Connect with us

HEADLINE

Tertipu Calo Akta Kelahiran, Bikin di Banjarmasin, Malah Terbit Akta Palsu Disdukcapil Batola

Diterbitkan

pada

Kadisdukcapil Kabupaten Batola Jakuinuddin menunjukkan akta kelahiran palsu. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARABAHAN, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Kuala (Batola) selidiki dokumen akta kelahiran yang diterima Putri Azzurra (25), korban penipuan oknum calo pemalsu. Kasus berawal saat yang bersangkutan ingin menambahkan anggota keluarga anak pertama ke dalam kartu keluarga di kantor Disdukcapil Kota Banjarmasin.

Dikatakan Kadisdukcapil Batola Jakuinuddin, Selasa (3/12) kemarin, Putri Azzurra dengan ditemani pegawai Disdukcapil Banjarmasin mendatangi Disdukcapil Batola untuk mengklarifikasi keaslian akta yang diterimanya. Mengingat akta kelahiran tersebut diduga diterbitkan dan dibuat di kantor Disdukcapil Batola.

Kedatangan Putri Azzurra dibenarkan oleh Jakuinuddin, dokumen yang diserahkan langsung ditelaah oleh pihak Disdukcapil Batola. Tak hanya sampai di situ akta kelahiran tersebut juga ditahan dengan masksud sebagai bahan bukti untuk menelusuri siapa yang bermain dan dalam dari kegaduhan ini, mengingat hal tesebut sudah merugikan nama Disdukcapil Batola.

“Akta ini dikabarkan dicetak dan didapat di sini, jadi setelah kedatangan yang bersangkutan kemarin ke sini dokumen langsung kami telaah dan kami nyatakan akta kelahiran ini adalah palsu,” katanya.

Ditambahkan Jakuinuddin, kepalsuan akta kelahiran ini ditandai dengan tidak terdaftarnya data yang bersangkutan di nomer register dan data base Disdukcapil Batola. Selain itu, nomor NIK dan kode percetakan juga tidak ada, terlebih tandatangan yang ada di akta kelahiran adalah palsu karena nampak sekali dibuat dengan cara di-scan.

“Banyak sekali kejanggalan yang kita temui, mulai dari nomor register hingga tanda tangan saya, sekarang kita tidak pernah lagi membubuhkan tandatangan di akta kelahiran, sekarang kami hanya menggunakan barcode saja, sehingga lebih mudah untuk dikenali asli atau palsunya akta kelahiran tersebut,” jelasnya.
Untuk itu dirinya mengimbau agar masyarakat tidak lagi untuk membuat dokumen berupa apapun melalui calo. Mengingat sekarang sudah dimudahkan dengan cepat terlebih pengurusan semua tidak dikenakan biaya alias gratis sepanjang syarat-syaratnya lengkap.

“Kasus ini baru kali ini terjadi, sekarang akta ini kami amankan dulu, namun sepanjang pihak yang berwajib memerlukan kita akan berikan dokumen yang disita ini, kami jelas sangat dirugikan dengan adanya kasus semacam ini,” pungkasnya.

Sebelumnya dikutip dari berbagai sumber Putri Azzura (25), ibu rumah tangga yang tinggal di jalan Antasan Kecil Barat RT 13 Kampung Arab, Banjarmasin mengaku tertipu oleh seorang pria yang mengaku bisa menguruskan pembuatan akta kelahiran di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin

Putri menjelaskan, pria dengan inisial RZ tersebut meminta uang Rp950.000 dan dijanjikan dalam waktu singkat akta selesai. Ternyata benar, dalam waktu yang tidak terlalu lama, akta kelahiran selesai dan diserahkan kepada Putri. Belakangan muncul masalah, ketika Putri mau menambahkan nama anaknya ke dalam kartu keluarga ternyata ditolak oleh Disdukcapil Kota Banjarmasin dan dinyatakan palsu.

“Dinas Dukcapil Kota Banjarmasin menyatakan akta kelahiran anak saya palsu, saya pun merasa tertipu dan mencoba menanyakan kepada RZ. Namun RZ bersikeras bukan palsu dan beralasan macam-macam,” ujar Putri geram.

Diapun ingin masalah ini selesai dan mengajak RZ untuk bertemu, namun RZ selalu menghindar dan ketika dihubungi, handphone RZ selalu tidak aktif. Akhirnya Putri pun mendatangi kantor Disdkcapil Kota Banjarmasin untuk menanyakan masalah yang menimpanya, Senin (2/12) kemarin.

Di hadapan Kepala Disdukcapil Kota Banjarmasin Khairul Saleh, Putri bertutur hal ikhwal dirinya kenal dengan RZ. Ia kenal RZ melalui temannya bernama Nana. Lewat perentaraan Nana menyampaikan bahwa RZ bisa membantu menguruskan segala surat menyurat di Disdukcapil Kota Banjarmasin dengan cepat.

Putri pun lalu bertemu dengan RZ dan menanyakan apakah benar bisa menguruskan pembuatan akta kelahiran anaknya. RZ dengan sigap menjawab bisa. Bahkan untuk meyakinkan Putri, RZ mengaku sebagai wartawan sebuah media lokal di Banjarmasin dan kepada Putri dia menunjukkan sebuah ID Card.

“RZ mengaku wartawan dan dia juga menunjukkan kepada saya ID Card,” ujarnya.

Menurut Putri, terakhir dirinya menjalin komunikasi dengan RZ, 22 November 2019 sore, setelah itu RZ tidak bisa lagi dihubungi.

Kadisdukcapil Kota Banjarmasin mewanti-wanti, masyarakat yang mau membuat surat atau dokumen kependudukan ke Disdukcapil agar datang sendiri dan jangan melalui calo.

“Kami sudah sampaikan kepada masyarakat agar datang langsung ke kantor, jangan melewati calo, kami sudah siapkan layanan prima dengan waktu yang singkat,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

Sempat ke Lain Hati, Golkar ‘Sahkan’ Hubungan dengan Nadjmi-Jaya Lewat Rekomendasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Darmawan Jaya mendapat SK Rekomendasi dari DPP Golkar Foto: istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Langkah incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan menatap dua periode pemerintahan lewat Pilkada Banjarbaru, semakin kencang. SK Rekomendasi DPP Partai Golkar, kini mereka genggam setelah diserahkan angsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

SK rekomendasi diterima pasangan Nadjmi-Jaya, bersama sejumlah calon yang diusung Partai Golkar lainnya dalam acara ‘Penyerahan Surat Keputusan Pasangan Calon Partai Golkar di Pilkada Serentak 2020’. SK rekomendasi tersebut, menjawab surat yang sebelumnya disampaikan DPD Golkar Kalsel melalui pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Sebelumnya, Golkar sempat mendukung pasangan Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah. Tetapi seiring mundurnya Aditya dengan alasan kemanusiaan karena Pilkada dilaksanakan berbarengan saat Covid-19, akhirnya partai berlambng beringin itu banting setir ke pasangan incumbent.

Ketua Harian DPD Golkar Kalsel H Supian HK menegaskan bahwa DPD Golkal Kalsel akan kembali mengusulkan satu nama kandidat dan orang itu ialah Nadjmi Adhani sebagai pasangan petahana (incumbent).

Saat ini, incumbent meraih dukungan mayoritas parpol. Dalam surat pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar, disampaikan sejumlah partai yang mendukung di Pilkada. Koalisi besar pengusung Nadjmi-Jaya terdiri dari sejumlah parpol dengan perolehan sekitar 15 kursi. Terdiri dari NasDem 4 kursi, PKS 2 kursi, Golkar 5 kursi, PDIP 3 kursi dan Demokrat 1 kursi, yang mana lebih dari cukup sebagai syarat pencalonan di jalur Parpol.

Jumlah ini masih akan bertambah jika nanti akhirnya Gerindra yang memiliki 6 kursi dan PAN 2 kursi ikut bergabung.
Sebelumnya, gelombang dukungan parpol kepada incumbent, dimulai dengan pernyataan sikap Golkar dan PDI Perjuangan yang pada awalnya mendukung Aditya. Partai Demokrat juga menjatuhkan pilihan ke mereka. Hal ini dikemukakan Ketua DPC Partai Demokrat Banjarbaru, Sumedi, yang mengaku kepemimpinan Nadjmi-Jaya di kota Banjarbaru selama 5 tahun terakhir layak dilanjutkan.

“Kita mengarah dukungan ke Nadjmi-Jaya,” katanya.
Sumedi mengakui bahwa keputusan untuk mendukung Nadjmi-Jaya telah bulat, dalam pembahasan internal di DPC Partai Demokrat Banjarbaru. Meskipun begitu, tetap saja keputusan final hingga penerbitan SK merupakan ranah DPP Demokrat. (kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Duet H Rusli-Guru Fadlan Jemput SK Rekomendasi DPP Golkar di Jakarta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pasangan H Rusli- KH Fadlan As’ary semakin mantab menuju pencalonan di Pilkada Banjar. SK Rekomendasi DPP Partai Golkar terkait pencalonannya di Pilkada kini sudah digenggaman. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartato di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Diterimanya SK tersebut setelah sebelumnya DPD Golkar Kalsel mengeluarkan surat pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Terkiat dukungan tersebut, Guru Fadlan mengatakan diterimanya SK dari DPP Golkar semakin memantabkan langkah duet H Rusli-Guru Fadlan di Pilkada Banjar. “Ya, alhamdulillah. Insyallah partai-partai lain juga akan menyusul,” katanya.

Saat ini, tarung Pilkada Banjar makin kompetitif pasca mundurnya incumbent Bupati H Khalilurrahman. Sejumlah kandidat semakin mantab menatap kursi Bupati dan Wakil Bupati Banjar, termasuk duet H Rusli- KH Muhammad Fadlan Asy’ari atau Guru Fadlan, yang disokong Golkar dan gabungan partai lain.

 

Bahkan, saat ini paket yang termasuk muncul belakangan ini diklaim memiliki sokongan lebih dari separuh kursi parlemen di DPRD Banjar. Besarnya dukungan ini terungkap dalam surat pengajuan rekomendasi DPD I Golkar Kalsel ke DPP Golkar, No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Dimana dalam surat tersebut disampaikan, untuk Pilkada Banjar, Golkar Kalsel mencalonkan duet H Rusli-Guru Fadlan. Paket ini disokong 6 koalisi parpol terdiri dari Partai Golkar yang memiliki 8 kursi di parlemen, PKS 2 kursi, PPP 5 kursi, PDIP 2 kursi, PAN 3 kursi, dan Demokrat 4 kursi. Sehingga total ada 24 kursi yang menyokong pencalonan di Pilkada.

Jumlah tersebut lebih dari separuh kursi di DPRD Banjar sebanyak 45 kursi. Artinya, dukungan massif ini sudah jauh melampaui dari batas minimum syarat mengusung calon dari jalur partai di KPU Banjar. Guna dapat maju di Pilkada Kabupaten Banjar 2020 melalui jalur partai politik, syaratnya pasangan bakal calon minimal harus mendapat dukungan 20 persen atau 9 kursi di DPRD Banjar.

Pasangan H Rusli-Guru Fadlan memang bisa menjadi poros kekuatan baru di kabupaten berjuluk Serambi Makkah ini. Selain sokongan porpol, kedua tokoh tersebut juga memiliki basis massa yang kuat. H Rusli yang saat ini duduk sebagai Ketua DPD Golkar Banjar sekaligus anggota DPRD Kalsel, tercatat sebagai anggota dewan dengan raihan suara terbanyak pada pemilu 2029 lalu.

Sedangkan Guru Fadlan, selain tokoh Nadhlatul Ulama (NU) juga merupakan mantan Ketua MUI Kabupaten Banjar. Sebelumnya, pasangan in juga telah mendapat surat rekomendasi dari PPP, dan PKS. Bahkan, PPP telah lebih dulu secara terang-terangan menyatakan dukungannya!. “Syukur Alhamdulillah pasangan kami memang mendapat kepercayaan dan menerima SK dari PPP dan PKS. Semoga kepercayaan ini berlanjut dan mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Banjar lebih baik,” kata H Rusli.

Di sisi lain, tampilnya tokoh lain juga tak bisa dianggap enteng. Seperti Wakil Bupati Saidi Mansyur, yang juga memastikan mendapatkan 1 tiket di Pilkada Banjar. Saidi mendapat dukungan dari tiga partai besar yakni, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan terbaru adalah Partai Demokrat.

Penyerahan SK tersebut dilakukan ketika Saidi Mansyur bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Ketua DPD Demokrat Kalsel, Rusian. Selasa (30/6/2020).

“Kami kini sudah mengantongi surat dukungan dari tiga partai, dan dukungan dari Partai Demokrat baru tadi kami terima, dan diserahkan langsung oleh ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono,” ujar Saidi Mansyur, Selasa (30/6/2020).

Menurut dia, AHY mendoakan Saidi terpilih sebagai bupati dan bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Banjar. Dengan bergabungnya dua partai itu bersama Partai Nasdem, artinya Saidi mengantongi 16 kursi. Yakni, Partai Nasdem memiliki tujuh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar, PKB lima kursi, dan Partai Demokrat sebanyak empat kursi.

Dengan total 16 kursi dari tiga partai tersebut, maka dipastikan Saidi Mansyur telah memenuhi syarat mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Banjar. Syarat di KPU minimal sembilan kursi untuk dapat maju dipilkada nanti. (Kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Covid-19 Kalsel di Angka 4.146, Kasus Baru 78 Orang, Sembuh 112 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi Covid-19. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel ) masih terus menanjak, meski secara perlahan tapi pasti angka kesembuhan penderita juga meningkat.

Ada tambahan 78 kasus baru ini, secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kalsel sudah di angka 4.146 per Minggu (12/7/2020). Kabar duka juga kembali disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, dimana dilaporkan ada lima kasus kematian pasien Covid-19 di Kalsel.

Yaitu dua orang asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang meninggal dunia pada 3 dan 9 Juli 2020 kemarin, dua orang asal Kota Banjarmasin yang meninggal dunia pada 11 dan 23 Juni 2020 serta satu orang asal Kota Banjarbaru yang meninggal dunia pada 12 Juli 2020.

Sehingga, total angka kematian pasien Covid-19 di Kalsel berjumlah 216 kasus atau 5,2 persen dari seluruh kasus Covid-19 di Kalsel.

 

Data Covid-19 Kalsel per Minggu 12 Juli 2020. grafis: yuda/kanalkalimantan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim, ada tambahan 112 orang yang sembuh kali ini, persentase kesembuhan pasien Covid-19 di Kalsel kembali meningkat menjadi 33,6 persen.

“Persentase ini meningkat cukup tajam jika dibandingkan persentase kesembuhan pada awal bulan Juni 2020 lalu yang masih berada di angka 11 persen,” ujarnya.

Mereka merupakan para pasien yang dirawat di beberapa Rumah Sakit (RS), fasilitas karantina di Kalsel maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Diantaranya 49 orang di karantina balai Diklat Ambulung Banjarbaru, 22 orang di fasilitas karantina Bapelkes Banjarbaru, 22 orang di fasilitas karantina Kabupaten Balangan, 6 orang di fasilitas karantina di Kabupaten Banjar dan dua orang di fasilitas karantina Kabupaten Batola.

Satu orang di fasilitas karantina di Kabupaten Hulu Sungau Tengah, tujuh orang di fasilitas karantina Kabupaten Tanahlaut, empat orang di RS Bhayangkara, lima orang di RSUD dr H Moch Ansari Saleh dan dua orang di RSUD Ulin Banjarmasin.

Sedangkan tambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terkonfirmasi kali ini sebanyak 78 orang yang berasal dari sembilan kabupaten/kota.

Paling banyak di Kota Banjarmasin sebanyak 33 kasus, lalu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 18 kasus, Kabupaten Tanah Laut 10 kasus, Kabupaten Tanah Bumbu 6 kasus, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan masing-masing 4 kasus.

Lalu di Kabupaten Batola, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru masing-masing satu kasus. Kali ini, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 398 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 733 orang. (kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->