Connect with us

Kalimantan Selatan

Terus Dikebut, Akses Jalan Banjarbaru-Batulicin Sudah Hampir Siap Difungsikan

Diterbitkan

pada

Pembangunan jalan bebas hambatan dari Banjarbaru - Batu Licin terus dikebut foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mimpi untuk memiliki akses jalan bebas hambatan dari Banjarbaru-Batuliicin, kian mendekati kenyataan. Pasalnya kini semua ruas jalan sudah hampir terhubung menyusul mendekati rampungnya pembangunan sejumlah jembatan.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas PUPR kini tengah membangun 3 jembatan sebagai akses penghubung ruas jalan Banjarbaru-Batulicin.

Ketiganya ialah, Jembatan Aranio di wilayah Kabupaten Banjar, serta Jembatan Kusan II dan Jembatan Temunih II, yang lokasinya berada di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Apabila ketiga jembatan ini rampung, maka jalan lintas dari Banjarbaru ke Batu Licin yang memiliki panjang mencapai 160 kilometer itu, tentunya sudah dapat digunakan oleh masyarakat.



Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, menerangkan bahwa progres pembangunan ketiga jembatan pada pekan ini sudah mencapai 60 persen. Pengerjaan saat ini ialah pemasangan pondasi dan balok penyangga atau biasa disebut girder.

“Untuk progres pembangunan 3 jembatan saat ini masih sesuai target. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada yang meleset,” ujarnya, saat ditemui, Rabu (25/11/2020).

Ditanya apakah ada kendala pekerjaan selama memasuki musim penghujan, Yasin membantah. Menurutnya kendala yang ditemui justru pada teknis pekerjaannya jembatan.
“Sementara di musim hujan ini belum ada kendala. Lebih ke teknis pekerjaan yang memang lebih kompleks,” akunya.

Adapun Dinas PUPR Kalsel menargetkan rampunya pembangunan 3 jembatan itu pada akhir tahun ini. Sehingga akses jalan Banjarbaru – Batu Licin sudah bisa digunakan pada 2021 mendatang. “Semakin cepat selesainya jembatan, semakin cepat juga akses jalan Banjarbaru-Batulicin bisa digunakan masyarakat,” lugasnya.

Sebagai informasi, Jembatan Kusan II memiliki panjang 120 meter dan lebar sembilan meter. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 24 miliar.

Lalu, untuk Jembatan Aranio dibangun dengan panjang 120 meter dan lebar 9 meter. Pagu anggarannya sekitar Rp 34 miliar.

Dan terakhir, Jembatan Temunih II dengan panjang 35 meter dan lebar 9 meter. Pembangunan jembatan ini merupakan pekerjaan yang ongkos biayanya paling rendah, yakni Rp 14 miliar.

Perlu diketahui juga, bahwa pembangunan akses jalan Banjarbaru – Batu Licin masuk dalam proyek prioritas Kalimantan Sekatan tahun 2020. Meski sejumlah anggaran banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19, namun Pemprov Kalsel tetap berupaya merealisasikan rencana pembangunan akses jalan lintas wilayah ini. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

KALSEL BANGKIT, 100 persen Sistem Kelistrikan di Kabupaten HSS Dinyatakan Pulih

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas memulihkan kembali sistem kelistrikan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Foto: Humas PLN UIW Kalselteng
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – PLN berhasil memulihkan kembali sistem kelistrikan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang menjadi salah satu kabupaten terdampak banjir terparah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh personel, kami berhasil menyalurkan kembali 100 persen listrik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ucap General Manager PLN Unit Induk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Sudirman.

Guna melakukan percepatan penyaluran listrik di kabupaten yang meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Loksado, Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Kalumpang, PLN menerjunkan sebanyak 51 Personel Petugas Layanan Teknik dengan 14 armada.

“Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyebabkan material kelistrikan rusak. Tujuh tiang listrik roboh dan 13 peralatan konstruksi rusak,” ungkap Sudirman.



Bencana banjir yang melanda Hulu Sungai Selatan sejak Rabu (13/1/2021) lalu mengakibatkan 66 gardu distribusi terdampak banjir dengan total sebanyak 8.274 pelanggan.

“Kami berkomitmen segera menyalurkan listrik ke daerah pelanggan jika banjir sudah surut dan aman bagi masyarakat. Alhamdulillah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini banjir terbilang cepat surut dan merata, sehingga kami bisa segera menyalurkan listrik kembali ke seluruh pelanggan,” tambah Sudirman.

Dia juga berterima kasih kepada warga masyarakat yang telah kooperatif dalam membantu PLN dalam upaya percepatan penormalan suplai listrik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Ia mengatakan, peran masyarakat yang selalu sabar dan percaya dengan kinerja PLN adalah salah satu kunci keberhasilan dari upaya pemulihan listrik terdampak banjir.

Secara keseluruhan di Kalsel, sampai dengan Minggu (24/1/2021) pukul 14.00 WITA, PLN berhasil melakukan penormalan sebanyak 1.492 Gardu Distribusi atau 92 persen dari total 1.629 yang terdampak banjir sehingga 102.190 Pelanggan sudah kembali menikmati listrik. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Dhani

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Gempar! Pantun Korban Banjir ke Baim Wong, Cari Janda atau Gadis Kembang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Emak-emak korban banjir di Kalimantan Selatan memberikan pantun untuk Baim Wong / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Saat mengunjungi korban banjir di Kalimantan Selatan, sejumlah korban banjir mendampingi Baim Wong melihat pemukiman warga yang terendam air. Sampai pinggang orang dewasa.

Melihat kehadiran Baim Wong ke lokasi bencana, aura kesedihan warga seperti hilang. Yang ada hanya canda gurau. Sambil perang pantun.

Ayah Kiano itu pun diberikan pantun khusus oleh emak-emak yang mengiringi kunjungan Baim Wong.

Artis dan youtuber Baim Wong mengunjungi korban banjir di Kalimantan Selatan. Menggunakan perahu, Baim Wong diantar warga melihat kondisi warga yang rumah terendam banjir.



Baim Wong juga diajak melihat lokasi pengungsian di tengah luapan banjir. Tepatnya di wilayah Paku Alam.

Baim bercengkrama dan menyapa warga. “Sehat-sehat yah bu,” kata Baim, dalam tayanga kanal Youtube Baim Wong.

Baim Wong juga terlihat membagikan paket makanan dan sembako melalu perahu kecil yang ditumpangi. Masuk ke pemukiman warga yang terendam banjir.

Warga korban banjir terlihat gembira. Melihat Baim Wong datang dan menyapa korban banjir. Beberapa warga menanyakan kondisi istri Baim Wong dan anaknya Kiano.

“Tidak bisa lagi nonton Kiano karena listrik mati,” kata warga.

Baim Wong mengunjungi korban banjir di Kalimantan Selatan / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]

Warga yang mengiringi Baim Wong dengan perahu juga bersenda gurau. Memberikan pantun untuk Suami Paula tersebut.

Emak-emak korban banjir memberikan pantun seperti ini :

Kucing kurus mandi di papan. Mandi di papan kayu jati. Aku (Cik Bay) kurus bukan tak makan. Karena liat Mas Baim si jantung hati.

Kembang teratai Si Kembang Mawar dipetiknya di tengah hutan. Tujuan apa abang datang ke paku Alam cari janda atau gadis kembang ?

“Haa..aa..,” respon Baim mendengar pantun dari ibu-ib korban banjir kepadanya.

“Pintar yah dia,” kata Baim.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkap penyebab banjir Kalsel atau Kalimantan Selatan. Penyebab banjir Kalsel karena 139 hektar hutan berkurang dalam kurun waktu 10 tahun.

LAPAN menganalisa penyempitan kawasan hutan telah meningkatkan risiko banjir di Kalimantan Selatan. Ini hasil kajian LAPAN.

Hasil analisis menunjukkan adanya kontribusi penyusutan hutan dalam kurun 10 tahun terakhir terhadap peningkatan risiko banjir di wilayah Kalimantan Selatan.

Data tutupan lahan menunjukkan bahwa dari tahun 2010 sampai 2020 terjadi penyusutan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah, dan semak belukar masing-masing 13 ribu hektare (ha), 116 ribu ha, 146 ribu ha, dan 47 ribu ha di Kalimantan Selatan.

Sedangkan area perkebunan di wilayah itu menurut data perubahan tutupan lahan luasnya bertambah hingga 219 ribu hektare.

Dugaan terjadinya deforestasi disebut menjadi penyebab banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun tudingan itu dibantah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

Nurbaya menegaskan, bahwa selama lima tahun terakhir, pihaknya menyebut rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Kalsel dilakukan sangat masif. (suara.com)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->