Connect with us

Pilgub Kalsel

Temui Warga Hangui, Haji Denny Disambut Tangis Haru Masyarakat

Diterbitkan

pada

Haji Denny saat bertemu warga Hangui, Tapin. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, RANTAU  –  Usai menghadiri debat calon Wakil Gubernur, Denny Indrayana melanjutkan sosialisasi dengan menyapa warga di sejumlah desa di Kabupaten Tapin, pada Jumat (20/11/2020). Salah satu yang dikunjungi adalah Desa Hangui, Kecamatan Bungur.

Menggunakan motor, Wamenkum HAM era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menempuh medan yang cukup terjal untuk menyapa warga. Di desa ini, ada air terjun juga yang menjadi salah satu lokasi wisata.

Sambutan hangat diberikan masyarakat atas kedatangan calon Gubernur nomor urut 2 ini. Bahkan Kamsiyah, salah seorang relawan dari desa tersebut, tak kuasa membendung air mata. Ia terharu atas kunjungan Haji Denny– panggilan Denny Indrayana serta meriahnya sambutan warga.

“Tak menyangka Bapak (Haji Denny) berkunjung ke sini. Tapi Alhamdulillah bisa datang ke kampung saya,” katanya sembari menyeka air mata.



Sebagaimana di tempat lain, mantan kuasa hukum Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 ini mendengar banyaj keluh-kesah warga. Mulai dari kondisi jalan yang buruk, hingga nasib sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai penyadap karet.

Haji Denny mengatakan, komitmennya untuk bekerja maksimal jika terpilih sebagai Gubernur Kalsel. “Insyaallah ke depan infrastruktur seperti jalan akan lebih di perhatikan supaya masyarakat bisa lebih nyaman. Demikian juga terkait perkebunan diharapkan bisa kembali menikmati masa kejayaan saat harga karet masih tinggi,” katanya.

Terkait keluhan soal fasilitas pendidikan, Haji Denny mengatakan, menjadi salah satu perhatian utama di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menegaskan, kekayaan sumberdaya alam (SDA) di Kalsel harus diimbangi oleh tingginya kualitas pendidikan.

“Saat ini masih ada ketimpangan yang nyata antara kekayaan alam yang dimiliki Kalsel dengan kondisi dunia pendidikan,” terangnya.
Perhatian di bidang ini tak hanya fokus pada sisi meningkatkan daya saing, tapi juga kuantitas sarana pendidikan.

“Setiap kecamatan harus ada SMA atau SMK. Pendidikan akan dibikin gratis, dan semua bisa menikmati sekolah hingga perguruan tinggi. Begitu juga mereka yang berprestasi akan mendapatkan prioritas mendapatkan beasiswa. baik pendidikan umum maupun diniyah dan pesantren,” tegasnya.

Tak hanya di Desa Hangui, Haji Denny juga menyapa masyarakat di Desa Labung, Kecamatan Tapin Tengah dan Desa Linuh, Kecamatan Bungur.
Di berbagai desa, antusiasme warga menyambut paslon yang mengangkat tagline Hijrah Gasan Banua ini cukup besar.

Mursi, warga Desa Labung mengatakan, siap memenangkan pakar hukum Tata Negara tersebut pada momentum Pilkada 9 Desember nanti.
“Kami di sini sepakat ingin perubahan dengan memilih gubernur baru Haji Denny,” tegasnya. (kanalkalimantan.com/ril)

 

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Pilgub Kalsel

Prihatin Banjir di Desa Juai, Haji Denny Berharap Lingkungan Tak Dijadikan Pertaruhan Bisnis!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Haji Denny saat meninjau lokasi banjir di Juai, Balangan foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, TANJUNG– Banjir yang rutin dihadapi warga Desa Juai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan saat musim hujan, menjadi keprihatinan calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana.

Mengendarai motor, Wamenkum HAM era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) ini menyempatkan singgah ke lokasi banjir di tengah perjalanan kampanye pada Minggu (29/11/2020).

Haji Denny– panggilan Denny Indrayana mengatakan, kondisi yang dihadapi masyarakat Juai harus menjadi perhatian bersama. Langkah-langkah nyata untuk meminimalisir banjir harus dilakukan, agar tak membuat kehidupan rakyat kecil semakin sengsara.

“Perhatian dan langkah kongkret harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Sebagaimana juga terjadi di banyak daerah lain,” kata cagub kelahiran Kotabaru ini.




Haji Denny–panggilan Denny Indrayana mengatakan, kekayaan
Kalsel berupa batubara akan habis dan menyisakan bencana banjir di mana-mana.

“Yang didapatkan rakyat kebanyakan adalah bencana. Karena cara kita menysukuri nikmat Allah SWT yang diberikan kepada Banua tidak dengan cara amanah. Dan hasilnya adalah banjir dimana-mana,” terangnya.

Mantan kuasa hukum Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 ini mengatakan, hingga saat ini reklamasi kawasan tambang masih menyisakan 814 lubang. ‘Bukan hanya melahirkan banjir, tapi menghadirkan berita nestapa saudara kita yang meninggal di lubang bekas tambang,” tambahnya.

Haji Denny mengatakan, penambangan ke depan harus lebih memperhatikan lingkungan dan penegakan hukum. Tambang harus melahirkam manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Jangan hanya untuk segelintir orang saja. Apalagi bagi kepentingan oligarki dengan menyeronot lahan rakyat di Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui banjir yang terjadi di Desa Juai, Kecamatan Juai, membuat puluhan warga terdampak. Puluhan unit rumah terendam karena luapan air sungai yang terjadi di wilayah tersebut.

Tak habis disitu, dampak lainnya yang juga dirasakan warga yakni mata pencaharian yang terganggu. Apalagi rata-rata penduduk Juai bekerja di kebun karet. Sementara banjir membuat pohon karet terendam.(Kanalkalimantan.com/ril)

 

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilgub Kalsel

Sahbirin: Sektor Kelautan dan Perikanan Perlu Dibangun Berbasis Masyarakat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sahbirin saat tampil debat versus Denny Indrayana di putaran akhir kampanye Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengelolaan pada sektor kelautan dan perikanan, menjadi salah satu pertanyaan pada segmen kedua debat Pilgub Kalsel yang berlangsung di TVRI Kalsel, Sabtu (28/11/2020). Calon petahana Sahbirin Noor mengatakan, tata kelola sektor perikanan dan kelautan telah diatur melalui Perda No 13 tahun 2018 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau terkecil.

Katanya, Perda tersebut telah mengatur zonasi pemanfatan wilayah pesisir Kalsel sesuai dengan posisinya, termausk perlindungan terhadap wilayah konservasi dan hutan bakau. “Pemerintah juga merencanakan pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di daerah mekar Putih, Kabupaten Kotabaru dan juga di Batulicin. Untuk membangun dan mengintegrasikan kelautan dan perikanan berbasis masyarakat melalui pemanfatan sumberdaya kelautan dan perikanan,” terangnya.

Di sisi lain, menanggapi hal ini Denny Indrayana mengatakan, potensi kelautan Kalsel harus terus didorong. Kebijakan jangan hanya fokus pada kebijakan yang tak bisa diperbaharuhi, tapi juga maskimalkan sumber daya yang bisa diperbaharui.

“Tapi kenyataannya, anggaran terkait perikanan turun 85 persen. Kebijakan ini bentuk ketidaktahuan pemerintah bahwa potensi ini besar. Jangan sampai terjadi lagi. Persaingan penangkapan ikan, salah satu yang dibicarakan para nelayan di Kotabaru adalah bagaimana mereka bersaing dengan kapal-kapal besar. Sehingga nelayan tak bisa bersiang,” katanya.



Bagi Haji Denny, persoalaan yang harus dijawab adalah bagaimana memberikan kesempatan juga pada nelayan kecil. Baik menyediakan alat tangkap ikan untuk mencari rejeki atau pun berupa permodalan.

Sementara pasangannya Difriadi menambahkan, kewenangan soal perikanan dan kelautan harus dikoordinasikan dengan kabupaten/kota agar tidak menjadi penghalang. “Ini harus diimbangi sistem koordinasi, sehingga pemindahan kewenangan, antara pemprov dan pemkab, tidak ada masalah ke depannya,” harap mantan Wabup Tanah Bumbu ini. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->