Connect with us

Olahraga

TC Timnas U-19 di Spanyol, Nova Arianto: Pemain Alami Perkembangan Baik

Diterbitkan

pada

Latihan Timnas Indonesia U-19 di Spanyol. Foto: PSSI
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, TARRAGONA – Sejak 27 Desember 2020 lalu, Timnas Indonesia U-19 sedang menjalani training camp (TC) di Spanyol. Asisten Pelatih Nova Arianto memberikan kabar tentang David Maulana dan kawan-kawan.

Nova menjelaskan seluruh penggawa Garuda Nusantara –julukan Timnas Indonesia U-19– dalam keadaan sehat sejak tiba di Negeri Matador.

Tidak hanya itu, mantan pemain Persib Bandung dan Persebaya Surabaya ini mengaku bahwa seluruh pemain Timnas U-19 mengalami perkembangan yang baik sejak TC Spanyol di mulai.

“Para pemain saat ini mengalami perkembangan yang sangat baik dan sehat semua. Semangat dan motivasi mereka masih terjaga dalam latihan sesuai dengan program yang diberikan tim pelatih. Tentu ini hal yang bagus karena karier mereka masih panjang,” kata Nova dalam rilis PSSI.
TC di Spanyol ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi gelaran Piala Asia U-19 2020 pada Maret 2021. Garuda Nusantara berada di Grup D di kejuaraan itu bersama Uzbekistan, Iran, dan Kamboja.



Pada awalnya, TC ini juga untuk bekal menghadapi Piala Dunia U-20 2021, di mana Indonesia jadi tuan rumah. Namun, FIFA telah batalkan event tersebut sehingga Bagas Kaffa Cs. tinggal fokus menghadapi Piala Asia.

Sebelumnya Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berpesan kepada pemain timnas U-19 bahwa TC di Spanyol harus dimanfaatkan dengan baik. Tentunya, ini untuk bekal di masa depan.

“Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala Asia U-19. PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19,” ujar Iriawan.

“Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah proyeksi Timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” tambah lelaki yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Tak hanya TC, dijadwalkan juga para pemain Timnas Indonesia U-19 akan menjalani lima laga uji coba. Yaitu melawan Gimnastic Tarragona, Lleida Esportiu U-19, Sabadell U-19, Ceuta U-19, dan Arab Saudi U-19.(suara)

Editor: Suara

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Olahraga

Borneo FC Berharap Jokowi Turun Tangan Terkait Ketidakjelasan Kompetisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana latihan tim Borneo FC jelang pertandingan di Liga 1 2019. [BorneoFC.id/capture]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Manajer Borneo FC, Farid Abubakar, mempertanyakan alasan apa yang membuat izin bergulirnya kompetisi di Indonesia tak kunjung keluar. Ia merasa heran, kegiatan lain diperbolehkan sedangkan sepak bola tidak.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 membuat kompetisi sepakbola di Tanah Air tidak jelas. Kepolisian belum mau memberikan izin kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk menjalankan kembali liga pada Februari 2021.

Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB memang merencanakan kembali jalankan kompetisi setelah terhenti pada Maret 2020 karena pandemi COVID-19.

Februari 2021 dipilih karena pada Oktober lalu, PSSI dan PT LIB tak mendapatkan izin dari kepolisian, dengan pertimbangan masih tingginya angka penyebaran virus corona di Indonesia.



“Ada apa sebenarnya dengan sepak bola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena corona? terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman saja,” kata Farid dalam rilis klub.

Farid berharap Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bisa turun tangan. Ia yakin izin bakal keluar jika keduanya bisa membantu agar mendapat izin.

Apalagi, Jokowi pernah menyampaikan pesan kepada Amali untuk memperhatikan sepak bola Tanah Air. Justru saat ini malah sepakbola Indonesia sedang terhenti.

Padahal, protokol kesehatan yang sangat ketat bakal dijalankan selama kompetisi berlangsung. Klub-klub pun sudah siap menjalaninya, termasuk menggelar pertandingan tanpa penonton.

“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digelar tanpa penonton. Tapi ada apa sebenarnya ini dengan perizinan negara kita?,” jelas Farid.

“Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, pak’. Presiden meminta tolong kepada Menpora untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita.”

“Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” pungkasnya.

Nasib kompetisi 2020 akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam waktu dekat. Sebelum itu, PSSI menunggu laporan dari PT LIB yang akan melakukan pertemuan dengan peserta kompetisi untuk meminta saran terkait kelanjutan kompetisi 2020 pada 22 Januari mendatang.

Bukan tak mungkin kompetisi 2020 dibatalkan yang kemudian diganti musim baru. Namun, untuk menjalankan kembali kompetisi tetap masih butuh izin dari kepolisian.(Suara)

Editor : Suara 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Olahraga

Soal Lanjutan Liga 1 2020-2021, PSSI Manut Sepenuhnya pada Kepolisian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. [ANTARA / Michael Siahaan]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan bahwa federasi akan tunduk sepenuhnya pada apa pun keputusan dari kepolisian perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 2020-2021, yang hingga saat ini nasibnya masih buram.

Rencana lanjutan Liga 1 yang bermula dijadwalkan Februari 2021 masih belum menemui titik terang. Satu-satunya tembok penghalang PSSI melanjutkan liga adalah izin penyelenggaraan dari polisi, di tengah pandemi COVID-19 yang masih masif menghantui Tanah Air.

Menurut Iriawan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga sudah melayangkan surat perizinan sebanyak tiga kali.

Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda Polri mengeluarkan izin.



“Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Namun apa pun keputusan kepolisian, PSSI akan tunduk dan patuh sepenuhnya,” tutur Iriawan seperti dimuat Antara, Kamis (7/1/2021).

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, PSSI dan PT LIB sejatinya terus berupaya mencari jalan terbaik guna kompetisi bisa lanjut lagi. Komunikasi dengan sejumlah pihak pun sudah mereka lakoni.

“PSSI bersama PT LIB berusaha agar kompetisi bisa berjalan secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,” tukas Iriawan.(Suara)

Editor : Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->