Connect with us

Kota Banjarmasin

Tarif Parkir Pusat Perbelanjaan Naik, Ini Kata Wakil Rakyat Kalsel

Diterbitkan

pada

Lutfi Syarifudin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Foto : Mario
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Tarif parkir salah satu tempat perbelanjaan modern di kota Banjarmasin yang kerap jadi tujuan berlibur hingga wisata berbelanja dianggap menaikkan ongkos semaunya.

Kondisi tersebut, ditanggapi Lutfi Syarifudin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel. Ia mengatakan, pihak pengelola pusat perbelanjaan ritel modern itu mestinya tak perlu menaikkan tarif parkir, karena memberatkan masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Sekedar diketahui, kenaikan tarif parkir itu mencapai 50 persen, dari tarif yang semula per jam hanya Rp 2 ribu, sekarang naik menjadi Rp 3 ribu.

“Ini tentu terasa memberatkan masyarakat yang sekarang dalam kondisi yang cukup stagnan,” ujarnya.

Ditambah lagi adanya parkir VIP, dimana penyewa bisa mendapatkan tempat parkir dengan harga 35 ribu di luar dari tarif parkir biasa.  “Ini seperti apa Perdanya? Jangan sampai masyarkat kita dalam kondisi saat ini makin diberatkan. Masyarakat kita perlu rekreasi hiburan, tapi jangan lah diberatkan,” ungkap Lutfi.

Ia berharap kepada pihak terkait baik itu pengelola perbelanjaan maupun pemerintah daerah agar bisa bisa mengevaluasi kebijakan ini.

“Mudah-mudahan kawan di DPRD kota bisa menyikapi dan mendalami permasalahan ini, karena ini demi kepentingan masyarakat luas,” ucapnya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Lonjakan Kasus Tertinggi Covid-19 di Kalsel, Didominasi Hasil Tracing di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jubir Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN  – Tren lonjakan kasus per hari terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali terjadi. Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel mencatat, jumlah kasus pada Kamis (28/5/2020) sore sebanyak 819 kasus.

“Ada penambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 116 kasus,” beber Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Kamis (28/5/2020) petang.

Dari jumlah kasus baru tersebut, 14 kasus diantaranya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Dengan rincian 4 kasus dari RSUD Ulin Banjarmasin, satu kasus dari RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin, 4 kasus dari RS Bhayangkara Banjarmasin dan satu kasus dari RS Ciputra Banjarmasin. Semuanya berasal dari Kota Banjarmasin.

Sedangkan 4 kasus lainnya berasal dari Kota Banjarbaru dan dirawat di RSD Idaman Banjarbaru. Selebihnya, sebanyak 102 kasus lainnya berasal dari hasil tracing di Kota Banjarmasin, yang seluruhnya merupakan tracing di pasar-pasar tradisional.

“Ini merupakan hasil swab yang dikirim ke laboratorium BBTKLPP Banjarbaru, yang mana juga merupakan hasil tracing di beberapa tempat di pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Banjarmasin,” kata Muslim.

Dari 819 kasus, 666 kasus diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit maupun dalam karantina khusus. Di mana, 133 kasus menjalanu perawatan di rumah sakit, sedangkan 533 kasus lainnya menjalani karantina khusus. (Kanalkalimantan.com/fikri/andy)

 

 

Reporter : Fikri/Andy
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Empat Petugas Pasar Disdagin Banjarmasin Dinyatakan Reaktif, Satu Dirawat di RSUD Ulin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaksanaan rapid test di empat pasar tradisional di Banjarmasin Foto: fikri
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di enam pasar besar beberapa waktu lalu, menghasilkan 129 orang reaktif. Kabid Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengakui, dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya petugas pasar. Kendati ia tidak merincikan di pasar mana saja yang dimaksud.

“Ada dari petugas-petugas kami yang dari hasil rapid test kemarin empat orang petugas pasar yang dinyatakan reaktif,” katanya, Rabu (27/5/2020) siang.

Tezar -sapaan akrabnya- menambahkan, ada satu orang petugas pasar yang menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Menurutnya, petugas yang dirawat ini bertugas sebagai penagih pasar yang menggunakan mobil keliling. “Belum, hasil swab-nya belum (keluar). Kondisinya saat ini sedang diisolasi, kita doakan untuk kesembuhan beliau,” harapnya.

Lalu, apakah diperlukan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pasar? Tezar mengatakan, APD sangat diperlukan untuk petugas pasar. Seperti masker, sarung tangan.

Karena, selain memberikan imbauan kepada warga pasar yaitu pedagang dan pembeli, petugas pasar juga menarik retribusi pasar. Tentunya, petugas pasar pun “bersentuhan” dengan uang retribusi yang didapat dari pedagang. “Sementara ini kita mandiri, kita beli masker sendiri. Terus juga ada kawan-kawan yang menyisihkan pendapatannya untuk membeli sarung tangan,” ucapnya.

Diakui Tezar, banyak kendala yang dihadapi Disdagin Kota Banjarmasin terutama saat pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, didapati masih banyak pedagang dan pembeli di pasar yang tidak menggunakan masker.

Ichrom Muftezar Kabid Pasar Disdagin Kota Banjarmasin. Foto : fikri

Sehingga ia berharap, baik pedagang maupun pembeli di pasar untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan. Guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Di samping itu, Tezar mengklaim jajarannya telah mengupayakan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar di Kota Banjarmasin. Penyemprotan sendiri mulai dilakukan semenjak Kota Banjarmasin menetapkan status tanggap darurat Covid-19. “Kalau tidak salah kita pinjam alatnya. Punya kita sendiri ada satu buah dikasih pedagang, yang lainnya kita pinjam dari kecamatan,” pungkas Tezar. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Bandara Syamsudin Noor Dibuka, Wali Kota Ibnu Khawatir Penyebaran Baru Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bandara Internasional Syamsudin Noor beroperasi di tengah pandemi. foto: dok kanalkalimantan
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengaku khawatir akan terjadi penularan baru terkait penyebaran Covid-19  di kota Banjarmasin. Utamanya, ketika Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru kembali beroperasi secara normal sebagai pintu gerbang keluar masuk melalui jalur udara.

Ia mengatakan, aktivitas bandara tersebut bisa membuat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang diterapkan beberapa wilayah di Kalsel itu berjalan kurang efektif.

“Itu dikarenakan adanya warga yang baru masuk ke dalam wilayah yang melaksanakan PSBB,” ucapnya pada awak media, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu akan membuat terjadinya penularan baru di daerah yang melaksanakan PSBB tersebut.  “Itu yang kita takutkan,” imbuh dia.

Sehingga, Ibnu menjelaskan, untuk mengantisipasi keadaan seperti itu, Pemko telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK). Dengan melibatkan langsung keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB tahap ketiga di Banjarmasin.

“Ini yang kita harapkan. Dengan adanya PSBK di setiap tingkat RT/RW hingga tingkat kelurahan itu diharapkan mampu mempersempit ruang bagi penularan baru tersebut,” jelas Ibnu.

Ia berharap, program PSBK yang dijalankan untuk menyukseskan kebijakan pembatasan aktivitas warga yang sudah sampai pada tahap ketiga itu agar bisa tertangani dengan baik. Ia mengklaim, Pemko Banjarmasin tidak lepas tangan dengan dilaksanakannya PSBK.

“Kita tetap mendampingi mereka untuk menjalankan pembatasan aktivitas itu lewat Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan agar bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->