Connect with us

Pemprov Kalsel

Target Selesai Desember, Pembangunan Jembatan Apuy 1 dan 2 Tunggu Girder

Diterbitkan

pada

Abutment jembatan Apuy 1 di jalan bebas hambatan Kabupaten Tanah Bumbu. Foto : pupr kalsel
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel terus mendorong pembangunan jembatan sungai Apuy 1 dan Apuy 2 yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019 ini.

Pembangunan kedua jembatan itu, merupakan langkah awal pemerintah daerah untuk merealisasikan wacana pembangunan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Bumbu. Pasalnya, kondisi jalan saat ini belum menyatu seluruhnya, sehingga perlu dibangun beberapa jembatan.

Pembangunan jembatan sungai Apuy 1 dan Apuy 2 telah dimulai pada bulan Juni lalu, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 210 hari. Melalui kucuran dana APBD 2019 senilai Rp 33,66 miliar, pengerjaaan kedua jembatan ini dipercayakan ke PT Pandji Pratama.

Jarak antara jembatan sungai Apuy 1 dan Apuy 2 tidak jauh, yakni hanya 500 meter. Meski pembangunan kedua jembatan ini dalam satu paket, rupanya masing-masing jembatan memiliki panjang berbeda. Bentang 30 meter dan bentang 60 meter. Masa kontrak pengerjaan jembatan ini akan berakhir pada tanggal 18 Desember 2019.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Toyib mengatakan, progres pembangunan kedua jembatan tersebut telah mencapai 36,69 persen. Bahkan, selang beberapa minggu kedepan, progres akan meningkat pesat.

“Terakhir sudah proses abutment. Kita masih menunggu girder (balok penyangga) yang rencananya dua minggu lagi datang. Kalau girder sudah datang totalnya progres mencapai 78 persen,” katanya kepada Kanalkalimantan.com, Rabu (16/10) pagi.

Ditanya terkait pabrikasi girder, Yasin mengakui bahwa pembuatannya sudah mencapai 50 persen. Dirinya berharap tidak ada kendala dalam pengiriman nantinya. Sehingga girder dapat langsung dipasang dan melanjutkan ke pengerjaan lantai jembatan.

“Intinya kita mau ditarget 2020, jalan tol bebas hambatan fungsional sesuai harapan pak Gubernur. Makanya pembangunan jembatan ini harus diselesaikan di 2019. Kalau sudah jembatan selesai, maka kita akan mengusulkan ke Kementrian untuk pembangunan jalan penghubung Banjarbaru dan Tanah Bumbu,” lanjutnya.

Perlu diketahui, pembangunan jembatan Apuy 1 dan 2 merupakan dua di antara empat jembatan yang dibangun Pemprov Kalsel untuk nantinya merealisasikan wacana pembangunan jalan bebas hambatan penghubung Banjarbaru dan Tanah Bumbu.

Adapun dua jembatan lainnya yang dibangun yakni, paket Sungai Temunih dan Sungai Kusan senilai Rp 34, 577 miliar dikerjakan oleh PT Hasrat Jaya Utama.

Selain membangun jembatan panjang, pihaknya juga membangun jembatan box culvert terdiri dari dua paket pekerjaan yaitu Awang Bangkal-Temunih dan Temunih-Kodeco 58. Paket Awal Bangkal-Temunih sebanyak 15 box culvert dan Temunih-Kodeco 58 sebanyak 13 box culvert. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Uploader Terpercaya Kanal Kalimantan

Advertisement

Pemprov Kalsel

Jalan Baru ke Makam Datu Kelampayan Dilanjutkan, PUPR Terkendala Pembebasan Lahan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebagai salah satu tempat tujuan wisata religi yang ada di Provinsi Kalimantam Selatan, Makam Syekh Muhammad Arsyad al Banjari atau biasa disebut Datuk Kelampayan, memiliki penziarah yang banyak. Meskipun begitu, akses jalan menuju makam nyatanya masih dirasa terlalu jauh dan memerlurkan jarak tempuh yang cukup lama jika melewati jalan A Yani.

Maka dari itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel melalui Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu.

“Pembangunan jalan ini selain diperuntukan bagi para penziarah, tetapi juga diharapkan dapat manjadi arus perekonomian yang baik para petani terutama sebagai jalan untuk mengangkut hasil tani ketika masa panen datang,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, Rabu (19/2/2020) siang.

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel

Dari total panjang jalan yang akan dibangun sejauh kurang lebih 5,2 Km di tahun 2019 lalu dengan anggaran Rp 19 miliar. Pengerjaan telah sampai pada penimbunan tanah 1 Km dengan lebar 29 meter. Sedangkan, untuk perkerasan jalan baru sejauh 500 meter.

Yasin menyebut untuk di tahun 2020 ini rencananya akan dilakukan pengerjaan dengan melanjutkan proses pengaspalan jalan dengan jarak 500 meter dan penimbunan tanah 1 Km. Namun begitu, dirinya mengakui pembebasan lahan merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalan ini.

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel

“Untuk lahan itu sendiri sampai sekarang masih ada beberapa kepala keluarga yang belum mau membebaskan lahannya. Kami berharap untuk masalah pembebasan lahan ini akan berjalan lancar sehingga pembangunan jalan ini akan cepat selesai juga,” aku Kabid Bina Marga.

Perlu diketahui, total pembangunan jalan alternatif menuju Datuk Kelampayan ini diperkiran akan mencapai Rp 90 miliar. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pemprov Kalsel

Pohon Mersawa yang Ditanam Jokowi Meranggas, Ini Penjelasan Litbang LHK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon Mersawa yang ditanam Presiden Jokowi kondisinya meranggas. Foto : rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (anisoptera sp) di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia, kawasan perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru yang ditanam Presiden Joko Widodo, kini terlihat meranggas. Ini ditandai dengan daunnya yang mengering dan mulai berguguran.

Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru Rusmana mengatakan ini adalah hal yang biasa terjadi pada tanaman yang baru dipindahkan.

“Apalagi, pohon yang dipindahkan relatif besar seperti ini, ya perlu waktu untuk beradaptasi,” ujar Rusmana melalui pernyataan tertulisnya, Senin (17/2/2020) kemarin.

Tindakan pemeliharaan, harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Sebagaimana dijelaskan Rusmana, bila tiada hujan pohon harus disiram 2 kali sehari (pagi dan sore). Termasuk balutan pada batangnya. “Pohon disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (zat pengatur tumbuh) perangsang tunas dan akar, seperti pupuk daun Hantu Jimmy,” tuturnya.

Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang dan ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap minggunya, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya lagi. Untuk mengendalikan hama atau insektan diberikan puradan pada lantai tanah sekitar tanaman 2 minggu sekali dengan dosis 5 gram/m2.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini tanaman masih hidup. “Saya cek batang pohon masih segar dan hijau. Walaupun daun rontok, ini lebih karena transpirasi yang besar dibanding dengan daya hisap akar terhadap air dan nutrisi tanah. Artinya fungsi akar masih belum optimal, karena masih adaptasi,” tandasnya.

Terakhir, ia menyarankan agar sekeliling pohon dipasang sarlon net, dibantu dengan tiang yang menancap ke dalam tanah minimal 1 meter dan dicor. “Sarlon dengan intensitas 70 persen, bertujuan mengurangi sengatan matahari dan tiupan kencang. Selain itu berfungsi untuk menekan transpirasi pohon,” ujarnya.

Pohon Mersawa yang masih famili Dipterokarpa ini, dikenal dengan sebutan Pohon Jokowi, karena ditanam oleh Presiden Joko Widodo saat puncak acara Hari Pers Nasional (HPN 2020) awal Februari lalu. Dengan pemeliharaan yang masif, tentunya diharapkan pohon akan terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pemprov Kalsel

Gubernur Kalsel akan Terima Penghargaan Kearsipan Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengelolaan arsip perlu perlakuan khusus. Foto: dok pusdiklat kemenristekdikti
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor akan menerima penghargaan kearsipan nasional pada Rabu (26/2/2020) mendatang di Surakarta, Jawa Tengah. Penghargaan ini berdasarkan surat dari Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) M Taufik yang tertanggal 6 Februari 2020.

Penghargaan dengan kategori baik ini sendiri, sebagai upaya mengukur kesesuaian antara penetapan standar kearsipan di lingkungan pencipta arsip dengan peraturan perundang-undangan. Gubernur Kalsel sendiri, akan menerima Penghargaan Pengawasan Kearsipan Tahun 2019 dengan kategori “baik”.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel Hj Nurliani Dardie menyambut dengan baik. Kendati instansinya membidangi dua bidang, yaitu bidang perpustakaan dan bidang kearsipan yang berbeda dari segi tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Nah, tugas kami bagaimana dua bidang yang sama sekali berbeda itu bisa sama, adil dan sejalanberiringan mendapatkan perhatian kita semua,” kata Bunda Nunung –sapaan akrabnya-.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya terus berupaya agar jangan hanya perpustakaan tapi kearsipan terabaikan. “Begitu sebaliknya, jangan hanya kearsipan yang mendapatkan prioritas tapi perpustakaan tidak boleh ditinggalkan,” tambahnya.

Ia menjabarkan, sarpras perpustakaan harus bagus dan lengkap, demikian pula dengan sarpras kearsipan yang harus mendapat perhatian yang sama. Konsekuensinya, perpustakaan dan kearsipan harus mendapat porsi yang adil dalam bidang penganggaran.

“Termasuk juga jika perpustakasn baru saja menghantarkan Gubernur menerima penghargaan Nugra Jasa Pustaka Loka, maka bagaimana caranya agar Gubernur juga bisa mendapatkan penghargaan dari kearsipan,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->