang masuk setiap bulan sekitar 30 laporan. Trend laporannya masih terkait kegiatan di Dinas PUPR, Dinas Perhubungan,  Dinas LH, PolPP, dan Dinas Dukcapil, tapi semua sudah jalan,” ujarnya.



Peningkatan jumlah laporan yang masuk itu, jelasnya lagi, bukan momok bagi jajaran Pemko Banjarmasin. Malah sebaliknya, ucapnya, dengan adanya laporan pengaduan masyarakat itu artinya masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembangunan. “Sebenarnya partisipasi masyarakat seperti ini yang kami tunggu tunggu, berarti mereka peduli dengan kotanya,” terangnya.

Hanya saja, lanjutnya, mengingat tahun 2020 nanti Sub Bagian Pengelolaan Pengaduan Masyarakat yang saat ini masih dipegang oleh Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Banjarmasin akan dipindahkan ke Dinas Kominfotik Kota Banjarmasin, maka ia bersama kepala SKPD terkait serta para pengelola admin pengaduan masyarakat ingin mengetahui bagaimana cara pengelolaan teknologi informasi termasuk tentang E Smart City yang ada di Command Center Pemko Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Perencanaan Evaluasi dan Pengembangan SDTIK, Dinas Kominfo Kota Bandung, Ayi M Rachman menjelaskan pada saat Pemko Banjarmasin melakukan studi tiru ke Bandung bahwa selain membuatkan Perwali tentang tata kelola teknoligi informasi, pihaknya juga menggunakan aplikasi pendukung yang diperoleh dari hasil  pengintegrasi program tersebut. “Jadi Perwali itu buka untuk membatasi inovasi yang akan kita lakukan, tetapi agar inovasi yang kita lakukan lebih terintegrasi,” katanya.

Apabila pihak Pemko Banjarmasin ingin menggunakan aplikasi tersebut, katanya lagi, Pemko Badung tidak melarangnya. Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Pemko Banjarmasin seperti adanya MoU antara Walikota Banjarmasin dengan Walikota Bandung dan MoU antara Kadis Kominfo Kota Banjarmasin dengan Kadis Kominfo Kota Bandung. “Syaratnya mudah saja, dan gratis,” ujarnya.

Kegiatan studi tiru itu, selain dilakukan dengan tata muka, juga dilakukan dengan mengunjungi beberapa ruang pelayanan publik yang ada di Pemko Bandung, seperti ruang Command Center dan Ruang Planning Galery.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Persetujuan Orangtua Belajar Tatap Muka Di SMPN 7 Banjarmasin Terus Bertambah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rencana sekolah tatap muka disambut orangtua di Banjarmasin foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kurang lebih sepekan melaksanakan tertib simulasi belajar tatap muka di SMPN 7 Banjarmasin, beberapa orangtua murid yang semula tidak setuju dengan belajar tatap muka akhirnya mengubah keputusannya menjadi setuju.

Kepala SMPN 7 Banjarmasin Kabul menyampaikan ada sembilan orangtua murid yang baru menyetujui belajar tatap muka.

“Alasannya beragam, ada yang mengaku baru tahu kalau belajar sistem shifting, dan menjaga jarak, dan ada juga yang mengaku baru tahu kalau murid yang hadir di sekolah tidak semuanya,” katanya Rabu (23/11/2020).

Kabul mengungkapkan, kebijakan pembelajaran tatap muka berdasarkan hasil jajak pendapat orang tua siswa yang mana 543 dari 662 orang atau 82,40 persen menghendaki sekolah dibuka.



Bahkan, dari 116 orang tua yang sebelumnya tidak setuju, lebih dari 20 orang tua sampai hari ini mengubah keputusan menjadi setuju.

Menurutnya, sembilan orangtua siswa tersebut diminta untuk datang ke sekolah, guna menyampaikan surat pernyataan persetujuan belajar tatap muka.

“Ya mereka kami minta untuk membuat surat pernyataan, yang ditandatangani di atas materai,” ujarnya.

Disampaikanya pihak sekolah kembali menjadwalkan para murid yang baru memulai belajar tatap muka di sekolah. Namun dengan tetap memperhatikan jumlah murid di setiap kelas dan hal utama yang benar-benar diperhatikan selama proses pembelajaran di sekolah adalah dengan mematuhi peraturan protokol kesehatan.

“Murid yang baru masuk, akan ikut jadwal belajar selanjutnya, tidak bisa hari ini datang hari ini juga belajar tatap muka, dan mengisi 30 persen dari kapasitas ruang kelas,” jelas Kabul.

Meski mengalami penambahan persetujuan orangtua dalam proses belajar tatap muka, pihak SMPN 7 disampaikan Kabul akan tetap konsisten dengan kapasitas ruang belajar yang telah disepakati, yakni 33,3 persen setiap harinya.

“Jadi walau ada bertambah, tetap 33,3 persen yang masuk ke sekolah. Sampai ini kami belum berencana menambah hingga kapasitas maksimal 50 persen,” tuturnya.

Dari salah satu siswi SMPN 7 Banjarmasin Deviana Nayla mengaku sangat senang karena dapat bertatap muka dengan teman-teman selama belajar secara langsung di sekolah.

“Selama belajar daring saya merasa tidak ada kesulitan tapi kesininya mulai bosan jadi pengennya masuk sekolah,” katanya.

Dalam pembelajaran tatap muka di SMPN Banjarmasin hanya berlangsung selama tiga jam dari pukul 08.00 hingga 11.00 Wita.

“Satu mata pelajaran hanya 25 menit dari waktu normal 45 menit. Perbelajaran tatap muka ini benar-benar dibuat seefektif mungkin sehingga siswa tidak terlalu lama berada di sekolah,” tutupnya.

Masih dalam tahap simulasi dalam pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan di SMPN 7, SMPN 10, SMPN 12, dan SMPN 31 Banjarmasin.

“Dan tambahan lagi tiga SMP swasta melaksanakan simulasi belajar tatap muka, sehingga totalnya menjadi tujuh dengan empat SMPN sebelumnya,” tutur Sahnan, Kabid Bina SMP Dinas Pendidikkan Kota Banjarmasin.

Adapun tiga SMP swasta tersebut yang sudah di verifikasi mencek semua persyaratanya, adalah SMP Insan Madhani, SMP Muhammadiyah 2 dan SMP Muhammadiyah 4.

“Semua sudah diverifikasi di lapangan dalam syarat utama pastinya memenuhi protokol kesehatan pengendalian dan penyebaran Covid-19, sehingga tiga SMP ini bisa menjadi percontohan sekolah swasta lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengaku meminta laporan perhari pihak sekolah selama simulasi pembelajaran tatap muka berlangsung.

Dan ditargetkan pada Februari 2021, semua sekolah sudah kembali ke semula melaksanakan pelajaran tatap muka yang sesungguhnya.

Serta Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin juga mempertimbangkan untuk menyelenggarakan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah dasar mulai tahun depan karena kasus penularan Covid-19 sudah melandai.
(Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Lisnawati Rikwanto Dikukuhkan Jadi Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lisnawati Rikwanto dikukuhkan menjadi Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel, Senin (23/11/2020). Foto : humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengukuhkan Lisnawati Rikwanto sebagai Ibu Asuh Polwan yang baru, Senin (23/11/2020) di Rupatama Polda Kalsel.

Dalam pengukuhan tersebut turut hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, pejabat lama Kapolda Kalsel, Ully Nico Afinta, pejabat lama Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel dan Karo SDM Polda Kalsel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menyampaikan pengukuhan ini dimaksudkan agar para Polwan dapat dibimbing dalam pelaksanaan tugasnya, sehingga dalam melaksanakan peran gandanya sebagai anggota Polri dan sebagai seorang ibu rumah tangga, Polwan mampu menunjukan prestasi kerja yang baik dengan melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang diembannya tanpa mengabaikan perannya tersebut.

Sementara itu, Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel Lisnawati Rikwanto mengatakan, para Polwan dimanapun bertugas, hendaknya ikut berperan serta sebagai subyek dalam memajukan kesatuannya. “Janganlah sebagai pelengkap saja, tetapi benar-benar mampu menampilkan diri sejajar dengan anggota Polisi laki-laki,” ujar Lisnawati Rikwanto.



 

Dalam kesempatan ini, Ibu Asuh Polwan juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Polwan, agar selalu meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menjaga dan memelihara kehormatan diri dan keluarga. “Hindarilah godaan untuk masuk dalam dunia gemerlap dan penyalahgunaan Narkoba, dapat menahan diri untuk tidak hidup konsumtif dan glamor, pandai dan bijaklah dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran, dapat memberikan teladan dan pendidikan awal yang baik bagi anak-anak kita, setia dan bertanggung jawab pada kehidupan rumah tangga,” beber Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel.

Pada acara pengukuhan ini, dilakukan pelepasan dan pemasangan selempang Ibu Asuh Polwan Polda Kalsel serta penyerahan lencana esthi bhakti warapsari, penandatanganan berita acara serah terima tugas, penyerahan cinderamata serta dilaksanakan foto bersama. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : Rls
Editor : KK

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->