Connect with us

HEADLINE

Tempuh Jalur Independen, Duet H Rusli-Guru Fadlan ‘Ubah Peta’ Politik Pilbup Banjar

Diterbitkan

pada

H Rusli mantab maju ke Pilkada Banjar Foto : dok kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Pilkada Banjar menjadi salah satu kontes politik paling dinamis di Kalsel. Banyaknya kandidat yang bertarung serta absennya incumbent, membuat kekuatan dukungan semakin menyebar. Dan kini, ‘peta politik’ kembali berubah dengan munculnya mantan Ketua DPRD Banjar H Rusli yang menggandeng Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjar KH Fadlan Asy’ari, sebagai wakilnya. Menariknya, meski menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Banjar, H Rusli mantab memilih jalur independen. Gerbong partai beringin bakal diangkut?

Keseriusan H Rusli maju lewat jalur independen, dibuktikan dengan beredarnya surat mandat yang menunjuk lima orang ‘jenderal lapangan’ tim pemenangannya. Hal tersebut bagaimana kop surat yang tertulis “BAKAL CALON PERSEORANGAN BUPATI-WAKIL BUPATI, H RUSLI- M FADLAN, KABUPATEN BANJAR.”

Lima orang yang ditunjuk dalam surat mandat tersebut adalah M. Chairil Anwar yang merupakan sekertaris tim penjaringan DPD Golkar Kabupaten Banjar, Waluyo, Salimi, Ahmad Muzakir, dan Abdul Wahid. Surat mandat bernomor SM-01, HR-MF/BJR/2020.

Dikonfirmasi melalui via WA, Chairil Anwar membenarkan adanya komitmen dan komunikasi antara H Rusli yang saat ini anggaota DPRD Kalsel dengan Guru Fadlan ini. “Keduanya diharapkan dapat bersama mebangun kabupaten Banjar ke depan,” katanya.



Meski siap di jalur partai, namun Chairil mengatakan masih menunggu hasil dari DPP Golkar yang belum keluar. Ia tetap yakin bahwa DPP akan memilih H Rusli mengingat yang bersangkutan merupakan Ketua DPD Golkar Banjar. “Kita masih menunggu juga, mengenai perahu dan jalur mana yang akan ditempuh. Tentu kita masih menunggu juga hasil dari DPP Golkar,” akunya lagi.

Tapi dari analisis kanalkalimantan.com, langkah H Rusli maju di jalur independen merupakan bypass ke pendaftaran di KPU. Sebab, jika mengandalkan jalur partai, dia harus merajut lagi peta koalisi dengan parpol lain.

Sebab pada pemilu 2019 lalu, Golkar Banjar gagal memenuhi ketentuan ambang 9 kursi di DPRD Kalsel (20 persen suara) sebagai syarat dukungan Pilkada 2020. Walhasil, jika ingin menyorongkan jago, maka Golkar yang memiliki 8 kursi harus menggandeng partai lain. Sebab parta berlambang beringin ini masih kurang syarat 1 kursi lagi.

Dari data pemilu 2019, Golkar dan Gerindra sama-sama mengantongi 8 kursi di DPRD. Apabila dilihat total perolehan jumlah suara sah partai politik dan caleg Gerindra di lima dapil yang ada di Kabupaten Banjar tercatat 49.690 suara. Sementara untuk perolehan jumlah suara sah partai politik dan caleg untuk partai Golkar dari lima dapil sebanyak 49.232 suara.

Maka, diperlukan kerja ekstra melobi partai lain. Sedangkan pintu pendaftaran parpol, rata-rata semua sudah dikunci, lantaran masa pendaftaran sudah selesai.

Sementara itu, jika H Rusli maju menggunkan jalur independen akan lebih muda. Alasannya, ketokohan H Rusli dan juga Guru Fadlan yang masih memiliki pengaruh luas di masyarakat. Pada pemilu 2019 lalu, H Rusli merupakan ‘pemenang’ karena meraup jumlah suara tertinggi di Kalsel. Yakni mencapai 51 ribu suara.

Gerbong Golkar Berpindah?

Yang menarik, jika H Rusli nanti benar maju melalui jalur independen maka mesin politik Golkar bisa jadi tidak akan efektif digunakan kandidat lain. Sebab H Rusli yang notabene merupakan Ketua DPD Golkar Banjar akan menarik gerbong partai.

Walhasil, kandidat yang akan didukung Partai Golkar hanya akan mendapatkan gerbong kosong. Hal inilah yang mengubah peta politik Banjar secara umum, yakni memaksa kandidat yang mendaftar ke Golkar untuk menyiapkan lumbung suara cadangan.

Dikonfirmasi soal pencalonannya, H Rusli belum bemberikan komentar.

Di sisi lain, pertarungan di jalur independen dengan masuknya H Rusli juga akan bertambah seru. Sebab juga ada Mada Taruna menggandeng Ferryansyah, Andin Sofyanoor – Guru Busthomi, dan Yunani – Suryani.

Pendaftaran tiga calon independen ini terkesan diam-diam, sebab tidak banyak yang mengetahuinya. Namun Ketua KPU Banjar Muhaimin membenarkannya. “Pendaftaran 3 pasangan Bakal Calon Bupati Banjar pilkada 2020 sudah kami terima dan kami masukan datanya ke Silon,” katanya. (kanalkalimantan.com/rendy)

Reporter : Kanalkalimantan.com/Rendy
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Terbujuk Rayu ‘Lolos’ Masuk Akpol, Polisi Aktif Tertipu Rp1,3 Miliar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan mengungkap aksi penipuan senilai Rp1,35 miliar. Kedoknya yaitu calo seleksi untuk bisa masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Tercatat, ada dua pelaku yang diamankan di Jakarta.

“Ada dua tersangka kami tangkap di Jakarta yang telah menipu korban dengan janji meluluskan seleksi Taruna Akpol,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi, Rabu (12/8/2020).

Sugeng memaparkan, kasus penipuan bermula dari laporan korban ke Polda Kalsel pada 20 Juli 2020. Tak lama, laporan itu ditindaklanjuti oleh Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqien yang memimpin penyelidikan, hingga akhirnya menangkap terlapor berinisial IR dan IL.

Aksi penipuan ini memanfaatkan seleksi masuk calon Taruna Akpol itu, dengan korban PS. Saat itu, korban yang berdinas di Polres Banjarbaru bertemu tersangka IR yang menawarkan jika anak korban bisa lulus masuk polisi.



“Awalnya anak korban ini daftar Akpol 2019 dan gugur di tes akademik. Namun oleh pelaku dijanjikan bisa lulus dengan bayaran Rp1 miliar karena pelaku punya kenalan di Mabes Polri yaitu tersangka IL,” ungkap Sugeng.

Terbujuk rayu pelaku, uang Rp1 miliar pun diberikan oleh korban. Namun, ada tambahan uang operasional Rp200 juta ikut diminta pelaku IR.

Bahkan terakhir, pelaku meminta uang Rp150 juta. Sehingga total kerugian korban Rp1,35 miliar dari hasil penipuan yang dilakukan oleh tersangka.

“Jadi korban, anaknya mau masuk Akpol ini sempat beberapa kali berangkat ke Semarang karena kata pelaku sudah diterima tinggal masuk pendidikan. Bahkan dijanjikan pula pada pendaftaran tahun 2020 ini bisa lulus. Namun itu semua hanya modus pelaku untuk meyakinkan korban,” imbuh Sugeng.

Tersangka IR sendiri diamankan di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Sementara IL di daerah Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan oleh tim gabungan Subdit 3 Jatanras dan Subbid Paminal Bidang Propam Polda Kalsel.

Namun begitu, untuk tersangka IL ternyata terungkap berstatus tersangka Polda Banten dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang kasusnya memasuki tahap II di Kejari Serang. Dimana, IL selaku Direktur PT Satria Lautan Biru terjerat kasus pinjaman modal kerja BUMD PT BGD pada Oktober 2015 senilai Rp5,9 miliar untuk proyek tambang di perairan Bayah bagian selatan Banten.

Tersangka IL sendiri kini ditahan di Mapolda Banten dalam perkara lain. Sedangkan IR langsung dibawa dan ditahan di Mapolda Kalsel.

“Keduanya dijerat Pasal 378 sub 372 jo 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandas Sugeng.

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka IR mengaku anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang berdinas di Mabes Polri. Kemudian dia mengaku kepada korban yang merupakan teman semasa sekolah memiliki kenalan yaitu tersangka IL dekat dengan Karo Dalpers SSDM Brigjen Sudarsono yang punya dua slot untuk taruna Akpol. Bahkan tersangka IL pernah mengirimkan foto-fotonya bersama pejabat tinggi Polri termasuk Irwasum. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

SK Mendagri Terbit, Wawali Banjarbaru Jaya Pegang Kendali Pemerintahan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sekda Banjarbaru: Posisi Wali Kota Masih Kosong


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Konfernsi pers, Rabu (12/8/2020) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Said Abdullah. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU –  Memastikan roda pemerintahan tetap berjalan pasca wafat Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mandat penuh kini diberikan kepada Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan kendali di Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Dalam konfernsi pers, Rabu (12/8/2020) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengatakan, kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor T. 131. 63/4035/OTDA yang terbit pada 10 Agustuts.

“Jadi, untuk sementara waktu roda pemerintahan Kota Banjarbaru dikendalikan Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan. Namun, tetap saja jabatan Wali Kota sementara ini masih kosong,” ujarnya.

Saat ini, Pemko Banjarbaru akan memproses pemberhentian Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani karena meninggal dunia melalui sidang paripurna di DPRD Banjarbaru. Kemudian nantinya akan diteruskan ke Gubenur Kalimantan Selatan hingga Mendagri.



Jika sudah selesai, maka proses akan dilanjutkan dengan penetapan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan sebagai Wali Kota Banjarbaru definitif. Dalam proses ini, Mendagri akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan dan akan digelar kembali sidang paripurna.

Sekda Banjarbaru menambahkan, pihaknya berusaha menyelesaikan seluruh proses ini sebelum dimulainya pendaftaran kandidat Pilkada 2020, pada 4-6 September mendatang. Pasalnya, Darmawan Jaya Setiawan sendiri rencananya tetap berencana maju kembali dalam pencalonan.

“Kita usahakan di Agustus ini, pak Jaya sudah ditetapkan sebagai Wali Kota Banjarbaru secara definitif. Nah, jika beliau September ini mendaftar sebagau kandidat Pilkada, maka secara otomatis beliau harus mengambil cuti sebagai Wali Kota Banjarbaru,” lanjut Said. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->