Connect with us

Kota Banjarmasin

Tanah Milik Balai Karantina Resmi Jadi Hak Pemko, Rencanannya Dibangun Rusunawa

Diterbitkan

pada

Serah terima aset tanah milik Balai Karantina kepada Pemko Banjarmasin Foto : mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN , Rencana Kantor Balai Karantina Pertanian Banjarmasin, milik Kementerian Pertanian RI menghibahkan dua aset mereka berupa dua bidang tanah di Jalan Ir Pangeran Muhammad Noor dan di Jalan Mayjend Soetoyo S, ke Pemko Banjarmasin, akhirnya dikabulkan Presiden RI, Joko Widodo.

Berbekal surat Persetujuan Hibah Barang Milik Negara (BMN) dari Kementerian Keuangan RI yang telah ditandatangani orang nomor satu di negeri ini, serah terima asset tersebut pun dilakukan.

Pelaksanaan kegiatan penyerahan asset tanah yang masing-masing memiliki luas 1.450 meter persegi dan 7.366 meter persegi, keduanya terletak di kawasan Kecamatan Banjarmasin Barat, dilaksanakan di  ruang rapat di Balai Kota Banjarmasin, dan dihadiri langsung oleh  Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah dan Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Arifin Tasrif.

“Kami atas nama Pemko Banjarmasin beserta seluruh jajaran dan seluruh masyarakat Kota Banjarmasin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat melalui Badan Karantina Kementerian Pertanian ini yang telah menghibahkan asset mereka kepada Pemko Banjarmasin,” ucap H Hermansyah.



Keberadaan dua aset baru yang bila dinilai dengan rupiah harganya mencapai Rp16 miliar itu, rencanannya akan dipergunakan untuk membangun fasilitas publik berupa rumah susun sewa (Rusunawa).

Nantinya, keberadaan Rusunawa itu akan diperioritaskan untuk kepentingan masyarakat yang saat ini bermukim di kawasan lahan yang telah dihibahkan tersebut.

Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Arifin Tasrif menjelaskan, setiap asset milik pemerintah pusat yang nilainya di atas Rp10 miliar, proses hibahnya harus melalui persetujuan dari Presiden RI. “Jadi asset yang dihibahkan ini surat persetujuannya telah diteken oleh bapak Presiden Joko Widodo,” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjutnya, maka proses penyerahan asset secara formal dari pemerintah pusat ke Pemko Banjarmasin sudah selesai.

Untuk itu ia berharap, dengan dihibahkannya asset berupa tanah itu bisa membawa manfaat bagi masyarakat kota berjuluk seribu sungai. “Mudah-mudahan hibah ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Banjarmasin, dan bisa ikut menyumbang kecantikan dan menambah indah pemandangan Kota Banjarmasin ke depannya,” pungkasnya.

Dari informasi terhimpun, rencana hibah aset tersebut sudah bergulir sejak tahun 2016 lalu, tepatnya setelah surat Walikota Banjarmasin bernomor Nomor 520/328-Sekr.Um/Distankan, tanggal 28 Oktober 2016, dilayangkan ke Kementerian Pertanian RI.

Permohonan tersebut, kemudian ditindaklanjuti pihak Kementerian Pertanian RI dengan menerbitkan surat bernomor B-771/Pl.130/A/02/2017, tanggal 23 Februari 2017, perihal Usulan Hibah Barang Milik Negara (BMN) dari Kementerian Pertanian kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

Atas usulan tersebut, Kementerian Keuangan RI kemudian mengeluarkan surat Nomor S-219/MK.6/2019, perihal Persetujuan Hibah Barang Milik Negara (BMN), yang ditandatangani langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Upacara HUT Kemerdekaan di Balai Kota Dibatasi 100 Undangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2020) mendatang, di balai kota Banjarmasin tetap digelar dengan undangan terbatas. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2020) mendatang, dipastikan tetap digelar dengan undangan terbatas.

Menurut Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 492 tahun 2020, pelaksanaan puncak peringatan Hari Kemerdekaan RI digelar upacara bendera dengan penerapkan protokol kesehatan.

“Kegiatan lainnya seperti taptu, ziarah ke makam pahlawan dan renungan suci itu ditiadakan,” kata Ibnu Sina, Rabu (12/8/2020) siang.

Pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi 17 Agustus akan digelar di halaman Balai Kota Banjarmasin, dengan undangan dibatasi hanya 100 orang saja.



Diantaranya unsur Forkopimda Banjarmasin beserta istri, kepala SKPD di lingkungan Pemko Banjarmasin yang dibagi menjadi dua sese. Yaitu sesi pagi hari (pengibaran bendera) dan sesi kedua di sore hari (penurunan bendera).

Sedangkan camat dan lurah mengikuti upacara 17 Agustus secara virtual di masing-masing kantor kecamatan maupun kelurahan.

“Pelaksanaannya digelar pagi hari, setelah itu ada ramah tamah. Selanjutnya diwajibkan untuk mengikuti kegiatan secara virtual, yaitu pelaksanaan Proklamasi 17 Agustus dari Istana Negara di Jakarta secara virtual,” jelas Ibnu. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Bayar Denda Tapi Belum Ada Aplikasi, Perwali Protokol Kesehatan di Banjarmasin Direvisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Ibnu Sina mengakui adanya kekeliruan dalam Perwali yang mengatur penegakan protokol kesehatan. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Masih dalam tahap sosialisasi, Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarmasin No 60 tahun 2020 tentang pelaksanaan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 ternyata didapati masih ada kekeliruan.

Seperti tidak ada pasal 14 dalam Perwali yang telah ditandatangani Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Dimana, dari pasal 13 langsung lompat ke pasal 15. Tentunya, ini merupakan kesalahan fatal dalam pembuatan payung hukum di kota Banjarmasin.

Nah, saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com pada Rabu (12/8/2020) siang, Wali Kota Ibnu mengakui adanya kekeliruan dalam Perwali yang mengatur penegakan protokol kesehatan sebagai upaya menekan laju penularan Covid-19.

Menurut Ibnu Sina, pasal 15 yang ada dalam Perwali tersebut, oleh Bagian Hukum Setdako Banjarmasin sudah dikoreksi menjadi pasal 14.



Dalam perkembangannya, ada instruksi dari Mendagri yang baru diterima, menyebutkan bahwa ada pengurangan isi pasal dalan Perwali itu. Semula, ada 14 pasal dan akan berkurang menjadi 12 pasal.

“Ada perubahan di template-nya. Ini terkait dengan Perwali Nomor 60 Tahun 2020 tentang pelaksanaan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Kota Banjarmasin, ada pengurangan pasal dari 14 pasal menjadi 12 pasal saja, sesuai dengan format yang diterima,” beber Ibnu Sina.

Selain itu, pada pasal 12 ayat (3) menyebutkan, pemberian sanksi berdasarkan pasal 12 ayat (1) huruf h tentang denda administratif, harus menggunakan e-tilang melalui aplikasi Pikobar. Padahal, hingga kini Pemko Banjarmasin belum memiliki aplikasi ini.

“Terkait Pikobar itu juga ada kesalahan. Nantinya pembayaran akan langsung ke kas daerah, dan tidak melalui aplikasi Pikobar,” kata Ibnu.

Diakui Ibnu, Pemko Banjarmasin hingga kini belum memiliki aplikasi Pikobar, yang saat ini baru digunakan oleh Pemprov Jawa Barat.  “Kita juga akan revisi definisi lebih konkret terkait dengan denda administrasi,” imbuh Ibnu.

Ia sendiri sempat menerima usulan dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin bahwa denda administratif yang dimaksud tidak berupa uang tunai. Sebelumnya, Perwali menyebutkan bahwa denda administratif yang dikenakan sebesar Rp100 ribu.

“Misalnya, senilai Rp100 ribu tetapi berupa masker atau hand sanitizer misalnya. (Tetapi) di Perwali ini tetap (dengan cara) membayar. Setelah keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri, ada rencana dari Bagian Hukum untuk merevisi sesuai instruksi menteri,” lugasnya.

Nantinya, masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan denda uang tunai seperti yang telah diatur di dalam perwali. Dalam persidangan nanti akan dilakukan oleh Penyidik PNS (PPNS) Satpol PP Kota Banjarmasin.

Ibnu menambahkan, perwali ini tengah disosialisasikan selama 14 hari, hingga 20 Agustus 2020 mendatang. Nantinya, pada 21 Agustus 2020, sudah ada penegakan hukum terkait dengan penerapan protokol kesehatan. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->