Connect with us

Kanal

Tersudut di Tengah Ibukota Provinsi

Diterbitkan

pada

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Pendidikan merupakan tonggak kemajuan suatu bangsa dan negara. Sebagaimana tujuan bangsa Indonesia disektor pendidikan yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Selain itu, yang tak kalah penting mengenai dana pendidikan yang tertuang dalam konstitusi tidaklah sedikit, yaitu berjumlah 20% dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) negara Indonesia. Apalagi dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyebutkan pendidikan merupakan upaya sadar terencana dalam mengembangkan Intelektual, spritual dan afektif demi memanusiakan manusia, menjadikan manusia yang berakhlak mulia.

Namun tujuan tersebut apakah terealisasi kondisi di lapangan. Dalam pantauan wartawan Kalimantanview, terlihat kondisi sekolah Kelas Khusus Filial SD dan SMP Mawar yang bertempat di Jalan Pasar Baru lantai 2, Pasar Lima RT. 20, RW. 07, Banjarmasin Tengah terlihat jauh dari kata pantas.

Walau berada tepat di jantung kota yaitu sebagai Ibukota provinsi Kalimantan Selatan, akses tetap melintas di padang semraut lingkungan sekolah, menerobos lumut – lumut yang menghijau di sela-sela marmer pecah. Tertangkap oleh mata aktivitas mandi, cuci, Kakus (MCK) tepat berada di depan pagar besi, serakan plastik menghiasi sudut pertokoan pasar yang kumuh.

Pemandangan pagi senin yang jauh berbeda dengan sekolah khalayak umum, suasana upacara yang menggelorakan semangat nasionalime yang biasanya dirasakan oleh siswa-siswi sekolah-sekolah di kota seribu sungai, kini kian tak terjamah rasanya oleh siswa-siswi di SD dan SMP Filial Mawar. Bagaimana tidak, halaman sekolah telah dikepung oleh pusat perekonomian masyarakat.

Keseragaman yang terpampang di tubuh putih merah tak terlihat, seperti itu juga dengan seragam putih biru untuk sekolah menengah pertama, yang terlihat hanya warna – warni pakaian peserta didik. Bermodalkan kaos lengan pendek dan diiringi dengan celana jeans siswa terus berperan aktif dalam pembelajaran.

Suara riuh terdengar dari dalam kelas yang padat. Dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang minim, kegiatan belajar mengajar tetap mengalir sebagimana mestinya. Dengan jumlah 70 orang siswa di semua tingkat baik itu Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama, 35 orang siswa SD dan 35 orang siswa untuk serata SMP.

Kondisi tumpang tindih kelas dalam satu ruangan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam proses belajar mengajar. Karena hanya terdapat dua ruangan kelas maka untuk Sekolah Dasar kelas 1 sampai 6 gabung dalam satu ruangan, begitu juga dengan Sekolah menegah pertama.

Fasilitas seperti kursi dan meja yang kurang mencukupi, memaksa peserta didik harus sebagian lesehan. Namun, semua tak melunturkan semangat siswa dan siswi SD dan SMP Filial Mawar. Dibalik semangat murid yang menentang keadaan untuk menolak kebodohan buta huruf, semua tak lepas dari figur pendidik (guru) yang berjuang memberikan amunisi ilmu dan suntikan pengetahuan.

“Disini hanya terdapat 8 guru, 7 honorer dan 1 berstatus PNS,” tutur Kepala Sekolah Khusus SD dan SMP Mawar, M. Zaini.

Mereka tetap mempunyai ekspektasi untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia walau tak mendapat gaji pokok dan hanya menerima uang transportasi sebesar 400 ribu perbulan.

Perasaan senang yang berbalut kesedihan dirasakan oleh Kepala Sekolah SD dan SMP Filial Mawar. Senang karena mampu menjalankan sekolah tersebut sejak tahun 1988 dan sampai saat ini masih berdiri walau dengan fasilitas yang seadanya, serta sudah memberikan kurang lebih seribu alumni.

Selain itu, secara kurikulum pihak sekolah diberikan kebebasan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan latar belakang anak jalanan, broken home, maka pihak sekolah lebih menekankan pembelajaran kepengembangan spritualitas dan afektif anak.

Komitmen sosok Kepala Sekolah yang tiada kata putus asa dalam memperbaiki seluruh sisi kekurangan sekolah sangat terpancar. Sudah beberapa kali dalam kurun waktu 2 tahun ini, ia mengirim proposal ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarmasin, namun belum mendapatkan anggaran. Kini sekolah hanya mendapat dana sumbangan dari masyarakat dan donatur yang ringan tangan.

Dengan niat dan tekad yang bulat demi mendapatkan dana sekitar 75 juta untuk menambah satu ruangan dengan membeli satu buah toko, agar efektitas pembelajaran semakin meningkat ia berharap agar Pemerintah Daerah Kota Banjarmasin mau membuka, telinga mata dan hati untuk bersama-sama memperbaiki sekolah Filial tersebut.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kabupaten Kapuas

16 ODP Dikarantina, Pemkab Kapuas Salurkan Sembako untuk Keluarga

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gugus tugas Covid-19 Kapuas memberikan sembako pada keluarga ODP yang menjalani karantina 14 hari. Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Pemkab Kapuas melalui Gugus Tugas COVID-19 menjamin sembako keluarga orang yang dikarantina. Langkah ini dilakukan menyusul dikarantinanya 16 warga Kapuas dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Saat ini sudah 16 warga berstatus ODP di karantina. Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, di Posko satgas covid-19 Kapuas, Minggu (12/4/2020).

Budi Kurniawan mengatakan, karantina ini dilakukan selama 14 hari kedepan untuk memutus matai rantai penyebaran Virus Corona. Ia menegaskan, selama masa karantina, Pemkab Kapuas akan menjamin keluarga ODP yang dikarantina. “Selama karantina 14 mereka yang berstatus ODP ditanggung Pemkab atau disalurkan makanan dan keluarga mereka juga diberikan sembako,” jelasnya.

Lanjutnya, pemberian sembako kepada keluarga ODP yang dikarantina adalah bentuk tanggungjawab Pemkab untuk menjamin hak hidup warganya. Langkah ini juga dilakukan untuk memberikan ketenangan warga Kapuas agar secara sukarela melaporkan diri. Karena Pemkab Kapuas akan menjamin warga ODP beserta keluarganya. “Hal ini dilakukan, karena karantina mandiri diragukan. Apakah benar dilakukan selama 14 hari di rumah. Serta berpotensi menularkan di lingkungan keluarga,” tegas Budi.

Maka dari itu, ia mengingatkan Kepada warga Kapuas, lebih baik dikarantina dan ditangani tim medis, karena penanganannya lebih pasti dan terpantau. Kepala Dinsos menjamin, tempat karantina yang disiapkan Pemkab Kapuas sangat layak dan dijamin kenyamanan bagi warga ODP. Selain itu, pihaknya beserta tenaga medis dipastikan akan menjaga privasi dan kerahasiaan warga ODP.

“Saya berharap masyarakat yang baru datang dari wilayah zona merah COVID-19 untuk segera melaporkan diri ke Posko Gugus tugas Covid-19 yang berada di Kabupaten Kapuas,  Agar dilakukan pemeriksaan dan bila perlu akan dikarantina. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus baik kepada keluarga maupun orang lain. Karena Orang Tanpa Gejala (OTG) berpotensi menyebarkan virus corona,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/Ags)

 

Reporter : Ags
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Sekda Kota Palangkaraya Positif Covid-19, Wali Kota pun Berstatus ODP

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sekda Kota Palangkaraya positif covid-19 Foto: wartaekonomi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Virus Corona atau Covid-19 kembali menjangkiti pejabat publik di Kalimantan. Kali ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Hera Nugrahayu, dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin melalui video yang diunggah di instagram pribadinya @fairidnaparin. Tak hanya Sekda, namun juga salah satu Kepala Dinas (Kadis) di kota tersebut telah dinyatakan positif Covid-19. “Benar bahwa Sekda Palangkaraya positif Covid-19 dan ada satu kadis juga terkena positif Covid-19,” kata Fairid, Rabu (1/4/2020).

Fairid mengakui telah mendapatkan izin dari yang bersangkutan. Selain itu, pemberitahuan ini ditujukan agar masyarakat lebih waspada dengan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dan tanpa pandang bulu.
Ia mengatakan, Hera terke

na Corona karena intensitas interaksi di lapangan tinggi, sehingga menjadi rentan. “Sekda salah satu berdiri di depan untuk memerangi kasus ini dan menjaga keselamatan masyarakat. Beliau sering turun ke lapangan, makanya rentan,” kata dia.

Kasus positif satu lagi, kata dia, merupakan seorang yang bertugas menjaga kebersihan dan estetika kota. Sementara terkait dengan status kesehatannya sebagai ODP, Fairid mengatakan, “Saya juga berkontak dengan Sekda. Saya masih menunggu tahapan medis kesehatan berikutnya,” tambahnya.

Meski demikian, roda pemerintah Palangkaraya, tetap berjalan seperti biasa. Fairid mengatakan pihaknya juga sudah ada membentuk Gugus Tugas Penanganan COVID-19. “Sekarang zaman digital, komunikasi bisa melalui handphone,” ujarnya.

Di tengah pandemi Corona, Fairid menyebut sudah menyiapkan kebijakan untuk melindungi masyarakat seperti bantuan sembako, kelonggaran kredit hingga akan menutup akses darat di Palangkaraya demi mencegah penularan Corona.

Berdasar data pemerintah RI terbaru, ada penambahan kasus positif Corona sebanyak 149, total hadi 1.677. Kasus pasien sembuh bertambah 22, jadi 103, kemudian kasus meninggal bertambah 21 orang, jadi 157. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

1 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Rujukan Banjarmasin Merupakan Warga Jakarta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Tim Gugus Tugas P3 COVID-19 Banjarmasin Dr. Machli Riyadi Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan mengungkapkan adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif. Salah satu pasien yang dinyatakan positif, disebut merupakan rujukan dari Kota Banjarmasin.

Kendati demikian, Ketua Tim Gugus Tugas P3 COVID-19 Kota Banjarmasin Dr Machli Riyadi mencoba meluruskan informasi yang saat ini telah beredar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini, pasien rujukan dari Kota Banjarmasin tersebut bukanlah warga asli Banjarmasin, melainkan warga DKI Jakarta.

“Satu tambahan positif yang disebutkan itu sebenarnya bukan warga kota Banjarmasin. Beliau adalah orang Jakarta yang singgah di Banjarmasin,” beber Machli, Senin (30/3/2020) malam.

Kendati begitu, Machli belum bersedia membeberkannya lebih jauh, termasuk kapan warga DKI Jakarta ini datang ke Kota Banjarmasin. Karena, masih harus dikonfirmasi agar dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan memastikan, adanya penambahan empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim dalam video conference di Command Center Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (30/3/2020) sore.

“Yang positif terkonfirmasi Covid-19 bertambah 4 kasus. Sehingga jumlahnya menjadi 5 kasus,” kata Muslim.

Muslim merincikan, kasus pertama yang terkonfirmasi positif yaitu Pasien Ulin-9 yaitu seorang wanita berusia 50 tahun asal Martapura Kabupaten Banjar. Kemudian, pasien Ulin-10 yaitu seorang laki-laki berusia 45 tahun, juga dari Martapura, Kabupaten Banjar. “Kondisinya saat ini masih ada batuk, namun sesak berkurang,” kata Muslim.

Lebih lanjut Muslim menambahkan, pasien Ulin-11 juga terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu seorang laki-laki berusia 56 tahun rujukan dari Kota Banjarmasin. Pasien ini sudah memasuki hari kedelapan perawatan. “Kondisi masih ada sesak nafas,” lugas Muslim.

Nah, pasien inilah yang dimaksudkan sebagai warga Jakarta yang datang ke Kalsel. Terakhir, pasien Ulin-13 seorang laki-laki berusia 21 tahun asal Kabupaten Tabalong, yang juga memasuki hari ke delapan masa perawatan di rumah sakit (RS) rujukan di RSUD Ulin Banjarmasin. “Kondisi masih ada batuk dan sesak nafas,” jelas Muslim.(Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->